KATAKABAR-MEDAN | Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), kembali terpantau masuk perkebunan Situngkir Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Aktifitas si belang dilindungi ini juga sempat diabadikan (video) warga sekitar.

"Benar, laporan sudah kita terima sejak dua hari yang lalu. Memang terlihat Harimau Sumatera masuk ke lokasi perkebunan dan divideo kan oleh salah satu pekerja kebun," kata Helbert.

Dalam video, terlihat pekerja berusaha menghalau atau mengusir harimau kembali kedalam kawasan hutan. "Lokasi kebun berbatasan langsung dengan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berjarak sekitar 1 KM dari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL)," terang dia.

Melihat keberadaan Harimau Sumatra, yang masuk dalam perkebunan. Warga disana terlihat panik dan berusaha mengantisipasi kontak secara langsung dengan bersembunyi. Terlihat juga dalam rekam video, warga melakukan pengusiran dengan cara memukul-mukul seng berharap agar Harimau masuk kembali ke dalam kawasan hutan TNGL.

"Saat itu memang para pekerja kebun coba mengambil langkah dengan membunyikan alat-alat dengan harapan agar Harimau Sumatera kembali masuk," jelas dia.

Karena posisi perkebunan yang memiliki jarak yang cukup dekat dengan TNGK. Selain Harimau, satwa liar lain juga kerap terpantau disekitar lokasi perkebunan. "Disekitar tempat kejadian sering juga terlihat satwa liar lain seperti Gajah dan Orang Utan Sumatera," papar dia.

Dengan adanya laporan ini, kata Helbert, sejauh ini pihaknya sudah mengambil langkah agar tidak ada korban jiwa dan konflik berkepanjangan. Tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA, BBTNGL, WCS dan karyawan kebun memasang kandang jebakan dikawasan jalur lintasan hewan buas ini.

"Saat ini kita sudah pasang kandang jebakan untuk Harimau Sumatera. Kita berharap dengan umpan kambing hidup ini Harimau Sumatra dapat masuk jebakan yang kita pasang untuk selanjutnya dievakuasi masuk dalam hutan," ungkap dia.

Pasca pemasangan kandang jebak, terang dia, tim juga terus melakukan monitoring oleh pekerja kebun dan petugas resort 242 Aras Napal. Diketahui kalau Harimau Sumatera, yang masuk ke areal itu ada dua ekor dan pihak kita juga menemukan jejak kaki disekitar lokasi. Pemasangan kamera trap juga dilakukan guna memantau pergerakan Harimau Sumatra.

Harimau Sumatra adalah pemangsa pada puncak rantai makanan. Saat ini, eksistensinya masih terancam dengan masifnya deforestasi hutan, perburuan hingga perdagangan ilegal. Kasus perdagangan kulit harimau yang melibatkan mantan Bupati Aceh Bener Meriah Ahmadi menjadi bukti, perburuan dan perdagangan masih terus terjadi.

Saat ini, Harimau Sumatra masuk dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Statusnya masuk dalam kategori terancam punah (Critically endangered).

Populasinya diperkirakan tidak lebih dari 600 ekor ekor yang tersebar di hutan-hutan Pulau Sumatera (Population Viable Assesment, 2016). Jika upaya pelestarian tidak digalakkan dengan melibatkan lintas sektor, alamat harimau sumatra akan tinggal cerita. Sebagai satwa kharismatik yang pernah mendiami hutan di Sumatra. Menyusul harimau jawa dan harimau bali yang lebih dulu dinyatakan punah.