Berkurang
Sorotan terbaru dari Tag # Berkurang
Lantaran Harga TBS Sawit Turun, Hewan Kurban Berkurang di Ujung Gading
Pasaman Barat, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani kelapa sawit turun ke level Rp1.950 per kilogram dua pekan belakangan ini di Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Lantaran harga TBS kelapa sawit menukik di bawah Rp2000 per kilogram berimbas kepada perekonomian petani kelapa sawit swadaya. Salah satu dampaknya dengam berkurangnya hewan sapi kurban di hari raya Idul Adha 1444 hijiriah tahun 2023 masehi ini. Menurut aktivis pertanian Ir. Marbet kepada katakabar.com di ujung selulernya sedang berada di Pasaman Barat, pada Jumat (30/6) malam, petani kelapa sawit swadaya sangat merasakan dampak dari turunnya harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di agen atau spekulan, di Ujung Gading. Dari pengakuan petani kelapa sawit swadaya di daerah Ujung Gading, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat agen standarnya Rp2.300 per kilogram hingga Rp2.400 per kilogram. "Kalau harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di bawah Rp2.000 per kilogram di tingkat agen berimbas kepada perekonomian petani kelapa sawit swadaya," ujarnya. Diceritakan Marbet, salah satu dampak paling terasa akibat turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) di Ujung Gading, dengan berkurang hewan kurban di hari raya Idul Adha 1444 hijiriah tahub 2023 masehi. "Di hari raya Idul Adha 1443 hijiriah tahun 2022 masehi lalu, di mana rata-rata sapi kurban berjumlah lima ekor setiap lingkungan masyarakat petani kelapa sawit swadaya. Tapi, di hari raya Idul Adha 14444 hijirian tahun 2023 masehi ini jumlah sapi kurban berkurang, di mana rata-rata hanya tiga ekor sapi setiap lingkungan masyarakat petani kelapa sawit swadaya," ulasnya. Untuk itu harap Marbet, pemerintah harus hadir memberi perhatian dan mencari solusi bagaiman agar harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani kelapa sawit swadaya di tingkat agen atau spekulan. "Jika harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani kelapa sawit swdaya tidak ada solusi sebulan ke depan. Saya khawatir perekonomian masyarakat petani kelapa sawit swadaya semakin terpuruk," sebutnya.