Harga BBM Naik Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Cari Alternatif Likuiditas
Jakarta, katakabar.com - Dalam situasi ekonomi yang dinamis, kemampuan untuk mengelola aset secara adaptif menjadi kunci. Kenaikan BBM bukan hanya soal biaya tambahan, tetapi menjadi pemicu perubahan strategi finansial di kalangan pemilik aset bernilai tinggi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan tekanan signifikan terhadap biaya operasional kendaraan pribadi, khususnya pada segmen mobil mewah yang dikenal memiliki konsumsi bahan bakar relatif tinggi. Berbeda dengan kendaraan pada umumnya, mobil mewah seperti SUV berkapasitas mesin besar maupun mobil sport memiliki rasio konsumsi BBM yang berada di kisaran 1:4 hingga 1:8. Artinya, setiap kenaikan harga BBM sebesar Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter dapat berdampak langsung pada peningkatan pengeluaran bulanan hingga jutaan rupiah, terutama bagi pengguna aktif di wilayah perkotaan. Apalagi di saat sekarang yang kenaikan harga BBM mencapai hampir 70 persen dan secara rupiah sudah mencapai kenaikan di atas Rp5000 per liter. Sejumlah pemilik kendaraan premium mengaku mulai merasakan perubahan signifikan dalam struktur pengeluaran mereka. Jika sebelumnya biaya BBM tidak menjadi perhatian utama, kini komponen tersebut mulai mendominasi pengeluaran rutin. Fenomena ini mendorong perubahan pendekatan dalam pengelolaan aset. Mobil mewah yang selama ini diposisikan sebagai simbol status dan kenyamanan, kini mulai dipertimbangkan sebagai aset yang harus dioptimalkan secara finansial. Dalam kondisi tersebut, industri pembiayaan berbasis jaminan mencatat adanya peningkatan minat. Salah satu layanan yang mulai dilirik adalah gadai kendaraan premium, yang memungkinkan pemilik memperoleh dana tunai tanpa harus menjual asetnya. Platform seperti deGadai melihat adanya pergeseran perilaku ini. Melalui layanan gadai mobil mewah, pemilik kendaraan dapat memanfaatkan nilai aset mereka untuk mendapatkan likuiditas dalam waktu singkat. Menurut pelaku industri, opsi ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh skema penjualan langsung. Pemilik kendaraan tetap memiliki kesempatan untuk menebus kembali asetnya setelah kondisi keuangan membaik. Dalam situasi ekonomi yang dinamis, kemampuan untuk mengelola aset secara adaptif menjadi kunci. Kenaikan BBM bukan hanya soal biaya tambahan, tetapi juga menjadi pemicu perubahan strategi finansial di kalangan pemilik aset bernilai tinggi.
Cegah Aksi Penimbunan BBM Subsidi, Satreskrim Polres Kepulauan Meranti Cek SPBU
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti melalui Satuan Reserse dan Kriminal atau Satreskrim gelar giat rutin pengecekan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU libur panjang Natal dan Tahun Baru atau Nataru, Jumat (27/12). Kegiatan rutin dilaksanakan Kanit Idik II satreskrim bersama Disperindag Kabupaten Kepulauan Meranti, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aksi penimbunan dan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi yang berpotensi memicu kelangkaan.
Gudang Terduga Menyimpan Solar dan CPO Ilegal Milik Piter Terletak Dekat Kantor Lurah di Kota Bangun, Medan Deli
Sudah bertahun-tahun lamanya gudang di pinggir Jalan Yos Sudarso KM 10,2 Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli, Kota Medan Sumatera Utara ini dijadikan tempat penampungan minyak solar dan culd palm oil (cpo) ilegal (hasil curian)
Laporan untuk Kapolda Sumut: Penimbunan BBM Solar Subsidi
Terungkap bahwa sebuah gudang diduga digunakan untuk menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang disubsidi, milik Piter, terletak di Jalan Yos Sudarso KM 10,2, Kota Bangun Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.
