Anak-anak
Sorotan terbaru dari Tag # Anak-anak
Di luar pasar, Dia pilih Percayakan Masa Depan Kepada Anak-anak
Jakarta, katakabar.com - Sebuah acara tindakan peduli anak yang sederhana. Di Kecamatan Jaltinegara, sebuah pusat pembelajaran masyarakat di Jakarta Timur, baru-baru ini digelar kegiatan perawatan anak berskala kecil tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jumlah peserta sedikit, dengan bentuk yang sederhana, tapi berlangsung sepanjang sore. Acara ini diprakarsai Mike Wiprana dalam kapasitas pribadinya dan tidak dilakukan atas nama organisasi atau merek apa pun. Tidak ada spanduk atau tanda, juga tidak ada penggalangan dana atau sesi pameran; ini lebih merupakan tindakan persahabatan yang tenang dan terkendali. Menurut staf komunitas, tujuan awal acara tersebut bukanlah untuk menyumbangkan barang materi, tetapi untuk memberi anak-anak kesempatan untuk didengarkan dan diajak berkomunikasi. Di komunitas tersebut, banyak anak, meskipun memiliki jadwal sekolah reguler, tapi jarang memiliki kesempatan untuk dibimbing berpikir tentang topik abstrak namun penting seperti "masa depan" dan "pilihan". Mike Wiprana telah lama terlibat dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pendidikan. Melalui interaksinya dengan berbagai kelompok usia, dia secara bertahap menyadari bahwa banyak anak tidak kekurangan keinginan untuk mengekspresikan diri, tetapi justru kekurangan kesempatan untuk didengarkan dengan penuh perhatian. “Bagi sebagian anak, yang benar-benar langka bukanlah sumber daya, melainkan diperlakukan sebagai orang yang sedang bertumbuh", demikian deskripsi seorang pemimpin komunitas yang mengetahui latar belakang acara tersebut. Berdasarkan gagasan ini, acara tersebut dirancang sesederhana mungkin, tanpa ceramah atau khotbah, melainkan berfokus pada komunikasi dan persahabatan. Mike jarang berbicara tentang "kesejahteraan masyarakat" di depan umum. Tetapi, ia memilih untuk hadir secara langsung di acara ini. Pada hari acara tersebut, dibimbing oleh Bella, anak-anak menggunakan gambar dan cerita untuk mengungkapkan visi mereka tentang masa depan, dengan mengatakan, "Saya ingin jadi orang seperti apa?" Anak-anak duduk bersama, berpartisipasi melalui mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengekspresikan diri. Mike tidak menceritakan riwayat hidupnya atau berbicara tentang "kesuksesan." Pertanyaan-pertanyaannya sederhana: Menurutmu apa yang akan berbeda antara besok dan hari ini? Jika kamu memiliki sesuatu sekarang, apakah kamu akan langsung menggunakannya atau menyimpannya untuk nanti? Menurutmu apa tujuan kita belajar? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak memiliki jawaban standar; pertanyaan-pertanyaan ini lebih tentang membimbing anak-anak untuk berpikir dan mengungkapkan ide-ide mereka sendiri. Sepanjang proses tersebut, kecepatan diskusi tidak dikendalikan secara sengaja, dan anak-anak juga tidak diharuskan memberikan "jawaban yang benar." Seorang guru komunitas mengatakan anak-anak tampak lebih rileks dan bersedia berbicara dalam suasana ini. Mike menuturkan jika seorang anak tidak pernah ditanya, 'Orang seperti apa yang ingin kamu jadi ketika dewasa?', maka mereka cenderung tidak akan mempersiapkan diri secara inisiatif untuk masa depan ketika mereka dewasa. Setelah acara selesai, anak-anak yang berpartisipasi menerima perlengkapan sekolah dan bahan bacaan, yang semuanya tidak diberi label informasi komersial. Tidak ada sesi foto bersama atau kata penutup. "Ini terasa lebih seperti kunjungan biasa daripada acara yang direncanakan sebelumnya", komentar seorang sukarelawan komunitas. Pada sore hari yang kurang mendapat sorotan ini, acara tersebut tidak meninggalkan banyak momen yang terekam. Tetapi bagi anak-anak, kenyataan ada seseorang yang bersedia duduk dan mendengarkan mereka adalah tindakan kebaikan yang langka. Seperti yang dikatakan seorang guru komunitas, mereka mungkin tidak mengingat detail spesifik dari apa yang dibahas, tetapi mereka akan mengingat bahwa pada suatu sore, orang dewasa benar-benar mendengarkan mereka.
