Medan, katakabar.com - Dugaan intimidasi, limbah B3, hingga alat kesehatan rusak di RSUD Bachtiar Djafar memicu gerakan mahasiswa. Namun, suara mereka mendadak sunyi.

Suara mahasiswa Sumatera Utara kini senyap. Bukan karena kehabisan semangat, tapi karena intimidasi. 

Aksi damai yang direncanakan untuk mengkritisi pelayanan RSUD Bachtiar Djafar, Belawan, mendadak gagal total. 

Masyarakat pun bertanya-tanya: Apa yang sedang ditutup-tutupi dari rumah sakit daerah ini ? 

Kadis Kesehatan Kota Medan, Yuda Pratiwi Setiawan berupaya dikonfirmasi juga belum memberikan keterangan terkait RSUD Bachtiar Djafar.


Rencana Aksi yang Dibungkam

Aliansi Mahasiswa Peduli Sumatera Utara, yang berencana menggelar aksi damai pada 8 Mei 2025, di depan Kantor Wali Kota Medan dan Dinas Kesehatan, harus menelan kenyataan pahit. 

Aksi mereka mendadak terhenti diduga karena tekanan dari oknum yang terkait dengan RSUD Bachtiar Djafar.

Padahal, surat pemberitahuan sudah dilayangkan, media sudah dilibatkan, dan massa sudah siap turun. Tapi tekanan datang begitu cepat, dan suara mahasiswa langsung bungkam.

Pelayanan RSUD Bachtiar Djafar Disorot Tajam

Dalam rencana aksi yang mereka susun, mahasiswa mengungkap: banyak pasien ditolak tanpa alasan jelas.

Kondisi alat kesehatan yang rusak dan tak layak pakai. Pelayanan lambat dan terkesan tak profesional. Warga lebih memilih RS swasta karena kecewa dengan RS milik pemerintah.

Ironisnya, semua ini terjadi di rumah sakit yang seharusnya menjadi tumpuan masyarakat kecil.

Dugaan Pelanggaran Berat: Limbah B3 dan Anggaran

Mahasiswa juga menduga rumah sakit ini tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) B3 yang sesuai standar, berpotensi mencemari lingkungan. 

Tak hanya itu, mereka mendesak aparat penegak hukum memeriksa indikasi penyimpangan anggaran dalam pengadaan alat dan obat-obatan.

Aliansi menyuarakan empat tuntutan tegas, diantaranya : 

Copot Direktur RSUD Bachtiar Djafar.
Sidak Dinas Kesehatan atas layanan dan fasilitas RS. Audit dan investigasi anggaran rumah sakit. Pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup atas dugaan limbah B3.

Ketika pelayanan publik bermasalah, suara mahasiswa menjadi pengingat bagi penguasa. Tapi jika suara itu dibungkam, maka kita semua patut waspada: Apakah sedang ada kejahatan yang dirahasiakan?