Polres Kepulauan Meranti Pantau dan Kawal Pendistribusian 400 Kiloliter BBM ke Kios dan SPBU
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Meranti lewat Disperindag Kepulauan Meranti pantau Bahan Bakar Minyak (BBM) yang datang dan sedang didistribusikan ke kios dan pengencer. Pemantauan tersebut dilaksanakan selain agar tepat sasaran, untuk mengurai antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di masa lebaran. Diketahui, dari Jumat (19/4) kemarin pasokan BBM jenis Pertalite milik SPBU Kompak, PT Mas Artha Sarana Jalan Imam Bonjol, Selatpanjang Kota Kecamatan Tebing Tinggi dan di Gudang SPBU Kompak Sopia Jaya Mandiri Jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang tiba. Kasatreskrim Polres Kepulauan Meranti AKP A.G.D Simamora, Kabag Ops Polres Kompol Yudi Setiawan, Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Basuki, Kasat Samapta, AKBP Timur Bharata Yuda, Kanit Tipiter, IPDA Turnip, tampak di lapangan melakukan pemantauan hingga pendistribusian BBM. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan diteruskan Kasatreskrim Polres Kepulauan Meranti menyatakan, pada Jumat (19/4) Tongkang yang bermuatan BBM jenis Pertalite sedang bongkar untuk dimasukkan ke dalam truk tangki. Pada Sabtu (20/4) langsung didistribusikan ke penyalur untuk mengurai antren panjang di SPBU. "Pada Jumat kemarin di Tanjung Harapan telah datang BBM total 400 Kiloliter milik SPBU Kompak PT Mas Artha Sarana dan SPBU Kompak Sopia Jaya Mandiri dari Pekanbaru, dan langsung disalurkan ke pengencer agar segera diperjualkan ke masyarakat untuk mengurai antrean yang terjadi di SPBU," ujar AKP A.G.D Simamora. Menurutnya, Polres Kepulauan Meranti menjaga dan memantau pendistribusian agar tidak ada penjualan di luar ketentuan. Kepada masyarakat, jangan panik. Pasokan BBM yang datang langsug didistribusikan ke 13 kios di kawasan Selatpanjang dan Batang Malas. "Kami imbau masyarakat untuk tidak panik, sebab stok BBM untuk Kepulauan Meranti masih aman. Kami dari Polres Kepulauan Meranti memantau langsung pendistribusian ke 13 kios untuk segera dijual ke masyarakat," tegasnya. Bahan Bakar Minyak (BBM) yang didistribusikan ke13 kios, yakni Kios Izam Jalan Perumbi sebanyak 12 gelen, Kios Hud Jalan Ky Rafii Batang Malas 5 drum, Kios NIla Jalan Sedulur 2 drum, Kios Solihin Jalan Mahmud 2 drum, Kios Indra Jalan Perikanan 4 drum. Tidak cuma itu, Kios Gofur Jalan Banglas 11 drum, Kios Nazarman Jalan Banglas 18 drum, Kios Firdaus Jalan Banglas 3 drum, Kios Jon Jalan Pembangunan 2 drum, Kios Jul Jalan Tanjung Harapan 5 drum, Kios Tumari Jalan Kencana 2 drum, Kios Yudi Jalan Banglas 4 drum, dan Kios Rajendra Jalan Yos Sudarso 4 drum.
