Apkasindo
Sorotan terbaru dari Tag # Apkasindo
Harga Sawit Hingga Pekan ke 2 November 2025 Ditetapkan di Aceh, Ini Harapan Apkasindo
Subulussalam, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Ir Netap Ginting meminta perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masyarakat sesuai harga telah ditetapkan pemerintah. "Kami selaku Ketua DPW Apkasindo Aceh mohon agar teman-teman PKS patuh terhadap harga TBS yang telah disepakati bersama. Apalagi berita acara penetapan harga sudah kita tanda tangani, dan sepakati bersama," ujar Ir Netap Ginting, dilansir dari laman serambinews.com, Jumat (31/10) sore. Di lapangan menurut Netap Ginting, pembelian TBS kelapa sawit oleh PKS tertinggi Rp3.100 per kilogram dan terendah Rp2.920 per kilogram. Harga ini jauh selisihnya dari ketetapan pemerintah, yakni Rp350 per kilogram hingga Rp500 per kilogram. Diketahui, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, telah menetapkan harga TBS kelapa sawit, periode minggu ken4 Oktober 2025, Rabu (29/10) lalu. Penetapan harga tersebut dihadiri dinas terkait, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Apkasindo dan 56 PKS se Provinsi Aceh. Harga tersebut berlaku sejak ditetapkan sampai pekan ke 2 November 2025. Penetapan harga TBS kelapa sawit dibagi dalam dua wilayah, meliputi wilayah Timur dan wilayah Barat. Ini harga TBS sawit hingga pekan ke 2 November 2025: Wilayah Timur: umur sawit 3 tahun Rp2.477 per kilogram, umur sawit 5 tahun Rp2.940 per kilogram, dan umur sawit 10-20 tahun Rp3.406 per kilogram. Wilayah Barat: umur sawit 3 tahun Rp2.452 per kilogram, umur sawit 5 tahun Rp2.910 per kilogram, dan umur sawit 10-20 tahun Rp3.372 per kilogram. Selain itu, Apkasindo Aceh mengusulkan pemberlakuan harga TBS per periode, bukan per hari mengikuti perubahan harga lelang CPO di KPBN Belawan. Soalnya, pemberlakuan tersebut berdampak kerugian petani swadaya dan para petani pengepul. "Pada dasarnya PKS udah kontrak penjualan Crude Palm Oil (CPO) volume per bulan, itu dibuktikan dari invoice penjualan," tegasnya. Selanjutnya, Apkasindo meminta dilakukan koreksi dan evaluasi terhadap indeks K. Indeks K adalah faktor kinerja yang digunakan dalam penentuan harga TBS kelapa sawit. Indeks K di wilayah Timur Aceh masih dikisaran 88,37 persen. Sedang indeks K di wilayah Barat Aceh 87,35 persen.
Apkasindo Hadiri FGD, Satu Bursa Tunggal Penting Referensi Perdagangan Sawit di Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) hadiri Focus Group Discussion (FGD) yang ditaja Institut Pertanian Bogor (IPB) bahas bursa sawit Indonesia, di Hotel Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/10) lalu. FGD ini digelar terkait pelaksanaan penelitian akselerasi peran bursa berjangka komoditas CPO Indonesia sebagai acuan pasar dunia oleh International Center for Applied Finance and Economics (InterCAFE) IPB. Ketua Tim Peneliti InterCAFE IPB, Prof. Dr. Dedi Budiman Hakim, MA.Ec, menjelaskan penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini sebagai upaya untuk menghasilkan kajian bagaimana Indonesia dapat menjadi acuan harga CPO dunia melalui ICDX. “Indonesia sebagai produsen terbesar seharusnya bisa membentuk ekosistem bursa yang reliable seperti bursa Malaysia,” ujarnya, dilansir dari laman sawitsetara.co, Kamis sore. Sedang Dr. Widyastutik, SE, M.Si., tim dari peneliti IPB, mencontohkan pemerintah Malaysia sangat mendukung bursa malaysia sehingga wajar jika saat ini harga sawit di Bursa Malaysia menjadi acuan dunia. Apkasindo diwakili Head of International Relation DPP APKASINDO (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, 'Mgt (Int.Bus), CC.,CL. Selain itu hadir perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan perwakilan Kementerian Perdagangan yakni