Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya Teknologi
Teknologi
Senin, 14 September 2026 | 17:25 WIB

Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya

Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Ketika balasan WhatsApp mulai diperhitungkan, bisnis tidak cukup hanya melihat tarif per pesan. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap respons benar-benar membantu pelanggan bergerak menuju penyelesaian. Chat panjang, pertanyaan berulang, dan perpindahan agent tanpa konteks dapat menambah biaya sekaligus memperlambat layanan. Penghematan juga bukan berarti membatasi pelanggan. Bisnis perlu mengurangi pesan bernilai rendah, memakai kanal yang sesuai, dan tetap menjaga akses ke manusia saat keputusan atau empati dibutuhkan. 7 Cara Menekan Biaya WhatsApp Ada tujuh langkah yang dapat diterapkan secara bertahap. Mulailah dari penyebab volume pesan terbesar, lalu ukur dampaknya sebelum memperluas perubahan ke seluruh alur layanan. 1. Manfaatkan kuota gratis bulanan. Prioritaskan kuota untuk interaksi yang memang membutuhkan balasan langsung, bukan untuk pertanyaan dasar yang sebenarnya dapat dijawab melalui panduan. Pantau pemakaiannya sepanjang bulan agar tim tidak baru menyadari lonjakan biaya setelah tagihan keluar. 2. Maksimalkan window 72 jam dari Click-to-WhatsApp. Siapkan jawaban utama, kualifikasi, dan tindak lanjut sejak awal agar periode gratis tidak habis untuk sapaan dan pertanyaan pembuka yang terpisah-pisah. Pastikan chat dari iklan di luar jam kerja tetap mendapat respons sesuai ketentuan. 3. Arahkan pertanyaan berulang ke FAQ atau portal self-service. Jam layanan, persyaratan, langkah penggunaan, dan panduan dasar dapat diselesaikan tanpa membuka chat. Gunakan data pencarian dan riwayat percakapan untuk menentukan artikel yang paling perlu dibuat atau diperbarui. 4. Gunakan WhatsApp Form untuk mengumpulkan data sekaligus. Nama, nomor transaksi, kategori kebutuhan, dan detail awal dapat diterima dalam satu alur sehingga agent tidak perlu menanyakannya satu per satu. Hindari field yang tidak memengaruhi routing atau keputusan berikutnya. 5. Gunakan AI secara selektif. AI sebaiknya menjawab berdasarkan knowledge base, memberi respons yang lengkap, dan menyerahkan percakapan ke manusia ketika kasus membutuhkan keputusan atau empati. Respons melalui WhatsApp tetap dihitung, sehingga kualitas jawaban lebih penting daripada jumlah jawaban otomatis. 6. Pindahkan kebutuhan ke kanal yang lebih sesuai. Pengunjung website dapat dilayani melalui Live Chat, audiens sosial melalui Facebook atau Instagram, sedangkan konsultasi atau komplain kompleks dapat dialihkan ke panggilan. Pertanyaan sederhana tetap lebih praktis melalui chat. 7. Ukur hasil, bukan hanya jumlah pesan. Pantau rata-rata balasan, waktu penyelesaian, qualified lead, deal, closing, serta percakapan yang harus dibuka ulang. Pesan yang turun karena pelanggan berhenti merespons bukan efisiensi. Jaga Pengalaman Pelanggan saat Alur Diubah Tujuh langkah tersebut baru bekerja jika perpindahan kanal dan penggunaan teknologi tidak memutus konteks. Bisnis membutuhkan satu sistem yang membuat agent tetap mengetahui siapa pelanggan, apa yang sudah ditanyakan, dan mengapa percakapan dialihkan. Barantum dapat menjadi salah satu sistem yang mendukung alur tersebut. AI Agent Barantum membantu menjawab pertanyaan umum berdasarkan knowledge base dan meneruskan kasus yang membutuhkan keputusan atau empati kepada manusia. Ketika handoff terjadi, agent perlu menerima konteks yang sudah terkumpul, bukan memulai kembali dari sapaan dan pertanyaan dasar. Dengan demikian, penggunaan AI membantu memadatkan alur tanpa mengurangi akses ke manusia. Untuk menjaga konteks ketika pelanggan berpindah kanal, Omnichannel Barantum menyatukan percakapan dari WhatsApp, Live Chat, media sosial, dan kanal lain dalam satu inbox. Ukur Dampaknya sampai Penyelesaian Buat baseline sebelum mengubah alur: jumlah percakapan, rata-rata balasan, waktu penyelesaian, dan proporsi kasus yang perlu eskalasi. Bandingkan data tersebut setelah perubahan diterapkan. CRM Barantum dapat menghubungkan histori percakapan dengan lead, pipeline, deal, dan hasil closing. Fokus akhirnya bukan mengirim pesan sesedikit mungkin, melainkan memastikan setiap respons memiliki tujuan yang jelas dan tetap menghasilkan penyelesaian, produktivitas, serta nilai bisnis yang sehat. Review dilakukan per kategori, bukan hanya secara total. Percakapan informasi, komplain, penjualan, dan dukungan teknis mempunyai kebutuhan serta nilai akhir yang berbeda. Dengan evaluasi tersebut, bisnis dapat menekan biaya tanpa membuat layanan terasa lebih sulit diakses.

ENSIA 2026: Saat Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 13 September 2026 | 16:04 WIB

ENSIA 2026: Saat Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

Denpasar, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) kembali gelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Usung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global. ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Rahmat Pambudi, dan Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster. Pada kegiatan tersebut, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT Sucofindo (Persero) yang secara konsisten menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, Moh Jumhur Hidayat juga menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis. “ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya. Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan. Moh. Jumhur Hidayat menegaskan inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. ENSIA menjadi salah satu bukti bahwa komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna, menegaskan ajang ini bukan sekedar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan. “ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” tuturnya. Sandry Pasambuna menambahkan, tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim. Melalui tema tersebut, PT Sucofindo (Persero) mendorong pelaku usaha dapat terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi mengungkapkan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. “ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis,” jelasnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, ENSIA memperbaharui topik inovasi khusus, yang semula berfokus pada konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih. Perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang. Melalui fokus tersebut, ENSIA mendorong dunia usaha untuk menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan nasional.

