Apkasindo dan Mahasiswa Antar Masker

Yang Bebal Bakal Diburu

Pekanbaru, katakabar.com - Ini kali kedua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengantar masker ke Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, di komplek Gubernuran di kawasan jalan Diponegoro Pekanbaru. 

Ini berarti sudah 100 ribu lembar masker yang diantar asosiasi petani terbesar di Indonesia, setelah sebelumnya mereka sudah mengantar 50 ribu lembar. 

"Semua masker ini berasal dari petani kelapa sawit kami. Mereka menyumbangkan masing-masing satu tandan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Urunan ini masih akan terus berlanjut sampai covid-19 benar-benar berlalu," kata Plh Ketua DPW Apkasindo Riau, Gulat Medali Emas Manurung. 

Lelaki 47 tahun yang juga Ketua Umum DPP Apkasindo ini ditemani Sekjen DPP Apkasindo, Rino Afrino dan Litbang DPP Apkasindo, DR Ir. M. Amrul Khoiri, MP,C.APO.

Di kali kedua ini, Apkasindo tak sendirian datang, tapi ditemani oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko-HMI) Riau-Kepri dan Forum Mahasiswa Sawit Indonesia (Formasi). 

"Kami berpartisipasi 3000 ribu lembar dan Formasi 2000 lembar. Ini semua dari urunan sesama kami sebagai tanda kebersamaan untuk mendukung program Gubri," kata Ketua Umum Badko-HMI Riau-Kepri, Sahrin. 

Lelaki 29 tahun ini ditemani Ketua Umum Formasi, Devi Aditya dan sejumlah anggota HMI maupun Formasi.

Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Provinsi Riau, Amir Arifin, juga ikut di sana.

Berkali-kali Syamsuar memandangi wajah para mahasiswa tadi. Bupati Siak dua periode ini tak mengira sama sekali, kalau mahasiswa juga care dengan apa yang dia programkan. 

"Ini membangkitkan semangat dan percaya diri Saya. Saya terharu dengan mereka, anak-anak muda yang walau masih serba terbatas dalam hal financial, tapi tetap berusaha ikut berpartisipasi," kata lelaki 66 tahun ini.

Hanya saja, dalam pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam itu, keluhan soal masih banyaknya perusahaan-perusahaan di Riau yang merengkel tak mau ikut berpartisipasi, masih saja mencuat. 

Maklum, Syamsuar menyebut, persoalan covid-19 masih akan dihadapi hingga 8 bulan mendatang. Minimal jelang vaksin covid-19 bisa didapat oleh semua masyarakat Indonesia. 

"Informasi yang saya dapatkan, vaksin baru akan ada pada Desember 2020 dan bulan Juni 2021, baru semua masyarakat kebagian," Syamsuar merinci. 

Lantaran prediksi 8 bulan tadi, tentu kata Syamsuar, hal-hal yang dibutuhkan terkait penanganan covid-19 itu masih sangat dibutuhkan. 

"Itulah makanya saya bilang tadi, saya berharap bantuan ini enggak berhenti sampai di sini. Tapi masih harus tetap berlanjut. Untuk inilah kebersamaan itu sangat dibutuhkan," katanya. 

Terkait keluhan Syamsuar soal perusahan yang masih juga belum ikut berpartisipasi, para mahasiswa tadi langsung menawarkan diri untuk berhadapan dengan para perusahaan yang merengkel itu. 

"Tentu kami akan pakai cara-cara mahasiswa. Sebab apa yang diprogramkan Pak Gubri, bukan untuk kepentingan pribadi, tapi daerah. Ini marwah Riau," tegas Amir.

Syahrin sendiri kaget mendengar soal minimnya kepedulian korporasi Sawit di Riau itu. "Ini bukan persoalan masker, tapi soal kepedulian. Saat ini Riau "sedang sakit", tidak pantas korporasi sawit seperti itu, kami akan segera bergerak," katanya.

Sahrin kemudian menyindir kalau mahasiswa saja terpanggil membantu Gubri, "Masa korporasi yang sudah dapat untung di tanah Riau enggak mau menyisihkan 5000-10.000 masker perperusahaan?" katanya. 

Apalagi saat ini harga CPO bukan lagi jelek, tapi sedang bagus-bagusnya, "Tak akan jatuh miskin mereka kalau membantu sesuai surat edaran Gubri itu. Tidak sebatas masker, vitamin dan handsanitizer juga perlu," ujarnya.

Kampus-kampus di Riau kata Sahrin sudah mencatat perilaku korporasi sawit yang ada di Riau, "Sekali lagi saya katakan, kami akan segera menghimpun data. Kami akan datangi korporasi yang bebal itu, khususnya yang di luar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)," katanya.

"Kalau saja 318 korporasi sawit di Riau kompak, enggak seperti ini beratnya Gubri menghadapi covid ini. Jangan keterlaluan gitulah, bersama lah kita" pintanya.
 

Editor : Aziz

Berita Terkait