Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Lancar Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 17 Februari 2026 | 21:59 WIB

Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Lancar

Jakarta, katakabar.com - Di tengah isu gagal WD di sejumlah aplikasi, nasabah HSB Investasi mengaku penarikan dana berjalan lancar dan transparan. Adalah legalitas BAPPEBTI jadi alasan utama kepercayaan. Isu gagal withdraw (WD) yang terjadi di sejumlah aplikasi finansial kembali menjadi sorotan. Kekhawatiran soal dana yang sulit dicairkan membuat calon nasabah berpikir dua kali sebelum menyetorkan dana ke akun trading atau dikenal dengan istilah deposit. Hal serupa sempat dirasakan Dwi Ardiansyah, seorang karyawan di Jakarta yang telah terjun ke dunia trading sejak 2020. “Awalnya saya tertarik trading karena melihat ada peluang untuk menambah penghasilan. Tapi di sisi lain, saya juga sangat khawatir, terutama ketika harus melakukan deposit, walaupun nominalnya kecil,” cerita Dwi. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ia melihat sendiri bagaimana banyak kasus broker bermasalah yang akhirnya merugikan nasabah. Risiko dana tidak bisa ditarik kembali menjadi salah satu hal yang paling ia pertimbangkan sejak awal. Pilih Broker Legal sebagai Langkah Awal Di tengah kekhawatiran tersebut, pria yang menetap di Banten ini memilih untuk bersikap kritis. Pilihannya jatuh pada HSB Investasi. Keputusan itu didasari oleh status legalitas HSB yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), serta didukung oleh lembaga kliring resmi. “Yang membuat saya lebih yakin adalah HSB sudah tersertifikasi dan terdaftar resmi. Itu penting buat saya, karena banyak kasus penipuan berawal dari broker yang tidak jelas legalitasnya,” jelas Dwi. Apalagi setelah mengetahui bahwa HSB sudah mengantongi sertifikasi global ISO 27001, dia jadi lebih tenang saat trading karena data pribadi dan transaksinya terlindungi dari kebocoran data. Seiring berjalannya waktu, keyakinannya semakin kuat. Ia merasakan proses trading di HSB berjalan stabil, mulai dari eksekusi transaksi hingga penarikan dana. Menurut Dwi, salah satu kekhawatiran terbesar sebagai trader adalah ketika dana tidak bisa ditarik, terutama setelah transaksi trading dilakukan. Justru pengalaman inilah yang membuatnya bertahan lebih dari lima tahun di HSB. “Di HSB, penarikan dana atau withdraw bisa dilakukan dengan transparan dan tidak ada kendala. Itu yang paling penting buat saya sebagai nasabah,” tuturnya. Selama menggunakan HSB Investasi, ia merasa aktivitas trading dapat dijalani dengan lebih tenang karena prosesnya jelas. Hasil transaksi pun bisa dimanfaatkan sesuai dengan perencanaan keuangan pribadinya. Baginya, spread yang relatif kompetitif serta minimnya gangguan teknis membuat aplikasi ini layak digunakan, baik oleh trader pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di tengah maraknya isu gagal tarik dana, pengalaman Dwi menunjukkan bahwa rasa aman dan kepastian prosedur menjadi faktor krusial dalam memilih broker. Bukan sekadar soal peluang keuntungan, melainkan keberlanjutan dan kepercayaan jangka panjang. Pengalaman lima tahun tersebut menjadi pengingat bahwa memilih broker forex yang legal dan transparan dapat menjadi pondasi penting sebelum memikirkan strategi dan target profit.

Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:00 WIB

Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya

Jakarta, katakabar.com - Keamanan dana kini jadi isu penting di industri trading. Kenali sistem keamanan di HSB Investasi, seperti rekening terpisah, pengawasan BAPPEBTI, dan mekanisme perlindungan. Maraknya kasus gagal tarik dana dan platform tanpa izin membuat isu perlindungan dana semakin menjadi perhatian publik. Di tengah berkembangnya industri trading digital, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih perusahaan tempat mereka bertransaksi. Bagi HSB Investasi, perlindungan dana bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama. Sistem keamanan broker forex terbaik di Indonesia ini dijalankan melalui mekanisme berlapis, mulai dari segregated account, pengawasan regulator, hingga pencatatan transaksi melalui lembaga kliring independen. 1. Segregated Account, Dana Nasabah 100% Dipisah HSB Investasi menerapkan sistem segregated account atau rekening terpisah. Artinya, dana nasabah tidak dicampur dengan dana operasional perusahaan. Dana yang disetorkan hanya digunakan untuk kepentingan transaksi masing-masing nasabah. Perusahaan tidak dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan internal. Struktur ini menjadi bagian dari komitmen HSB Investasi yang mengutamakan pemisahan dana dan transparansi operasional. 2. Disimpan di Bank Kustodian Resmi Dana nasabah tidak disimpan sembarangan. Uang ditempatkan di bank kustodian resmi yang ditunjuk sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan pemerintah. Keberadaan bank kustodian berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Artinya, dana secara fisik tersimpan di institusi perbankan, bukan di rekening internal perusahaan. Struktur ini membantu memastikan ketersediaan dana tetap terjaga dan meminimalkan risiko penyalahgunaan. 3. Diawasi BAPPEBTI Otoritas Negara Seluruh aktivitas operasional HSB Investasi berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sebagai regulator resmi perdagangan berjangka di Indonesia, BAPPEBTI mengawasi tata kelola dana nasabah, prosedur transaksi, dan kepatuhan operasional perusahaan Setiap perpindahan dana dan aktivitas transaksi harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan ini menjadi kontrol eksternal untuk menjaga integritas sistem. 4. Lembaga Kliring (ICH), Pihak Ketiga Independen Selain regulator, terdapat peran lembaga kliring sebagai pihak ketiga independen. Di Indonesia, transaksi dicatat melalui Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berfungsi untuk mencatat dan memverifikasi transaksi, menjamin proses penyelesaian (settlement), dan menjadi perantara yang memastikan transaksi tercatat secara resmi. Keberadaan ICH menambah lapisan transparansi karena transaksi tidak hanya tercatat di sistem perusahaan, tetapi juga di lembaga independen. Dengan sistem segregated account, penyimpanan di bank kustodian resmi, pengawasan BAPPEBTI, serta pencatatan oleh ICH, HSB Investasi membangun struktur perlindungan dana yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen sebagai aplikasi trading all-in-one pertama yang dirancang dengan standar keamanan berlapis dan dipercaya oleh 17++ juta trader Indonesia.

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Dibuka, Kini Lebih Fleksibel! Nasional
Nasional
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:00 WIB

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Dibuka, Kini Lebih Fleksibel!

