Coba
Sorotan terbaru dari Tag # Coba
Ekspor Tidak Serumit Ini, Dua Anak Muda Indonesia Coba Sederhanakan Proses
Jakarta, katakabar.com - Bagi banyak pelaku usaha Indonesia, keinginan untuk mulai ekspor sering kali berhenti bukan karena tidak memiliki produk, tetapi karena tidak tahu harus mulai dari mana. Bagaimana menentukan negara tujuan? Dokumen apa yang dibutuhkan? Bagaimana mengetahui HS Code? Di mana mencari buyer? Bagaimana menghitung harga ekspor? Hingga bagaimana memastikan barang benar-benar dapat dikirim ke luar negeri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering tersebar di banyak tempat. Kondisi inilah yang mendorong dua anak muda, Steven Magnus dan Demas Pratama, membangun FUTRA Export, sebuah ekosistem yang mencoba membuat perjalanan ekspor lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia. Alih-alih hanya mengajarkan cara mencari buyer, keduanya melihat ekspor sebagai rangkaian proses yang saling terhubung. Mulai dari memahami produk dan pasar, memeriksa kesiapan serta regulasi, menghitung harga jual, menemukan dan berkomunikasi dengan calon buyer, melakukan negosiasi, hingga akhirnya menjalankan shipment. “Kami melihat banyak orang sebenarnya punya produk yang potensial, tapi bingung karena informasi ekspor ada di mana-mana. Satu informasi ada di website pemerintah, yang lain dari forwarder, buyer, komunitas, atau pengalaman eksportir. Masalahnya bukan tidak ada informasi, tapi bagaimana menghubungkan semuanya menjadi langkah yang bisa dijalankan,” ujar Steven Magnus. Tetapi setelah bertahun-tahun berada di lapangan, Steven melihat ada persoalan lain yang menurutnya mulai menjadi semakin penting. Menurutnya, tantangan eksportir Indonesia ke depan bukan lagi sekadar memahami cara melakukan ekspor atau cara mencari buyer. Masalah berikutnya adalah bagaimana ketika pembeli dari luar negeri datang mencari supplier Indonesia, pelaku usaha Indonesia tersebut bisa ditemukan, dikenal, dan dipercaya. “Kita terlalu sering bertanya bagaimana cara mencari buyer. Tapi kita jarang bertanya, ketika buyer mencari supplier Indonesia, apakah mereka bisa menemukan kita? Dan kalau mereka menemukan kita, apakah mereka cukup percaya untuk menghubungi dan bertransaksi dengan kita?” jelas Steven. Hal tersebut membuat FUTRA mulai mendorong UMKM dan calon eksportir untuk tidak hanya mempersiapkan produk, tetapi juga mulai berani naik ke permukaan. Salah satu caranya adalah melalui digital presence dan personal branding. Menurut Steven, banyak pelaku usaha Indonesia sebenarnya memiliki produk, pengalaman, kapasitas produksi, bahkan kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Namun informasi mengenai siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, dan mengapa buyer harus mempercayai mereka sering kali sulit ditemukan secara online. “Personal branding yang kami maksud bukan berarti semua pengusaha harus menjadi influencer. Yang kami dorong sederhana: jangan sampai bisnis yang sebenarnya bagus justru tidak terlihat. Buyer hari ini bisa mengecek siapa kita, melihat website, LinkedIn, media sosial, aktivitas perusahaan, sampai jejak digital sebelum mereka memutuskan untuk percaya,” imbuhnya. Karena itu, menurutnya edukasi ekspor tidak cukup berhenti pada dokumen dan transaksi. Eksportir Indonesia juga perlu belajar bagaimana membangun kredibilitas dan menunjukkan kompetensinya kepada pasar internasional. Steven sendiri telah menjalankan bisnis ekspor sejak usia muda dan aktif membagikan pengalaman mengenai perdagangan internasional kepada mahasiswa, UMKM, dan calon eksportir. Dalam perjalanannya, ia kemudian bersama Demas Pratama mengembangkan FUTRA bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan sebagai sebuah ekosistem yang mencoba menghubungkan edukasi dengan praktik di lapangan. Menurut Demas, salah satu kesalahan yang sering terjadi pada eksportir pemula adalah terlalu cepat berfokus pada buyer. “Semua orang ingin tahu cara mendapatkan buyer. Padahal ketika