Bernilai
Sorotan terbaru dari Tag # Bernilai
Hasil dari Kolaborasi, Pilot Plant Fraksionasi Sulap TKKS Jadi Produk Bernilai Tinggi
Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis, atau yang disebut triple helix, terbukti mampu menghasilkan hal sangat bermanfaat bagi pengembangan industri nasional. Itu bisa dilihat melalui upaya pembentukan Pilot Plant Fraksionasi Tandan Kosong Kelapa Sawit atau TKKS sebagai konsorsium hasil kolaborasi antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Kementerian Perindustrian, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan PT Rekayasa Industri.
Lidi Kelapa Sawit Bernilai Ekonomi Sirkular di Tangan Dingin Warga Tebo
Tebo, katakabar.com - Lidi atau tulang daun kelapa sawit belum dimanfaakan dengan baik, bahkan para petani menilai lidi kelapa sawit limbah di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Kabupaten Tebo padahal dikenal salah satu penghasil komoditas kelapa sawit, sehingga bahan baku lidi kelapa sawit melimpah dan bila dimanfaatkan serta diolah sedemikian rupa bisa bernilai ekonomi sirkular. Sejalan dengan itu, di tangan dingin warga Jalan 14, Desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Giran lidi kelapa sawit bisa diolah menjadi produk atau kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Lelaki kelahiran tahun 1965 lampau ini olah lidi kelapa sawit jadi piring, tempat buah-buahan dan ragam produk kerajinan lainnya berbagai bentuk dan ukuran. "Sudah hampir sepuluh tahun belakangan ini olah lidi kelapa sawit jadi kerajinan atau prodak bernilai ekonomis," akui Giran 58 tahun, dilansir dari laman PortalTebo.id, pada Selasa (30/1). Belajar olah atau manfaatkan lidi kelapa sawit, cerita Giran, menjadi produk bernilai ekonomis secara otodidak. Awalnya, ulas Giran, dirinya membeli produk yang sama dengan bahan yang sama di Pulau Jawa. Produk yang dibeli tadi, Ia dipelajari dan akhirnya bisa membuat berbagai produk dengan bahan baku lidi kelapa sawit. Tapi, usaha yang dilakoni Giran memanfaatkan limbah kelapa sawit alami kendala. Saat ini, Giran kesulitan memasarkan produk berbahan lidi kelap sawit tersebut. “Stok di rumah banyak. Ada satu ruangan. Begitu pula dengan bahan melimpah. Sekarang ini, bingung mau dijual kemana," jelasnya. Selama ini, sebut Giran, produk olahannya hanya dibeli warga sekitar. Kalau pembeli dari luar belum ada. Saya berharap produk yang diolah dari lidi kelapa sawit ini bisa mendapatkan pasar baik di Tebo maupun diluar Tebo. ”Ya, ingin sekali bang, kerajinan saya ini bisa masuk dipasaran,” harap dia. Diketahui, lidi kelap sawit atau tulang daun kelapa sawit serat panjang yang terdapat di bagian tengah daun, dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan. Pengolahan lidi kelapa sawit mencakup proses pembersihan, perendaman, dan pengeringan untuk memastikan kekuatan dan ketahanan serat. Setelah itu, lidi kepala sawit dapat dijadikan bahan baku untuk membuat kerajinan berupa piring, tempat buah-buahan dan berbagai produk kerajinan lainnya. Inisiatif pengolahan lidi kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomis sangat positif terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini tidak hanya menciptakan peluang penghasilan tambahan bagi keluarga, tapi m mendukung upaya pelestarian lingkungan, sebab pengolahan lidi kelapa sawit bisa membantu mengurangi limbah dan mendukung konsep daur ulang.
Emak-emak Diajari Bikin Piring Anyam Dari Limbah Sawit Bernilai Ekonomi
Jambi, katakabar.com - Universitas Jambi (UNJA) terus melakukan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, melalui program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (MISETA). Di program itu, tim PPK ORMAWA MISETA UNJA usung tema, “Zero Waste Production Management” melakukan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk olahan, berupa piring anyam. Sosialisasi dan pelatihan menyasar kaum emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani dan PKK beserta masyarakat Desa Serasah, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Di Sanggar Tani yang bermarkas di kawasa RT 02 Desa Serasah, pelatihan pembuatan piring anyam dilaksanakan. Kegiatan dapat sambutan cukup antusias oleh pemerintah desa dan masyarakat Serasah. Nyatanya, limbah kelapa sawit yang biasanya tidak dimanfaatkan bisa dibikin jadi produk yang bernilai ekonomis dan bisa alternatif terbaik untuk meningkatkan UMKM di Desa Serasah. Sebelum kegiatan dilakukan, tim PPK ORMAWA MISETA UNJA koordinasi dan survei lapangan lebih dulu apa saja potensi yang ada di desa. “Saya sangat apresiasi dan bangga dengan program yang diangkat adik-adik PPK ORMAWA MISETA UNJA," ujar Kepala Desa Serasah, Anda Yani melalui keterangan resmi UNJA, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (2/10). Menurut saya, setelah pelatihan ini dilakukan dan masyarakat dapat menerapkan praktik pembuatan piring anyam ini dengan baik memberikan dampak positif bagi kami masyarakat desa, terutama ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani. "Adanya pelatihan ini mudah-mudahan masyarakat jadi lebih produktif, dan menyadari limbah dari salah satu potensi pertanian yang ada di desa bisa dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya. Ilmu yang ditularkan para mahasiswa, kata Yani, sangat berguna bagi masyarakat Desa Serasah. "Bila nanti masyarakat Desa Serasah hendak bikin acara formal maupun non formal, piring anyaman ini bisa digunakan. Tidak cuma itu, bisa disewakan dapat jadi salah satu pemasukan bagi masyarakat desa," imbuhnya.