Sinara Fest 2026 di Semarang, Sinergi BPDP dan Kemenkeu Perluas Manfaat Pengelolaan Dana Perkebunan Nasional
Nasional
Minggu, 06 September 2026 | 09:48 WIB

Sinara Fest 2026 di Semarang, Sinergi BPDP dan Kemenkeu Perluas Manfaat Pengelolaan Dana Perkebunan

Semarang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah elar Sinara Fest 2026 di Semarang pada 3 hingga 4 September 2026 lalu. Kegiatan dikemas bentuk edukasi, workshop, sosialisasi, dan mini bazar UMKM perkebunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan.  Usung tema “Sinergi BPDP dan Kemenkeu Satu dalam Penguatan Kapasitas, Pemberdayaan dan Perluasan UMKM Perkebunan untuk Tumbuh, Tangguh dan Naik Kelas”, Sinara Fest menjadi wujud kolaborasi BPDP dan Kementerian Keuangan dalam memperluas manfaat pengelolaan dana perkebunan kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Direktur Manajemen Risiko dan Keuangan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi, promosi, dan pemberdayaan sekaligus mendekatkan berbagai program BPDP kepada masyarakat. Melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menjadi bagian dari rantai nilai industri perkebunan nasional.  UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian masyarakat, termasuk di Jawa Tengah. Di saat yang sama, berbagai komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, dan komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, pemasaran, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.  Guna mendukung keberlanjutan sektor perkebunan, BPDP menjalankan berbagai program, antara lain insentif biodiesel, pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, promosi produk perkebunan, penguatan hilirisasi, program bagi pekebun, hingga pemberdayaan UMKM.  Khusus dalam pemberdayaan UMKM, BPDP terus mendorong pelaksanaan pelatihan, workshop, promosi, dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, berkualitas, dan berdaya saing. Pada Sinara Fest 2026, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengembangan produk turunan komoditas perkebunan, peluang pembiayaan usaha, serta strategi pengembangan usaha sesuai dengan tantangan yang dihadapi saat ini.  Pengembangan UMKM tidak terlepas dari sejumlah tantangan, mulai dari akses pasar, pemasaran digital, pengemasan produk, perizinan, pembiayaan usaha, hingga penguatan jejaring bisnis. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.  Sinara Fest 2026 pun diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan berbagai pihak tersebut. Melalui rangkaian edukasi, workshop, sosialisasi, mini bazar, dan aktivitas lainnya, kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan baru, menghadirkan inspirasi, sekaligus memperluas jejaring bagi pelaku UMKM perkebunan. Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah, perwakilan pemerintah daerah, narasumber, pelaku UMKM, mitra kerja, serta pemangku kepentingan sektor perkebunan.  BPDP berharap Sinara Fest 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor perkebunan dan pemberdayaan UMKM.

Perkuat PSR, BPDP Gelontorkan Dana Tahap V Rp168 Miliar Bagi 2.800 Hektare Kebun Rakyat Sawit
Sawit
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Perkuat PSR, BPDP Gelontorkan Dana Tahap V Rp168 Miliar Bagi 2.800 Hektare Kebun Rakyat

