Sumedang, katajabar.com - Bencana tanah longsor menerjang Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang RT 03 RW 10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (9/1) kemarin sore.

Dari laporan Tim SAR Gabungan, Jakarta, Minggu (10/1), hingga pukul 01.22 WIB Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban yang tertimbun material longsor di Desa Cihanjuang.

Sebanyak 22 orang yang terdiri dari 3 orang selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia dan 8 orang masih dalam pencarian disebabkan longsor pertama, korban pada longsoran kedua masih dalam pendataan. Seluruh Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap.

Kepala Badan pendidikan penelitian dan penyuluhan sosial, Syahabudin meninjau Lokasi Bencana Longsor Sebagai Bentuk Dari Kemensos hadir.

"Kemensos bakal mengerahkan
Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu proses evakuasi korban" kata Syahabuddin pada Minggu (10/1).

Dijelaskan Syahabuddin, jika ada
fokus pemerintah sekarang dalam mengatasi dampak bencana banjir dan tanah longsor ini.

"Fokus pemerintah dalam bencana ini, untuk memastikan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari para korban selamat bisa terpenuhi," ujarnya.

Kemensos mengaktivasi pelayanan dapur umum lapangan dan layanan dukungan psikososial yang berpusat di SD Cipateuag untuk penyiapan nasi bungkus sebanyak 500 pcs.

Total bantuan yang telah disalurkan untuk penanganan bencana sebesar Rp1.053.703.150, meliputi terdiri dari Bantuan Logistik Tanggap Darurat sebesar Rp888.671.350, Beras Reguler sebanyak 3.000 dengan nilai Rp31.800.000, dan Santunan Ahli Waris untuk 11 orang dengan indeks Rp15 juta, per ahli waris sebesar Rp165.000.000.

Bantuan logistik Kemensos terdiri dari tenda serbaguna keluarga sebanyak 10 unit, velbed sebanyak 150 unit, matras sebanyak 1.200 lembar, kasur sebanyak 600 buah, dan selimut sebanyak 1.000 lembar.