Jakarta, katakabar.com - Investasi NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A kini lebih fleksibel, beli dan jual unit dana kripto kapan saja sesuai keinginan. Ikuti campaign XTRA CUAN dengan total hadiah puluhan juta! Setelah sukses dengan fund perdana yang berhasil sold out dan memperoleh respons positif dari para investor, NOBI Dana Kripto, manajemen aset kripto pertama dan satu satunya di Indonesia, meluncurkan NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A pada 6 Januari 2026 dengan skema fund terbuka atau open fund. Langkah ini menegaskan komitmen PT Dana Kripto Indonesia dalam menghadirkan solusi investasi aset kripto yang aman, aksesibel, dan transparan bagi berbagai profil investor. Lebih Fleksibel, Tetap Semudah Itu! Berbeda dengan fase sebelumnya, kali ini investor diberikan keleluasaan lebih, untuk dapat membeli dan menjual unit dana kripto kapan saja sesuai keinginan. Dengan demikian, penyesuaian porsi portofolio dapat dilakukan secara lebih dinamis, mengikuti pergerakan pasar yang cepat. Meski lebih fleksibel, metode pengelolaan aset kripto tetap sama. Aset investor dikelola oleh manajer dana kripto profesional dengan strategi yang telah teruji pada berbagai kondisi pasar, dan disimpan di kustodian kelas institusi untuk mendukung keamanan penyimpanan, transparansi, serta proses pengelolaan yang akuntabel. “Melalui peluncuran kali ini, kami berharap semakin banyak investor dapat memperoleh eksposur ke aset kripto dengan pendekatan yang aman dan sesuai dengan regulasi. Investor juga memiliki fleksibilitas lebih untuk membeli dan menjual dana kripto kapan saja, sesuai dengan appetite dan risk profile masing masing,” kata Vidy, Direktur PT Dana Kripto Indonesia. Berdasarkan hasil uji coba selama periode Juni 2021 hingga Juni 2025, strategi NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A terbukti secara signifikan mengungguli strategi buy and hold melalui pertumbuhan portofolio yang jauh lebih tinggi. Kinerja ini didukung oleh manajemen risiko yang superior, di mana strategi NOBI mampu menekan tingkat risiko penurunan nilai (drawdown) secara maksimal sekaligus mencatatkan berbagai rasio imbal hasil berbasis risiko (Sharpe,Sortino dan Calmar) yang lebih optimal. Selama periode operasionalnya dari Agustus hingga November 2025, NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A menunjukkan ketangguhan performa di tengah gejolak pasar kripto global yang mengalami koreksi tajam dan gelombang likuidasi besar. Ketika aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana mengalami penurunan yang dalam, strategi NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A berhasil mempertahankan nilai investasi dengan tingkat penurunan yang jauh lebih rendah dan terkendali. Keunggulan ini tercapai berkat langkah taktis pengurangan eksposur saat tren pasar Kripto mulai melemah, sehingga hasil akhirnya terbukti lebih optimal dibandingkan strategi buy & hold. “Kinerja ini menunjukkan strategi kami bekerja dengan baik di berbagai kondisi pasar, bukan hanya saat tren sedang naik, tetapi juga saat market sedang terkoreksi. Dengan pendekatan analisis terstruktur, NOBI Dana Kripto menjadi pilihan yang tepat bagi investor yang ingin berinvestasi secara lebih terukur, dengan fokus pada pengelolaan risiko dan konsistensi jangka menengah hingga panjang,” kata Vidy. Beli dan Hold NOBI Dana Kripto, Menangkan XTRA CUAN! Selama periode open fund, NOBI Dana Kripto juga menghadirkan campaign XTRA CUAN, yang dapat diikuti seluruh investor NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A! Investor cukup membeli dan hold NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, untuk mendapatkan tiket undian guna memenangkan HADIAH TOTAL Rp21.000.000, termasuk HADIAH MINGGUAN total Rp500.000 setiap minggunya! Semakin banyak dan semakin lama berinvestasi, semakin besar juga kesempatan menangnya. Cara ikutan gampang banget! 1. Buka nobi.id/campaign/xtracuan, lalu klik tombol “Ikutan Sekarang”. 2. Registrasi akun NOBI Dana Kripto, selesaikan verifikasi identitas, dan lakukan deposit minimal Rp1.000.000. 3. Beli dan hold produk NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A minimal Rp1.000.000. Setiap pembelian kelipatan Rp1.000.000 kamu akan mendapat 1 tiket undian, berlaku kelipatan. 4. Jumlah tiket undian= Jumlah pembelian dana kripto (kelipatan Rp 1.000.000) x Jumlah hari kamu berinvestasi. 5. Undian hadiah mingguan dilakukan setiap Jumat, dan pemenang diumumkan di Instagram resmi @nobidanakripto. 6. Undian Grand Prize dilakukan pada 10 April 2026.

