Kepulauan Meranti, katakabar.com – Aparat kepolisian cetak prestasi gemilang pemberantasan narkotika. Jajaran Polres Kepulauan Meranti berhasil gagalkan peredaran narkoba jumlah fantastis, yakni 30,7 kilogram sabu, 24,3 kilogram cairan ‘Happy Water’, serta 1.034 bungkus catridge liquid narkotika berbagai merk, seperti Popeye, Pink, Hijau, Ungu, dan Lamborghini.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan saat konferensi pers di Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (09/10). Hadir di keguiatan Bupati Kepulauan Meranti,m H Asmar, jajaran Forkopimda, dan aparat penegak hukum.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi menjelaskan, pengungkapan ini hasil kerja sama erat antara unit kepolisian dan dukungan masyarakat. Ia menyebut, jaringan narkoba ini diduga kuat terhubung dengan sindikat internasional memanfaatkan jalur
laut Riau–Malaysia.
“Kami terus memperketat pengawasan di wilayah pesisir agar jalur laut tidak lagi dijadikan pintu masuk barang haram,” tegasnya.
Wakapolda Riau, Brigjen Jossy, menegaskan ancaman narkotika semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memberantas narkoba dari hulu ke hilir.
“Polda Riau tidak segan menindak tegas bandar dan pengedar narkoba. Jika melawan petugas, kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur,” jelasnya.
Modus Baru Vape dan Happy Water
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau, Brigjen Christ Reinhard Pusung mengapresiasi pengungkapan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Polres Kepulauan Meranti.
Ia memperingatkan masyarakat tentang modus peredaran narkoba gaya baru, yakni dalam bentuk liquid vape dan cairan kemasan yang menyerupai minuman legal.
“Happy Water bukan air minum biasa, tapi cairan mengandung zat psikotropika berbahaya. Begitu pula dengan catridge vape bermerek menarik ini alat penyamaran narkotika modern,” ucapnya.
BNNP Riau bakal perkuat koordinasi dengan kepolisian, Bea Cukai, dan pemerintah daerah untuk menutup jalur distribusi, serta memperketat pengawasan pasar lokal.
Sementara,Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran kepolisian atas keberhasilan menggagalkan peredaran narkoba tersebut.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
“Mari kita jaga Kepulauan Meranti bersama-sama. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mencegah narkoba merusak generasi kita,” ajaknya.
Hadir di konferensi pers tersebut Kajari, Ricky Makado, Forkopimda Kepulaua Meranti, serta jajaran aparat hukum.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum kunci utama dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia.
Tangkapan Kakap Polres Kepulauan Meranti, Sita 30 Kg Sabu dan Ribuan Liquid dari Sindikat Lintas Negara
Diskusi pembaca untuk berita ini