Trans Jawa

Sorotan terbaru dari Tag # Trans Jawa

VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, JM Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Capai 86 Persen Nasional
Nasional
Selasa, 31 Maret 2026 | 07:30 WIB

VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, JM Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Capai 86 Persen

Jakarta, katakabar.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri menyampaikan pelayanan arus mudik dan arus balik Libur Lebaran 2026 secara umum berlangsung terkendali. Peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik dan arus balik dikelola dengan baik melalui kolaborasi intensif antar stakeholder, sehingga kondisi lalu lintas secara bertahap melandai di sejumlah ruas jalan tol. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi dan Kakorlantas, Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono dan jajaran Direksi Jasa Marga di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Minggu (29/3). Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Rivan A. Purwantono, menjelaskan hingga Minggu (29/3) pukul 22.00 WIB tercatat sebanyak 2,9 juta kendaraan telah memasuki Jakarta, atau sebanyak 86 persen dari total proyeksi kendaraan yang kembali ke Jakarta. “Kami masih akan perhitungkan lalu lintas hingga pukul 06.00 WIB nanti. Namun kami mencatat, rata-rata volume per capacity ratio (VC Ratio) di sejumlah ruas jalan tol utama Trans Jawa terpantau dalam kondisi terkendali. VC Ratio di Jalan Tol Batang-Semarang tercatat sebesar 0,3, Jalan Tol Palikanci sebesar 0,28, Jalan Tol Cipali sebesar 0,22, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebesar 0,36. Berdasarkan parameter tersebut, arus lalu lintas arus balik terpantau telah melandai sejak KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta,” ujar Rivan. Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menuturkan berbagai langkah strategis manajemen rekayasa lalu lintas. “Hingga malam ini skema contraflow dan one way lokal presisi masih diberlakukan. Selanjutnya, kami terus memantau berdasarkan evaluasi serta VC Ratio, saat ini kondisi arus lalu lintas terkendali. Untuk itu, kami telah melakukan sterilisasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemberlakuan one way akan resmi ditutup pada dini hari ini, Minggu (29/03) pukul 24.00 WIB, sesuai keputusan bersama,” ucap Kakorlantas. Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, menjelaskan dengan kondisi lalu lintas yang semakin terkendali, pemberlakuan one way lokal presisi resmi dinyatakan selesai dan lalu lintas berangsur kembali normal. “Pemberlakuan one way lokal presisi pada pukul 24.00 kami nyatakan selesai. Kepada masyarakat yang masih melakukan perjalanan, kami harapkan bisa berhati-hati dan selalu mengikuti arahan serta petunjuk dari petugas di lapangan, sebab perjalanan masih ada dan saat ini lalu lintas sudah berlaku normal,” ulasnya. Jasa Marga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh stakeholder dalam pengelolaan lalu lintas Libur Lebaran 2026, termasuk Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, serta seluruh petugas operasional di lapangan. Jasa Marga akan terus meningkatkan layanan operasional untuk memastikan setiap perjalanan pengguna jalan berlangsung aman, nyaman dan selamat sampai tujuan. Informasi lalu lintas terkini dan permintaan bantuan selama berkendara di jalan tol juga bisa didapatkan melalui Call Center Jasa Marga di nomor 133, akun X @PTJASAMARGA, Radio Travoy FM di Sonora 92.0 FM Jakarta dan jaringannya serta di media sosial resmi Jasa Marga Group.

Potongan Tarif Tol Berlaku di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalin Melewati GT Cikampek Utama Nasional
Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:10 WIB

Potongan Tarif Tol Berlaku di Tol Trans Jawa, JTT Terus Pantau Lalin Melewati GT Cikampek Utama

