Batang Hari, katakabar.com - Bupati Batang Hari, Provinsi Jambi, periode 2025-2030 hasil pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak 2024, Muhammad Fadhil Arief, berseloroh perihal banyak pegawai enggan memilih pasangan calon nomor urut 02 (Muhammad Fadhil Arief - Bakhtiar).

Hal ini disampaikan Fadhil Arief sewaktu memberikan sambutan didampingi Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar dari atas podium rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Batang Hari terpilih, Kamis (09/01/2025).

"Ada laporan pegawai banyak tak milih, itu lebih elok lagi, karena pegawai kalau milih, hutang budi kito besak (besar). Kalau masyarakat tidak, hutang budinya kebijakan bae (saja). Kalau pegawai, posisi itulah, untuk pribadi dia itulah, jadi saya senang," kelakar Fadhil.

Ia mengaku tak begitu tahu kebenaran laporan tersebut lantaran statistiknya tidak jelas, hanya kira-kira saja. Tapi kalau memang statistiknya seperti itu, Fadhil merasa sangat senang, tidak banyak yang datang ke rumah menuntut. 

"Kadang-kadang budinya lebih besar daripada kepalanya. Itu bahaya, gawenyo sekok (kerjanya satu) nuntutnya seratus," ujarnya .

Menurut lelaki 49 tahun kelahiran Desa Terusan ini, sepandai apapun pemimpin tidak akan bisa sukses tanpa didukung elemen lainnya. Tak hanya itu, ia juga bilang sehebat apapun pemimpin tidak akan bisa menjalankan programnya tanpa ada dukungan stakeholder lainnya.

"Mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan Pengadilan, Partai Politik, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama dan seluruh jajaran Pemkab Batang Hari. Makanya pada saat hasil hari ini ya, mari sama-sama tinggalkan perbedaan itu, jangan merutuk-merutuk (menggerutu) lagi. Ada TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai) tak dibayar jangan menggerutu lagi," tegasnya.

Fadhil Arief kembali berseloroh perihal ada yang mengatakan kalau dia bersama pasangannya kalah, TPP akan dibayarkan. Kabar burung ini rupanya bikin Fadhil Arief senyum-senyum. Hati kecilnya berkata TPP tak akan dibayarkan karena daerah ini tak ada Bupati definitif.

"Besok kalau Fadhil kalah, TPP di bayar, tambah tak di bayar karena Bupati tak ada. Menang, baru kita bayar, dan ini bagian dari keadaan kita semua. Mudah-mudahan umur kita panjang, kita ketemu Pemilukada berikutnya, Batang Hari tetap dalam keadaan sejuk dan damai seperti ini," katanya. (***)