Jakarta, katakabar.com - Ketua Dewan Pembina Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) sekaligus Mantan Menteri Pertanian periode 2000-2004, Bungaran Saragih menuturkan, industri sawit nasional salah satu satu sektor strategis  pembangunan nasional.

"Kontribusinya di bidang lingkungan, sosial dan ekonomi sudah banyak diungkap peneliti," ujarnya dilansir dari cnbcindonesia.com, pada Selasa (15/8).

Di Tahun 2022 ulasnya, industri sawit nasional telah sumbangkan devisa dari ekspor produk sawit sekitar US$ 39 miliar, dan menghemat devisa dari mandatori biodiesel sekitar US$ 10,3 miliar. Secara keseluruhan industri sawit menyumbang devisa hampir mencapai US$ 50 miliar.

"Setahu saya, tidak ada komoditi di Republik ini yang seperti ini, hingga sekarang ini," beber Bungaran Saragih dalam sambutannya di acara Advokasi Sawit di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Menurut Bungaran, industri sawit telah berkontribusi besar dalam penciptaan surplus neraca perdagangan Indonesia sudah dinikmat tiga tahun belakangan ini, khususnya di saat masa pandemi Covid 19.

"Sawit salah satu penyelamat ekonomi kita di masa Covid yang lalu," jelasnya.

Selain itu sambungnya, industri sawit di dalamnya terdapat 2,5 juta rumah tangga petani, mempekerjakan sekitar 16,5 juta tenaga kerja, dan setidaknya ada sekitar 70 juta rakyat Indonesia yang ekonominya terkaya dengan industri sawit.

"Keberhasilan industri menjadi produsen minyak dunia, dan diikuti pula keberhasilan minyak sawit dunia, mendominasi minyak nabati dunia. Jadi kita tidak hanya produsen terbesar sawit dunia, tapi kitalah produsen terbesar minyak nabati dunia," sebutnya.