Medan, katakabar.com — Kepedulian sejati tak mengenal batas jarak maupun waktu. 

Meski tengah menjalankan tugas dinas di luar provinsi, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (FORWAkA Sumut) tetap menyampaikan doa dan salam hangat bagi rekan sejawatnya, Syamsir Alam Nasution, yang sedang menjalani masa pemulihan pasca operasi batu empedu di Rumah Sakit Madani, Jalan Arief Rahman Hakim, Kecamatan Medan Area.

Pesan penuh empati itu disampaikan melalui Sekretaris FORWAkA Sumut, T. Andri Pratama, bersama Bendahara Awaluddin Lubis, yang hadir langsung menjenguk Syamsir di ruang perawatan.

Kehadiran pengurus, disertai salam Ketua dari kejauhan, menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan di tubuh FORWAkA Sumut. Satu organisasi, satu rasa, saling menguatkan dalam setiap keadaan.

Dalam pesannya, Ketua FORWAkA Sumut mendoakan agar Syamsir Alam Nasution segera diberi kesembuhan, lekas pulih, dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. 

Ia juga menyampaikan harapan agar Syamsir segera kembali bergabung, melengkapi kebersamaan yang selama ini terjalin erat di lingkungan FORWAkA Sumut.

“Sehatlah dan kuat kembali. FORWAkA menunggu tawa dan semangatmu di tengah kita,” demikian pesan Ketua FORWAkA Sumut disampaikan kepada Syamsir dengan penuh kehangatan.

Pesan singkat namun sarat makna itu menjadi penguat moral bagi Syamsir di tengah proses pemulihan yang dijalaninya.

Sekretaris FORWAkA Sumut, T. Andri Pratama, menegaskan bahwa kepedulian adalah nilai dasar yang terus dijaga dalam organisasi. 

Menurutnya, FORWAkA Sumut bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah besar persaudaraan.

“Organisasi ini dibangun bukan hanya atas dasar profesi, tetapi juga empati. Ketika satu rekan diuji, yang lain wajib hadir—baik secara fisik maupun batin,” ujarnya.

Senada, Bendahara Awaluddin Lubis menyampaikan bahwa solidaritas yang tumbuh dari rasa kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya sendiri.

“Doa, perhatian, dan kebersamaan adalah energi pemulihan. Di FORWAkA Sumut, kita kuat karena peduli,” katanya.

Kunjungan serta pesan solidaritas ini menjadi potret sisi lain dunia jurnalistik—di balik dinamika kerja yang keras dan penuh tekanan, masih ada ruang hangat bernama kemanusiaan. 

FORWAkA Sumut meyakini, dengan doa dan kebersamaan yang menyatu, Syamsir Alam Nasution akan segera pulih dan kembali bersama rekan-rekannya, menghidupkan lagi ruang redaksi dengan semangat, tawa, dan kekompakan.