Isu Penarikan Dana Exchange Kripto Lokal, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 01 Januari 2026 | 16:00 WIB

Isu Penarikan Dana Exchange Kripto Lokal, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman

Jakarta, katakabar.com - Isu penarikan dana dari exchange kripto lokal belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial. Isu tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat dan investor akan potensi terulangnya kasus kolapsnya exchange kripto asal Amerika Serikat, FTX, yang disebabkan oleh penyalahgunaan dana nasabah. Menanggapi hal ini, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan kondisi industri aset kripto di Indonesia saat ini sangat berbeda dan lebih aman, sehingga kasus FTX terulang di Tanah Air tidak bisa terjadi. Ia menekankan bahwa exchange kripto lokal tidak lagi memegang atau mengelola dana nasabah secara langsung. “Struktur industri kripto nasional saat ini sudah berubah total, sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dana nasabah tidak lagi dipegang oleh exchange seperti Tokocrypto. Kami hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli aset kripto dan hanya melakukan perdagangan saja,” jelas Calvin. Menurutnya, anggapan kasus seperti FTX dapat terjadi di Indonesia menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. “FTX tidak memiliki lisensi dan tidak berada di bawah pengawasan otoritas. Di Indonesia, seluruh ekosistem kripto kini diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga spekulasi tersebut tidak berdasar,” ucapnya. Dana Nasabah Disimpan Terpisah dan Diawasi OJK Berdasarkan POJK Nomor 23 Tahun 2025, ekosistem aset kripto di Indonesia kini diatur melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dalam skema ini, dana dan aset kripto nasabah disimpan secara terpisah dari exchange, sehingga tidak dapat digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Adapun struktur ekosistem industri aset kripto nasional adalah sebagai berikut: Bursa: PT Central Finansial X (CFX), berfungsi sebagai penyelenggara dan penyedia sistem perdagangan aset kripto. Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana rupiah atau fiat nasabah. Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset kripto nasabah. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Terdapat 29 PAKD berlisensi OJK, termasuk Tokocrypto, yang berfungsi sebagai platform jual-beli aset kripto. Calvin menegaskan bahwa lembaga kliring dan kustodian berada di bawah pengawasan ketat OJK dan telah berjalan lebih dari satu tahun. Selain itu, terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku. “Aturan baru juga mengharuskan pemisahan aset nasabah secara ketat, serta pemeriksaan dan pelaporan rutin. Skema ini dirancang untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana,” imbuhnya. Terkait imbauan kepada investor untuk menarik dana dari exchange lokal dan beralih ke cold wallet (self-custody), Clavin menilai klaim tersebut tidak tepat jika dikaitkan dengan kondisi regulasi Indonesia saat ini. Mekanisme pemisahan dana melalui Bursa, Kliring, dan Kustodian justru memperkuat keamanan aset nasabah, karena exchange tidak memiliki akses langsung terhadap dana maupun aset kripto pengguna. “Self-custody adalah pilihan pribadi investor, namun penting untuk memahami bahwa exchange kripto berlisensi di Indonesia sudah memiliki sistem perlindungan berlapis sesuai regulasi OJK,” beber Calvin. Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Tokocrypto juga menyediakan laporan Proof of Reserve yang dapat diakses publik. Laporan tersebut menunjukkan bahwa aset pengguna tercatat secara 1:1 dan dilengkapi dengan cadangan tambahan. Aset milik perusahaan Tokocrypto dicatat pada akun terpisah dan tidak termasuk dalam perhitungan Proof of Reserve. Di tengah dinamika pasar global, Tokocrypto mencatatkan kinerja yang tetap positif. Hingga November 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah mendekati Rp150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna terhadap aset kripto di Indonesia. “Kami terus berkomitmen menjaga keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar publik tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat,” sebut Calvin.

BlackRock Suntik Lebih dari $3 Miliar ke Proyek Data Center Raksasa Meta di Louisiana Internasional
Internasional
Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:00 WIB

BlackRock Suntik Lebih dari $3 Miliar ke Proyek Data Center Raksasa Meta di Louisiana