Minggu, 13 September 2026 | 14:01 WIB

Sanggabiz Berpartisipasi di CFBS, Dwi Andi Rohmatika Soroti Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan

Yogyakarta, katakabar.com - Sanggabiz kembali mengambil peran strategis dalam mendorong ekosistem inovasi nasional dengan berpartisipasi aktif di ajang ConnectX Founder & Builder Summit. Usung semangat "OneXperience - A year of Founders & Builders: Meet. Pitch. Connect. Grow", acara bergengsi yang mempertemukan ratusan inovator digital, investor, dan pelaku industri ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, berlokasi di Garuda Spark Innovation Hub (Ganara Art), fX Sudirman Lt. 8, Jakarta. Sebagai salah satu Community Partner resmi, Sanggabiz tidak hanya hadir sekadar memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara, tetapi juga menghadirkan ruang pameran interaktif. Ruang ini dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan diskusi bagi para pengunjung, founder, dan builder yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai solusi operasional bisnis yang modern. Sanggabiz mendemonstrasikan bagaimana mereka mengimplementasikan workflow operasional yang telah di-infused dengan kapabilitas AI-powered system serta penerapan RAPI Method, sebuah pendekatan yang memastikan setiap proses kerja berjalan efektif dan efisien. Sorotan utama sekaligus puncak dari partisipasi Sanggabiz dalam ajang ConnectX ini adalah sesi edukasi dan pitching eksekutif yang dibawakan secara langsung oleh DA, selaku Founder Sanggabiz. Angkat tema krusial di dunia bisnis, yakni "Building a Business That Clients Never Leave: Scaling Through Strategy, Relationships, and Execution", DA secara komprehensif membedah strategi esensial untuk membangun fondasi bisnis yang mampu menciptakan loyalitas klien dalam jangka panjang. Di hadapan para audiens yang didominasi oleh para pendiri bisnis rintisan dan profesional, DA membagikan pemahaman taktis dan praktis mengenai empat pilar utama dalam pertumbuhan bisnis: 1. Cara Memenangkan Klien Pertama (How to win your first client) DA menekankan memenangkan klien pertama bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari artikulasi nilai (value proposition) yang jelas. Para founder harus mampu menunjukkan empati terhadap masalah klien dan menawarkan solusi yang konkret pada pertemuan pertama. 2. Strategi Mempertahankan Klien Bertahun-tahun (How to retain clients for years) Mendapatkan klien baru memang penting, tetapi mempertahankan klien lama jauh lebih krusial untuk stabilitas bisnis. "Klien tidak akan pergi jika mereka terus melihat pertumbuhan (growth) bersama kita. Retensi lahir dari komunikasi yang transparan, konsistensi dalam eksekusi, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan mereka yang terus berubah," jelas DA 3. Dampak AI pada Industri Konsultasi (AI's impact on consulting) Sebagai pemimpin perusahaan yang mengedepankan integrasi teknologi, DA menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) mendisrupsi dunia konsultasi. Ia memaparkan bahwa AI tidak menggantikan peran konsultan, melainkan memperkuat analisis data, mempercepat workflow, dan membebaskan para founder untuk fokus pada hal yang paling penting: membangun hubungan dan merumuskan strategi makro. 4. Kesalahan Terbesar Founder Setelah Mendapatkan Klien Pertama (The biggest mistakes founders make after landing their first customer) Banyak pendiri bisnis yang merasa cepat puas (complacent) setelah berhasil mendapatkan klien pertama. DA memperingatkan bahwa kesalahan terbesar adalah gagal menjaga standar kualitas (quality control) saat mencoba melakukan eskalasi (scaling up), serta melupakan pentingnya membangun SOP (Standar Operasional Prosedur) sejak dini. "Dunia bisnis dan industri layanan menuntut adaptasi yang sangat cepat. Teknologi seperti AI memberikan dampak yang masif pada cara kita beroperasi dan mengelola waktu. Namun, keberhasilan jangka panjang pada akhirnya tetap bergantung pada kombinasi eksekusi yang tepat, strategi yang matang, dan dedikasi kita dalam menjaga relasi personal yang kuat dengan klien," papar DA, saat menutup sesinya. Melalui kehadirannya di ConnectX Founder dan Builder Summit, Sanggabiz berharap dapat menjalin kolaborasi baru yang berkelanjutan. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperluas jejaring strategis dan menginspirasi lebih banyak organisasi di Indonesia agar bertumbuh dengan fondasi bisnis yang inklusif, terstruktur, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.

Siap-siap! Balasan WhatsApp Bisnis Jadi Berbayar Per 1 Oktober 2026 Teknologi
Teknologi
Sabtu, 12 September 2026 | 19:05 WIB

Siap-siap! Balasan WhatsApp Bisnis Jadi Berbayar Per 1 Oktober 2026

Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Mulai 1 Oktober 2026, cara bisnis membalas pelanggan melalui WhatsApp Business API akan berubah. Balasan kategori service atau non-template di dalam customer service window tidak lagi gratis tanpa batas. Pesan yang dikirim agent manusia, chatbot, maupun AI tetap dihitung sebagai pesan keluar bisnis. Perubahan ini penting disebabkan biaya komunikasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah pelanggan yang menghubungi, tetapi juga oleh panjang alur dan banyaknya respons. Bisnis yang masih menanyakan data satu per satu atau mengulang jawaban dasar akan merasakan dampaknya lebih besar. Apa yang Berubah pada Biaya Balasan WhatsApp Pesan yang dikirim pelanggan ke bisnis tetap tidak berbayar. Biaya muncul ketika bisnis mengirim balasan service atau non-template. Karena itu, pembeda utamanya bukan siapa yang mengetik, melainkan apakah ada pesan keluar dari sisi bisnis. Balasan otomatis tetap perlu dihitung bersama balasan agent. Perubahan tersebut perlu diterjemahkan menjadi aturan operasional. Tim harus mengetahui kapan percakapan dimulai, jenis pesan yang dikirim, dan bagian mana dari alur yang menghasilkan respons berulang tanpa membantu pelanggan maju menuju penyelesaian. Perubahan juga perlu dibahas lintas fungsi. Marketing memahami sumber percakapan, customer service mengetahui pertanyaan yang paling sering berulang, sales melihat kualitas lead, dan finance membutuhkan proyeksi biaya. Tanpa koordinasi, satu tim dapat mengurangi pesan sementara tim lain menambah follow-up yang tidak terukur. Tujuannya bukan mengurangi akses layanan. Satu respons yang langsung menjawab kebutuhan lebih efisien daripada beberapa pesan pendek yang memecah informasi dan membuat pelanggan menunggu lebih lama. Keringanan Masih Bisa Dimanfaatkan Meta tetap menyediakan kuota 1.000 pesan service gratis setiap bulan untuk setiap akun bisnis. Kuota ini dapat menahan sebagian biaya, terutama bagi bisnis dengan volume rendah. Namun, perusahaan dengan ribuan percakapan tetap perlu mengendalikan jumlah respons setelah kuota habis. Keringanan lain berlaku pada percakapan yang berasal dari iklan Click-to-WhatsApp. Ketika pelanggan memulai chat dari iklan dan bisnis memberikan respons dalam 24 jam, window gratis 72 jam dapat terbuka sejak balasan pertama bisnis terkirim. Periode tersebut dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan, melakukan kualifikasi, dan menyiapkan tindak lanjut. Kuota dan window gratis tetap bukan pengganti desain alur. Jika agent masih meminta informasi secara bertahap atau pelanggan harus mengulang konteks, volume pesan akan kembali meningkat setelah masa gratis berakhir. Siapkan Alur Layanan Sebelum Aturan Berlaku Sebelum menambah anggaran, bisnis perlu memetakan pertanyaan berulang, jenis kasus yang membutuhkan manusia, serta kanal yang paling sesuai untuk setiap kebutuhan. Langkah ini membentuk kebutuhan terhadap sistem yang menjaga konteks ketika pelanggan berpindah dari satu jalur layanan ke jalur lain. Untuk kebutuhan tersebut, bisnis dapat menggunakan WhatsApp Business API Barantum agar percakapan pelanggan dikelola dalam alur yang lebih terukur. Penggunaannya tetap perlu disertai pemetaan jenis pertanyaan, aturan eskalasi, dan pilihan kanal agar setiap respons memiliki fungsi yang jelas. FAQ atau portal self-service dapat digunakan untuk jawaban yang stabil, Form untuk mengumpulkan data sekaligus, AI untuk pertanyaan umum, dan panggilan untuk kasus yang memerlukan banyak klarifikasi. Ketika pelanggan perlu berpindah kanal, Omnichannel Barantum dapat menyatukan chat dari WhatsApp, Live Chat, media sosial, dan kanal lain dalam satu inbox sehingga konteks tidak terputus. Tetapkan pula metrik awal seperti rata-rata balasan per percakapan, persentase kasus yang selesai pada kontak pertama, jumlah eskalasi, dan percakapan yang dibuka ulang. Data tersebut dapat ditinjau melalui CRM Barantum agar histori, lead, pipeline, dan tindak lanjut tetap berada dalam satu alur, sekaligus membantu tim menilai apakah efisiensi berasal dari alur yang lebih baik atau sekadar penurunan aktivitas pelanggan. Penutupnya, persiapan terbaik bukan sekadar mengirim pesan sesedikit mungkin. Tetapkan baseline jumlah percakapan, rata-rata balasan, dan waktu penyelesaian, lalu tinjau hasil setelah satu siklus tagihan. Detail kebijakan tetap perlu dicek melalui dokumentasi resmi Meta sebelum SOP dan proyeksi biaya ditetapkan.

