Vokasi

Sorotan terbaru dari Tag # Vokasi

UT Perkuat Kerja Sama Nasional Mulai Sekolah Vokasi hingga Anak Petani Sawit Sawit
Sawit
Senin, 27 Oktober 2025 | 20:12 WIB

UT Perkuat Kerja Sama Nasional Mulai Sekolah Vokasi hingga Anak Petani Sawit

Tangsel, katakabar.com - Universitas Terbuka (UT) perluas jejaring kerja sama strategis melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai mitra dari dunia pendidikan, industri, hingga pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi UT perkuat tridharma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta mempercepat pencapaian target 1 juta mahasiswa di seluruh Indonesia. Penandatanganan kerja sama dilakukan Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto bersama sejumlah mitra strategis, antara lain pertama, Politeknik Negeri Manado Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan mutu penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi. Kedua, Universitas Negeri Manado (Unima) Fokus pada penguatan tridharma dan pengembangan sumber daya akademik. Ketiga, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kerja sama untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi keluarga petani sawit di seluruh Indonesia. Terakhir, Pemerintah Kabupaten Trenggalek Meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pembangunan daerah. Selain MoU tersebut, UT tandatangani PKS dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan pendidikan. Di kegiatan itu, Prof. Ali menegaskan kerja sama dengan politeknik dan industri menjadi langkah konkret UT dalam memastikan lulusan sekolah vokasi siap terjun ke dunia kerja. "Kami ingin pastikan sekolah vokasi UT melahirkan lulusan yang siap bekerja, bukan menambah pengangguran. Karena itu, kolaborasi dengan politeknik dan industri menjadi sangat penting," tegasnya konferensi pers Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil Wilayah 1 di UTCC, Tangsel, Senin (27/10). Prof. Ali menjelaskan penyelenggaraan vokasi di UT tidak akan dibuka sebelum ada kepastian mitra industri yang siap menjadi tempat magang mahasiswa. "Pendidikan jarak jauh bukan hambatan bagi pelatihan vokasional, selama dukungan sarana-prasarana praktik tersedia melalui kemitraan strategis," jelasnya. UT saat ini telah menyiapkan tiga program vokasi baru, yaitu Manajemen iLogistik, Teknik Informatika, dan Sistem Akuntansi Digital, bekerja sama dengan politeknik dan berbagai mitra industri seperti PT Pos Indonesia serta perusahaan konsultan dan penyedia jasa logistik. Kerja sama UT dengan APKASINDO menjadi sorotan tersendiri. Program ini membuka kesempatan bagi anak-anak petani sawit di berbagai daerah untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kebun. "Pendidikan jarak jauh UT menjadi solusi agar masyarakat di pelosok tetap bisa belajar tanpa meninggalkan pekerjaannya," ucapnya. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung target 1 juta mahasiswa UT pada 2026 mendatang. Di kegiatan sama, hadir pula narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Marsekal Muda TNI R. Tjahjo Khurniawan, Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi. Ia menegaskan pentingnya literasi keamanan siber di perguruan tinggi, terutama bagi kampus berbasis digital seperti UT. Dengan sistem pembelajaran daring, ungkapnya, perlindungan data akademik menjadi hal utama. BSSN berkomitmen memperkuat literasi keamanan siber agar civitas akademika UT semakin tangguh menghadapi ancaman digital. Prof. Ali menegaskan target 1 juta mahasiswa UT bukan sekadar ambisi, tetapi bentuk kepercayaan publik terhadap kualitas dan inklusivitas sistem pembelajaran UT. Dengan sistem pembelajaran daring yang stabil dan inklusif, UT siap melayani lebih banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga mancanegara," sebut Prof. Ali. UT kini mencatat lebih dari 768.000 mahasiswa aktif, dengan 90.000 pengguna yang dapat mengakses sistem e-learning secara bersamaan tanpa kendala.

Kerja Sama IPB dan Minamas Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 26 Januari 2025 | 23:14 WIB

Kerja Sama IPB dan Minamas Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri Sawit

Jakarta, katakabar.com - Sekolah Vokasi IPB University kembali memperbarui komitmennya bersama Minamas Plantation melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa BEST (Building Estate Sustainability & Transformation) 2025. Hal itu sebagai upaya memperkuat relevansi pendidikan vokasional dengan kebutuhan industri. Program ini langkah strategis mendukung pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri khususnya perkebunan kelapa sawit. Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Aceng Hidayat ucaokan terima kasih kepada Minamas atas kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari 12 tahun dan mendorong pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan pasar. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Minamas Plantation membantu perubahan kurikulum agar selalu relevan dengan dinamika kebutuhan industri. Ini esensi pendidikan vokasional yang kami harapkan, yakni pendidikan yang sesuai dengan permintaan pasar. Kami optimistis kerja sama ini terus berkembang dan memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri terbaik untuk berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Aceng lewat rilis Humas IPB, dilansir dari laman EMG, Minggu (26/1). BEST Program tidak hanya investasi dalam pendidikan, tutur Aceng, tapi memberikan peluang besar bagi anak muda untuk mewujudkan mimpinya serta berkontribusi terhadap negara melalui inovasi-inovasi unggul di sektor perkebunan. "Lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, karena kurikulum yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri. Semoga kerjasama baik yang telah berlangsung selama 12 tahun ini berpotensi dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa dan keluarganya,” jelasnya. Ketua Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan Sekolah Vokasi IPB, Edi Wiraguna PhD, mengapresiasi kontribusi Minamas Plantation dalam penyediaan kurikulum dan praktik lapangan.