Green Policing, Brigadir Khairi Hijaukan Rangsang Edukasi Anak-anak Pulau Terluar
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti melaksanakan program Green Policing di Polsek Rengsang. Kegiatan ini berupa sosialisasi edukasi peduli lingkungan, sekaligus kegiatan penanaman bibit pohon Jambu di Pemukiman rumah masyarakat suku akit (Suku asli) Pulau terluar Kececamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti Jumat (28/11) pagi. Bhabinkamtibmas Desa Sendaur dan Kayu Ara, Brigadir Khairi, yang melaksanakan kegiatan dihadiri masyarakat Rangsang Pesisir, dan anak-anak Suku Akit (Suku Asli) Pulau Terluar "Kami Polres Kepulauan Meranti Melaksanakan kegiatan edukatif perihal kegiatan peduli lingkungan di pemukiman rumah masyarakat suku akit pulau terluar. Selain itu, melakukan penanaman bibit pohon Jambu di lingkungan tempat tinggal masyarakat suku akit sekaligus untuk melakukan penghijauan di Kecamatan Rangsang Persisir," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH SIK MH. Orang Nomor Wahid dijajaran Polres Kepulauan Meranti ini, mengatakan konsep Green Policing sebagai pendekatan strategis dan humanis dalam menjaga ketertiban sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup. "Adapun Konsep Green Policing untuk menghadirkan pemolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman dan krisis lingkungan, Green Policing adalah jawaban atas tantangan zaman seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, karhutla, hingga patologi sosial berbasis ekonomi dan ekologi," jelas AKBP Aldi. Kendati demikian, Polres Kepulauan Meranti menterjemahkan konsep Green Policing yang menjadi kebijakan Kapolda Riau bentuk edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di rumah-rumah masyarakat wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kapolres Kepulauan Meranti Ajak Anak-anak Cinta Lingkungan Lewat Gerakan Green Policing
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sebagai upaya menanamkan kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini, Polres Kepulauan Meranti taja sosialisasi Green Policing yang dikemas dalam bentuk penanaman pohon di sekolah KB-TK Kristen Kalam Kudus Selatpanjang, Senin (6/10) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, didampingi Wakapolres, Kompol Maitertika SH MH, serta jajaran perwira dan personel Polres Kepulauan Meranti. Turut hadir Ketua Bunda Paud & PD Himpaudi Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, dan Kepala Sekolah KB-TK Kristen Kalam Kudus, Erlina S.E. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi, mengatakan kegiatan Green Policing implementasi nyata dari kebijakan Kapolda Riau kedepankan konsep pemolisian yang ramah lingkungan dan humanis. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam sejak dini. Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga masa depan anak-anak kita,” ujarnya. Sementara, Kepala Sekolah, Erlina, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Polres Kepulauan Meranti atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi anak-anak dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan dan menanam pohon sebagai sumber kehidupan. Selain sosialisasi, kegiatan diisi dengan edukasi oleh Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Maitertika yang menjelaskan peran pohon bagi keseimbangan alam, serta pentingnya perilaku peduli lingkungan di kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak langsung berpartisipasi praktik menjaga kebersihan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan ruang kelas. Puncak acara ditandai dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh Kapolres Kepulauan Meranti kepada pihak sekolah, diikuti penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), yakni lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi anak. Usai kegiatan, seluruh peserta bersama anak-anak melakukan penanaman pohon di halaman sekolah. Kapolres menegaskan, Polres Kepulauan Meranti terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai sekolah di wilayah hukumnya sebagai bagian dari implementasi program Green Policing Polda Riau.