buyer datang, pertanyaan berikutnya justru lebih berat: produknya siap atau tidak, harganya sudah benar atau belum, dokumennya bagaimana, kapasitas produksinya cukup atau tidak, dan barangnya bisa masuk ke negara tujuan atau tidak. Itu yang ingin kami bantu rapikan,” timpal Demas. Dari pemikiran tersebut, FUTRA mulai mengembangkan futraexport.com sebagai platform yang menggabungkan informasi, tools, pembelajaran, hingga sistem pendampingan perjalanan ekspor. Ekosistem tersebut diarahkan untuk membantu pengguna memahami perjalanan ekspor mulai dari validasi produk, kesiapan regulasi dan compliance, pengembangan pasar, komunikasi dengan buyer, hingga shipment. Namun bagi Steven dan Demas, teknologi bukan tujuan akhirnya. Mereka ingin mengubah persepsi bahwa ekspor hanya dapat dilakukan perusahaan besar atau orang dengan koneksi internasional. “Kami ingin suatu hari orang yang baru punya ide untuk ekspor tidak harus membuka puluhan sumber dan bertanya ke mana-mana hanya untuk mengetahui langkah pertamanya. Harapannya, dia bisa memahami posisi bisnisnya, apa yang kurang, lalu tahu harus bergerak ke mana,” kata Steven lagi. Perjalanan tersebut juga mulai membawa FUTRA berinteraksi dengan berbagai institusi dan pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan Indonesia. FUTRA juga berkesempatan melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, membahas pengembangan ekspor, pendampingan UMKM, business matching, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap memasuki pasar global. Bagi keduanya, pertemuan-pertemuan tersebut bukan menjadi tujuan akhir. Tantangan yang lebih besar justru terletak pada bagaimana membuat pengetahuan ekspor yang kompleks menjadi sesuatu yang dapat dipahami, digunakan, dan akhirnya membantu lebih banyak pelaku usaha Indonesia berani tampil ke pasar internasional. Karena pada akhirnya, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan produk untuk dijual ke dunia. Indonesia juga tidak kekurangan orang yang ingin belajar ekspor. Yang masih perlu diperbanyak adalah pelaku usaha yang siap, terlihat, dikenal, dan dipercaya oleh pasar internasional. Dan mungkin, Steven Magnus dan Demas Pratama memang layak menjadi “terduga” yang membuat ekspor sedikit lebih mudah bagi generasi berikutnya. Informasi mengenai ekosistem dan tools FUTRA dapat diakses melalui futraexport.com.
Lagi Cari Solusi AI Agent? Coba Demo AI Agent Barantum
Jakarta, katakabar.com - Barantum telah satukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API satu dashboard. Ini untuk memudahkan bisnis kelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Dan hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Sejalan dengan itu, kian banyak perusahaan kini mengadopsi AI Agent untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan sekaligus mempercepat waktu respons. Tetapi, menentukan solusi AI yang tepat tidak bisa hanya berdasarkan daftar fitur atau penawaran harga saja. Setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda. Lantaran itu, mencoba demo AI Agent sebelum membeli menjadi langkah penting untuk memastikan solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan proses bisnis. Apa Tantangan Memilih AI Agent untuk Bisnis? Banyak bisnis kesulitan menentukan AI Agent yang paling sesuai karena setiap vendor menawarkan fitur, skema penggunaan, hingga metode implementasi yang berbeda. Tanpa melakukan evaluasi, bisnis berisiko memilih solusi yang kurang optimal atau membutuhkan penyesuaian yang lebih besar di kemudian hari. Selain itu, tidak semua AI Agent dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah digunakan perusahaan. Hal ini dapat memengaruhi efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan. Mengapa Demo AI Agent Penting Sebelum Mengambil Keputusan? Melalui demo AI Agent, bisnis dapat melihat secara langsung bagaimana solusi bekerja pada kebutuhan nyata perusahaan. Proses ini membantu tim memahami kemampuan AI sekaligus mengevaluasi apakah