Perdamaian

Sorotan terbaru dari Tag # Perdamaian

Bittime: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Dorong Sentimen Positif Pasar Kripto Internasional
Internasional
Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Bittime: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Dorong Sentimen Positif Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Platform pedagang aset kripto Bittime menilai meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk pasar kripto. Kesepakatan damai yang dicapai kedua negara dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko, setelah sebelumnya pasar dibayangi ketidakpastian akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif.  Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer secara permanen dan menjadi sinyal meredanya tensi geopolitik yang selama ini memengaruhi sentimen pasar global. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Iran telah rampung, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Pasar Keuangan Global Menguat dan Bitcoin Ikut Naik Respons positif langsung terlihat di berbagai pasar keuangan global per Senin (15/6) lalu. Dalam sehari terakhir, indeks Nasdaq menguat 0,31 persen, Dow Jones naik 0,70 persen, S&P 500 naik 0,50 persen, sementara NYSE Composite bertambah 0,78 persen. Sentimen serupa terlihat di pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,67 persen ke level 6.228. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Pasar kripto turut menunjukkan pergerakan positif. Data CoinMarketCap menunjukkan harga Bitcoin berada di kisaran US$ 65.636 atau naik 1,86 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,12 persen. Kenaikan harga Bitcoin tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global. Sebagai aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin kerap menjadi salah satu indikator utama yang mencerminkan minat investor terhadap aset berisiko ketika kondisi pasar global membaik. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan meredanya ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto seperti Bitcoin. “Ketika ketidakpastian geopolitik mulai mereda, kepercayaan investor umumnya ikut meningkat. Kondisi ini dapat mendorong aliran dana kembali masuk ke berbagai aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya yang selama ini sensitif terhadap perubahan sentimen global,” ujar Ryan. Menurut Ryan, penguatan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global. Namun, investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan harga aset digital. “Kabar perdamaian antara AS dan Iran dapat menjadi katalis positif bagi pasar kripto dalam jangka pendek. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor lain seperti arah suku bunga, kondisi likuiditas global, serta perkembangan ekonomi makro yang juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto,” jelasnya. Ryan menambahkan investor perlu tetap mengedepankan pendekatan investasi yang terukur di tengah dinamika pasar kripto yang masih tinggi. Pemahaman terhadap fundamental aset digital dan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan investasi. “Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas yang tinggi sehingga investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Penting untuk memahami fundamental aset yang dipilih, meningkatkan literasi investasi, serta terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak,” tambah Ryan. Sebagai platform aset global untuk Indonesia, Bittime melihat minat investor domestik terhadap aset global terus meningkat seiring semakin terbukanya akses terhadap berbagai instrumen investasi internasional. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa investor Indonesia semakin aktif mencari peluang diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Bittime menghadirkan akses ke berbagai aset global yang dapat membantu investor memperoleh eksposur terhadap perusahaan dan indeks global. Sejumlah aset tokenisasi berbasis real-world assets (RWA) yang saat ini banyak diminati pengguna Bittime antara lain Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX). Bittime juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital agar masyarakat dapat memahami peluang dan risiko investasi secara lebih komprehensif. Dengan pemahaman yang baik terhadap Bitcoin, aset kripto, dan perkembangan pasar global, investor diharapkan dapat membangun strategi investasi yang lebih matang dan berkelanjutan.

Mahasiswa Digital Communication Binus @Malang Terpilih di Program Peacebuilder ASEAN Internasional
Internasional
Minggu, 09 November 2025 | 19:10 WIB

Mahasiswa Digital Communication Binus @Malang Terpilih di Program Peacebuilder ASEAN

Malang, katakabar.com - Di tengah dunia terus berubah dan sering dilanda konflik sosial maupun budaya, peran generasi muda sebagai pembawa pesan perdamaian menjadi semakin penting. Tetapi, menjadi seorang peacebuilder tidak hanya membutuhkan niat baik mesti bermodal pengetahuan, empati, dan kemampuan untuk memahami keberagaman di tingkat global. Semangat itu yang dibawa Jessy Evelyn Goman, mahasiswi Program Studi Digital Communication Binus @Malang, yang berhasil meraih beasiswa prestisius ASEAN Youth Peacebuilder Training Program, sebuah inisiatif dari Rotary Foundation yang berfokus pada pengembangan pemimpin muda di bidang perdamaian dunia. Program ini bakal berlangsung pada 17 hingga 29 Januari 2026 mendatang di Sunway University, Malaysia, dan menghadirkan pelatihan akademis jangka pendek serta pengalaman lapangan terapan yang menyiapkan peserta untuk menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Bagi Jessy, kesempatan ini tidak datang begitu saja. Ia mengaku perjalanan menuju program internasional ini bermula secara tidak terduga. Awalnya, ia bergabung dalam sebuah organisasi kampus atas ajakan teman sesama mahasiswa. Dari pengalaman itu, ia belajar tentang kepemimpinan dan kerja tim dua hal yang menjadi fondasi penting bagi setiap pembangun perdamaian. Dua tahun kemudian, ketika menerima flyer pendaftaran ASEAN Youth Peacebuilder, ia memutuskan untuk mencoba meski sempat ragu. “Awalnya aku pikir ini di luar jangkauanku, tapi dengan dorongan keluarga dan teman-teman, akhirnya aku berani daftar. Prosesnya panjang, mulai dari wawancara tentang Rotary dan isu perdamaian, hingga mengikuti sesi pelatihan via Zoom setiap Senin dari 8 September sampai 21 Oktober. Di sana, kami bertemu dengan berbagai expert dunia yang melatih kami menjadi seorang peacebuilder. Dan pada 21 Oktober, diumumkan aku lolos menjadi salah satu peserta dari Indonesia,” cerita Jessy. Dari seluruh pendaftar di Indonesia, ulas Jessy, hanya tiga peserta yang berhasil lolos seleksi akhir dan Jessy menjadi salah satunya. Ia menyebut bahwa pengalaman belajar di Binus @Malang berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri dan cara berpikirnya sebagai k muda yang peka terhadap isu global. “If you don't take a step forward, kamu akan stuck di tempat yang sama. Binusmembawaku satu langkah depan lebih besar,” terang Jessy dengan penuh semangat. Kisah Jessy menjadi bukti keberanian untuk mencoba bisa membuka peluang yang tidak terduga. Melalui lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi dan keterlibatan global, Binus @Malang terus mendukung mahasiswanya untuk menemukan arah dan makna dalam setiap langkah yang mereka ambil. Tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten di bidangnya, tetapi juga pribadi yang mampu membawa nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian ke ranah yang lebih luas.