Sabtu, 12 September 2026 | 16:22 WIB

ION Ajak Startup Bandung Lihat Celah Infrastruktur Digital Peluang Bisnis

Bandung, katakabar.com - Peluang bisnis baru tidak selalu datang dari menciptakan platform baru. Dalam ekosistem digital yang semakin terhubung, peluang juga bisa muncul dari hal-hal yang belum terhubung: antara bisnis dan pelanggan, layanan pembayaran dan merchant, logistik dan penjual, atau teknologi dan berbagai penyedia layanan. Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam “Digital Public Infrastructure: Mini Seminar & Networking” yang digelar Indonesia Open Network (ION) di Garuda Spark Innovation Hub, BLOCK71 Bandung, Rabu (9/9/2026) lalu. Usung tema “What’s Your Next Big Move? Discover New Business Opportunities Through the Power of Open Networks,” kegiatan tersebut memperkenalkan konsep Digital Public Infrastructure (DPI), interoperabilitas dan open network kepada startup serta pelaku ekosistem digital di Bandung. Yang membuat kegiatan ini berbeda adalah peserta tidak hanya duduk mendengarkan presentasi. Mereka kemudian diajak melihat bisnis masing-masing, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, mencari celah dalam ekosistem dan memikirkan koneksi apa yang dibutuhkan untuk membuka peluang baru. Format tersebut memang dirancang sebagai proses dua arah. Selain memperkenalkan ION kepada startup, kegiatan ini juga digunakan untuk menemukan use cases, kebutuhan dan missing connections yang belum tercermin dalam pemetaan ekosistem ION. Ketika Sistem Digital Tidak Saling Terhubung Bisnis saat ini semakin bergantung pada berbagai platform, sistem pembayaran, layanan logistik, data dan perangkat digital lainnya. Masalahnya, sistem-sistem tersebut tidak selalu dapat terhubung dengan mudah. Fragmentasi ini dapat menciptakan hambatan bagi bisnis yang ingin berkembang, mulai dari kesulitan integrasi hingga keterbatasan dalam menjangkau pasar dan bekerja sama dengan partner baru. Karena itu, interoperabilitas menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai Digital Public Infrastructure. ION memperkenalkan dirinya sebagai open digital commerce network yang menghubungkan buyers, sellers, logistics providers, developers dan penyedia layanan lainnya melalui partisipasi terbuka dan standar bersama. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform tertentu sekaligus memperluas akses pasar. Tetapi, bagi Dr. Uruqul Nadhif Dzakiy, Assistant Professor di Telkom University, membangun koneksi saja belum cukup. Dalam sesi “Ecosystem Opportunity Mapping”, Uruqul mengajak peserta melihat ekosistem bisnis dari sisi hubungan antaraktor dan manfaat yang dapat mereka peroleh. “Masalahnya adalah ketika masuk di platform itu tidak adanya mutual benefit. Nah di open network ini menganut prinsip yaitu ada mutual benefit," jelasnya. Menurut Uruqul, sebuah ekosistem memiliki berbagai peran, mulai dari buyer dan vendor hingga pihak yang mengoordinasikan hubungan di antara para aktor tersebut. Yang penting bukan sekadar membuat mereka terhubung, tetapi memastikan hubungan tersebut memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat. Bukan Sekedar “Connectivity” Pembahasan Uruqul kemudian bergerak pada satu hal yang menurutnya menjadi pembeda antara konektivitas biasa dan ekosistem yang benar-benar berjalan: transaksi dan kepercayaan. “Melalui di sini tidak hanya sekedar connectivity. Tapi di situ ada namanya transaksi. Kalau connectivity saja itu sudah bisa dengan teknologi. Tapi kalau sampai kemudian ada transaksi di dalamnya itu sudah ada trust,” ucapnya. Menurutnya, teknologi dapat membuat berbagai pihak saling terhubung. Tetapi hubungan tersebut belum tentu menciptakan ekosistem yang hidup jika tidak ada kolaborasi nyata dan manfaat bagi setiap aktor. Hal itu juga menjadi tantangan yang ia lihat dalam ekosistem startup Bandung. Kota tersebut memiliki banyak startup dan institusi pendukung inovasi, tetapi tantangannya adalah bagaimana kolaborasi dapat bergerak dari sekadar koneksi menuju kerja sama yang menghasilkan transaksi dan kepercayaan. “Kolaborasinya itu dalam bentuknya yang real tidak hanya sekedar ... tapi ada sampai kemudian transaksi karena dengan transaksi itu ada trust,” imbuhnya. Uruqul menilai sebuah ekosistem dapat disebut aktif ketika para aktornya memahami peran masing-masing dan mendapatkan manfaat dari keberadaannya di dalam ekosistem. “Parameter aktif adalah entiti di dalam ekosistem itu saling mendapatkan benefit dan dia tahu peran masing-masingnya," terangnya. Mulai dari Masalah, Bukan Teknologi Dari konsep tersebut, peserta kemudian diarahkan untuk melihat bisnis mereka sendiri. Materi ION menggunakan Ecosystem Opportunity Mapping untuk membantu peserta memetakan platform, partner, pelanggan, layanan dan sistem digital yang mereka gunakan, kemudian melihat koneksi mana yang sudah ada dan mana yang masih hilang. Uruqul meminta peserta memulai dari persoalan yang benar-benar mereka hadapi dalam menjalankan bisnis. “Bisa nanti mengidentifikasi apa sih jadi pain point yang dirasakan, khususnya yang running business, masalahnya di mana," ulasnya. Setelah