Lagi, Pemkab Kepulauan Meranti Anggarkan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu dan Berprestasi
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti alokasikan lagi anggaran beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, dan berprestasi pada tahun 2025. Program ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi "Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera". Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan, bantuan beasiswa tersebut diperuntukkan bagi dua kategori mahasiswa, yakni mahasiswa berprestasi, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. "Pada 2024 lalu, kita telah salurkan bantuan beasiswa serupa. Program ini bentuk dukungan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi," ujar H Asmar. Ia menambahkan, pengalokasian anggaran pendidikan ini mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 18 Tahun 2022, yang merupakan perubahan atas PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Peraturan tersebut mengatur kewajiban pemerintah menyediakan anggaran pendidikan dalam APBN maupun APBD. "Insya Allah, dalam waktu dekat akan diumumkan teknis, dan tahapan pendaftaran beasiswa tahun 2025. Kami minta mahasiswa untuk bersabar menunggu informasi resmi," jelasnya. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kabag Kesra Setdakab Kepulauan Meranti, Syafrizal, M.Si., saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, membenarkan rencana tersebut. "Tahun 2025, kita kembali mengalokasikan anggaran untuk beasiswa mahasiswa Kepulauan Meranti, yakni dua kategori prestasi dan kurang mampu. Insya Allah, paling lambat Oktober 2025, pengumuman penerimaan akan disampaikan secara resmi," terang Syafrizal. Langkah Pemkab Kepulauan Meranti ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ketua Relawan Anak Nusantara, Rita Mariana, S.Psi., menyambut baik kebijakan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Kadisbun Bengkalis Ajak Aliansi dan Asosiasi Bahu Membahu Bantu Anak Petani Sawit
Bengkalis, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir kumpulkan aliansi dan asosiasi pekebun kelapa sawit yang ada di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis pasca pelaksanaan Forum Perangkat Daerah (FPD) guna membahas Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) tahun 2026. Di pertemuan tersebut, Kadisbun Bengkalis gandeng, sekaligus ajak aliansi dan asosiasi pekebun kelapa sawit bersama-sama bahu membahu membantu anak-anak petani kelapa sawit yang ada di Kabupaten Bengkalis, khususnya yang mendapatkan beasiswa perkebunan kelapa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Hardiknas, Polres Kepulauan Meranti Siap Ambil Bagian Cerdaskan Anak-anak
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan diwakili Wakapolres Kepulahan Meranti, Kompol Dodi Zulkarnain Hasibuan turur hadiri upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional di lingkungan Pemerintah Kabupatem Kepulauan Meranti tahun 2024 di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, pada Kamis (2/5). Kegiatan dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Kepulauan Meranti, Sudandri selaku Pembina Upacara, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan, Danramil 02 Tebing Tinggi, Kapten Inf Tarman Sugianto, Ketua Pengadilan Agama, H Khoirul Huda, Kajari, Febriyan, Kepala Sekolah seluruh SMP, MTs, SMA, MA, SMK se Kecamatan Tebing Tinggi, personel SatPol PP, Pesonel BPBD, Pesonel Dinas Perhubungan, Lurah se Kecamatan Tebing Tinggi , dan Para Guru dan Murid seluruh Sekolah SMP, MTs, SMA, MA, SMK se Kecamatan Tebing Tinggi. Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Kepulauan Meranti saat bacakan amanat menyampaikan, saudara saudari sebangsa setanah air lima tahun terakhir menjadi perjalanan yang mengesankan bagi Kemendikbud ristek dalam gerakan merdeka belajar mengajarkan tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan di Indonesia khususnya di Kepulauan Meranti. "Bukan hal mudah mentransformasi sebuah sistem yang besar, bukan tugas yang sederhana untuk merubah perspektif tentang proses pembelajaran, kita sadar membuat perubahan butuh perjuangan," ujar Sudandri. Kita sudah mendengar lagi anak Indonesia memiliki mimpi karena memiliki ruang belajar, kata Sudandri, kita sudah saksikan mahasiswa siap berkarya tidak lagi terbatas di dalam kampus, kita sudah berjalan kearah yang benar semua sudah kita upayakan harus dilanjutkan sebagai jalan ke arah perwujudan sekolah dan pendidikan yang kita cita citakan. Di momen itu, Kapolres Kepulauan Meranti yang diwakili Wakapolres Kepulauan Meranti menyatakan, mari kita tingkatkan pergerakkan kemajuan pendidikan seperti tema "Bergerak Bersama Melanjutkan Merdeka Belajar". "Polres Kepulauan Meranti siap mengambil bagian dalam proses pemajuan pendidikan di Kepulauan Meranti, termasuk di daerah terluar sekalipun. Melalui Bhankamtibmas, kita pasti bantu para guru untuk meningkatkan pendidikan anak di Kepulauan Meranti," tegasnya.