BAPPEPTI, serta dari Bursa CPO Indonesia ICDX dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI). Menurut Djono, Bursa CPO Indonesia memiliki peran penting sebagai kunci transparansi dalam perdagangan sawit di Indonesia. "Sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat ME Manurung, MP, C.IMA, C.APO, penting untuk memiliki hanya satu harga referensi acuan bursa CPO. “Bapak ketua umum menekankan satu bursa tunggal ini penting untuk mendapatkan referensi yang tidak membingungkan yang reliable dan berkeadilan, yang betul betul menggambarkan pasar sawit indonesia, ini sama seperti bursa IHSG, yang dapat menggambarkan industri-industri dan sentimen secara nasional,” ulasnya. Masih Djono, bursa CPO ini sebenarnya sudah masuk di dalam Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Penetapan Harga TBS di mana pada regulasi sebelumnya hanya memasukkan tender KPBN saja. Aturan ini, sebutnya, menjadi dasar penting dalam penetapan harga TBS di seluruh provinsi penghasil kelapa sawit untuk mulai menggunakan harga bursa ICDX sebagai rujukan. Sudah semestinya, ucap Djono, Indonesia ini menggunakan harga patokan ekspor (HPE) 100 persen dari bursa CPO Indonesia. Apalagi saat ini HPE Indonesia adalah 60 persen dari bursa CPO Indonesia, 20 persen dari bursa Malaysia, serta 20 persen dari bursa rotterdam. Hal menunjukkan Indonesia masih ragu-ragu dengan produk sendiri. “Bagaimana negara lain bisa percaya bursa ICDX kita menjadi acuan harga internasional, sedangkan kita sendiri dalam negeri masih ragu dan masih menetapkan 60 persen. Kita harus optimis karena ICDX adalah harapan untuk petani sawit lebih sejahtera dan negara kita memiliki harga sawit yang berkeadilan dan stabil untuk masa depan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan acuan dunia, karena kita produsen terbesar kelapa sawit dunia” beber Djono.
Kaltim Perkuat Kemitraan, Apkasindo: Masih Banyak Perusahaan Enggan Bermitra Dengan Petani Swadaya
Samarinda, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Timur, saat ini tengah perkuat kemitraan, dan legalitas usaha perkebunan kelapa sawit. Sasaran utama kepemilikan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) tanaman kelapa sawit. Dengan kepemilkan STDB diharapkan tumbuh kemitraan antara petani dan perusahaan kelapa sawit. Sepanjang tahun ini, target pnerbutan STDB mencapai 200 sertifikat. Terutama untuk kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kabid Usaha Disbun Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Arnains di Samarinda, menyatakan langkah ini cukup penting dilakukan untuk mendukung percepatan kemitraan dalam usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. "Harapan kita dengan kemitraan petani dapat menikmati berbagai program yang dihadirkan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan kebun kelapa sawitnya. Kemudian juga mewujudkan tata kelola perkebunan yang tertib dan berkelanjutan," ucapnya, dilansir dari laman EMG, Senin sore. Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia (Apkasindi menilai langkah yang bagus. Jadi, Apkasindo mendukung agar kemitraan antara petani dan perusahaan semakin banyak terjadi di wilayah Kalimantan Timur. "Hemat kami STDB ini telah berjalan 3 hingga 4 tahun lalu. Tidak sedikit petani yang sudah memiliki sertifikat ini. Sayang, kemitraan antara perusahan dan petani swadaya hingga saat ini belum ada terjadi," cerita Sekretaris Apkasindo Kalimantan Timur, Daru Widiyatmoko. Dijelaskan Daru, perusahaan kelapa sawit kebanyakan tidak mau bermitra dengan petani kelapa sawit. Untuk itu, selain soal STDB tadi, Ia berharap pemerintah Kalimantan Timur melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan agara terjalin kemitraan antara petani swadaya, dan perusahaan.