menemukan pain point, peserta kemudian diminta mencari gap antara kondisi yang ada dan kondisi yang mereka butuhkan. “Pertama apa sih pain point, apa sih yang jadi problem ... kemudian setelah itu gap-nya apa ... dari situlah kemudian kira-kira apa sih yang perlu diakomodasi oleh Open Network," bebernya. Menurut Uruqul, masukan tersebut penting karena ION juga masih mengembangkan ekosistemnya. Apa yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis dapat menjadi insight untuk menentukan koneksi dan fungsi apa yang perlu dikembangkan ke depan. Melihat Peluang dari Berbagai Sektor Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Haryo Kusuma Wibawa, Head of Operations ION, yang memimpin sesi Mini Group Discussion. Dalam sesi tersebut, Haryo membawa konsep open network ke contoh peluang bisnis yang lebih konkret. Ia menunjukkan bahwa peluang dapat muncul di berbagai sisi ekosistem, termasuk finance, logistik, teknologi dan mobility. Salah satu ilustrasi yang disampaikan Haryo adalah bagaimana bisnis dapat memanfaatkan koneksi dengan pemilik basis pengguna yang sudah memiliki ekosistem sendiri. Dalam contoh yang ia berikan, perusahaan telekomunikasi dan bank dapat memiliki basis pengguna serta informasi transaksi yang, dengan persetujuan dan mekanisme yang tepat, dapat membuka kemungkinan koneksi dengan bisnis atau produk lain di dalam open network. Bagi startup, kemungkinan seperti itu berarti akses terhadap partner dan pelanggan tidak harus selalu dibangun dari nol. Haryo juga menyoroti kemungkinan model bisnis dengan biaya administrasi yang lebih rendah dibandingkan marketplace konvensional. “Kalau teman-teman punya marketplace dengan ION itu bisa men-charge administrasi yang jauh lebih rendah daripada yang saat ini terjadi. Nah itu yang kita harapkan,” tukasnya. Enam Kelompok Mencari Peluang Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk mengerjakan pemetaan mereka masing-masing. Haryo memimpin proses pembentukan kelompok tersebut dan mengarahkan peserta masuk ke sesi diskusi. Dalam kelompok, peserta diminta memilih bisnis atau kasus tertentu kemudian mengidentifikasi kebutuhan utama, persoalan yang muncul, aktor yang terlibat, koneksi yang sudah tersedia dan koneksi yang masih hilang. Mereka kemudian mencari kemungkinan peluang yang dapat muncul jika koneksi tersebut tersedia melalui interoperabilitas atau open network. Tujuannya bukan menghasilkan solusi teknologi yang sudah final, melainkan menemukan kebutuhan, peluang dan kemungkinan use case. Pendekatan ini membuat diskusi menjadi lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi startup sehari-hari. Alih-alih bertanya, “Teknologi apa yang bisa kita bangun?”, peserta diajak mulai dari pertanyaan yang lebih sederhana: masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan? Dari sana, mereka dapat melihat siapa saja yang dibutuhkan, apa yang belum tersedia dan apakah koneksi baru dapat menciptakan nilai. Peserta Menguji Model Bisnisnya Salah satu peserta, Fajar dari Bandung, mengatakan bahwa framework yang digunakan dalam workshop membantunya melihat sebuah ide bisnis secara lebih terstruktur. “Itu bisa membantu kami dalam membuat sebuah business model, apa yang jadi tantangan dan juga bisa melihat opportunities apa yang bisa kita lakukan," katak Fajar. Kelompok Fajar mengembangkan ide layanan untuk tenaga kerja di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan pekerja untuk berbagai jenis pekerjaan seperti pengemudi, pekerja rumah tangga dan koki. Melalui framework yang diperkenalkan ION, kelompok tersebut melihat kembali model bisnis, target pasar dan peluang yang mungkin dikembangkan. “Kita bisa membantu bagaimana bisa melihat business modelnya, target marketnya gimana, dan juga peluang apa yang bisa didapatkan dari business model yang dibuat tadi dengan dibantu framework yang diajarkan oleh ION," tuturnya. Bagi ION, contoh tersebut menunjukkan fungsi lain dari kegiatan di Bandung. Startup tidak hanya diperkenalkan dengan konsep open network, tetapi juga diajak memberikan gambaran mengenai persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi sendiri. Membangun Open Network dari Kebutuhan Nyata Kegiatan di Bandung merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Bandung ION Lab, dengan menghubungkan startup, inkubator, bisnis, komunitas teknologi dan stakeholder inovasi lokal dengan kebutuhan pasar yang lebih luas. Karena itu, hasil workshop tidak hanya berhenti pada enam kelompok yang selesai berdiskusi. ION juga menggunakan kegiatan tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai kebutuhan, kapabilitas dan kemungkinan partisipasi para pelaku ekosistem. Setiap kelompok diharapkan menghasilkan setidaknya satu peluang bisnis, kebutuhan infrastruktur digital atau tantangan konektivitas, sekaligus memahami posisi bisnis mereka dalam ekosistem ION. Bagi startup Bandung, pertanyaan yang diberikan ION menjadi cukup praktis: apa yang seharusnya bisa dilakukan oleh ekosistem mereka hari ini, tetapi belum bisa dilakukan? Jawaban atas pertanyaan itu bisa saja menjadi peluang bisnis berikutnya.

