Jakarta, katakabar.com - Masa perkembangan anak seringkali anak menunjukkan keingintahuan, dan sering meniru perilaku-perilaku yang biasa anak lihat di kehidupan sehari-hari.
Masa tersebut, peran orang dewasa di sekitarnya sangat penting untuk menjadi contoh baik untuk anak, untuk ajarkan anak akan hal-hal baru yang diminati, memantau, dan mengarahkan anak untuk berkembang lebih baik lagi.
Salah satu keterampilan yang perlu dikenalkan pada anak, yakni kemampuan public speaking. Kemampuan ini melatih anak untuk dapat berkomunikasi secara runut, dan percaya diri di depan banyak orang, di mana tujuan dari public speaking mengajak orang-orang yang mendengarkan meyakini, dan ubah persepsi orang yang mendengarkan, kemudian mengikuti hal-hal yang dianjurkan pembicara.
Anak perlu mengetahui alasan mengapa kemampuan tersebut berguna untuknya agar anak semakin tertarik untuk belajar dan berlatih agar anak mampu untuk mengaplikasikan kemampuannya tersebut di kehidupan sehari-hari.
Selaku Praktisi Public Speaking, Priska Sahanaya sangat peduli terhadap pentingnya mengajarkan public speaking pada anak-anak usia sekolah untuk membantu membentuk karakter anak yang lebih percaya diri saat menunjukkan kemampuan public speakingnya di depan umum, sehingga anak memahami esensi dari pentingnya memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni.
Priska Sahanaya inisiasi program workshop public speaking telah diikuti ratusan ribu peserta. Kini melanjutkan misinya untuk melakukan training public speaking di 1000 sekolah di Jakarta dari tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK.
Salah satunya pada pekan ketiga Juni 2024 lalu, Priska Sahanaya gelar kegiatan workshop di SD Santo Yakobus yang dimeriahkan dengan acara lomba mewarnai bersama Agatis.
Siswa-siswi SD Santo Yakobus sangat antusias untuk berkarya dan menunjukkan bakat seninya menggunakan pensil warna Agatis Prime yang berkualitas tinggi dan tentunya ramah lingkungan. Agatis turut serta memberikan hadiah pada siswa-siswi yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan workshop.
Di kegiatan workshop tersebut Priska Sahanaya angkat tema "4 Teknik Presentasi” dengan memberikan tips, dan trik yang dapat diaplikasikan para murid agar presentasi dapat disampaikan secara menarik, informatif, dan inspiratif.
Priska Sahanaya ajarkan materi dengan menggunakan metode interaktif, yakni dengan kompetisi yang mengajak para murid untuk aktif dalam kegiatan tanya jawab dan untuk berani mencoba tampil ke depan kelas untuk menampilkan kemampuan public speakingnya.
Setiap murid yang berpartisipasi akan mendapatkan poin. Kemudian poin-poin akan diakumulasikan di akhir acara dan murid dengan poin terbanyak akan mendapatkan hadiah berupa medali penghargaan dari Priska Sahanaya.
Kompetisi ini berhasil meningkatkan antusiasme seluruh murid untuk berlomba-lomba menunjukkan kemampuan public speakingnya pada Priska Sahanaya.
Guru-guru SD Santo Yakobus salut dengan cara pengajaran Coach Priska Sahanaya yang dapat mengajak seluruh murid untuk berani mencoba berpartisipasi.
Metode interaktif membuat materi menjadi semakin mudah dipahami karena siswa diberikan kesempatan untuk bertanya hal-hal yang kurang dipahaminya, dan dapat mempraktikkan materi dengan langsung tampil di depan kelas.

Guru-guru SD Santo Yakobus berharap acara yang bermanfaat seperti ini lebih sering dilaksanakan agar dapat menginspirasi para murid untuk semakin giat dalam mengasah kemampuan public speakingnya.
Acara workshop berhasil mendapatkan kesan positif dari para murid sebagai workshop yang menyenangkan dan asyik untuk diikuti.