Atasi Stunting, Polsek Merbau Bantu Dua Balita dan Ciptakan Pemilu Damai
Meranti, katakabar.com - Polsek Merbau Kepulauan Meranti lewat program rutin 'Kamis Barokah' memberikan bantuan kepada dua balita penderita stunting, padan Kamis kemarin. Kapolsek Merbau, AKP Aguslan yang pimpin giat didampingi Kanit Binmas Polsek Merbau, Aipda Mardoni, KSPK I Polsek Merbau, Aipda Dodi Novrian, BA Samapta Polsek Merbau Bripda Ibnu Maulana BP, Ahli Gizi Puskesmas Teluk Belitung Nadira Ravika, dan Jefri. Data anak penderita stunting diperoleh dari Puskesmas Teluk Belitung, kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan diteruskan AKP Aguslan, begitu dapat data pekan ini dijadwalkan memberikan bantuan, berupa sembako dan makanan asupan gizi kepada Rania 1,2 bulan anak Siti Aidah warga Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau dan Lisanah Solikin Aliyah 1,3 Bulan anak Salbiah warga Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. "Bantuan kepada balita stunting di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti ini sebagai bentuk perhatian Polri, sekaligus mendukung program pemerintah mengatasi dan mengurangi angka penderita stunting, khususnya di Merbau," ujarnya. Di momen itu, ucap AKP Aguslan, kita ajak warga sekitar ikut berperan dan aktif bersama dengan Polri menciptakan Pemilu Damai tahun 2024. "Harapannya, bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban kebutuhan hidup penerimanya di tengah kesulitan ekonomi dan anak penderita stunting dapat meningkatkan asupan gizinya," jelasnya. "Kami bersyukur dan terim kasih kepada kepolisian, khusus Polsek Merbau yang telah membantu. Ini mudah-mudahan jadi amal dan pihak Polsek Merbau senantiasa diberikan kesehatan menjalankan tugas," tutur salah seorang orang tua dari balita.
220 Orang Dikhitan dalam Kegiatan Khitanan Massal Baznas Kota Binjai
Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP membuka pelaksanaan khitanan massal oleh Baznas Kota Binjai pada Program Binjai Peduli, di Komplek SMA Negeri 3 Binjai, Rabu (27/12). Sebanyak 220 orang dikhitan dalam kegiatan ini yang berasal dari 5 kecamatan di Kota Binjai.