Jakarta, katakabar.com - Raksasa manajemen aset global BlackRock dilaporkan telah mengucurkan dana lebih dari US$3 miliar untuk mendanai pembangunan pusat data (data center) raksasa milik Meta Platforms Inc. di Louisiana, Amerika Serikat. Investasi ini menandai salah satu langkah pendanaan infrastruktur digital terbesar tahun ini, serta menegaskan meningkatnya minat investor institusional terhadap proyek yang menopang pertumbuhan Artificial Intelligence (AI). Proyek data center yang berlokasi di Kawasan Jefferson Parish itu akan menjadi salah satu fasilitas terbesar dalam jaringan global Meta. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung lonjakan kebutuhan daya komputasi yang dibutuhkan model AI generatif serta pemrosesan data berskala besar bagi platform seperti Facebook, Instagram, dan Threads. Menurut laporan dari Bloomberg, BlackRock menyalurkan pendanaan melalui anak usahanya, Transition Infrastructure, yang berfokus pada proyek digital dan energi bersih. Skema pembiayaan dilakukan dalam bentuk private credit model pendanaan non-bank yang semakin populer di kalangan investor besar karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding obligasi tradisional. Langkah ini mempertegas bagaimana industri keuangan global kini memusatkan perhatian pada infrastruktur AI. Meta, yang tengah gencar berinvestasi dalam pengembangan model bahasa besar (large language models), menghadapi kebutuhan energi dan ruang server yang meningkat drastis. Dengan suntikan dana dari BlackRock, proyek ini diperkirakan mampu mempercepat pembangunan fasilitas yang diklaim akan mengonsumsi daya listrik lebih dari 400 megawatt, menjadikannya salah satu pusat data paling canggih dan efisien di Amerika Serikat. Selain Meta, sejumlah perusahaan teknologi besar lain seperti Microsoft, Amazon, dan Google juga tengah memperluas jaringan data center mereka, dengan fokus pada machine learning, cloud computing, dan layanan AI. Sementara itu, investor seperti BlackRock melihat sektor ini sebagai peluang strategis jangka panjang kombinasi antara potensi keuntungan tinggi dan kontribusi pada transformasi digital global. “Permintaan akan infrastruktur digital dan daya komputasi akan terus meningkat seiring perkembangan AI. Ini adalah kesempatan untuk membangun fondasi ekonomi baru,” ujar salah satu analis teknologi di Morningstar. Dorongan bagi Ekonomi Lokal dan Energi Hijau Proyek Meta di Louisiana ini juga disebut-sebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi wilayah tersebut. Pemerintah setempat memperkirakan pembangunan data center ini akan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja konstruksi dan ratusan posisi teknis permanen setelah beroperasi. Selain itu, proyek ini dirancang dengan fokus pada energi terbarukan, sejalan dengan komitmen Meta dan BlackRock terhadap keberlanjutan. Sebagian besar kebutuhan listrik fasilitas ini akan disuplai dari pembangkit tenaga surya dan angin di kawasan selatan AS. Tren investasi di sektor digital dan teknologi kini tidak hanya menarik bagi investor institusional seperti BlackRock, tetapi juga semakin mudah diakses oleh masyarakat umum. Bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi di sektor teknologi global, salah satu platform terpercaya di Indonesia adalah Nanovest — aplikasi investasi yang memungkinkan kamu untuk membeli Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital hanya dalam satu aplikasi. Melalui Nanovest, investor bisa ikut merasakan potensi pertumbuhan dari perusahaan besar seperti Meta, Microsoft, dan Nvidia tanpa harus membuka akun di luar negeri. Aset kamu juga terlindungi oleh Asuransi Sinarmas, memastikan keamanan dari risiko kejahatan siber.

Siap-siap! PT Cisadane Sawit Raya Beli Kembali Saham Siapkan Dana Rp90 Miliar Sawit
Sawit
Senin, 15 September 2025 | 15:41 WIB

