Sebanyak 15 personel Basarnas Medan diterjunkan dalam operasi tersebut. Untuk mempercepat proses pencarian, tim gabungan dibagi menjadi tiga kelompok dengan tugas yang berbeda.

Tim pertama bertugas melakukan penyisiran dan identifikasi korban menggunakan teknologi drone thermal guna mendeteksi kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun reruntuhan.

Sementara itu, tim kedua melakukan pencarian melalui metode Area Search Rescue (ASR) dengan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor sekaligus memetakan potensi bahaya di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan penyelidikan terkait penyebab ledakan rumah di Grand Polonia Medan masih terus berlangsung. 

Aparat kepolisian bersama tim terkait juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan barang bukti dari lokasi kejadian.