Medan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perkuat komitmen mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat, lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahap V Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 29 hingga 30 Juli 2026 di Kantor Pusat PT Bank Sumut (Perseroda), Medan, Sumatera Utara, jadi momentum perkuat sinergi antara pemerintah, perbankan, dan kelembagaan pekebun guna mempercepat pelaksanaan program PSR. Total 19 kelembagaan pekebun dari berbagai daerah sentra sawit mengikuti penandatanganan kerja sama tersebut. Dalam tahap ini, BPDP menyalurkan pendanaan untuk peremajaan kebun seluas 2.802,73 hektare dengan nilai mencapai Rp168,16 miliar. Sejumlah perbankan turut berkolaborasi dalam pelaksanaan program, yakni Bank Sumut, Bank Sumsel Babel, Bank Kalbar, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh Syariah (BAS), dan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Syahruddin Hidayat, mengatakan keberhasilan Program PSR tidak hanya bergantung pada dukungan pembiayaan, tetapi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga kelembagaan pekebun. "Keberhasilan program ini memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga para pekebun. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komitmen untuk menjalankan program secara efektif, transparan, dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan bersama," terang Normansyah. Menurutnya, Program PSR diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat tata kelola usaha perkebunan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekebun. "Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pekebun melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucapnya. Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga menjadi forum penyelarasan mekanisme pelaksanaan program, mulai dari penyaluran dana, pemanfaatan sistem digital, hingga penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan. BPDP juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PSR Online dan Smart-PSR untuk mendukung proses verifikasi, pemantauan, evaluasi, serta penyaluran dana secara lebih transparan dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, penyaluran dana dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kegiatan peremajaan di lapangan. Setiap tahapan didukung proses verifikasi yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga pekebun, dan pendamping lapangan guna memastikan program berjalan tepat sasaran. Pendampingan teknis kepada pekebun juga terus dilakukan agar proses pengajuan, pencairan dana, hingga pelaksanaan peremajaan dapat berjalan sesuai ketentuan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BPDP untuk memperkuat tata kelola Program PSR sekaligus meningkatkan keberhasilan pelaksanaannya. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di antara program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat tanpa membuka lahan baru, sekaligus mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional. Sejak diluncurkan pada 2016 silam, program ini telah memberikan manfaat kepada ratusan ribu pekebun di berbagai daerah. Melalui pelaksanaan PKS Tahap V Tahun 2026, BPDP berharap sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pekebun semakin kuat sehingga Program PSR mampu mempercepat peningkatan produktivitas, memperbaiki kesejahteraan pekebun, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta keberlanjutan industri sawit Indonesia.

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:49 WIB

Ketika Aset Jadi Solusi: Cara Anyar Hadapi Kebutuhan Dana Tanpa Kehilangan Kepemilikan

Jakarta, katakabar.com - Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif lebih terukur dibandingkan dengan menjual aset secara terburu-buru atau mengambil pinjaman dengan beban jangka panjang. Di tengah dinamika ekonomi yang semakin tidak menentu, kebutuhan akan likuiditas kerap datang di saat tidak terduga. Tidak sedikit masyarakat yang menghadapi dilema klasik, membutuhkan dana cepat, tetapi tidak ingin kehilangan aset yang telah dimiliki bertahun-tahun. Situasi ini sering kali berujung pada keputusan menjual barang berharga, sebuah langkah yang dalam banyak kasus justru menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Hal tersebut dialami R, seorang profesional di Jakarta yang sempat berada dalam tekanan keuangan akibat kebutuhan mendesak. Di tengah keterbatasan waktu dan pilihan, ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk menjual jam tangan mewah yang selama ini menjadi bagian dari koleksinya. “Waktu itu saya hanya melihat dua opsi, jual atau pinjam. Dan jujur saja, dua-duanya terasa berat,” ujarnya. Tetapi, keputusan tersebut tidak jadi diambil setelah ia menemukan alternatif lain yang sebelumnya tidak pernah ia pertimbangkan. Alih-alih menjual aset, R memilih untuk memanfaatkan nilai dari barang yang dimilikinya tanpa harus kehilangan kepemilikan. Pendekatan ini, yang dikenal sebagai pembiayaan berbasis aset, kini mulai mendapat perhatian sebagai solusi keuangan jangka pendek yang lebih fleksibel. Dalam praktiknya, skema ini memungkinkan seseorang untuk memperoleh dana tunai dengan menjaminkan aset bernilai, mulai dari jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan seperti mobil dan motor. Berbeda dengan penjualan, kepemilikan atas aset tersebut tetap berada pada pemiliknya, dengan opsi untuk menebus kembali dalam jangka waktu tertentu. Fenomena ini sejalan dengan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset. Jika sebelumnya aset lebih banyak dipandang sebagai simbol atau barang konsumsi, kini semakin banyak yang melihatnya sebagai instrumen finansial yang dapat dioptimalkan. Dalam konteks ini, jam tangan mewah misalnya, tidak lagi sekadar aksesori, tetapi juga memiliki nilai likuiditas yang dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan. Hal serupa juga terjadi pada tas branded. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar barang mewah menunjukkan tren yang relatif stabil, bahkan untuk beberapa merek tertentu cenderung mengalami peningkatan nilai. Kondisi ini menjadikan tas sebagai salah satu aset yang dapat diandalkan dalam situasi tertentu, tanpa harus dilepas secara permanen. Sementara, kendaraan pribadi seperti mobil dan motor juga menjadi bagian penting dalam skema pembiayaan berbasis aset. Dengan nilai yang cukup signifikan, kendaraan dapat menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan dana dalam jumlah besar, tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari secara drastis. Di Indonesia, layanan seperti yang ditawarkan oleh deGadai mulai hadir dengan pendekatan yang lebih modern dan terstruktur. Perusahaan ini menyediakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan aset bernilai, dengan proses yang dirancang untuk memberikan kenyamanan dan transparansi bagi nasabah. Melalui platformnya, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan gadai untuk berbagai jenis aset, termasuk jam tangan, tas, hingga kendaraan. Sebagai contoh, untuk aset berupa tas branded, layanan dapat diakses melalui https://degadai.com/gadaitas, sementara untuk jam tangan mewah tersedia di https://degadai.com/gadaijamtangan. Adapun kendaraan seperti mobil juga dapat dimanfaatkan melalui skema serupa di https://degadai.com/gadaimobil. Seluruh proses dirancang untuk memberikan alternatif likuiditas tanpa harus mengorbankan kepemilikan aset. Pengamat keuangan menilai tren ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam pengelolaan keuangan pribadi. “Masyarakat mulai memahami bahwa aset tidak hanya untuk dimiliki, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara strategis. Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan literasi finansial,” ujar salah satu analis keuangan yang enggan disebutkan namanya. Ia mengingatkan setiap keputusan finansial tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pembiayaan berbasis aset bukan berarti tanpa risiko, tetapi dapat menjadi alternatif yang lebih terukur dibandingkan dengan menjual aset secara terburu-buru atau mengambil pinjaman dengan beban jangka panjang. Bagi R, keputusan untuk tidak menjual asetnya menjadi titik balik dalam cara ia mengelola keuangan. “Yang berubah bukan hanya solusi yang saya pilih, tapi cara saya melihat aset itu sendiri. Sekarang saya tahu, aset itu bukan hanya untuk disimpan, tapi juga bisa membantu di saat dibutuhkan,” ucapnya. Di tengah berbagai pilihan yang tersedia, kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan aset secara tepat menjadi semakin penting.

Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Lancar Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 17 Februari 2026 | 21:59 WIB

Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Lancar

Jakarta, katakabar.com - Di tengah isu gagal WD di sejumlah aplikasi, nasabah HSB Investasi mengaku penarikan dana berjalan lancar dan transparan. Adalah legalitas BAPPEBTI jadi alasan utama kepercayaan. Isu gagal withdraw (WD) yang terjadi di sejumlah aplikasi finansial kembali menjadi sorotan. Kekhawatiran soal dana yang sulit dicairkan membuat calon nasabah berpikir dua kali sebelum menyetorkan dana ke akun trading atau dikenal dengan istilah deposit. Hal serupa sempat dirasakan Dwi Ardiansyah, seorang karyawan di Jakarta yang telah terjun ke dunia trading sejak 2020. “Awalnya saya tertarik trading karena melihat ada peluang untuk menambah penghasilan. Tapi di sisi lain, saya juga sangat khawatir, terutama ketika harus melakukan deposit, walaupun nominalnya kecil,” cerita Dwi. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ia melihat sendiri bagaimana banyak kasus broker bermasalah yang akhirnya merugikan nasabah. Risiko dana tidak bisa ditarik kembali menjadi salah satu hal yang paling ia pertimbangkan sejak awal. Pilih Broker Legal sebagai Langkah Awal Di tengah kekhawatiran tersebut, pria yang menetap di Banten ini memilih untuk bersikap kritis. Pilihannya jatuh pada HSB Investasi. Keputusan itu didasari oleh status legalitas HSB yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), serta didukung oleh lembaga kliring resmi. “Yang membuat saya lebih yakin adalah HSB sudah tersertifikasi dan terdaftar resmi. Itu penting buat saya, karena banyak kasus penipuan berawal dari broker yang tidak jelas legalitasnya,” jelas Dwi. Apalagi setelah mengetahui bahwa HSB sudah mengantongi sertifikasi global ISO 27001, dia jadi lebih tenang saat trading karena data pribadi dan transaksinya terlindungi dari kebocoran data. Seiring berjalannya waktu, keyakinannya semakin kuat. Ia merasakan proses trading di HSB berjalan stabil, mulai dari eksekusi transaksi hingga penarikan dana. Menurut Dwi, salah satu kekhawatiran terbesar sebagai trader adalah ketika dana tidak bisa ditarik, terutama setelah transaksi trading dilakukan. Justru pengalaman inilah yang membuatnya bertahan lebih dari lima tahun di HSB. “Di HSB, penarikan dana atau withdraw bisa dilakukan dengan transparan dan tidak ada kendala. Itu yang paling penting buat saya sebagai nasabah,” tuturnya. Selama menggunakan HSB Investasi, ia merasa aktivitas trading dapat dijalani dengan lebih tenang karena prosesnya jelas. Hasil transaksi pun bisa dimanfaatkan sesuai dengan perencanaan keuangan pribadinya. Baginya, spread yang relatif kompetitif serta minimnya gangguan teknis membuat aplikasi ini layak digunakan, baik oleh trader pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di tengah maraknya isu gagal tarik dana, pengalaman Dwi menunjukkan bahwa rasa aman dan kepastian prosedur menjadi faktor krusial dalam memilih broker. Bukan sekadar soal peluang keuntungan, melainkan keberlanjutan dan kepercayaan jangka panjang. Pengalaman lima tahun tersebut menjadi pengingat bahwa memilih broker forex yang legal dan transparan dapat menjadi pondasi penting sebelum memikirkan strategi dan target profit.

Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:00 WIB

Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya

Jakarta, katakabar.com - Keamanan dana kini jadi isu penting di industri trading. Kenali sistem keamanan di HSB Investasi, seperti rekening terpisah, pengawasan BAPPEBTI, dan mekanisme perlindungan. Maraknya kasus gagal tarik dana dan platform tanpa izin membuat isu perlindungan dana semakin menjadi perhatian publik. Di tengah berkembangnya industri trading digital, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih perusahaan tempat mereka bertransaksi. Bagi HSB Investasi, perlindungan dana bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama. Sistem keamanan broker forex terbaik di Indonesia ini dijalankan melalui mekanisme berlapis, mulai dari segregated account, pengawasan regulator, hingga pencatatan transaksi melalui lembaga kliring independen. 1. Segregated Account, Dana Nasabah 100% Dipisah HSB Investasi menerapkan sistem segregated account atau rekening terpisah. Artinya, dana nasabah tidak dicampur dengan dana operasional perusahaan. Dana yang disetorkan hanya digunakan untuk kepentingan transaksi masing-masing nasabah. Perusahaan tidak dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan internal. Struktur ini menjadi bagian dari komitmen HSB Investasi yang mengutamakan pemisahan dana dan transparansi operasional. 2. Disimpan di Bank Kustodian Resmi Dana nasabah tidak disimpan sembarangan. Uang ditempatkan di bank kustodian resmi yang ditunjuk sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan pemerintah. Keberadaan bank kustodian berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Artinya, dana secara fisik tersimpan di institusi perbankan, bukan di rekening internal perusahaan. Struktur ini membantu memastikan ketersediaan dana tetap terjaga dan meminimalkan risiko penyalahgunaan. 3. Diawasi BAPPEBTI Otoritas Negara Seluruh aktivitas operasional HSB Investasi berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sebagai regulator resmi perdagangan berjangka di Indonesia, BAPPEBTI mengawasi tata kelola dana nasabah, prosedur transaksi, dan kepatuhan operasional perusahaan Setiap perpindahan dana dan aktivitas transaksi harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan ini menjadi kontrol eksternal untuk menjaga integritas sistem. 4. Lembaga Kliring (ICH), Pihak Ketiga Independen Selain regulator, terdapat peran lembaga kliring sebagai pihak ketiga independen. Di Indonesia, transaksi dicatat melalui Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berfungsi untuk mencatat dan memverifikasi transaksi, menjamin proses penyelesaian (settlement), dan menjadi perantara yang memastikan transaksi tercatat secara resmi. Keberadaan ICH menambah lapisan transparansi karena transaksi tidak hanya tercatat di sistem perusahaan, tetapi juga di lembaga independen. Dengan sistem segregated account, penyimpanan di bank kustodian resmi, pengawasan BAPPEBTI, serta pencatatan oleh ICH, HSB Investasi membangun struktur perlindungan dana yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen sebagai aplikasi trading all-in-one pertama yang dirancang dengan standar keamanan berlapis dan dipercaya oleh 17++ juta trader Indonesia.