Siap-siap! PT Cisadane Sawit Raya Beli Kembali Saham Siapkan Dana Rp90 Miliar

Jakarta, katakabar.com - PT Cisadane Sawit Raya Tbk atau CSRA beli kembali atau buyback saham sebanyak-banyaknya 90 juta lembar atau 4,4 persen dari saham disetor Perseroan. Pembelian kembali saham CSRA selama tiga bulan, dimulai Selasa, 16 September 2025 hingga 15 Desember 2025. Corporate Secretary CSRA, Iqbal Prastowo dalam prospektus rencana pembelian kembali saham yang disampaikan ke BEI, Senin (15/9) mengutarakan, dana yang disiapkan untuk buyback saham Perseroan sebesar Rp90 miliar. Di mana sumber dana buyback saham berasal dari kas Perseroan. Kata Iqbal, dilansir dari laman stockwatch.id, Senin siang, buyback saham emiten sawit atau CSRA dilakukan di harga dianggap baik, dan wajar oleh manajemen Perseroan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Manajemen Perseroan telah menunjuk PT Trust Sekuritas untuk mengeksekusi buyback saham CSRA ini. Dijelaskan Iqbal, pelaksanaan buyback saham CSRA salah satu bentuk upaya Perseroan dalam mendukung stabilitas pasar modal, meningkatkan nilai pemegang saham, serta kinerja saham Perseroan. Sehingga akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada Perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien. Tidak hanya itu, sambungnya, buyback saham dilakukan Perseroan untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. ”Perseroan akan menyimpan saham hasil buyback untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu tiga tahun,” ucapnya. Ia meyakini dan optimis rencana buyback atau pembelian kembali saham ini tidak memberikan dampak yang material terhadap pendapatan, dan kegiatan usaha Perseroan.

Pertamina Buka Kompetisi PFsains Pengembangan Produk Riset Nasional
Nasional
Rabu, 25 Juni 2025 | 17:10 WIB

Pertamina Buka Kompetisi PFsains Pengembangan Produk Riset

serta berpotensi untuk dikomersialkan. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2020, kompetisi PFsains telah mendukung 36 produk riset inovasi teknologi dan energi dengan menggandeng 754 inovator. Salah satunya untuk ketahanan pangan melalui alat penetasan telur berkapasitas 100 telur hasil persilangan dua jenis ayam petelur unggul, yakni ayam Mahkota dan ayam Arab sehingga menghasilkan anakan ayam MAHAR. Fase maturity pada ayam MAHAR relatif lebih cepat, dimana ayam Jantan MAHAR sudah mulai berkokok pada bulan ke 4, sedangkan ayam betina MAHAR rata-rata bertelur pada umur 4 hingga 5 bulan. “Berkat dukungan Pertamina, kami bisa mengembangkan alat penetas telur yang mampu menyimpan telur pada suhu dan kelembaban yang sesuai untuk penetasan telur serta dilengkapi dengan thermostat dan alat putar rak otomatis sehingga suhu telur dapat dikontrol secara tepat. Dengan alat ini, produktivitas telur mampu mencapai 320 butir telur per tahun dengan bobot 47-52 gram per butir dan berwarna putih-krem menyerupai telur ayam kampung,” cerita ketua tim Gama Ayam, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Korupsi Dana PSR, KSB Koperasi  Karya Bersama Dijebloskan ke Penjara Hukrim
Hukrim
Selasa, 17 Juni 2025 | 06:08 WIB

Korupsi Dana PSR, KSB Koperasi Karya Bersama Dijebloskan ke Penjara

Pelalawan, katakabar.com - Korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara atau KSB Koperaei Karya Bersama dijebloskan ke penjara. Satreskrim Polres Pelalawan yang berhasil ungkap tindak pidana korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR di Desa Air Mas, Kecamatan Ukui. Di mana, total kerugian negara mencapai Rp1,2 miliar dengan modus membuat laporan fiktif untuk melakukan pencarian. "Telah terjadi tindak pidana korupsi peremajaan sawit sawit tahun anggaran 2020 dana APBN dari Kementerian Perkebunan sehingga negara dirugikan senilai Rp1,2 Miliar ," kata Wakapolres Pelalawan, Kompol Asep Rahmat, didampingi Kasat Reskrim, Iptu I Gede Yoga Eka Prananta, Kasi Huma, Iptu Thomas Bernandes Siahaan, dan jajarannya saat ekspose kasus Tipikor di Mapolres Pelalawan, Senin (16/6). Pada kasus ini, Polisi telah menangkap 3 orang yang berinisial HS sebagai Ketua Koperasi Unit Desa atau KUD Karya Bersama, inisial MK selaku Sekretaris, dan inisial AP sebagai Bendahara. Ketiga Pengurus Koperasi karya bersama, yakni, Ketua Sekretaris, dan Bendahara mulai diselidiki unit Tipikor Satreskrim Polres Pelalawan pada 2022 lalu, setelah mendapat informasi ada dugaan penyelewengan dana peremajaan kebun sawit untuk masyarakat petani Desa Air Mas. "Di penyelidikan ini, unit Reskrim telah memeriksa 49 orang saksi, baik dari perangkat desa, pengurus koperasi, pekerja, Disbunak Provinsi dan Kabupaten, Dirjen Kementerian Perkebunan dan 3 saksi ahli, yaknu ahli keuangan negara, ahli pidana perkebunan," ucap Wakapolres. Dari hasil pemeriksaan ahli BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar lebih terkait laporan fiktif atas bantuan dana peremajaan kebun sawit petani dari Kementerian Keuangan RI. Barang bukti yang telah berhasil disita berupa uang tunai Rp410 juta dan tersisa dari rekening Koperasi, 50 lembar permohonan pencarian, 144 buku rekening,147 lembar rekening koran, dan 38 dokumen pelaksanaan kegiatan program PSR tahun 2020.