Internet Wifi Lambat Bisa Hambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik Teknologi
Teknologi
Kamis, 03 September 2026 | 10:07 WIB

Internet Wifi Lambat Bisa Hambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik

Jakarta, katakabar.com - Pertumbuhan bisnis tidak selalu dimulai dari gedung perkantoran besar. Banyak usaha berkembang dari kantor kecil, studio kreatif, rumah yang dialihfungsikan menjadi workspace, hingga tim online seller yang awalnya hanya terdiri dari beberapa orang. Kantor berisi lima orang mungkin memiliki lebih dari sepuluh perangkat yang tersambung ke internet. Laptop digunakan untuk mengakses aplikasi berbasis cloud, smartphone menerima pesanan pelanggan, tim marketing mengunggah konten, finance membuka sistem pembayaran, sementara meeting dengan klien berlangsung melalui video conference. Untuk bisnis online, bebannya bahkan bisa lebih besar. Seller dapat menjalankan live selling sambil memproses pesanan marketplace. Agency kreatif harus mengirim video dan file desain berukuran besar. Bisnis F&B menggunakan POS dan aplikasi delivery, sedangkan pemilik usaha tetap ingin mengakses CCTV dari luar kantor. Digitalisasi kini sudah berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis. Bank Indonesia mencatat dari 1.655 UMKM binaannya yang telah bertransaksi melalui kanal digital pada kuartal pertama 2025, rata-rata omzet tumbuh 29,9% secara tahunan. Secara keseluruhan, 2.537 UMKM binaan BI pada periode tersebut mencatat kenaikan omzet rata-rata 13,3%. Semakin besar ketergantungan bisnis pada aktivitas digital, semakin sulit pula menganggap internet sekadar fasilitas tambahan. Masalah biasanya muncul ketika sebuah bisnis berkembang tetapi paket internetnya tidak ikut berkembang. Saat beberapa orang melakukan meeting online bersamaan, tim lain mengunggah file ke cloud dan CCTV terus mengirim data, koneksi dengan bandwidth terbatas akan lebih cepat terbebani. Dampaknya sederhana tetapi mengganggu produktivitas yang mengakibatkan file lebih lama terkirim, video conference tersendat, aplikasi cloud lambat diakses, atau live streaming kehilangan kualitas. Itu sebabnya, mencari wifi kantor terbaik sebaiknya mempertimbangkan kapasitas bandwidth, kestabilan jaringan, serta kecepatan upload, bukan hanya melihat biaya berlangganan. Upload menjadi sangat relevan bagi bisnis karena aktivitas kantor tidak hanya menerima data. Mengirim proposal berukuran besar, backup Google Drive, mengunggah materi video, live selling, video conference, dan CCTV semuanya menggunakan jalur upload. Bagi usaha yang masih beroperasi dari rumah atau area residensial, Biznet Home dapat menjadi pilihan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Secara resmi, Biznet Home merupakan layanan berbasis fiber optic untuk pengguna perumahan dan apartemen serta menawarkan kecepatan upload dan download yang simetris.  Untuk wilayah Jawa, Bali, Bangka, serta beberapa wilayah Sumatra, Biznet Home menawarkan pilihan kecepatan mulai dari 100 Mbps hingga 500 Mbps, dengan paket 300 Mbps mulai dari Rp375.000 per bulan pada wilayah yang berlaku. Harga dan kecepatan dapat berbeda berdasarkan lokasi pemasangan. Bandwidth yang lebih besar memberikan ruang bagi beberapa aktivitas untuk berjalan bersamaan. Tim bisa melakukan meeting, mengunggah file, mengakses cloud, menjalankan marketplace, dan memantau CCTV tanpa harus bergantian menggunakan koneksi. Bagi bisnis kecil, investasi pertama tidak selalu harus berupa kantor yang lebih besar. Terkadang yang lebih mendesak justru memastikan infrastruktur yang digunakan setiap hari mampu mengikuti pertumbuhan tim dan pekerjaan.

Accurate POS: Aplikasi Kasir Online Untuk Bisnis Masa Kini Teknologi
Teknologi
Rabu, 02 September 2026 | 11:25 WIB