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Dibuka, Kini Lebih Fleksibel! Nasional
Nasional
Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:00 WIB

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Dibuka, Kini Lebih Fleksibel!

Jakarta, katakabar.com - Investasi NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A kini lebih fleksibel, beli dan jual unit dana kripto kapan saja sesuai keinginan. Ikuti campaign XTRA CUAN dengan total hadiah puluhan juta! Setelah sukses dengan fund perdana yang berhasil sold out dan memperoleh respons positif dari para investor, NOBI Dana Kripto, manajemen aset kripto pertama dan satu satunya di Indonesia, meluncurkan NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A pada 6 Januari 2026 dengan skema fund terbuka atau open fund. Langkah ini menegaskan komitmen PT Dana Kripto Indonesia dalam menghadirkan solusi investasi aset kripto yang aman, aksesibel, dan transparan bagi berbagai profil investor. Lebih Fleksibel, Tetap Semudah Itu! Berbeda dengan fase sebelumnya, kali ini investor diberikan keleluasaan lebih, untuk dapat membeli dan menjual unit dana kripto kapan saja sesuai keinginan. Dengan demikian, penyesuaian porsi portofolio dapat dilakukan secara lebih dinamis, mengikuti pergerakan pasar yang cepat. Meski lebih fleksibel, metode pengelolaan aset kripto tetap sama. Aset investor dikelola oleh manajer dana kripto profesional dengan strategi yang telah teruji pada berbagai kondisi pasar, dan disimpan di kustodian kelas institusi untuk mendukung keamanan penyimpanan, transparansi, serta proses pengelolaan yang akuntabel. “Melalui peluncuran kali ini, kami berharap semakin banyak investor dapat memperoleh eksposur ke aset kripto dengan pendekatan yang aman dan sesuai dengan regulasi. Investor juga memiliki fleksibilitas lebih untuk membeli dan menjual dana kripto kapan saja, sesuai dengan appetite dan risk profile masing masing,” kata Vidy, Direktur PT Dana Kripto Indonesia. Berdasarkan hasil uji coba selama periode Juni 2021 hingga Juni 2025, strategi NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A terbukti secara signifikan mengungguli strategi buy and hold melalui pertumbuhan portofolio yang jauh lebih tinggi. Kinerja ini didukung oleh manajemen risiko yang superior, di mana strategi NOBI mampu menekan tingkat risiko penurunan nilai (drawdown) secara maksimal sekaligus mencatatkan berbagai rasio imbal hasil berbasis risiko (Sharpe,Sortino dan Calmar) yang lebih optimal. Selama periode operasionalnya dari Agustus hingga November 2025, NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A menunjukkan ketangguhan performa di tengah gejolak pasar kripto global yang mengalami koreksi tajam dan gelombang likuidasi besar. Ketika aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana mengalami penurunan yang dalam, strategi NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A berhasil mempertahankan nilai investasi dengan tingkat penurunan yang jauh lebih rendah dan terkendali. Keunggulan ini tercapai berkat langkah taktis pengurangan eksposur saat tren pasar Kripto mulai melemah, sehingga hasil akhirnya terbukti lebih optimal dibandingkan strategi buy & hold. “Kinerja ini menunjukkan strategi kami bekerja dengan baik di berbagai kondisi pasar, bukan hanya saat tren sedang naik, tetapi juga saat market sedang terkoreksi. Dengan pendekatan analisis terstruktur, NOBI Dana Kripto menjadi pilihan yang tepat bagi investor yang ingin berinvestasi secara lebih terukur, dengan fokus pada pengelolaan risiko dan konsistensi jangka menengah hingga panjang,” kata Vidy. Beli dan Hold NOBI Dana Kripto, Menangkan XTRA CUAN! Selama periode open fund, NOBI Dana Kripto juga menghadirkan campaign XTRA CUAN, yang dapat diikuti seluruh investor NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A! Investor cukup membeli dan hold NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, untuk mendapatkan tiket undian guna memenangkan HADIAH TOTAL Rp21.000.000, termasuk HADIAH MINGGUAN total Rp500.000 setiap minggunya! Semakin banyak dan semakin lama berinvestasi, semakin besar juga kesempatan menangnya. Cara ikutan gampang banget! 1. Buka nobi.id/campaign/xtracuan, lalu klik tombol “Ikutan Sekarang”. 2. Registrasi akun NOBI Dana Kripto, selesaikan verifikasi identitas, dan lakukan deposit minimal Rp1.000.000. 3. Beli dan hold produk NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A minimal Rp1.000.000. Setiap pembelian kelipatan Rp1.000.000 kamu akan mendapat 1 tiket undian, berlaku kelipatan. 4. Jumlah tiket undian= Jumlah pembelian dana kripto (kelipatan Rp 1.000.000) x Jumlah hari kamu berinvestasi. 5. Undian hadiah mingguan dilakukan setiap Jumat, dan pemenang diumumkan di Instagram resmi @nobidanakripto. 6. Undian Grand Prize dilakukan pada 10 April 2026.

