KATAKABAR - LANGKAT | Video penampakan Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) beredar luas dikalangan masyarakat. Dalam video berurasi 25 detik itu, tampak si belang duduk santai di peladangan milik warga.

Penampakan inipun diakui oleh Plt Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Besitang, Slamet Indarjo saat dikonfirmasi, Senin (18/7/2022). "Ya bang, harimau muncul kemarin sore (minggu menjelang maghrib)," kata dia.

Menurut dia, harimau masuk ke perladangan warga di Dusun Aras Napal Kiri, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Penampakan inipun sempat diabadikan oleh salah seorang warga disana bernama Rimson.

"Bapak Rimson, yang mengambil video nya. Saat ini petugas TNGL, BBKSDA Sumatra Utara dan mitra yakni WCS dan YOSL-OIC, sudah siaga penghalauan agar Harimau Sumatera, dapat kembali ke dalam hutan," jelas dia.

Agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan, dirinya dan personil yang turun ke lapangan mengimbau kepada warga agar saat ini lebih berhati-hati di ladang dan diusahakan tidak sendirian saat berada di ladang.

"Untuk detail informasi tentang Harimau Sumatera ini belum kita ketahui jenis kelamin dan umurnya. Kita untuk sementara fokus agar hewan buas dilindungi ini tidak kembali lagi ke pemukiman warga," terang Slamet.

Demikian juga dengan kejadian hewan ternak yang dimangsa, tegas dia, dirinya belum mendapat informasi lanjut mengenai masalah itu. Jika ada informasi perkembangan lanjut akan dikabari selanjutnya.

"Untuk kejadian ternak yang mati karena di mangsa belum ada. Khusus yang Harimau Sumatera ini ya. Meskipun demikian, pihaknya terus mengantisipasi agar hewan buas termaksud harimau agar tidak masuk pemukiman warga," tutupnya.

Diketahui, konflik antar hewan buas khususnya Harimau Sumatra, kerap tejadi di wilayah Kabupatrn Langkat, Sumatra Utara. Sebab, lokasi pemukiman warga memang berdampingan langsung dengan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL).

Bahkan akibat konflik ini, tak jarang hewan ternak warga seperti lembu kerap dimangsa. Hal ini juga diduga dipicu akibat warga disana jarang memasukkan hewan ternak ke dalam kandang. Atau membiarkan hewan ternak mencari makanan hingga masuk ke kawasan hutan TNGL.