Accurate POS: Aplikasi Kasir Online Untuk Bisnis Masa Kini

Jakarta, katakabar.com - Dalam menjalankan bisnis, kasir bukan sekadar tempat pelanggan melakukan pembayaran. Setiap transaksi juga menjadi sumber data penting untuk memantau penjualan, persediaan, dan kondisi bisnis secara keseluruhan. Ketika pencatatan masih dilakukan secara manual atau menggunakan sistem yang terpisah, pekerjaan operasional menjadi kurang efisien.  Data penjualan perlu direkap kembali, stok harus diperiksa secara berkala, dan pemilik usaha membutuhkan lebih banyak waktu untuk memantau perkembangan bisnis. Kebutuhan tersebut membuat aplikasi kasir online semakin relevan bagi bisnis. Dengan sistem yang tepat, transaksi tidak hanya tercatat lebih praktis, tetapi juga dapat terhubung dengan berbagai kebutuhan operasional dalam satu ekosistem. Mengenal Aplikasi Kasir Accurate POS Accurate POS adalah aplikasi kasir digital yang membantu pelaku usaha mencatat dan mengelola aktivitas penjualan secara lebih praktis. Solusi ini cocok digunakan oleh berbagai jenis bisnis, mulai dari toko ritel, minimarket, kafe, restoran, usaha jasa, hingga bisnis dengan banyak outlet.  Setiap transaksi dapat tercatat dalam sistem dan menjadi bagian dari data operasional bisnis. Accurate POS juga dapat terintegrasi langsung dengan aplikasi akuntansi Accurate Online sehingga aktivitas penjualan di kasir dapat terhubung dengan proses pembukuan bisnis.  Dengan dukungan antarmuka yang sederhana dan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, kasir dapat bekerja lebih praktis, sementara pemilik usaha memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi operasionalnya. Fitur Utama Accurate POS Demi Kelancaran Operasional Accurate POS dibekali fitur lengkap untuk membuat aktivitas operasional toko menjadi lebih tertata: 1. Manajemen Penjualan Kelola seluruh proses transaksi dalam satu layar, mulai dari pencatatan penjualan, pemberian diskon, hingga penyimpanan pesanan yang masih pending.  Riwayat penjualan harian juga dapat ditinjau dengan lebih mudah sehingga pemilik bisnis dapat memantau aktivitas transaksi tanpa harus melakukan pencatatan secara manual. 2. Pembayaran Fleksibel Aplikasi kasir Accurate POS mendukung berbagai metode pembayaran, baik tunai maupun nontunai, seperti QRIS, kartu debit atau kredit, hingga transfer bank.  Fleksibilitas ini membuat pelanggan dapat memilih metode pembayaran yang paling sesuai sekaligus membantu kasir memproses transaksi dengan lebih praktis. 3. Pengelolaan Stok Otomatis Pantau persediaan barang secara lebih akurat dengan pembaruan stok otomatis setiap kali terjadi transaksi.  Pemilik bisnis dapat mengetahui ketersediaan barang dengan lebih mudah, mengurangi risiko selisih stok, serta mengantisipasi barang yang mulai menipis sebelum mengganggu operasional. 4. Laporan Penjualan Otomatis Cek berbagai informasi penjualan secara terstruktur tanpa perlu melakukan rekap secara manual.  Anda dapat melihat total omzet, tren penjualan berdasarkan waktu, hingga produk paling laris (best-seller) untuk membantu mengevaluasi performa bisnis dan menentukan strategi penjualan berikutnya. 5. Pengelolaan Multi-Cabang Fitur ini memudahkan pemilik bisnis memantau penjualan, persediaan, dan kinerja setiap cabang dari satu sistem terpusat tanpa harus datang ke lokasi.  Data dari setiap outlet dapat dipantau secara real-time, sehingga pemilik usaha memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi seluruh cabang. Kemudahan ini dibuktikan oleh Amor Cakes & Bakery, brand toko roti asal Sukabumi dengan 32 cabang yang tersebar dari Sukabumi hingga Jakarta, Amor Cakes & Bakery dapat mengontrol stok bahan baku dan memantau performa penjualan seluruh outlet secara langsung tanpa harus datang ke outlet. 6. Manajemen Karyawan Kelola hak akses setiap staf berdasarkan tanggung jawab dan otoritasnya.  Fitur ini juga memungkinkan pemilik bisnis menelusuri riwayat transaksi berdasarkan kasir, sehingga aktivitas karyawan lebih mudah dipantau dan keamanan data operasional dapat tetap terjaga. Fitur Unggulan untuk Bisnis Restoran dan F&B Operasional restoran memiliki kebutuhan yang berbeda dari bisnis retail pada umumnya.  Berikut adalah berbagai fitur yang dapat memudahkan pemilik usaha restoran: 1. Manajemen Meja (Table Management) Untuk bisnis F&B, fitur ini dapat membantu Anda mengatur denah dan status meja dalam satu sistem.  Pesanan dapat dicatat berdasarkan nomor meja, sementara status meja dapat diperbarui secara real-time sehingga kasir lebih mudah mengetahui kondisi meja. 2. Kitchen Display System Dengan kitchen display system, pesanan yang dibuat oleh kasir dapat langsung diteruskan ke layar dapur secara otomatis.  Tim dapur dapat melihat antrean pesanan, detail menu, dan status pengerjaan dengan lebih jelas sehingga alur kerja menjadi lebih terorganisir dan minim risiko kesalahan. 3. Food Delivery Service Fitur food delivery service dapat mengintegrasikan pesanan dari berbagai platform layanan pesan-antar online ke dalam satu layar kasir.  Dengan fitur ini, pesanan dari platform online juga dapat tercatat dalam satu pembukuan dengan penjualan offline di resto. Dengan seluruh pesanan terpusat, staf tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk memeriksa pesanan sehingga proses pesanan jadi lebih praktis serta mengurangi risiko pesanan terlewat. Keunggulan Ekosistem Accurate POS Lebih dari sekadar software kasir, Accurate POS terhubung dengan ekosistem bisnis yang membantu proses transaksi, pembukuan, hingga pengelolaan pelanggan berjalan lebih efisien. 1. Otomatisasi Antartransaksi yang Saling Terhubung Data dari aktivitas penjualan, pembayaran, dan persediaan dapat mengalir dalam satu sistem. Dengan demikian, informasi bisnis tidak berhenti di meja kasir, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional berikutnya. 2. Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi Bagi Anda yang membutuhkan laporan keuangan yang lebih kompleks dan mendalam, Accurate POS juga dapat terintegrasi dengan aplikasi akuntansi Accurate Online. Dengan integrasi ini, data transaksi dari kasir dapat tersinkronisasi ke Accurate Online sehingga Anda dapat melanjutkan pengelolaan pembukuan dan mendapatkan laporan keuangan yang lebih lengkap tanpa perlu melakukan input data secara berulang. 3. Terhubung dengan Bliss Loyalty Program Bisnis juga dapat menghubungkan aktivitas penjualan dengan Bliss Loyalty Program untuk mendukung pengelolaan loyalitas pelanggan, sehingga data transaksi dapat menjadi bagian dari strategi membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. 4. Berbasis Cloud dengan Keamanan Berlapis Sistem berbasis cloud memberikan kemudahan akses terhadap data bisnis dari berbagai perangkat/lokasi. Pengaturan hak akses juga membantu membatasi penggunaan sistem sesuai kewenangan masing-masing pengguna. 5. Tetap Bisa Digunakan Saat Offline Accurate POS tetap dapat digunakan untuk memproses transaksi meskipun perangkat sedang tidak terhubung ke internet. Ketika koneksi kembali tersedia, data transaksi akan tersinkronisasi kembali ke sistem, sehingga operasional kasir tetap dapat berjalan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada koneksi internet. Saatnya Beralih ke Sistem Kasir Digital Accurate POS Mengelola toko bukan sekadar melayani pembayaran, melainkan memastikan seluruh aktivitas bisnis tercatat rapi dan mudah dievaluasi.  Dengan dukungan Accurate POS yang terintegrasi ke Accurate Online dan Bliss Loyalty Program, Anda dapat menjalankan operasional bisnis secara lebih modern, profesional, dan efisien. Tingkatkan kualitas pelayanan bisnis Anda sekarang juga. Jadwalkan konsultasi dengan tim Accurate untuk mendapatkan solusi aplikasi kasir yang sesuai dengan bisnismu!

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Jadi Strategi Bisnis Nasional
Nasional
Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Jadi Strategi Bisnis

