ndragiri Hulu, katakabar.com - Masyarakat Desa Sungai Lala, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu berjumlah seratusan orang geruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hulu, Kamis (9/10) kemarin.

Mereka menggelar aksi demo mulai sekitar pukul 10.00 WIB, di Halaman Kantor DPRD Indrahiri Hulu menuntut Dana Corporate Social Responsibility
(CSR), dan plasma 20 persen dari PTPN lV Regional III Amo 2.

Koordintor aksi demo, Imam Mahmudi menyatakan, kami terpaksa demo menuntut dana CSR, dan plasma 20 persen dari PTPN lV Regional III Amo 2.

"Sejak terbit Hak Guna Usaha (HGU) pada 1 Juni 1990 silam dulunya masih PTPN IV Gunung Pamela masih tanaman karet hingga alih fungsi menjadi tanaman kelapa sawit pada 2001 hingga saat ini masyarakat Desa Sungai lala belum pernah menerima 20 persen kebun rakyat  atau Plasma dari PTPN IV Regional III Amo 2," pekik Imam Mahmudi di Halaman Kantor DPRD Indragiri Hulu.

Aksi demo damai seratusan masyarakat tidak berlangsung lama. Ketua DPRD Indragiri Hulu, P Sinurat didampingi Ketua Komisi II, Arsyadi SH gerak cepat sambut kedatangan masyarakat Desa Sei Lala.

Beberapa orang perwakilan masyarakat dipanggil ke gedung DPRD Indragiri Hulu, untuk melakukan pertemuan dengan wakil rakyat.

Pertemuan antara perwakilan masyarakat, Ketua DPRD, dan Ketua Komisi II DPRD Indragiri Hulu menghasilkan kesepakatan, yakni pada 13 Oktober 2025 DPRD Indragiri Hulu melalui Komisi II bakal turun ke Desa Sei Lala tinjau lokasi, dan pada 16 Oktober 2025 bakal digelar RDP dengan instansi terkait.

Setelah pertemuan dengan DPRD Indragiri Hulu, Imam Mahmudi, berharap permasalahan ini bisa diselesaikan di tingkat kabupaten.

"Harapan kami permasalahan ini bisa diselesakkan sesuai keinginan masyarakat di tingkat kabupaten," jelasnya.

Akhirnya sekitar pukul 13.00 WIB, masyarakat Desa Sei Lala bubar dengan damai meninggalkan gedung wakil rakyat terhormat Kabupaten Indragiri Hulu.

Masyarakat berharap kepada DPRD Indragiri Gulu bisa memperjuangkan, dan menyelesaikan tuntutan mereka, yakni dana CSR, dan plasma 20 persen konon belum pernah dinikmati sudah puluhan tahun lamanya sejak perusahaan plat merah ini beroperasi.