Pertumbuhan Hospitality: Apakah Mungkin Tanpa Fokus pada Well-Being Pekerja?
Jakarta, katakabar.com - Ini menjadi momen pengingat bagi setiap pemimpin di industri hospitality, apresiasi dan pengakuan akan dedikasi pekerja adalah kunci. Ketika tamu menginjakkan kaki di hotel untuk beristirahat atau menikmati makan malam di restoran, kenyamanan mereka menjadi prioritas utama dari para pekerja yang melayani sepenuh hati. Tapi, pernahkah kita bertanya, siapa yang menjaga kesejahteraan mereka agar terus mampu memberikan pelayanan terbaik? Dari staf front office yang menyambut tamu hingga housekeeping yang memastikan kamar selalu dalam kondisi sempurna, setiap pekerja hospitality ini memberikan dedikasi terbaik mereka untuk menciptakan pengalaman yang berkesan. Tapi, di balik senyuman tulus mereka, ada tantangan yang kerap kali tidak terlihat tetapi penting untuk kita pahami. Mengutip dari EHL Insights, Industri hospitality dikenal dengan jadwal kerja yang panjang dan tidak menentu (termasuk akhir pekan dan liburan), lingkungan kerja yang dinamis, dan rangkaian tugas yang mengakomodasi banyak kebutuhan tamu atau pelanggannya. Maka, pekerjaan di sektor hospitality kerap membutuhkan ketangguhan fisik dan mental untuk memastikan pelayanan yang prima. Menurut Royal Society for Public Health (RSPH), satu dari lima pekerja hospitality menghadapi permasalahan kesehatan mental terkait pekerjaan, dengan 84% di antaranya mengalami stres akibat beban kerja.