Bengkalis, katakabar.com - Kabupaten Bengkalis kaya Sumbera Daya Alam (SDA), di perut bumi 'emas hitam' setiap detik disedot PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), dan di permuakaan bumi 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit terbentang luas.

Santing berlimpah ruahnya SDA 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp4 triliun lebih tahun 2024 ini.

Tapi, meski Kabupaten Bengkalis kaya dan punya segalanya, rupanya belum mampu sejahterakan masyarakatnya. Lihat, para perangkat desa yang menyebar seratusan desa di wilayah Kabupaten Bengkalis terpaksa harus menelan pil pahit kehidupan lantaran sudah enam bulan gaji tak kunjung cair.

Dari Informasi yang beredar di lapangan diterima sejumlah wartawan sepekan belakangan mulai pekan ketiga dan pekan keempat Agustus 2024 ini. Para perangkat desa terutama di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, konon kabarnya lantaran gaji belum cair, sejumlah perangkat desa terpaksa cari sampingan untuk biaya hidup.

Santing pahit perekonomian di antara para perangkat desa belum gajian enam bulan, ada yang memilih mengundurkan diri, dan ada yang masih bertahan meski perekonomian morat marit.

Mereka (perangkat desa) yang masih bertahan memilih mencari job sampingan, seperti ambil upah kutip brondolan kelapa sawit di kebun orang.

Terkait para perangkat desa belum gajian enam bulan lamanya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis, Drs. H Ismail, MP saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, Jumat (23/8) malam menyatakan, pembayaran penghasilan atau gaji para perangkat desa dilakukan di desa masing-masing.

"Pembayaran penghasilan atau gaji para perangkat desa dilakukan di desa masing-masing," ujar H Ismail, dilansir dari salah satu media onlin lokal, Sabtu (24/8).

Bagaimana Pemerintah Desa (Pemdes) membayar gaji hingga saat ini dana Alokasi Dana Desa belum masuk rekening desa atau belum cair?

"Setelah disalurkan, Desa dapat menyelesaikan kewajibannya," kata H Ismail.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan saat dikonfirmasi wartawan soal para perangkat desa di Kabupaten Bengkalis belum gajian enam bulan lamanya menjelaskan, kita menyadari saat ini keuangan sedang tidak baik-baik saja, terutama mengenai transfer pusat ke daerah.

"Kita tetap berupaya, di mana saat pembahasan banggar kemarin kita sudah tekankan agar belanja-belanja wajib, tanggung jawab, kewajiban kepada masyarakat, tenaga honor, dana ADD hendaknya mendapatkan prioritas," jelas Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Kita dari DPRD Kabupaten Bengkalis, terang Sofyan, berupaya mendorong agar pemerintah daerah segera membayarkan ketika sudah ada transfer nanti, dan diprioritaskan ke pembayaran operasional Alokasi Dana Desa (ADD).

Kapan rencana pembayaran tersebut, Sofyan menegaskan, informasi yang kami dapatkan kira-kira awal September 2024 ini.

Menurut Sofyan, Dinas PMD sudah kita panggil saat rapat pembahasan APBD tahun 2025. Mereka menjelaskan, sudah mengajukan tapi dari bagian keuangan Kabupaten Bengkalis belum mencairkan, sebab uang belum ada.

"Itu tadi, saat ini keuangan Kabupaten Bengkalis sedang tidak baik-baik saja," sebut Sofyan lagi.