Kapolres Bantu Bibit, PWI Kepulauan Meranti Berkebun Jahe Merah

Selatpanjang, katakabar.comĀ - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti, Riau segera berkebun jahe merah. Program ini sebagai salah satu upaya dalam menunjang perekonomian seluruh pengurus, anggota dan simpatisan PWI Kepulauan Meranti.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Syamsidir Salim berterima kasih kepada Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito dengan bantuan bibit jahe merah yang diberikan.

"Kami berterima kasih kepada Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, dengan bantuan bibit jahe merah. Setelah dipilih, bibit bakal disemai di tempat penyemaian yang sudah disiapkan. Kalau sudah tumbuh dan memasuki usia sebulan setengah, nanti dipindahkan ke polybag," ujarnya weekend kemarin.

Kata Syamsidir, poses penyemaian hingga pemindahan ke polybag mesti sesuai aturan tanam. Paling sulit perawatannya. Kalau perawatan baik, In Shaa Allah hasilnya baik.

"Bibit jahe merah ini menjadi modal bagi PWI menjalankan program berkebun jahe. Hal ini salah satu upaya dalam merintis perekonomian pengurus, anggota dan simpatisan PWI ke depan.

"Untuk tahap awal penyemaian bibit maupun penanaman dengan menggunakan polybag menumpang dulu di "lahan tidur" milik Pemda yang berada di sebelah kantor PWI. Pemanfaatan lahan tidur tersebut sudah disetujui Bupati Meranti, saat disampaikan secara lisan sewaktu silaturahmi pengurus PWI di kediamannya beberapa waktu lalu. Tapi, kita tetap surati bidang aset tentang pinjam pakai lahan tersebut" jelasnya.

Masih Syamsidir, tahap awal pihaknya memilih tanaman jahe mengingat bibit yang dibantu dari Polres Kepulauan Meranti proses penanamannya tidak begitu sulit dan harga di pasaran lumayan tinggi dengan masa panen minimal delapan dan maksimal 12 bulan.

"Bibit ini mudah-mudahan tumbuh semua dan tidak ada masalah. Apalagi tunas - tunasnya sudah mulai tumbuh," ulasnya.

Untuk mengurus kebun jahe ini, kita bentuk tim khusus agar bisa lebih terarah dan bisa lebih fokus sehingga bisa membuahkan hasil yang maksimal.

Lantaran kita disibukkan dengan pekerjaan. Agar lebih fokus mengurusnya, kita segera bentuk tim yang mengelola kebun. Tim ini di bawah seorang kepala kebun yang dipercayakan kepada Pauzi, selaku Wakil Ketua PWI dan dibantu Aldo yang memegang jabatan di bidang Hankam (Perekonomian).

Saat ini lahan kantor proses pengurusan hibah. Kalau sudah menjadi hak milik PWI, nanti dibersihkan untuk dijadikan lahan kebun, tanahnya tenggelam lebih dulu ditanam seribu batang anting putri.

"Tahap awal dimanfaatkan lahan yang ada di sebelah kantor PWI dulu. Ke depan, kita jmemanfaatkan tiga lahan lagi yang berada di Banglas, lahan masyarakat yang mau diajak kerjasama," sebutnya.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengatakan, dengan bantuan jahe dari progam jaga kampung tersebut bisa mengoptimalkan lahan tidur untuk bisa lebih bermanfaat.

"PWI bisa menggelorakan jaga kampung, biar langsung berpartisipasi dengan merasakan mengelola jahe sebagai perekonomian wilayah Kepulauan Meranti bisa meningkat. Gelorakan pemanfaatan lahan tidur untuk meningkat kesejahteraan," ujarnya.

Program ini ujar AKBP Eko, dalam rangka pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada khususnya pertanian untuk menjaga ketahanan pangan, membangun ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

"Pandemi Covid 19 tidak cuma berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tapi menyasar sektor kehidupan lainnya, seperti melemahnya ekonomi dan menurunnya produktivitas masyarakat," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait