Jakarta, katakabar.com - Terjadinya perubahan perilaku konsumen dunia sadar akan aspek regulasi, sertifikasi, dan peduli  lingkungan jadi tantangan bagi industri kelapa sawit untuk dapat menerapkan praktik manajemen yang baik (good management practices), dengan tetap memperhatikan aspek biodiversitas di perkebunan kelapa sawit.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Zaid Burhan Ibrahim dilansir dari medcom.id pada Kamis (27/7) mengatakan, riset jadi rotor penggerak perubahan suatu bangsa yang dapat mengantarkan bangsa jadi mandiri dan maju.

"Jika hasil riset telah sampai tahap komersialisasi dan kebermanfaatannya bisa dirasakan langsung, baik industri maupun masyarakat, sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia secara global," jelasnya.

Berdasarkan itu, BPDPKS gelar Web Seminar Call for Proposal untuk Riset Sawit Mahasiswa tahun 2023-2024 mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk sosialisasi program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa (LRSTM) tahun 2023.

Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa (LRSTM) rutin dilaksanakan tiap tahun untuk memberikan kesempatan dan peluang kepada seluruh mahasiswa Diploma dan Sarjana di Indonesia mengusulkan proposal riset yang bakal diseleksi dan didanai BPDPKS.

"Kelapa sawit beserta sederet tantangannya harus direspons dengan hasil riset yang mumpuni atau berpengalaman," ujar Anggota Tim Penilai Lomba Riset Sawit Mahasiswa, Aiyen Tjoa.

BPDPKS salah satunya diamanatkan atau ditugaskan memberikan bantuan pendanaan untuk penelitian dan pengembangan.

Lewat Program Grant Riset Sawit, BPDPKS berusaha mendukung lembaga litbang baik pemerintah dan swasta untuk melakukan riset serta pengembangan untuk menjawab berbagai tantangan industri sawit melalui inovasi.

Dukungan dana untuk riset sawit diberikan kepada peneliti yang berada di bawah Lembaga litbang dan kepada mahasiswa.

Harapannya hasil riset dan pengembangan bisa mendukung kemajuan industri kelapa sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan, dan menjadi naskah akademis dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus upaya meng-counter isu-isu negatif terhadap kelapa sawit.