Cikampek, katakabar.com - Seiring dengan mulai berlakunya potongan tarif tol di sejumlah ruas Trans Jawa, mobilitas kendaraan menuju wilayah Timur terus menunjukkan peningkatan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 168.863 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-7 (11–14 Maret 2026). Volume tersebut meningkat 41,71 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 119.157 kendaraan. Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan saat ini, jumlah gardu operasi yang melayani transaksi di GT Cikampek Utama sebanyak 30 gardu, yang terdiri dari 19 gardu menuju arah Trans Jawa dan 11 gardu menuju arah Jakarta. "Pengoperasian gardu tersebut dioptimalkan secara situasional menyesuaikan dengan volume lalu lintas yang terjadi guna menjaga kelancaran transaksi kendaraan di gerbang tol," ujarnya. Menurut Ria, hingga saat ini belum diberlakukan rekayasa lalu lintas di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, dan kondisi lalu lintas di GT Cikampek Utama masih terpantau aman dan terkendali. Jadi, ulas Ria, seiring dengan peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga Group memberlakukan program potongan tarif tol di sejumlah ruas Trans Jawa untuk memberikan perjalanan yang lebih hemat bagi pengguna jalan. Salah satunya, terang Ria, melalui potongan tarif sebesar 30 persen bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung pada periode arus mudik yang sudah berlaku sejak pukul 00.00 WIB mulai 15 Maret 2026 hingga 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Khusus pada ruas Batang–Semarang yang dikelola PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), pengguna jalan juga memperoleh tambahan potongan tarif sehingga total potongan tarif tol yang diterima dapat mencapai sekitar 46 persen. Selain itu, JSB juga telah lebih dulu memberlakukan potongan tarif tol sekitar 23 persen untuk seluruh transaksi di Ruas Batang–Semarang yang berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026 Sementara, untuk kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 108.732 kendaraan, meningkat 0,83 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 107.840 kendaraan. Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah Jawa Tengah a. GT Kalikangkung Kendaraan menuju Semarang tercatat 88.964 kendaraan (naik 30,62 persen dari normal 68.111 kendaraan). Sementara kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 61.536 kendaraan (naik 4,68 persen dari normal 58.787 kendaraan). b. GT Banyumanik Arus menuju Solo tercatat 110.838 kendaraan (naik 17,10 persen dari normal 94.653 kendaraan). Sementara arah Jakarta mencapai 73.059 kendaraan (naik 3,51 persen dari normal 70.580 kendaraan). Wilayah Jawa Timur a. GT Warugunung Kendaraan menuju Surabaya tercatat 88.743 kendaraan (naik 10,31 persen dari normal 80.451 kendaraan), sementara arah Jakarta mencapai 85.662 kendaraan (naik 11,14 persen dari normal 77.074 kendaraan). b. GT Kejapanan Utama Sebanyak 91.002 kendaraan menuju Malang (turun 4,83 persen dari normal 95.617 kendaraan), dan 93.572 kendaraan menuju Surabaya (turun 4,07 persen dari normal 97.541 kendaraan). c. GT Singosari Kendaraan menuju Malang tercatat 52.554 kendaraan (turun 6,00 persen dari normal 55.909 kendaraan), sementara arah Surabaya mencapai 48.828 kendaraan (naik 1,92 persen dari normal 47.908 kendaraan). PT JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan. Untuk informasi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga Group, pengguna jalan dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di 133 atau melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android.

JTT Pastikan Keberlanjutan Layanan Empat Ruas Tol Utama Trans Jawa Default
Default
Minggu, 05 Oktober 2025 | 18:06 WIB

JTT Pastikan Keberlanjutan Layanan Empat Ruas Tol Utama Trans Jawa

Bekasi, katakabar.com - Sejumlah ruas tol utama di Pulau Jawa telah hadir sejak puluhan tahun lalu, dan terus menjadi andalan dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik antarkawasan. Empat di antaranya, yakni Tol Jakarta–Cikampek, Palimanan–Kanci, Semarang Seksi A, B, C, dan Surabaya–Gempol, saat ini dikelola oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang telah mengemban amanah pengelolaan sejak delapan tahun terakhir. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan keberadaan keempat ruas tol tersebut memainkan peran penting dalam menjaga konektivitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah yang dilaluinya. “Setiap ruas memiliki karakteristik dan peran strategis. Jakarta–Cikampek menjadi akses utama dari dan menuju Ibu Kota, Palimanan–Kanci menghubungkan simpul penting Jawa Barat dan Jawa Tengah, Semarang Seksi A, B, C membantu mengurai kepadatan di pusat kota, dan Surabaya–Gempol menopang pergerakan logistik dan industri di Jawa Timur,” jelas Ria. Tol Jakarta–Cikampek yang beroperasi sejak tahun 1988 lalu menjadi urat nadi logistik menuju kawasan industri terbesar di Indonesia. Ruas ini menjadi jalur vital distribusi barang dari pelabuhan dan pusat produksi menuju pasar konsumen di Jabodetabek dan Jawa Barat. Tol Palimanan–Kanci yang mulai beroperasi pada 1998, memperkuat konektivitas antara Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengah. Selain memperlancar arus wisata ke wilayah seperti Cirebon dan Kuningan, kehadiran ruas ini juga memberikan akses lebih cepat bagi produk-produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara, Tol Semarang Seksi A, B, C yang telah beroperasi sejak 1983, berperan penting sebagai jalan lingkar kota yang membantu mengurai kepadatan di pusat Kota Semarang. Ruas ini menghubungkan kawasan seperti Ungaran, Tembalang, dan Kaligawe, sekaligus menunjang konektivitas menuju pelabuhan, kawasan industri, dan pusat logistik di Jawa Tengah. Tol Surabaya–Gempol yang beroperasi sejak 1986 juga memegang peran krusial pergerakan barang dan orang di Jawa Timur. Ruas ini menghubungkan kawasan industri di Sidoarjo, Porong, hingga Pasuruan ke Pelabuhan Tanjung Perak, serta mendukung mobilitas harian masyarakat di wilayah penyangga Surabaya. Seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan dan meningkatnya aktivitas masyarakat, PT JTT terus memastikan keempat ruas tol ini berada dalam kondisi optimal melalui pemeliharaan rutin dan peningkatan layanan. Keberadaan jalan tol terbukti mampu menekan biaya logistik, mempercepat waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.