Bogor, katakabar.com - Kaum hawa atau perempuan diajak lebih berdaya lewat potensi produk bahan dasar kelapa sawit. Ini sejalan dengan peran perempuan diharapkan bisa lebih meningkatkan kemandirian finansial.

Kaum hawa berkecimpung di sektor pembuatan produk berbahan dasar kelapa sawit bergema di acara workshop ditaja Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor (STP) Bogor bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Aula Kampus STP Bogor jalan Raya Yasmin, Kota Bogor, pada Kamis (28/3) kemarin.

Workshop itu usung tema, 'Pembuatan Produk Berbahan Dasar Sawit untuk Meningkatkan Kemandirian Finansial Para Perempuan dalam Rangka Pengarusutamaan Gender'.

"Acara ini dirancang khusus untuk para perempuan tergabung dalam komunitas.
Tujuannya, untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan produk bernilai tambah dari bahan baku lokal, khususnya kelapa sawit," ujar Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, Seruni Dinitri, dilansir dari laman metropolitan.id, pada Jumat sore.

Workshop kalai pertama ini kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), kata Seruni, dihadiri puluhan perempuan dari berbagai umur dan latar belakang, di mana semuanya bersemangat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

Menurut Seruni, para peserta diajari tentang berbagai teknik produksi. Mulai dari pengolahan minyak sawit hingga pembuatan produk-produk berbahan dasar sawit seperti sabun, lotion, dan produk-produk kecantikan lain.

”Selain keterampilan praktis, workshop ini menyediakan sesi pemahaman tentang manajemen keuangan dan pemasaran produk. Ini bertujuan untuk memberdayakan para peserta dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola bisnis kecil mereka sendiri dan memasarkannya dengan efektif,” jelasnya.

Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDPKS, Zaid Burhan Ibrahim mengharapkan melalui pelaksanaan workshop ini perempuan mampu menambah pengetahuan dan mampu memproduksi produk-produk oleofood berbahan sawit dan memasarkannya di lingkungan sekitar.

”Jadi ke depan, perempuan menjadi mandiri dan merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan, kesenjangan dan ketidakberdayaan,” harapnya.

Kegiatan ini, ucap Burhan, sekaligus membantu mempromosikan kebaikan kebaikan yang ada di sawit agar pengetahuan masyarakat tentang kebaikan sawit semakin meningkat dan tersebar luas sesuai dengan slogan Sawit Baik (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan).

Chef Affan, Chef Arion dan Chef Nisa selaku dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor menimpali, pihaknya di acara workshop ini memberikan demo memasak sekaligus memberikan resep yang disebarkan kepada seluruh peserta.

”Harapannya setelah ini wanita-wanita hebat dapat secara mandiri membangun usaha dan meningkatkan ekonomi Masyarakat,” tandasnya.