Stok BBM Aman, Masyarakat Kepulauan Meranti Diminta Tidak Khawatir
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti pastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite aman. Jadi, masyarakat diminta untuk enggak khawatir apalagi menimbulkan antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Saya sudah pastikan kepada instansi terkait untuk menindaklanjuti permasalahan ini," ujar Kepulauan Meranti, H Asmar, pada Selasa (16/4) kemarin. Diakui Asmar, memang ada lonjakan permintaan BBM lantaran kebutuhan transportasi masyarakat selama lebaran. "Tapi, saat ini stok pertalite yang ada di dua SPBU di Selatpanjang kondisi aman. Untuk itu, saya minta masyarakat untuk tidak khawatir," imbaunya. Ditegaskan Asmar, kepada SPBU untuk fungsikan semua mesin pompa yang ada, sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar. "Tolong layani masyarakat, fungsikan semua pompa yang ada dan distribusikan semua stok yang ada. Jangan ditahan-tahan," jelasnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan menimpali, saat ini stok BBM di SPBU Jalan Imam Bonjol masih tersedia 75 kiloliter (kl) dan 40 kl di SPBU Alahair. "Pada prinsipnya itu sudah memenuhi kebutuhan masyarakat untuk satu minggu kedepan. Insya Allah lima atau enam hari ke depan bakal masuk lagi," terangnya. Soal ketersediaan pertalite di kios-kios kecil milik masyarakat, dijelaskan Marwan, memang sesuai aturan titik serah terakhir kepada masyarakat hanya sampai SPBU atau APMS. "Kalau nanti disalurkan ke kios-kios, takutnya SPBU malah kehabisan stok, maka bisa mendapatkan sanksi dan izin mereka bisa dicabut," jelasnya. Kemudian untuk ketersedian gas LPG, Marwan menyampaikan tidak ada kelangkaan. "Hanya saja memang ada kendala, beberapa agen penyalur dan kios-kios tidak buka lantaran lebaran. Saat ini sudah stabil," bebernya.
2024, Provinsi Bengkulu Terima Jatah Biosolar Subsidi 107.213 Kiloliter
Bengkulu, katakabar.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS) sudah sampaikan surat penyampaian kuota atau jatah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) dan jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (BKP) Tahun Anggaran (TA) 2024 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, di penghujung tahun 2023 lalu. Isi surat itu, kuota biosolar subsidi ke Provinsi Bengkulu pada 2024 ini sebanyak 107.213 kiloliter. Kuota ini meningkat dari 99.409 kiloliter pada 2023 lalu. Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni menjabarkan, jumlah kuota biosolar subsidi bagi Bengkulu terjadi peningkatan. "Alhamdulilah, kuota biosolar kita tahun ini mengalami peningkatan, ada penambahan hampir 8 persen dibanding 2023 lalu. Di mana untuk pendistribusian dilakukan pertamina," ujar Denni, lewat keterangan diterima MNC Portal Indonesia kemarin, dilansir dari laman IDXChannel, pada Ahad (7/1). Naiknya penyaluran BBM Subsidi, ulas Denni, mesti tepat sasaran. Secara aturan, perusahaan-perusahaan besar angkutan batu bara, tambang Galian C dan Sawit tidak berhak menggunakan BBM subsidi. "Wajib ditindaklanjuti persoalan yang menggunakan minyak subsidi, sebab banyak yang tidak berhak sebagaimana kita ketahui perusahaan-perusahaan angkutan batu bara, Galian C dan Sawit tidak boleh menggunakan BBM subsidi," terangnya. Selain kuota Biosolar, untuk kuota bahan bakar jenis Pertalite, Provinsi Bengkulu mendapatkan jatah sebanyak 267.716 kiloliter di 2024. Total ini sedikit mengalami penurunan dari tahun lalu sebesar 287.477 kiloliter. "Bila diangkut hasil pertambangan dia harus pakai non subsidi saat dia tidak ngangkut hasil tambang dan perkebunan dia memakai BBM subsidi," sebutnya.
