Mewakili Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, Sumber Daya Alam dan Aset, Darwin Sianipar, berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan mengolah kain ulos menjadi produk yang menarik dan memiliki daya saing.

Menurutnya, kemampuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknik produksi. Peserta juga didorong memanfaatkan keterampilan tersebut untuk merintis usaha, meningkatkan penghasilan, dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

“Dengan keterampilan ini, para peserta diharapkan memiliki peluang membuka usaha mandiri, menambah penghasilan keluarga, sekaligus menciptakan lapangan kerja,” kata Bupati Toba yang disampaikan Staff Ahli, Darwin Sianipar.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Sintong Panangian Napitupulu boru Simanjuntak, yang turut hadir, mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan menjadikannya sebagai bekal untuk membangun usaha.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan mesin jahit yang direncanakan diberikan kepada setiap peserta setelah pelatihan. Peralatan tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk mulai memproduksi suvenir, bukan sekadar disimpan tanpa dimanfaatkan.

“Bantuan mesin jahit yang akan diberikan harus menjadi modal usaha, bukan sekadar barang pajangan, apalagi sampai dijual. Jangan berhenti hanya sampai pelatihan selesai,” pesan Astita.