Asahan,katakabar.com-Masyarakat Labuhanbatu Utara (Labura) dan Asahan terus bertanya-tanya. Mana batas kedua kabupaten di wilayah Sumatra Utara (Sumut) tersebut.

Terkait tapal batas itu,
Kepala Desa (Kades) Ledong Timur, Kabupaten Asahan, Syahrizal menilai hal tersebut karena tidak serius dan lemahnya pimpinan.

"Pimpinan kita diduga lamban tidak serius untuk menyelesaikan persoalan itu. Padahal penanganan terkait tapal batas sampai saat ini belum titik terang," jelas Syahrizal kepada wartawan, Rabu (4/1/2023.

Kata Syahrizal, Pemerintah Desa Ledong Timur sebelumnya telah menyurati Bupati Asahan, Wakil Bupati, Ketua DPRD Asahan dan instansi terkait untuk meminta tanggapan maupun arahan guna menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah.

"Namun hingga saat ini, kita belum juga menerima balasan suratnya. Pesan saya secara umum, pimpinan kita diduga kuat tidak serius menangani persoalan tapal batas," tuturnya.

Namun Syahrizal mengaku heran dengan adanya perubahan patok tapal batas yang berada di wilayah Desanya.

"Sangat diherankan, kenapa bisa ya patok tapal batas yang berada di sekitar lokasi pabrik CV Sawit Sumatera Perkasa, " tanya Syahrizal.

Adanya perubahan tersebut diketahui pada saat dilakukannya pengecekan terhadap patok tapal batas yang disaksikan dan dihadiri oleh sejumlah pihak beberapa waktu lalu.

"Kinerja pimpinan sekarang sangat berbeda jauh dengan kinerja pimpinan yang sebelumnya, kalau pimpinan kita itu mendiang Taufan Gama, persoalan ini dipastikan dapat diselesaikan dengan cepat, karena memiliki kemampuan lobi politik yang baik," terangnya.

Menurut Syahrizal, urusan lahan di daerah perbatasan bukan hanya soal urusan aksesibilitas, tetapi juga urusan harga diri, sejarah dan martabat.

"Belum diselesaikannya permasalahan terkait tapal batas wilayah ini menunjukkan jika pimpinan diduga tidak memiliki solusi yang brillian dan cerdas," tegasnya.

Dirinya berharap kepada Pimpinan di Kabupaten Asahan bersama instansi terkait agar segera menggalang kekuatan dan konsolidasi politik untuk menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah tersebut.

"Bila perlu, segera lakukan pengukuran ulang terhadap seluruh tapal batas wilayah Kabupaten Asahan, " harapnya. (MG- BIB)