Koba, katakabar.com - Kolaborasi dorong sawit bermitra dan ikut Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
PT Putera Bangka Tani atau PBT perusahaan bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung gelar Sosialisasi Kemitraan dan Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO di Desa Belilik, Kecamatan Namang.
Sosialisasi perdana ini turut dihadiri para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Maju Bersama Desa Belilik, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Bangka Tengah, penyuluh pertanian lapangan atau PPL, serta perangkat Desa Belilik.
Kepala DPKP Kabupaten Bangka Tengah, Dian Akbarini menuturkan, sosialisasi tersebut mengacu padaPeraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2020 menyatakan, ISPO berlaku wajib bagi pekebun kelapa sawit mulai tahun 2025. Disebutkan juga bahwa kegiatan sosialisasi dapat dilakukan dengan menggandeng perusahaan untuk memperkuat kerja sama dan kemitraan dengan pekebun atah petani kelapa sawit.
“Melalui kegiatan yang dilakukan, nantinya Gapoktan maupun para pekebun atau petani sawit yang ada di Bangka Tengah dapat memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dengan PT PBT,” ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Jumat (3/1).
Dengan bermitra dan tersertifikasi ISPO, kata Dian, maka Gapoktan tidak perlu risau lagi ke mana menjual produksi sawit yang dihasilkan.
“Masalah pekebun kelapa sawit biasanya dari awal bibit yang digunakan kurang baik, dan proses tanam kurang dipahami sehingga produksi tidak sesuai harapan. Permasalahan yang dialami para pekebun ini dapat teratasi dengan baik melalui kemitraan,” jelasnya.
Kemitraan, terang Dian, sebagai win win solution bagi Gapoktan maupun perusahaan. Petani mendapatkan jaminan pembeli hasil panen, sedangkan perusahaan akan mendapatkan bahan baku dengan kualitas bagus.
Manajer PT PBT, Rudianto Butarbutar berharap program kemitraan dan sertifikasi bisa membuat para petani atau pekebun sawit maupun Gapoktan yang ada di Bangka Tengah naik kelas.
“PT PBT membuka peluang kerja sama yang sebesar-besarnya bagi para petani sawit maupun gapoktan untuk mewujudkan mimpi tersebut,” ucapnya.
Menurutnya, perusahaan bakal membantu petani atau pekebun untuk mengikuti sertifikasi ISPO.
“Harapannya di tahun 2025 para pekebun di Bangka Tengah dapat menerapkan ISPO. Melalui ISPO ini juga kita harapkan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” imbuhnya.
Kolaborasi Dorong Pekebun Sawit Bermitra dan Ikut ISPO di Bateng
Diskusi pembaca untuk berita ini