Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) taja Web Seminar Call for Proposal  Riset Sawit Mahasiswa Tahun 2023-2024 mendatang.

Kegiatan ini dilaksanakan bagian dari sosialisasi program lomba riset sawit tingkat mahasiswa tahun 2023. Di mana lomba riset sawit tingkat mahasiswa agenda rutin tahunan sebagai peluang dan kesempatan bagi seluruh mahasiswa Diploma dan Sarjana di Indonesia, untuk mengusulkan proposal riset bakal diseleksi dan didanai BPDPKS.

Total 900 orang peserta hadir mengikuti zoom meeting Webinar Call for Proposal Riset Sawit Mahasiswa. Para peserta webinar tidak hanya diberikan tentang tata cara pengusulan proposal. Tapi diberikan ilmu dan pengetahuan tentang sustainability kelapa sawit oleh Dr. Aiyen Tjoa sekaligus anggota tim penilai (juri) Lomba Riset Sawit Mahasiswa.

Materi yang dipaparkan Dr. Aiyen tentang “Global Sustainability Palm Oil Campaign based on Research dan Development”.

"Kelapa sawit beserta sederet tantangannya mesri direspon dengan hasil riset yang mumpuni. Ini sejalan dengan adanya perubahan perilaku konsumen dunia yang aware pada aspek regulasi, sertifikasi dan peduli terhadap lingkungan menjadi sebuah tantangan bagi industri kelapa sawit untuk dapat menerapkan good management practices dengan tetap memperhatikan aspek biodiversitas di perkebunan kelapa sawit," ujarnya di lansir dari laman bpdp.or.id, pada Minggu (30/7).

Plh Direktur Utama, Zaid Burhan Ibrahim yang buka kegiatan menekankan, riset jadi motor penggerak perubahan suatu bangsa agar dapat mengantarkan bangsa tersebut mandiri dan maju.

"Bila hasil riset mahasiswa sampai tahap komersialisasi dan kebermanfaatan bisa dirasakan baik industri maupun masyarakat, sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia," jelasnya.

Kata Zaid, salah satu Program yang ditugaskan kepada BPDPKS adalah memberikan bantuan pendanaan untuk Penelitian dan Pengembangan. Itu sebabnya, lewat orogram Grant Riset Sawit BPDPKS berupaya mendukung lembaga litbang baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan riset dan pengembangan untuk menjawab berbagai tantangan industri sawit melalui inovasi.

"Dukungan dana untuk riset sawit diberikan kepada peneliti yang berada di bawah Lembaga Litbang dan kepada mahasiswa. Hasil riset dan pengembangan dapat mendukung kemajuan industri kelapa sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan serta dapat menjadi naskah akademis dalam mendukung kebijakan pemerintah dan upaya meng-counter isu negatif kelapa sawit," ulasnya.

Kepala Divisi Program Pelayanan, BPDPKS, Arfie Thahar, STP. MM menuturkan, mekanisme dan Tata Cara Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa dari tahun 2015 silam. Di mana Program Grant Riset Sawit telah mendanai sebanyak 293 kontrak perjanjian kerja sama dengan 78 lembaga litbang dan 80 Riset Mahasiswa dengan keterlibatan 950 orang peneliti dan 383 orang mahasiswa.

"Publikasi Ilmiah dari hasil riset telah dilakukan baik melalui jurnal nasional maupun internasional, penyusunan buku dan registrasi paten untuk melindungi HaKI. Publikasi ilmiah yang dilaporkan ke kami sekitar 243 jurnal, dan telah didaftarkan sebanyak 50 paten serta terdapat 7 buku yang telah dicetak," bebernya.

Menurutnya, beda dengan Grant Riset Sawit yang jangka waktu penelitiannya bisa hinga 3 tahun lamanya. Untuk kegiatan lomba riset sawit dilakukan sekitar 6 hingga 8 bulan dengan dana maksimal sebesar Rp20 juta. Tapi keduanya sama-sama menggali tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit dan menjawab kebutuhan-kebutuhannya melalui teknologi, produk unggulan dan kajian yang dihasilkan sesuai lingkupnya.

Kegiatan Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa telah dilaksanakan BPDPKS sebanyak empat periode, yakni tahun 2016, 2018, 2020, dan 2022. 

Pemenang Lomba Riset Sawit ini dapat apresiasi berupa trophy dan uang senilai Rp50 juta untuk pemenang pertama, Rp35 juta untuk pemenang kedua, dan Rp25 juta untuk pemenang ketiga.

BPDPKS membuka call for proposal untuk Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa hingga 31 Agustus 2023 nanti.

Para mahasiswa dapat membuat akun dengan melengkapi data diri dan mengunggah proposalnya pada https://lombariset.bpdp.or.id/.

"Semakin banyak generasi muda melakukan riset kelapa sawit makin banyak pihak yang mengetahui kebaikan kelapa sawit ke depan," harapnya.