Kupang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus promosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit, dan penggunaannya di kehidupan sehari-hari, lewat produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM dan Koperasi berbasis sawit.

Promosi sawit ini dilakukan dengan menggelar Gebyar UMKM dan Sawit NTT Tahun 2024 pada 5 hingga 7 Juli 2024 di Mall Lippo Plaza Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Gebyar UMKM dan Sawit NTT tahun 2024 dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi NTT dan didukung Pemerintah Provinsi NTT.

Turut memeriahkan kegiatan sebagai peserta Pameran adalah UMKM dan Koperasi (UKMK) Sawit mitra BPDPKS dari asosiasi petani kelapa sawit yakni ASPEKPIR, APKASINDO, APKASINDO Perjuangan, SPKS dan SAMADE.

Disamping itu, ikut serta pula 22 UMKM wilayah NTT yang merupakan binaan kantor perwakilan Kementerian Keuangan Prov. NTT dan Dekranasda Prov. NTT.

Rangkaian kegiatan meliputi Pameran Produk UMKM NTT dan UKMK Sawit, Talkshow Pemberdayaan UMKM, Lomba Kreasi Produk UMKM berbasis Sawit, Cerdas Cermat APBN dan Sawit, Bakti Sosial, dan Hiburan.  

“Kegiatan ini salah satu upaya BPDPKS perkuat UMKM dan Koperasi (UKMK) dalam menggunakan produk berbahan sawit sebagai bagian dari kemitraan UKMK sebagai upaya promosikan kebaikan-kebaikan sawit,” kata Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDPKS, Zaid Burhan Ibrahim di pembukaan Gebyar UMKM dan Sawit NTT di Lippo Plaza Kupang, di pekan pertama Juni 2024 lalu.

Sebagai komoditas strategis, kata Zaid Burhan Ibrahim, kelapa sawit berperan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik dari aspek ekonomi, sosial, dan ketahanan energi.

Kelapa Sawit dan produk turunannya menjadi bagian keseharian masyarakat Indonesia, termasuk produk UMKM, berbagai produk makanan, misalnya minyak goreng, margarin, produk personal care, produk kosmetik, dan produk energi terbarukan.

“Saat ini, Indonesia telah berkontribusi 22 persen dari total produksi minyak nabati dunia, dan 60 persen lebih dari produksi minyak sawit dunia. Ini menjadikan Indonesia sebagai produsen nomor satu minyak sawit di dunia,” terang Zaid Burhan Ibrahim.

BPDPKS terus berupaya mewujudkan inklusivitas hilirisasi kelapa sawit, tutur Zaid Burhan, dengan mendorong pelaku UMKM, dan Koperasi untuk masuk dalam rantai produksi produk-produk turunan kelapa sawit. Harapannya semakin banyak pihak yang terlibat dan merasakan manfaat kelapa sawit, sekaligus meluaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kelapa sawit.

Pejabat Gubernur Provinsi NTT, Ayodhia G.L. Kalake menyatakan dari data tahun 2023, jumlah pelaku UMKM di Provinsi NTT mencapai 98.270 pelaku usaha yang tersebar di 22 kabupaten dan kota.

Sebesar 60 persen UMKM pemula. Persoalan mendasar yang dihadapi mengenai permodalan, pemasaran, dan dukungan peralatan produksi serta terbatasnya kompetensi atau skill pelaku usaha.

Berkaca dari hal ini, menurut Ayodhia G.L Kalake, Pemerintah Provinsi NTT memberikan dukungan, berupa peningkatan akses UMKM terhadap akses permodalan, pelatihan, dan adopsi teknologi; dukungan kerja sama atau kolaborasi yang melibatkan Pemerintah Pusat, BUMN, Kadin, Swasta, dan para Akademisi yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM, dan peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta peningkatan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM.

“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan sinergi seluruh pihak, khususnya BPDPKS sehingga Gebyar UMKM dan Sawit NTT dapat terlaksana pada hari ini,” terang Ayodhia G.L. Kalake.

Dengan banyaknya masyarakat NTT yang menjadi pekerja di perkebunan kelapa sawit, sambung Ayodhia, diharapkan perkerja dan keluarganya dapat mengakses program-program dari BPDPKS, salah satunya melalui program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT, Catur Ariyanto Widodo mengutarakan, kegiatan ini kolaborasi untuk mendorong UMKM di NTT agar dapat naik level atau naik kelas.

Kemenkeu, sebut Catur, ikut andil melakukan pemberdayaan UMKM, salah satunya dukungan agar UMKM naik kelas lewat digitalisasi dan globalisasi.

Dukungan yang diberikan, lanjutnya, pertama, mendorong UMKM untuk bergabung dalam ekosistem Digipay dan e-katalog. Kedua, mendorong UMKM untuk memahami proses pelaporan pajak dan sertifikasi produk serta pelatihan ekspor untuk mendukung UMKM Siap Go Internasional.

Lalu ketiga, ucap Catur, optimalisasi situs lelang.go.id yang membantu penjualan produk UMKM. Keempat, perluasan akses pembiayaan atau digitalisasi pembayaran bagi UMKM, serta meningkatkan kapasitas usaha, serta peningkatan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dengan instansi pemerintah lainnya, serta pihak swasta.

“Kegiatan ini bertujuan mendorong atau mengamplifikasi edukasi kelapa sawit, sebagai komoditas yang banyak digunakan dalam produksi produk-produk UMKM dan digunakan dalam keseharian masyarakat,” imbuhnya.

Show Wastra UKMK Sawit Nusantara

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Pagelaran Fashion Show Wastra UKMK Sawit Nusantara, menampilkan busana paduan kain batik sawit dengan tenun ikat dari NTT.

Selain itu, di hari pertama kegiatan dilaksanakan Talkshow Kemitraan UKMK Sawit dan Pembiayaan UMKM dengan pemateri dari BPDPKS, PT Pegadaian, dan Bank Mandiri, serta beragam kegiatan lainnya.

Pembukaan kegiatan dihadiri kurang lebih 200 orang, yakni Pejabat Gubernur Prov. NTT,Ayodhia G.L. Kalake dan Sofiana Milawati Kalake, sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Kepala Kanwil DJPB NTT, Catur Ariyanto Widodo, Direktur Keuangan Umum Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDPKS, Zaid Burhan  Ibrahim, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, Kepala Divisi SDM dan Umum  BPDPKS, Adi Sucipto, Perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, dan Perwakilan Pemerintah Kota Kupang.

Turut pula Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTT, JP Manalu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Para pimpinan instansi vertikal di lingkungan Kementerian Keuangan se provinsi NTT, Ketua Kamar Dagang dan Industri atau KADIN NTT, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi atau ISEI.Kupang, Local Expert mitra Kanwil DJPB NTT, Pimpinan dan Perwakilan dari Bank Himbara, Perwakilan Lembaga Keuangan Bukan Bank atau PNM Mekaar dan PT Pegadaian, Perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit, Perwakilan UKMK NTT, Mahasiswa, dan lainnya.