BPDP Gelar Penandatanganan PKS Tiga Dengan Pihak Penyalur Dana PSR dan Sarpras Sawit
Sawit
Rabu, 05 Februari 2025 | 12:36 WIB

BPDP Gelar Penandatanganan PKS Tiga Dengan Pihak Penyalur Dana PSR dan Sarpras

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) telah melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga Pihak Penyaluran Dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Penyaluran Dana Sarana dan Prasarana (Sarpras) untuk Gelombang perdana tahun 2025. Penandatanganan dilaksanakan pada 5 hingga 7 Februari 2025 lalu di Ruang Nusantara I Kantor BPDP, di kawasan Jalan Imam Bonjol Nomor 61, Jakarta Pusat. Direktur Penghimpunan Dana BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin yang pimpin kegiatan. Menurutnya, program ini bentuk komitmen BPDP dukung peremajaan sawit rakyat guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sesuai dengan amanah pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permantan) Nomor 3 Tahun 2022, Permentan Nomor 19 Tahun 2023, yang tata caranya diatur dalam Peraturan Direktur Utama (Perdirut) BPDPKS Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Tata Cara Penyaluran Dana PSR serta BPDPKS Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Penyaluran Dana Sarana dan Prasarana. Keguatan itu diikuti beberapa Lembaga Perbankan Nasional maupun Daerah yang merupakan mitra dari BPDP dalam penyaluran dananya.

Pencairan Dana PSR dan Sarpras Distop, Petani Sawit Harap Tenang! Sawit
Sawit
Jumat, 17 Januari 2025 | 11:55 WIB

Pencairan Dana PSR dan Sarpras Distop, Petani Sawit Harap Tenang!

Jakarta, katakabar.com - Petani kelapa sawit di seluruh Indonesia geger, di pekan kedua Januari 2025. Ini menyusul beredarnya Surat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Nomor S-246/DPKS.3/2025 yang ditandatangani Direktur Penghimpunan Dana, Normansyah Hidayat Syahruddin. Lewat surat itu, BPDPKS mengumumkan Pemberhentian Sementara Operasional Pencairan dan Pengembalian Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PPKS) dan Operasional Pencairan Dana Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS). Surat itu ditujukan kepada seluruh bank mitra BPDPKS, seluruh lembaga pekebun penerima dana PPKS, dan seluruh lembaga pekebun penerima dana SPPKS. Surat itu menjelaskan, BPDPKS akan mengalami perubahan nomenklatur per tanggal 18 Januari 2025. Seluruh dokumen pencairan dan pengembalian Dana PPKS dan SPPKS diminta disampaikan pada BPDPKS melalui aplikasi SMART-PSR paling lambat pada tanggal 15 Januari 2025. Setelah tanggal tersebut diproses kembali sampai dengan SOTK BPDPKS selesai pada waktu yang tidak dapat ditentukan dan akan diinformasikan kembali lebih lanjut pada kesempatan pertama.