DEA Dikukuhkan Ini Harapan Apkasindo
Aceh, katakabar.com - Dewan Ekonomi Aceh (DEA) resmi dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kukuhkan Dewan Ekonomi Aceh (DEA) sebanyak 18 orang ditetapkan sebagai anggota dewan, baru baru ini. Gubernur Aceh, menjelaskan pembentukan DEA langkah strategis untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi daerah yang berbasis pengetahuan, kolaboratif lintas sektor dan adaptif terhadap dinamika global. Ia mengingatkan potensi besar Aceh di berbagai bidang terutama pertanian dan perkebunan. "Sektor pertanian dan perkebunan harus dioptimalkan. Tujuannya untuk membuka lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan," seru pria disapa akrab Mualem ini. Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apkasindo) Aceh, beri apresiasi, dan sambut baik hadirnya DEA. "Kita berharap kepada Dewan Ekonomi Aceh (DEA) yang baru di lantik menjadi mitra pemerintah, dan Apkasindo merumuskan, serta menyusun kebijakan ekonomi sektor perkebunan dari Hulu ke Hilir. Dari hulunya harus di perkuat petaninya untuk pemahaman GAP dan K3," kata Ketua DPW APKASINDO Aceh, Netap Ginting dilansir dari laman EMG, Senin (13/10). Di sektor hilir, jelas Netap, sudah saatnya Aceh memiliki pabrik Reveneri (Minyak Goreng) dan Expor CPO sendiri melalui pelabuhan Calang untuk pantai barat selatan. Kemudian ada juga pelabuhan Krung kekeh Lhokseumawe untuk pantai timur. Dari catatan Netap, saat ini produksi CPO Aceh 1,2 juta ton per tahun, dari 470.000 hektare kebun kelapa sawit. Di mana selama ini Aceh ekspor melalui pelabuhan Belawan dan Kwala Tanjung Sumatra Utara, dengan ongkos angkut Rp400 per kilogram menggunakan mobil tanki CPO. "Jadi, seandainya Aceh ekspor sendiri melalui pelabuhan Krung Kekeh dan Calang bakal pangkas ongkos angkut CPO, sehingga meningkatkan pendapatan Aceh, harga TBS naik, dan membuka lapangan kerja," ucapnya. Kami melihat DEA yang baru dilantik sangat mumpuni, kata Netap, sebab terdiri dari berbagai bidang profesi. Apalagi ada dari akademisi, guru besar, dan dari profesional. Bahkan ada beberapa dewan pakar Apkasindo, yakni Prof. Ishak Hasan dan Mahdi Al Haris," sebutnya. Ini daftar nama anggota DEA resmi dilantik, meliputi: 1.prof Marwan 2.prof Mujiburahman 3.prof Hermawan Fitra 4.Prof Ishak Hasan 5.prof Wildan 6.Prof Hamdani 7.Dr .Adnan 8.prof Raja Masbar 9.prof Teku A.Sany 10 Rustam Effendi 11.Ismail Rasid 12 Prof Mirza Tabrani 13.Nurlis Effendi 14.Marwansyah 15 Hasbiallah bin M Thaib 16.Mahdi Al Haris 17. Teuku Ali Devi 18. Abdul Jalil
Target Pasar Golobal, RSPO dan Apkasindo MoU Gesa Pertumbuhan Inklusif Pekebun Sawit
“Itu akan semakin mengukuhkan keunggulan kompetitif Indonesia,” ujarnya dilansir dari laman kaltimpost.id, Rabu (10/9). Menurutnya, investasi pada pekebun adalah kunci bagi pertumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target nasional 8 persen. Saat ini dunia membutuhkan sawit keberlanjutan, kemampuan telusur, dan kesetaraan. Itu sebagai aturan baru dalam perdagangan dunia internasional. "Tanpa tindakan inklusif, Indonesia berisiko kehilangan miliaran dolar setiap tahunnya,” jelasnya.
