WFA

Sorotan terbaru dari Tag # WFA

Arus Balik di Daop 2 Bandung Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Faktor Pendorong Nasional
Nasional
Senin, 30 Maret 2026 | 07:41 WIB

Arus Balik di Daop 2 Bandung Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Faktor Pendorong

Bandung, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung catat arus balik Angkutan Lebaran 2026 di wilayahnya berlangsung relatif merata. Hal ini terlihat dari data kedatangan penumpang KA Jarak Jauh di seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung yang cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan. Dari pantauan hingga Sabtu (28/3) siang, jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang datang pada periode Minggu (22/3) atau H2 Lebaran hingga Sabtu (28/3) atau H2+6, rata-rata ada 25.132 pelanggan. Sejauh ini jumlah kedatangan penumpang KA Jarak Jauh terbanyak terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 atau hari kedua Lebaran dengan total ada 27.244 pelanggan yang datang dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan kondisi arus balik yang cenderung merata ini dipengaruhi oleh beberapa faktor kebijakan yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan. “Kami melihat adanya distribusi arus balik yang lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) bagi sejumlah instansi, sehingga masyarakat tidak harus kembali secara bersamaan,” ujar Kuswardojo. Selain faktor kebijakan kerja fleksibel, sebutnya, program stimulus dari pemerintah juga turut memberikan dampak signifikan terhadap pola perjalanan masyarakat. Diskon tarif tiket kereta api sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial menjadi salah satu pendorong utama tersebarnya arus balik. "Tercatat hingga siang ini ada 83.924 pelanggan yang memanfaatkan program diskon tiket 30 persen ini," ucapnya. Tidak hanya itu, kata Kuswardojo, KAI Daop 2 Bandung juga menghadirkan program promo “Silaturahmi” berupa potongan harga sebesar 20 persen untuk tiket sejumlah perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah Daop 2 Bandung, yakni KA Argo Wilis, KA Turangga, 2 KA Malabar, KA Mutiara Selatan, 2 KA Lodaya, 2 KA Harina, KA Ciremai, dan 2 KA Tambahan Bandung - Solo balapan. Program ini diharapkan dapat memberikan alternatif waktu perjalanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat menggunakan transportasi kereta api. “Kami juga memberikan promo tambahan berupa diskon 20 persen untuk KA eksekutif komersial sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan dan pilihan perjalanan kepada pelanggan, sehingga arus balik dapat lebih tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu,” jelas Kuswardojo. Adapun pembelian tiket dengan tarif diskon tersebut dapat dilakukan melalui seluruh channel penjualan resmi KAI. Periode pembelian berlangsung mulai 25 Maret 2026 hingga 1 April 2026, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan lebih fleksibel. KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk tetap merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan berbagai program promo yang tersedia, serta datang lebih awal ke stasiun guna menghindari antrean. Dengan kondisi arus balik yang merata ini, diharapkan perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan berkesan.

Kebijakan WFA Perlancar Arus Mudik Lebaran 2025 Nasional
Nasional
Rabu, 02 April 2025 | 09:00 WIB

Kebijakan WFA Perlancar Arus Mudik Lebaran 2025

Jakarta, katakabar.com - KAI Berhasil Melayani 2.015.447 Pelanggan, Tiket KA Jarak Jauh dan Lokal Terjual Mencapai 3.538.738 PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kelancaran arus mudik Lebaran 2025 berkat kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan Pemerintah sejak 24 Maret 2025. Kebijakan ini memungkinkan pergerakan penumpang lebih merata, sehingga kepadatan tidak hanya terpusat pada tanggal-tanggal tertentu. “Sejak kebijakan WFA diberlakukan pada 24 Maret 2025, KAI mencatat adanya kenaikan pergerakan penumpang menjelang kebijakan tersebut mulai diberlakukan. Pada 21 Maret 2025 terdapat 170.556 penumpang naik kereta api, hari berikutnya 22 Maret 2025 terjadi peningkatan menjadi 174.505 penumpang, lalu puncaknya terjadi pada 23 Maret 2025 dengan angka 183.123 penumpang,” kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba. Dijelaskan Anne, data ini menunjukkan puncak awal pergerakan penumpang terjadi pada 23 Maret 2025 atau sehari sebelum WFA dimulai, dengan 183.123 penumpang. Setelah itu, jumlah penumpang tetap stabil tanpa lonjakan ekstrem, membuktikan bahwa kebijakan ini efektif dalam mendistribusikan perjalanan lebih merata. “Adapun secara keseluruhan kepadatan pemudik masa angkutan Lebaran tertinggi terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran, dengan data pada 27 Maret 2025 (H-4): 202.202 penumpang, 28 Maret 2025 (H-3): 215.564 penumpang, dan 29 Maret 2025 (H-2): 214.151 penumpang,” ujarnya. Tapi, tutur Anne, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kepadatan ini lebih terkelola karena tidak terjadi lonjakan mendadak di hari tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan WFA berkontribusi pada pemerataan arus mudik dengan kereta api.