Salah satunya Kaitlyn, murid kelas 6 menuturkan, kegiatan ini sangat menarik lantaran Kak Priska Sahanaya yang membawakannya. Tak hanya itu, kita tidak cuma mempelajari public speaking, terdapat pula games untuk meningkatkan semangat kembali.
Menurut saya, manfaatnya sangat banyak. Jadi saya hanya menyebutkan beberapa. Pertama, kami bisa lebih berani untuk melakukan public speaking. Kedua, kita mengetahui komponen, teknik, dan cara-cara untuk melakukan public speaking.
"Saya, Kak Priska Sahanaya itu sangat menyenangkan, dan juga asyik, tidak kaku atau tidak tegang dan juga Kak Priska Sahanaya itu tentunya sangat cantik,” ulas Kaitlyn.
Sedang, murid kelas 6 lainnya, Emily menceritakan kesan yang dirasakannya selama mengikuti acara.
“Manfaat dari acara ini kita dapat mengetahui apa itu public speaking, bagaimana cara mempraktikkannya di depan banyak orang juga. Aku baru tahu tentang apa itu ice breaking l penguasaan panggung saat public speaking. Coach Priska Sahanaya itu cantik, asyik, dan juga menarik,” ucapnya.
Yohana, guru kelas 6 di SD Santo Yakobus terkagum dengan pembawaan workshop Coach Priska Sahanaya menurutnya energetik, menarik, dan menunjukkan public speaker yang berkarisma.
“Anak-anak kelas 6 ini sebentar lagi akan masuk ke stage SMP, di mana di SMP itu akan ada banyak presentasi yang mengharuskan anak-anak berani untuk tampil di depan umum. Jadi, ini salah satu event yang menarik untuk anak-anak yang pastinya nanti berguna untuk di SMP dan juga jenjang-jenjang berikutnya. Coach Priska Sahanaya itu energetik, menarik, dan berkarisma," ujarnya.
Guru mata pelajaran PPKn kelas 5, Heni memberikan kesannya terkait pelaksanaan workshop.
"Menarik di acara public speaking hari ini sangat banyak sekali. Apalagi disampaikan di depan peserta didik SD yang masih notabene mereka masih belajar banyak hal untuk eksplorasi," tuturnya.
Nah, sambung Heni, terkait public speaking ini kita tahu namanya komunikasi itu sangat penting dimanapun kita berada. Terutama anak-anak di keluarga, di sekolah, dan di masyarakat. Tidak hanya di bidang pendidikan, tapi di bidang pekerjaan.
"Manfaatnya adanya acara public speaking ini mereka bisa mengetahui terkhusus mengenai teknik-teknik apa saja yang bisa mereka lakukan ketika mereka nanti melakukan presentasi di depan umum agar yang disampaikan itu menarik. Kalau disampaikan menarik tujuan dari yang disampaikan itu bisa tersampaikan dengan jelas kepada audiens sehingga audiens juga tahu, paham, dan akhirnya bisa melaksanakan apa yang disampaikan oleh presenter tersebut. Coach Priska Sahanaya itu cantik, menarik, dan humble,“ timpal Heni
Priska Sahanaya berharap workshop public speaking yang diadakan di SD Santo Yakobus ini dapat menarik perhatian para murid untuk terus melatih kepercayaan diri dan mendorong para murid untuk berani bereksplorasi dalam mengekspresikan dirinya.
Untuk itu, para murid dan guru diingatkan untuk senantiasa selalu menciptakan ruang belajar yang suportif sehingga dalam masa perkembangan diri, murid selalu mendapatkan dukungan yang positif untuk semakin mengenali, dan mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya untuk menunjang masa depan yang ingin dicapainya.
Mau sekolah Anda mendapatkan public speaking dari coach Priska Sahanaya? Yuk daftarkan sekarang juga melalui nomor di bawah ini!
Kontak: Priska Sahanaya
081389608249
Priska Sahanaya Bersama AGATIS Beri Training Public Speaking di SD Santo Yakobus
Diskusi pembaca untuk berita ini