Makassar, katakabar.com - PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) (Perseroda) taja Focus Grup Discussion bahas potensi pengembangan kelapa sawit sebagai perwujudan program Sulawesi Palm Oil Belt (SPOB).
Kegiatan tersebut di Makassar dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten di Sulawesi Selatan. Hadir pula perwakilan dari Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah, dua wilayah yang memiliki potensi pengembangan industri dan perkebunan kelapa sawit.
Direktur Pengemban Usaha dan Operasional PT SCI, Aerin Nizar mengutarakan, ide SPOB sudah diinisiasi sejak Perseroda dipimpin Tenri Abeng yang belakangan menjadi Menteri BUMN pada 1998 silam.
"Saat itu, ia memandang Sulawesi sebagai lahan potensial, bukan hanya Kalimantan dan Sumatera," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin kemarin, dilansir dari laman EMG, Selasa (5/11).
Menurutnya, saat ini momen tepat untuk mulai mewujudkan SPOB. Kalau melihat dari segi aturan pemerintah, sudah ada Inpres nomor 6 tahun 2019 tentang rencana aksi nasional perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
"Jadi, Tinggal bagaimana pemerintah provinsi dan kabupaten merespon dan membuat rencana aksi daerah," kata Nizar.
Dilanjutkannya, SPOB menargetkan proyek penanaman satu juta hektar kelapa sawit di seluruh Sulawesi. Untuk Sulawesi Selatan targetnya 11 wilayah pengembangan kelapa sawit, dua yang paling dominan, yakni Kabupaten Luwu Timur dan Wajo.
"SPOB dirancang memanfaatkan teknologi dan mengikuti standar keberlanjutan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Varietas sawit yang ditanam lebih tahan penyakit, dan praktik bioteknologi yang dijalankan menjanjikan hasil lebih tinggi," jelasnya.
Agar tidak bergantung pada minyak sawit mentah sebagai sumber penghasilan, sambungnya, SPOB melakukan diversifikasi produk berupa biomassa, biogas, dan penerapan teknologi baru lainnya sehingga mampu memberi keuntungan secara ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
“Inilah jadi target PT SCI. Kegiatan ini tentu melibatkan bukan hanya Dinas Perkebunan dan Kementerian Pertanian, tetapi juga PU untuk irigasi Kementerian BUMN untuk hilirnya," bebernya.
Mewakili Pemprov Gorontalo, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Hafri Syam Masyhur menyambut baik inisiasi SPOB.
“Kalau kita siap untuk penanaman kelapa sawit. Kita sudah mendata, dari 121 ribu lahan potensial, baru 16 ribu yang tertanam. Di Gorontalo memang telah diintruksikan dari 2019 lalun semua kabupaten harus menyusun rencana pengembangan sawit,” sebutnya.
Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Simpra Tajang menyebutkan, daerahnya punya potensi besar untuk penanaman kelapa sawit.
“Intinya, kalau tidak mengganggu kawasan hutan, ini bakal dijalankan. Di Sulteng ada 600 ribu hektar yang jadi potensi dengan 150 ribu hektar terlaksana. Target 300 ribu, kami optimis bisa tercapai,” terangnya.
"Kami jajaki seperti apa tawaran dari PT SCI. Apakah mau bangun pabrik di Sulteng atau bagaimana, kami bisa seriusi,” sebutnya.
Program Sulawesi Palm Oil Belt Ditawarkan, Apa Respon Pemda
Diskusi pembaca untuk berita ini