Mandau, katakabar.com - Masyarakat Duri perkotaan, terutama emak-emak di Kecamatan Mandau galau disebabkan harga cabai merah kian pedas di tingkat pengecer dibandrol Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram di pekan pertama Oktober 2026.
Berapa harga cabai merah sekarang toke? Tanya katakabar.com di ujung telepon genggam kepada Ira salah seorang pemilik toko sayur mayur di pasar tradisional Dewi Sartika, Jumat (2/10) jelang siang.
"Mahal sekarang Pak. Kalau kami mengecer harga cabai merah Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram," ujarnya.
Gimana harga cabai rawit? Harga beda tipis dengan cabai merah Pak. Kami mengecer di toko Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Menurut Ira, harga cabai merah dan cabai rawit naik di awal Oktober 2026 dibanding pekan keempat September 2026 lalu.
"Harga cabai merah di tingkat pengecer masih kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Sedang, harga cabai rawit Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram," jelasnya.
Meroketnya harga cabai merah dan cabai rawit di awal Oktober 2026, cerita Ira, membikin emak-emak kelimpungan, dan mesti pandai-pandai mengatur keuangan.
"Ada pelanggan biasanya beli cabai merah setengah kilogram tiap pagi hari terpaksa beli seperempat kilogram akibat naiknya harga tidak wajar," ulasnya.
Masih Ira, naiknya harga cabai merah dan cabai rawit di awal Oktober 2026 ini boleh jadi disebabkan mulak berkurang pasokan ke pasar tradisional Dewi Sartika. Cabai merah dan cabai rawit yang kami jual dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Para pekebun di dua provinsi penghasil cabai merah dan cabai rawit mengalami gagal panen karena beberapa faktor, yakni pohon dan buah cabai terkena hama, cuaca ekstrem, faktor lainnya yang menyebabkan gagal panen.
Selaku pedagang telah bertahun lamanya di pasar tradisional Dewi Sartika khawatir jika pasokan semakin langka dapat menjadi pemicu kian moreketnya harga cabai merah dan cabai rawit.
"Kalau harga cabai merah dan cabai rawit kian meroket ke depan. Kami, pedagang sangat khawatir barang dagangan tidak dibeli, dan kalaupun dibeli porsi bakal berkurang akibatnya rugi," terangnya.
Emak-emak Kurangi Konsumsi Cabai
Emak-emak mulai putar otak karena semakin pedasnya harga cabai merah dan cabe rawit di pasar tradisional Dewi Sartika Duri Barat, Kecamatan Mandau. Seorang ibu rumah tangga, Dewi saat berbincang akrab dengan katakabar.com Kamis kemarin, mengatakan kalau pekan depan harga cabai merah dan cabai rawit terus naik terpaksa mengurangi konsumsi cabai.
"Kalau harga cabai merah dan cabai rawit terus naik konsumsi terpaksa dikurangi. Sebagai alternatif cabai jenis lain yang lebih murah dibeli atau mengurangi lauk pauk untuk rumah tangga yang wajib menggunakan cabai," ucapnya.
Harga cabai merah dan cabai rawit kian pedas di awal Oktober 2026 ini membikin kaget, dan kelimpungan emak-emak di daerah 'emas hitam' nama lain dari daerah Duri, saat ini memiliki empat kecamatan masih berada di wilayah kebupatian Kabupaten Bengkalis dengan ibu kota kabupaten nun jauh di pula seberang, yakni Bengkalis.
Sudahlah kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik dapat menjadi terjadinya inflasi ke depan. Hal ini sangat dikhawatirkan masyarakat jika inflasi terjadi. Bayangkan diwaktu tertentu harga-harga kebutuhan pokok meroket disebabkan permintaan barang-barang tinggi tidak sebanding dengan pasokan (langka) ke daerah ini.
Harga Cabai di Duri Tembus Rp100 Ribu Per Kg, Emak-Emak Mengeluh Pedas Banget
Diskusi pembaca untuk berita ini