BPDP Paparkan Optimalisasi Promosi Sawit Baik di Forum Rakernas Apkasindo
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus melakukan upaya untuk meningkatkan citra nilai komoditas kelapa sawit melalui kerja sama dengan segenap pemangku kepentingan kelapa sawit. Ini ditegaskan Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, sekaligus Pelaksana Tugas atau Plt. Direktur Kemitraan BPDP, Kabul Wijayanto di forum pleno I Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Akasindo) yang berlangsung selama dua hari, di Jakarta pada 18 hingga 19 Maret 2025 lalu. Kabul Wijayanto mengutarakan, program promosi sawit BPDP dituangkan dalam beragam bentuk kegiatan di dalam maupun di luar negeri. “Di dalam negeri kegiatannya antara lain melalui media coverage, promosi segmented target (dengan sasaran guru, siswa, mahasiswa, jurnalis, diplomat, dll), promosi media luar ruang, produksi materi promosi, dan dukungan pendanaan kegiatan yang diselenggarakan mitra,” jelas Kabul Wijayanto. “Di dalam negeri isu negatif terhadap sawit masih ada, maka kami mempromosikan kebaikan sawit sejak dini kepada para siswa agar mereka dapat mengetahui fakta objektif tentang kelapa sawit dan manfaatnya bagi sosial ekonomi masyarakat Indonesia,” ulas Kabul Wijayanto. Untuk promosi luar negeri, cerita Kabul, kegiatan dalam bentuk penguatan hubungan dengan negara-negara importir utama, partisipasi misi dagang untuk perluasan pasar ekspor sawit, litigasi dan advokasi atas diskriminasi terhadap sawit, kampanye positif dan media coverage pada media luar negeri, serta dukungan event sawit skala internasional. “BPDP turut memberikan dukungan pendanaan atas proses litigasi dalam sengketa Pemerintah RI dan Uni Eropa terkait regulasi RED II yang mendiskrimasi sawit (sengketa DS 593 WTO), dimana dalam sengketa ini, Pemerintah RI memenangkan gugatan yang ada,“ ucapnya.
Minyak Sawit Berkontribusi Dukung Industri Kuliner dan Skincare di Daerah Destinasi Wisata
Denpasar, katakabar.com - Minyak sawit berkontribusi dukung industri kuliner dan skincare daerah destinasi wisata. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner yang banyak menggunakan produk pangan berbasis minyak sawit atau oleofood, di antara daerah destinasi wisata, yakni Bali terkenal dengan sektor pariwisata, dan identik dengan kulinernya. Produk tersebut sering digunakan, meliputi minyak goreng, margarin, shortening, vegetable ghee/vanaspati, confectioneries fat, filling/cream, spread fat, filled milk, Cocoa Butter Alternatves (CBE/CBS/CBR) dan berbagai produk emulsifier lainnya.
Apkasindo Merangin Desak Pemerintah Tinjau Ulang Pembatasan Ekspor Limbah Sawit
Jambi, katakabar.com - Pembatasan ekspor limbah sawit dan minyak jelantah yang diberlakukan pemerintah dinilai menambah beban petani sawit di Indonesia. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang semula sempat mengalami kenaikan, kini kembali anjlok, dan merugikan ribuan petani yang bergantung pada komoditas ini. Menyikapi kondisi ini, DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Merangin, Jambi, dengan tegas meminta agar kebijakan pembatasan ekspor ditinjau kembali mengingat dampak yang ditimbulkan terhadap pendapatan petani sawit di seluruh Indonesia. "Kami di Merangin terimbas dampaknya. Harga TBS di Dinas Perkebunan mencapai Rp3.400 per kilogran, sedang di tingkat petani hanya Rp2.600 per kilogrM," ujar Ketua DPD Apkasindo Merangin, Joko Wahyono, dilansir dari laman EMG, Minggu (19/1).
Wisudawan Pemuncak Politeknik Kampar Dapat Penghargaan dari Apkasindo
Pekanbaru, katakabar.com – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) memberikan penghargaan kepada wisudawan pemuncak Politeknik Kampar di acara wisuda yang digelar di Ballroom Hotel Labersa Pekanbaru, Senin (21/10) kemarin. Wisudawan terbaik tersebut bernama Insan Mujahiddin. Dia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp2 juta.
Surati Komisi UE, Apkasindo Desak Penerapan EUDR Ditunda
Jakarta, katakabar.com - Organisasi petani kelapa sawit terbesar di dunia, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) tidak tinggal diam. Organisasi besutan Dr Gulat Manurung hadapi ancaman regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang rencananya diberlakukan Uni Eropa akhir 2024. Lantaran kebijakan ini dinilai membawa dampak signifikan, khususnya bagi para petani kelapa sawit terancam mengalami kebangkrutan massal.