Bagi PHR, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menghadirkan pendampingan yang mendorong masyarakat menjadi mandiri dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, sebanyak 80 kelompok UMKM di Rokan Hilir mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari inkubasi produk, pelatihan kemasan (packaging), branding, hingga pengurusan legalitas usaha.
Tidak berhenti di sana, PHR memfasilitasi pengembangan pasar melalui Gerai Umah Oleh-oleh di Bagan Siapi-api sebagai bagian dari penguatan integrated market bagi produk lokal.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi pelaku UMKM bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku ekonomi aktif yang mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Bagi Nur Azmi, pelatihan dan pendampingan hanyalah bahan bakar. Mesin utamanya adalah keberanian untuk berubah. Sebagai pemimpin kelompok, ia berada di garis depan untuk membangun kepercayaan diri para pelaku UMKM yang sebelumnya merasa minder terhadap produk mereka sendiri.
Ia mendorong administrasi usaha yang lebih tertata, legalitas produk yang lebih lengkap, hingga pemanfaatan pemasaran digital melalui e-commerce. Di bawah kepemimpinannya, Umah Oleh-oleh bertransformasi menjadi lebih dari sekadar gerai produk lokal, tetapi menjadi identitas kebanggaan masyarakat Rokan Hilir.
Perubahan Itu Nyata
Jika sebelumnya omzet kelompok hanya berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan, kini setelah mendapatkan pendampingan PHR, omzet meningkat signifikan menjadi Rp25 juta hingga Rp40 juta per bulannya. Lebih dari 80 hingga 100 jenis produk olahan lokal kini dipasarkan dengan jangkauan yang semakin luas.
Bagi Nur Azmi dan para pelaku UMKM, perubahan terbesar bukan hanya soal peningkatan pendapatan, melainkan tumbuhnya rasa percaya diri masyarakat terhadap produk lokal mereka sendiri. Produk yang dulunya dikemas sederhana kini tampil lebih modern, elegan, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kini, Umah Oleh-oleh telah menjelma menjadi “sentra” dalam arti yang sesungguhnya: pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lahir dari kolaborasi, semangat gotong royong, dan keberanian untuk berkembang bersama.
“Saya tidak ingin melihat mereka hebat sendiri-sendiri. Saya ingin kita semua naik kelas bersama. Umah Oleh-Oleh adalah bukti bahwa saat tangan-tangan lokal bersatu dengan dukungan yang tepat, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai,” ucap Nur Azmi.
Dulu Penonton Kini Pemain Cerita Nur Azmi Jaga Marwah UMKM Umah Oleh-oleh Rohil
Diskusi pembaca untuk berita ini