Jakarta, katakabar.com - Ketika perempuan memasuki dunia kerja, tantangan yang mereka hadapi tidak selalu berhenti pada kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Bagi banyak orang tua yang bekerja, terutama perempuan dengan anak kecil, kemampuan untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan pengasuhan anak dapat menjadi faktor penting yang menentukan apakah mereka dapat bertahan dan berkembang dalam karier. Di tengah persoalan tersebut, dukungan pengasuhan anak dari perusahaan atau employer-supported childcare semakin dipandang sebagai bagian penting menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga. Salah satu contohnya datang dari Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI), yang mengembangkan dukungan pengasuhan anak sebagai bagian dari upaya membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Perjalanan tersebut bukan baru dimulai dengan hadirnya fasilitas daycare permanen. Sejak 2017 lalu, tim Godrej di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama periode libur Idul Fitri untuk membantu orang tua yang bekerja menghadapi salah satu periode dengan kebutuhan pengasuhan yang tinggi. Pendekatan tersebut kemudian berkembang menjadi model yang lebih permanen. Pada Juni 2025 lalu, GCPI meresmikan iPLAY at Godrej, fasilitas daycare permanen di lokasi kerja perusahaan di Halim, Jakarta Timur. Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga dan mendukung orang tua untuk tetap menjalankan karir sekaligus memenuhi kebutuhan pengasuhan anak. Dari Pop-Up Daycare ke Fasilitas Permanen Dukungan childcare Godrej tidak dimulai dari pembangunan fasilitas permanen. Sejak 2017, tim GCPI di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama libur Idul Fitri, memberikan alternatif pengasuhan sementara bagi karyawan yang tetap harus bekerja selama periode tersebut. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan perusahaan dalam memahami kebutuhan orang tua yang bekerja dan bagaimana perusahaan dapat memberikan dukungan yang lebih praktis. Hadirnya iPLAY kemudian membawa pendekatan tersebut ke tahap yang lebih terstruktur. Berlokasi di kantor pusat GCPI di Halim, Jakarta Timur, fasilitas ini dirancang sebagai ruang yang aman dan edukatif bagi anak-anak ketika orang tua mereka bekerja. Fasilitas tersebut dikelola oleh mitra profesional dan juga terbuka bagi anak-anak karyawan maupun pekerja dari gedung perkantoran di sekitarnya, dengan pilihan layanan harian, mingguan, dan bulanan. iPLAY juga dilengkapi dengan sistem keamanan, alat permainan dan materi edukasi, serta makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya diposisikan sebagai tempat penitipan anak, tetapi sebagai bagian dari sistem dukungan yang membantu orang tua bekerja dengan lebih tenang. Mengapa Childcare Penting bagi Perempuan di Dunia Kerja? Bagi pekerja yang memiliki anak, tanggung jawab pengasuhan dapat mempengaruhi keputusan untuk tetap bekerja, mengurangi jam kerja, atau bahkan meninggalkan dunia kerja. Tanpa dukungan yang memadai, beban pengasuhan juga dapat lebih banyak ditanggung oleh perempuan, sehingga menciptakan hambatan tambahan bagi keberlanjutan dan perkembangan karier mereka. Indonesian Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menilai employer-supported childcare dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pekerja yang memiliki anak menjalankan tanggung jawab pekerjaan secara lebih maksimal. Dukungan tersebut juga memiliki manfaat strategis bagi perusahaan, mulai dari meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan hingga membantu mempertahankan talenta. Pada konteks ini, onsite daycare bukan sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan. Ketika menjadi bagian dari kebijakan workplace care yang lebih luas, childcare dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang tua tetap produktif tanpa harus mengabaikan kebutuhan anak. iPLAY sebagai Bagian dari Kebijakan Ramah Keluarga Bagi GCPI, childcare bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Perusahaan juga menyediakan berbagai kebijakan yang mendukung orang tua, termasuk cuti melahirkan selama enam bulan, cuti ayah selama delapan minggu, cuti adopsi, cuti bagi karyawan yang mengalami keguguran atau stillbirth, bantuan finansial untuk program IVF, serta akses terhadap Employee Assistance Program (EAP). GCPI juga menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, program reintegrasi setelah cuti melahirkan, serta dukungan perjalanan bisnis bagi orang tua yang memiliki bayi berusia 0 hingga 12 bulan dan perlu membawa pengasuh. Di tingkat global, Godrej juga menempatkan konsep equal parenting sebagai bagian dari kebijakan perusahaan. Godrej menyediakan manfaat childcare bagi orang tua biologis maupun adopsi, cuti berbayar bagi primary caregivers, opsi kerja fleksibel setelah kembali bekerja, serta dukungan bagi secondary caregivers. Membangun Model Berdasarkan Kebutuhan Karyawan Pengembangan model childcare Godrej juga didasarkan pada kebutuhan karyawan. Perusahaan menggunakan masukan dari survei karyawan dan focus group dalam mengembangkan model childcare bersama IBCWE. Perusahaan kemudian bermitra dengan Montessori Preschool and Daycare yang terakreditasi oleh Association Montessori Internationale (AMI). Pendekatan berbasis masukan karyawan tersebut penting karena kebutuhan pengasuhan dapat berbeda antara satu tempat kerja dan tempat kerja lainnya. IBCWE sendiri menekankan bahwa solusi employer-supported childcare tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk semua perusahaan. Kebutuhan perusahaan perkantoran, manufaktur, pertambangan, perkebunan, maupun sektor lainnya dapat berbeda, sehingga dukungan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pekerja. Dengan melibatkan karyawan sejak tahap pengembangan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bentuk dukungan yang paling relevan. Kolaborasi untuk Mendorong Perubahan Hadirnya iPLAY juga menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai employer-supported childcare di Indonesia. IBCWE dan Investing in Women sebelumnya telah bekerja sama dalam mendorong perusahaan untuk mengembangkan berbagai model dukungan childcare. Pada 2024, keduanya menerbitkan panduan employer-supported childcare yang memberikan pilihan bagi perusahaan, mulai dari fasilitas penitipan anak permanen atau sementara hingga dukungan tidak langsung seperti subsidi childcare. Dalam konteks tersebut, pengalaman Godrej dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat bergerak dari dukungan childcare yang bersifat sementara menuju model yang lebih permanen dan terintegrasi dengan kebijakan ramah keluarga. Saat peresmian iPLAY pada Juni 2025 lalu, perwakilan pemerintah, sektor swasta, APINDO, IBCWE, Investing in Women, serta berbagai mitra turut hadir dalam forum yang membahas pentingnya employer-supported childcare dan penerapannya di dunia kerja. Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa persoalan childcare tidak lagi semata-mata dipandang sebagai urusan keluarga. Pengasuhan juga berkaitan dengan ketenagakerjaan, kesetaraan gender, produktivitas, serta partisipasi perempuan dalam perekonomian. Mendukung Ekonomi Perawatan di Indonesia Pembahasan mengenai childcare menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian terhadap care economy atau ekonomi perawatan di Indonesia. Bagi Godrej, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengambil peran langsung dalam membangun ekosistem yang lebih mendukung keluarga pekerja. Ketika childcare dipandang sebagai bagian dari infrastruktur tempat kerja, bukan sekadar biaya tambahan, perusahaan dapat melihat manfaat yang lebih luas. Dukungan tersebut dapat membantu mempertahankan talenta, meningkatkan loyalitas karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan perempuan terus berkembang dalam karir mereka. Childcare Investasi Jangka Panjang Pembicaraan mengenai kesetaraan gender di dunia kerja sering kali berfokus pada representasi perempuan, posisi kepemimpinan, dan kesetaraan upah. Namun, ada persoalan mendasar yang perlu diperhatikan terlebih dahulu, yaitu apakah perempuan dan orang tua yang bekerja memiliki dukungan yang memungkinkan mereka untuk tetap berada dalam dunia kerja. Perjalanan Godrej dari pop-up daycare sejak 2017 hingga hadirnya iPLAY sebagai fasilitas daycare permanen menunjukkan bagaimana dukungan tersebut dapat berkembang dari waktu ke waktu. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa childcare akan lebih efektif ketika menjadi bagian dari kebijakan ramah keluarga yang lebih luas. Cuti orang tua, fleksibilitas kerja, dukungan bagi caregiver, dan fasilitas daycare dapat saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan. Bagi perusahaan, manfaatnya tidak berhenti pada membantu karyawan mengelola kehidupan keluarga. Dukungan terhadap orang tua yang bekerja juga dapat berkontribusi terhadap retensi talenta, keterlibatan karyawan, produktivitas, dan terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif. Pada akhirnya, dukungan terhadap childcare bukan hanya tentang menyediakan tempat bagi anak selama orang tua bekerja. Ini adalah tentang menciptakan dunia kerja yang memahami bahwa kesejahteraan karyawan, tanggung jawab keluarga, dan produktivitas profesional saling berkaitan. Melalui iPLAY, Godrej menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengambil peran konkret dalam membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga, sekaligus berkontribusi pada perkembangan ekonomi perawatan di Indonesia. Jika model seperti ini semakin banyak diadopsi oleh perusahaan lain, childcare dapat menjadi bagian penting dari perubahan menuju dunia kerja yang memungkinkan orang tua, khususnya perempuan, berkembang tanpa harus memilih antara keluarga dan karier.