Beasiswa Sudah Disiapkan BPDPKS, Anak-anak Jangan Sampai Putus Sekolah
Jakarta, katakabar.com - Anggota Komisi XI DPR RI, HM Musthofa, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan Pemerintah (LKSP) gelar Sosialisasi dan Expo Sawit Baik di Kudus, Jawa Tengah, di pekan kedua November 2023. Kegiatan ini dihadiri H Hadi Sucahyono selaku pendamping proses produk halal UMKM dari Kemenkop UKM serta Sukari, Tenaga Ahli DPR RI. Di momen itu Musthofa menjelaskan, BPDPKS lembaga di bawah Menteri Keuangan menjalankan banyak program untuk memajukan sektor sawit. "Lembaga ini menjadi pendorong produk-produk sawit diolah yang dapat meningkatkan kesejahterakan rakyat. Saat ini sawit memiliki manfaat yang tinggi lantaran sumbangsihnya kepada negara sangat besar, dan kita bisa segera bangkit setelah mengalami krisis ekonomi disebabkan pandemi Covid19,” ujarnya lewat keterangan resmi, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (15/11). Tapi, kata Musthofa, saat ini banyak dilakukan kampanye negatif oleh negara-negara Eropa karena produk dari Eropa tidak bisa bersaing dengan produk sawit. "Untuk itu dilakukan kegiatan sosialisasi untuk lebih mengenalkan kebaikan yang diberikan oleh sawit," pesannya. BPDPKS ulasnya, melaksanakan berbagai program dengan pendanaan yang cukup besar. Salah satunya program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), berupa beasiswa bagi anak petani sawit untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “BPDPKS sudah sediakan beasiswa, pesan saya kepada para petani sawit, jangan sampai anak-anak putus sekolah. Negara membiayai lewat lembaga ini dengan syarat lolos seleksi. Mari kita usahakan bagaimana anak-anak kita bisa lebih baik dari bapak ibu sekarang,” jelasnya. Menurutnya, sebelumnya BPDPKS telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 7 lembaga penyelenggara pendidikan tinggi pada t 21 September 2022 lalu di Bogor. Kerja sama ini menjalankan Program Beasiswa pada jenjang pendidikan strata D1, D2, D3, D4 dan S1. “Di tahun ini, BPDPKS memberikan beasiswa secara penuh kepada 2.000 mahasiswa. Ini mulai dari membayarkan ongkos perjalanan pulang pergi dari lokasi masing-masing ke kampus, biaya pendidikan, biaya hidup, biaya buku, biaya wisuda, termasuk biaya sertifikasi di luar ijazah yang diterima dari kampus,” bebernya. Program beasiswa ini diberikan kepada putra putri yang berusia maksimal 23 tahun. Ada 5 jalur pendaftaran Beasiswa SDM Sawit Tahun 2023, yakni Jalur Pekebun dan Keluarga (Anak/Istri/Suami) Pekebun Kelapa Sawit, Karyawan/Pekerja pada Usaha Budidaya dan/atau Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit, Keluarga (Anak/Istri/Suami) Karyawan/Pekerja pada Usaha Budidaya dan/atau Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit. Lalu, Pengurus, Anggota Koperasi/Lembaga yang Bergerak di bidang usaha budidaya, pengolahan, dan/atau jasa perkebunan kelapa sawit; Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Anak Petani Lulusan Beasiswa BPDPKS Balik Kampung Kembangkan Industri Sawit
Pekanbaru, katakabar.com - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, Djono Albar Burhan mengapresiasi program beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit yang masih terus berlanjut. Program yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) saat ini telah membantu ribuan anak petani sawit untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik. "Kami sangat apresiasi BPDPKS konsisten program beasiswa dari tahun ke tahun menjadi wadah bagi anak petani kelapa sawit untuk mengemban pendidikan yang lebih baik," ujar Djono dikutil dari laman elaeis.co, pada Selasa (5/9). Kata Djono, anak-anak Riau yang terpilih dan menerima beasiswa kelapa sawit belajar dengan baik dan meningkatkan kemampuan diri. "Harapannya, setelah lulus mereka bisa kembali ke kampung halaman dan mengembangkan daerah asal menggunakan ilmu-ilmu yang telah diserap selama masa pendidikan," serunya. Dengan begitu sambungnya Djono, diyakini dapat membantu meningkatkan industri kelapa sawit secara signifikan dan mendorong pentani kelapa sawit menuju intensifikasi dengan meningkatkan produktivitas dengan lahan yang ada. Endingnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dari petani kelapa sawit, khususnya orang-orang tua mereka," sebutnya.