Basis AI
Sorotan terbaru dari Tag # Basis AI
Hisense Kenalkan 'Companion Living' Berbasis AI di IFA 2026
Berlin, katakabar.com - Hisense sebagai merek terkemuka dalam industri elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, menampilkan visinya mengenai “Companion Living” di IFA 2026 angkat tema “Innovating a Brighter Life”. Melalui V AIOS dan AI Companion Suite, Hisense menghadirkan teknologi AI ke dalam berbagai aktivitas sehari-hari. V AIOS menjadi pusat dari inovasi yang Hisense tawarkan. Sebagai evolusi terbaru dari VIDAA OS, V AIOS dibangun berdasarkan empat kemampuan utama AI, yaitu Sense, Think, Communicate, dan Execute. Melalui keempat kemampuan ini, V AIOS dapat mengenali pengguna, perangkat, serta lingkungan di sekitarnya; memahami konteks dan tujuan pengguna; berkomunikasi secara alami dengan pengguna maupun antar perangkat; serta mengoordinasikan konten, perangkat, dan layanan untuk menjalankan tindakan atas nama pengguna. Hasilnya adalah fondasi kehidupan cerdas yang lebih intuitif dan berpusat pada kebutuhan manusia. Dengan fondasi AI tersebut, AI Companion Suite menghadirkan kecerdasan ke dalam tiga aspek kehidupan sehari-hari, yaitu memasak, mencuci pakaian, serta pengelolaan udara dan energi. Di dapur, teknologi cerdas terintegrasi di seluruh ruangan untuk membuat aktivitas memasak terasa lebih mudah. Dengan memahami preferensi makanan pengguna, bahan-bahan yang tersedia, dan konteks penggunaannya, sistem dapur dapat mengoordinasikan lemari es, oven, serta peralatan lainnya untuk merekomendasikan menu dan memandu proses memasak—mengubah bahan-bahan yang tersedia di lemari es menjadi hidangan yang dibuat khusus untuk Anda. Dalam aktivitas mencuci pakaian, teknologi cerdas yang sama membantu menghilangkan keraguan dalam perawatan pakaian. Sistem ini dapat mengenali jenis kain serta mengoordinasikan proses pencucian dan pengeringan sesuai dengan kebutuhan perawatan setiap pakaian. Sedang, di ruang keluarga, AC UR9 berfungsi sebagai gerbang menuju rumah yang saling terhubung dengan memadukan kenyamanan dan pengelolaan energi untuk menyesuaikan aliran udara serta kondisi lingkungan rumah berdasarkan keberadaan pengguna dan kondisi di sekitarnya. Secara keseluruhan, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana AI dapat melampaui fungsi masing-masing perangkat pintar dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang lebih proaktif, personal, dan praktis. Di luar ekosistem rumah, Hisense juga mengumumkan kemitraan dengan UEFA EURO 2028. Kolaborasi ini menjadi kemitraan keempat Hisense secara berturut-turut dengan Kejuaraan Eropa UEFA, setelah sebelumnya berkolaborasi dalam turnamen edisi 2016, 2020, dan 2024. Mulai dari aktivitas sehari-hari hingga berbagai momen olahraga dunia, Hisense terus mewujudkan visinya, “Innovating a Brighter Life”, melalui teknologi yang mendekatkan banyak orang.
ICE Skill-Up 2026: Telkom AI Center Makassar Fokus Latih Desain dan Web Development Berbasis AI
Makassar, katakabar.com - ICE Skill-Up 2026 digelar di Telkom AI Center Makassar fokus pelatihan desain UI/UX dan pengembangan web berbasis AI. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran end-to-end yang membantu mahasiswa membangun keterampilan praktis dan portofolio digital. Pilar AI Connect dukung pelaksanaan "ICE Skill-Up 2026: Connected Intelligence - From Design, Code, to AI-Driven Interactive Innovation" pada 2 hingga 3 Mei 2026. Kegiatan dua hari ini melibatkan sekitar 80 mahasiswa dan difokuskan pada penguatan keterampilan di bidang UI/UX, front-end development, serta pemanfaatan tools berbasis kecerdasan buatan. Kegiatan ini diinisiasi Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar berkolaborasi dengan Google Developer Group on Campus (GDGoC) Universitas Negeri Makassar, dan dilaksanakan di Telkom AI Center Makassar. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia. Mengutip pemberitaan Kompas.com, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid menyebut pemerintah memproyeksikan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, sementara ketersediaan talenta saat ini belum sepenuhnya memenuhi permintaan industri. Pada konteks ini, pelatihan praktis seperti ICE Skill‑Up dipandang sebagai langkah strategis untuk memperpendek jarak antara kurikulum akademik dan kebutuhan pasar kerja. Sekretaris Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar, Dr. Sanatang, S.Pd., M.Pd., menilai pendekatan berbasis praktik menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran formal di kampus. “Mahasiswa perlu ruang untuk bereksperimen dan mengenal langsung tools yang digunakan di industri, termasuk integrasi AI dalam proses kerja,” ujarnya. Pelatihan difokuskan pada pembelajaran berbasis praktik dengan pendekatan end-to-end. Peserta mengembangkan desain UI/UX dengan tools AI untuk menghasilkan prototipe, kemudian mengimplementasikannya menjadi website interaktif menggunakan Visual Studio Code dengan dukungan generative AI. Hasil pengembangan tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui GitHub sebagai bagian dari portofolio peserta. Sejalan dengan pendekatan tersebut, Business and Community Lead Telkom AI Connect, Sunarti M.R., turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik yang terintegrasi dengan pembangunan portofolio menjadi langkah penting dalam menyiapkan talenta yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. “Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya teori tersebut dengan tools yang relevan. Program seperti ICE Skill-Up membantu menjembatani kebutuhan tersebut,” jelasnya. Dari sisi peserta, pendekatan praktik dinilai memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Salah satu peserta, Awan, menyebut kegiatan ini membantu memahami alur kerja pengembangan web secara utuh. “Kami bisa langsung praktik dari desain hingga menjadi website, sehingga lebih memahami prosesnya,” ucapnya. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memiliki dasar untuk membangun portofolio dan mengembangkan proyek digital secara mandiri. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik seperti ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapan talenta digital sekaligus mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.