Barantum Masuk Market Leaders CRM Indonesia Menurut Mordor Intelligence Tekno
Tekno
Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Barantum Masuk Market Leaders CRM Indonesia Menurut Mordor Intelligence

Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center satu platform terintegrasi. Hal itu memudahkan mengelola dan mengoptimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Bisnis di era modern membutuhkan lebih dari sekadar tempat untuk menyimpan data pelanggan. Mereka mencari sistem yang dapat membantu tim bekerja lebih cepat, menjaga hubungan dengan pelanggan, dan mengelola proses bisnis yang semakin digital. Di tengah perubahan tersebut, nama-nama penyedia CRM mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Tidak hanya pemain global, perusahaan teknologi lokal juga mulai menunjukkan perannya di pasar Indonesia. Pasar CRM Indonesia Terus Bertumbuh Pasar CRM Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya digitalisasi bisnis. Menurut Mordor Intelligence, nilai pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan meningkat menjadi USD 346,58 juta pada 2031, dengan CAGR 11,02% selama 2026–2031. Pertumbuhan ini didorong penggunaan cloud, perkembangan e-commerce, dan adopsi AI dalam aktivitas bisnis. Bisnis membutuhkan CRM untuk mengelola data pelanggan, penjualan, dan layanan secara lebih terstruktur. CRM berbasis cloud juga menjadi bagian terbesar dari pasar. Mordor Intelligence mencatat segmen ini menguasai 61,30% pangsa pasar pada 2025. Sementara itu, usaha kecil dan menengah menyumbang 57,40% dari ukuran pasar pada periode yang sama. Dengan pasar yang terus berkembang, persaingan antara penyedia CRM di Indonesia juga semakin menarik untuk diperhatikan. Salah satu nama yang tercantum dalam laporan Mordor Intelligence adalah Barantum. Barantum Tercantum dalam Daftar Market Leaders CRM Indonesia Dalam laporan Indonesia CRM Software Market, Mordor Intelligence memasukkan Barantum ke dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders. Barantum tercantum bersama nama-nama seperti Salesforce, Pipedrive, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot, dan Mekari Qontak. Barantum juga disebut dalam bagian competitive landscape yang memetakan pemain di pasar CRM Indonesia. Artinya, Barantum menjadi perusahaan yang diperhitungkan dalam pembahasan mengenai perkembangan dan persaingan industri CRM di Indonesia. Menurut Mordor Intelligence, pemain lokal seperti Barantum memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Yang menarik adalah bagaimana Barantum membangun solusinya untuk menjawab kebutuhan bisnis Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari berbagai fitur yang ditawarkan Barantum untuk mengelola penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan. Barantum, Jadi Penyedia CRM Rating Tertinggi di Indonesia Barantum merupakan platform berbasis cloud yang menggabungkan CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center dalam satu platform. Solusi ini membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan secara lebih terintegrasi. Dari sisi pengalaman pengguna, Barantum memiliki rating 4,9/5 dari lebih dari 1.200 ulasan di Google. Rating ini menjadi salah satu gambaran bagaimana pengguna menilai pengalaman mereka dalam menggunakan Barantum.  Dengan Barantum CRM, bisnis Anda dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, dan follow-up. Omnichannel membantu tim menangani percakapan dari berbagai channel, sementara Broadcast mendukung komunikasi massal dan AI Agent membantu mengotomatisasi interaksi pelanggan. Kebutuhan komunikasi melalui telepon juga dapat Anda kelola melalui Call Center. Dengan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu platform, bisnis dapat mengurangi pengelolaan yang tersebar di berbagai sistem. Data pelanggan, aktivitas penjualan, komunikasi, dan layanan dapat dikelola dalam alur yang lebih terstruktur. Jika Anda ingin mengelola penjualan dan hubungan pelanggan dalam satu platform, Barantum hadir sebagai solusi CRM terintegrasi untuk bisnis Indonesia.

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Cara Memilih Sistem POS untuk Bisnis

Jakarta, katakabar.com - Seiring digitalisasi bisnis, sistem POS menjadi fondasi operasional yang menghubungkan transaksi, inventaris, dan laporan bisnis dalam satu platform untuk mendukung pertumbuhan lebih berkelanjutan. Transformasi digital mendorong pelaku usaha untuk mengelola operasional secara lebih efisien. Di berbagai sektor, mulai dari retail hingga F&B, sistem POS (Point of Sale) kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat kasir, tetapi menjadi pusat pengelolaan transaksi, inventaris, pembayaran digital, dan laporan bisnis dalam satu platform. Perubahan ini didorong oleh kebutuhan bisnis untuk mengakses data secara real-time, mengelola banyak outlet, serta menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat bagi pelanggan. Karena itu, penggunaan POS berbasis cloud semakin banyak dipilih dibandingkan sistem kasir konvensional. Sistem POS Dukung Operasional Lebih Efisien Dengan sistem yang terintegrasi, setiap transaksi dapat langsung memperbarui data stok, mencatat penjualan, dan menghasilkan laporan bisnis secara otomatis. Integrasi dengan metode pembayaran digital seperti QRIS juga membantu bisnis melayani berbagai pilihan pembayaran tanpa proses manual. Bagi bisnis yang memiliki lebih dari satu outlet atau menjual melalui berbagai kanal, sistem POS memudahkan pemantauan operasional melalui satu dashboard sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat berdasarkan data yang akurat. Data Jadi Fondasi Pengambilan Keputusan Selain mendukung operasional harian, sistem POS menghasilkan data yang membantu pelaku usaha memahami tren penjualan, produk terlaris, performa outlet, hingga efektivitas promosi. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan stok, meningkatkan efisiensi operasional, dan merencanakan ekspansi bisnis. Seiring berkembangnya kebutuhan bisnis, kemampuan sistem untuk terhubung dengan marketplace, software akuntansi, maupun platform pembayaran juga menjadi nilai tambah yang semakin penting. Solusi POS untuk Bisnis Terus Bertumbuh Penggunaan sistem POS yang tepat dapat membantu bisnis menyederhanakan operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memilih solusi yang mudah digunakan, mampu mendukung pertumbuhan bisnis, dan dapat diakses dari berbagai lokasi. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, POST menghadirkan solusi POS berbasis cloud yang dirancang untuk bisnis retail dan F&B. Melalui satu dashboard, pengguna dapat mengelola transaksi, stok, pembayaran QRIS, laporan penjualan, hingga operasional multi-outlet secara real-time. Dengan sistem yang terintegrasi, POST membantu pelaku usaha menghemat waktu operasional dan lebih fokus mengembangkan bisnis.