solusi tersebut sesuai dengan alur kerja yang ada. Sebelum memutuskan menggunakan AI Agent, lakukan beberapa langkah berikut: ● Pahami use case AI Agent sesuai kebutuhan bisnis. ● Uji alur percakapan dan otomatisasi respons. ● Pastikan AI Agent dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah digunakan. ● Evaluasi hasil otomatisasi untuk melihat manfaatnya terhadap operasional. Dengan pendekatan tersebut, keputusan investasi menjadi lebih tepat karena didasarkan pada hasil evaluasi, bukan sekadar spesifikasi produk. Mengapa Memilih AI Agent Barantum untuk Bisnis? Melalui AI Agent Barantum, bisnis dapat mencoba solusi AI sebelum melakukan implementasi penuh. Pendekatan ini membantu perusahaan memahami cara kerja AI sekaligus memastikan solusi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan operasional. Beberapa keunggulan yang ditawarkan meliputi: ● Demo online terjadwal setiap Selasa dan Kamis. ● Tersedia sesi demo offline langsung di kantor perusahaan. Saat ini layanan demo offline tersedia untuk area Jabodetabek. ● Fasilitas free trial untuk mencoba kemampuan AI Agent. ● Konsultasi implementasi sesuai kebutuhan bisnis. ● Pendampingan dari tim selama proses evaluasi hingga implementasi. Mencoba demo adalah langkah awal yang baik sebelum memilih AI Agent. Sebagai bahan pertimbangan, Barantum telah memperoleh rating 4,9/5 dari 1.224 ulasan di Google Bisnis (per 24 Juni 2026), yang menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap solusi dan kualitas layanannya.
Coba Holiday Academy English 1, Program Seru Asah Bahasa Inggris Anak Saat Liburan!
Jakarta, katakabar.com - Holiday Academy dari English 1 hadir dengan program interaktif untuk mengisi liburan anak dengan belajar bahasa Inggris yang seru, kreatif, dan mendidik plus, ada kelas percobaan gratis! Liburan sekolah adalah saat yang paling dinantikan anak-anak. Waktu untuk beristirahat dari rutinitas sekolah, bermain, berkumpul dengan keluarga, dan mengeksplorasi hal-hal baru. Di sisi lain, banyak orang tua merasa khawatir jika anak-anak hanya menghabiskan waktu dengan bermain gadget, menonton TV, atau melakukan aktivitas yang kurang mendidik. Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, English 1 menghadirkan "Holiday academy", sebuah program eksklusif yang tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak, tapi menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan interaktif! Apa Itu Holiday academy? Holiday academy adalah program belajar bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk anak-anak selama masa liburan sekolah. Berbeda dari kursus biasa, program ini menggabungkan pembelajaran bahasa dengan aktivitas tematik yang menghibur dan membangun karakter anak. Anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk berlatih bahasa Inggris secara aktif sekaligus mengembangkan keterampilan lain seperti public speaking, storytelling, problem solving, dan critical thinking.
Apa Ciri-Ciri Batuk Mau Sembuh? Coba Ramuan Alami Ini!
Jakarta, katakabar.com - Biasanya, batuk sembuh dalam waktu 3 minggu tanpa memerlukan terapi pengobatan apa pun. Ciri-ciri batuk mau sembuh biasanya terlihat dari intensitas batuk yang mulai jarang. Secara garis besar, ada dua jenis batuk, yakni batuk kering dan berdahak. Batuk dengan keluarnya lendir atau dahak, pertanda adanya peradangan atau infeksi pada saluran pernapasan. Adanya dahak saat batuk sebenarnya respon imun yang ditujukan untuk melindungi saluran napas.
Ini Dia Lima Ide Bisnis Online Modal Kecil Bisa Anda Coba
Jakarta, katakabar.com - Bisnis online telah menjadi tren yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bagi banyak orang, memulai bisnis online terasa seperti langkah besar yang memerlukan banyak modal dan risiko. Tapi, sebenarnya ada banyak ide jualan online yang bisa dimulai dengan modal kecil. Berikut adalah beberapa tips dan ide yang bisa Anda coba untuk memulai bisnis online tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.