Sekadau, katakabar.com - Total 32 Kelompok Tani (Poktan) lembaga para petani sawit di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Timur sumringah terima ribuan bibit kelapa sawit unggul.

Bupati Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Aron yang serahkan bibit kelapa sawit unggul kepada kelompok tani di tujuh kecamatan tersebut.

Acara serah terima bibit kelapa sawit unggul ini dilaksanakan di Penangkaran Benih IP3K CV Takashima di Dusun Janang Sebatu, Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Sekadau, Sandae menjelaskan, bantuan benih unggul kelapa sawit ini salah satu implementasi dari Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Sekadau, Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian dan Perikanan Untuk Kesejahteraan Masyarakat (IP3K).

"Benih kepala sawit ini berasal dari varietas unggul yang dikeluarkan oleh produsen benih resmi, telah melalui proses sertifikasi, dan telah diberi label oleh lembaga yang berkompeten, yakni UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (UPT-SBP) Provinsi Kalimantan Barat," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, Ahad (1/9).

Jenis bibit kelapa sawit yang diserahkan, terang Sandae, kategori pre nursery varietas DxP TN 1 dari Balai Benih PT Bakti Nusantara yang berpusat di Kepulauan Riau. Di mana balai benih tersebut telah bekerja sama dengan CV Takashima untuk proses pembesaran bibit di penangkaran.

"Program ini ditujukan kepada kelompok tani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) yang berdomisili di wilayah Kabupaten Sekadau, dan lahan yang diusulkan berada di wilayah Kabupaten Sekadau,  serta tidak berada di dalam kawasan hutan," ucapnya.

Dari 7 kecamatan, tuturnya, jumlah usulan yang diterima lebih dari 176 kelompok dengan luas lahan sekitar 3.700 hektar. Selanjutnya usulan tersebut bersama PPL dilakukan verifikasi. Jadi, pada tahun anggaran 2024 terakomodir pengadaan benih unggul kelapa sawit pre nursery sejumlah 61.620 batang yang diserahkan kepada 32 kelompok tani di 22 desa dengan luasan areal 474 hektar.

"Hingga tahun 2024 ini Pemerintah Kabupaten Sekadau telah menyerahkan sejumlah 171.000 batang bibit sawit kepada kelompok tani dengan luas total 1.021 hektar," ulasnya

Seperti kita ketahui bersama, lanjutnya, benih unggul kunci dari keberhasilan dalam budidaya kelapa sawit. Dengan penggunaan benih unggul dan teknik budidaya yang baik maka produksi kebun sawit akan optimal. Kondisi ini yang diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pekebun sawit.

"Tujuan program IP3K semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, bantuan ini stimulus agar petani pekebun dapat membudidayakan kelapa sawit dengan baik dan benar. Kunci keberhasilan pembangunan kebun sawit adalah dengan penggunaan benih unggul. Peningkatan produksi akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sekadau.

"Dengan pelaksanaan program ini hendaknya semakin lebih baik lagi. Karena itu diperlukan monitoring dan evaluasi untuk kegiatan sebelumnya dan perlu dilakukan perbaikan pada kegiatan di tahun berikutnya," harapnya.

Selain itu, Sandae berharap agar bantuan kelapa sawit dirawat dan dipelihara. Pemerintah memilih sawit karena sawit komoditas primadona yang nilai bisnya cukup menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Bibit yang sudah disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau agar ditanam, dan jangan dijual. Dirawat dengan baik dan menghasilkan manfaat maksimal bagi para petani," pesannya.

Kepada Dinas terkait serta Pengelola BPP dan PPL, serunya, agar dapat melakukan pendampingan secara teknis di lapangan. Agar bantuan yang diberikan ini dapat terkelola dengan baik dan optimal.

"Kesuksesan program ini memerlukan komitmen dan kerja keras dari semua pihak," timpal Bupati Sekadau.