Alokasi BBM Sawit Sudah Sebanyak 119 Terminal BBM Per Agustus 2023
Jakarta, katakabar.com - Transisi energi nasional terus digencarkan di Indonesia. Ini sebagai langkah pemanfaatan energi yang lebih baik, tak terkecuali di sektor bahan bakar kendaraan. Tak bisa dipungkiri, mayoritas kendaraan saat ini masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau energi fosil, dan permintaannya pun sangat tinggi. Melihat kebutuhan masih sangat tinggi, Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penggunaan campuran bahan bakar nabati atau biofuel, salah satunya Biodiesel. Kurun waktu 7 tahun belakangan ini,. tingkat pencampuran Biodiesel terus ditingkatkan. Di mana dari Februari 2023 lalu baurannya ditetapkan sebesar 35 persen atau B35. "Implementasi Biodiesel sangat berdampak positif. Pada 2022 lalu, penyaluran 10.5 juta Kilo Liter (KL) B30 atau bauran nabati sebesar 30 persen berdampak positif pada pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 27,8 juta ton CO2, belum lagi dari segi menghemat devisa negara hingga USD 8.34 Milyar dan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1.3 juta orang," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dilansir dari laman Jambiekspres.co.id, pada Kamis (17/8). Dijabarkan Ketua Umum Partai Golkar ini, kita tingkatkan mandatori Biodiesel dan ini sebagai subtitusi bahan bakar Solar yang digunakan di mesin diesel, dan membawa Indonesia dengan energi yang ramah lingkungan. "Pemerintah mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Pertamina dan PLN agar menggunakan produk yang lebih sustainable serta mendorong ini sebagai Key Performance Indicator pada direksi yang bergerak di bidang energi,” ujar Airlangga saat menyampaikan key note speech dalam acara Implementasi Mandatori Biodiesel B35, di penghujung Januari 2023 lalu. Kalau berkaca dari implementasi B30 sebut Airlangga, B35 hendaknya bisa memberikan dampak yang makin signifikan pengurangan emisi gas rumah kaca, diproyeksikan bahkan mengurangi hingga 34.9 juta ton CO2 dari perkiraan penyerapan B35 sebesar 13.15 juta KL. "BBM Sawit atau yang lebih dikenal B35 campuran bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak kelapa sawit, yakni Fatty Acid Methyl Esters (FAME). Di mana B35 campuran minyak sawit 35 persen, sementara 65 persen lainnya BBM jenis solar," jelasnya. Pertamina Patra Niaga sambut baik program Biodiesel ini. Total 119 Terminal BBM yang dikelola Pertamina diseluruh wilayah Indonesia sudah mendistribusikan B35 untuk dapat dikonsumsi kendaraan masyarakat hingga Agustus 2023. “Merujuk roadmap penyaluran B35 di 2023, Pertamina Patra Niaga telah sesuaikan penyaluran B35 diseluruh Terminal BBM yang dikelola. Jadi, 100 persen SPBU di seluruh Indonesia telah menyediakan B35,” ulas Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Menurut Riva, selain penyaluran ke SPBU, B35 disalurkan bagi konsumen atau mitra industri strategis Pertamina sebagai upaya memaksimalkan program bahan bakar nabati yang dijalankan di Pertamina Patra Niaga. “Transisi energi ke arah BBM yang lebih ramah lingkungan dan Biofuel terus Pertamina Patra Niaga jalankan. Ini menjadi dukungan dan kontribusi kami dalam mengurangi emisi dari sektor transportasi lewat penggunaan bahan bakar yang lebih baik. Ini langkah kami mendukung target nasional bauran energi baru terbarukan sebesar 31 persen di tahun 2050, dan cita-cita Net Zero Emission Indonesia 2060,” imbuhnya. VP Corporate Communication Pertamina Fadjar, Djoko Santoso mengaminkan Riva Siahaan. Untuk penggunaan produk Biosolar secara nasional dapat menjadi solusi alternatif mengurangi pencemaran cuaca di kota-kota besar. "Mari seluruh elemen masyarakat untuk secara berkelanjutan beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan," imbaunya. Target mencapai NZE tidak dapat dilakukan Pertamina saja sambungnya, tapi butuh peran serta dari seluruh elemen masyarakat. Jika masyarakat turut berperan aktif menggunakan Biosolar bakal membantu upaya penurunan emisi, khususnya di kota besar seperti Jakarta,” ucap Fadjar. Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak pada capaian Sustainable Development Goals (SDG's). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social dan Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, tandasnya.