Jenazah Rasdy kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum yang berada tidak jauh dari rumah duka. Kiki menuturkan, keluarga sebelumnya telah menggelar doa bersama pada hari ketiga dan hari ke-40 setelah kepergian suaminya, meski jenazah saat itu masih berada di Kamboja.

Selanjutnya, keluarga berencana menggelar doa 100 hari pada Agustus 2026. Sebelumnya diberitakan, Rasdy Fauzi berangkat ke Kamboja karena alasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setelah bekerja selama sekitar satu tahun tiga bulan, ia ditemukan meninggal dunia di tempat kosnya di wilayah Poipet, Kamboja, pada Minggu tanggal 3 Mei 2025.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Rasdy diduga meninggal akibat serangan jantung mendadak. Proses pemulangan jenazah ke Tanah Air kemudian berlangsung cukup panjang karena harus melalui berbagai tahapan administrasi dan koordinasi lintas negara.