Isu Penarikan Dana Exchange Kripto Lokal, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 01 Januari 2026 | 16:00 WIB

Isu Penarikan Dana Exchange Kripto Lokal, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman

Jakarta, katakabar.com - Isu penarikan dana dari exchange kripto lokal belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial. Isu tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat dan investor akan potensi terulangnya kasus kolapsnya exchange kripto asal Amerika Serikat, FTX, yang disebabkan oleh penyalahgunaan dana nasabah. Menanggapi hal ini, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan kondisi industri aset kripto di Indonesia saat ini sangat berbeda dan lebih aman, sehingga kasus FTX terulang di Tanah Air tidak bisa terjadi. Ia menekankan bahwa exchange kripto lokal tidak lagi memegang atau mengelola dana nasabah secara langsung. “Struktur industri kripto nasional saat ini sudah berubah total, sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dana nasabah tidak lagi dipegang oleh exchange seperti Tokocrypto. Kami hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli aset kripto dan hanya melakukan perdagangan saja,” jelas Calvin. Menurutnya, anggapan kasus seperti FTX dapat terjadi di Indonesia menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. “FTX tidak memiliki lisensi dan tidak berada di bawah pengawasan otoritas. Di Indonesia, seluruh ekosistem kripto kini diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga spekulasi tersebut tidak berdasar,” ucapnya. Dana Nasabah Disimpan Terpisah dan Diawasi OJK Berdasarkan POJK Nomor 23 Tahun 2025, ekosistem aset kripto di Indonesia kini diatur melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dalam skema ini, dana dan aset kripto nasabah disimpan secara terpisah dari exchange, sehingga tidak dapat digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Adapun struktur ekosistem industri aset kripto nasional adalah sebagai berikut: Bursa: PT Central Finansial X (CFX), berfungsi sebagai penyelenggara dan penyedia sistem perdagangan aset kripto. Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana rupiah atau fiat nasabah. Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset kripto nasabah. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Terdapat 29 PAKD berlisensi OJK, termasuk Tokocrypto, yang berfungsi sebagai platform jual-beli aset kripto. Calvin menegaskan bahwa lembaga kliring dan kustodian berada di bawah pengawasan ketat OJK dan telah berjalan lebih dari satu tahun. Selain itu, terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku. “Aturan baru juga mengharuskan pemisahan aset nasabah secara ketat, serta pemeriksaan dan pelaporan rutin. Skema ini dirancang untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana,” imbuhnya. Terkait imbauan kepada investor untuk menarik dana dari exchange lokal dan beralih ke cold wallet (self-custody), Clavin menilai klaim tersebut tidak tepat jika dikaitkan dengan kondisi regulasi Indonesia saat ini. Mekanisme pemisahan dana melalui Bursa, Kliring, dan Kustodian justru memperkuat keamanan aset nasabah, karena exchange tidak memiliki akses langsung terhadap dana maupun aset kripto pengguna. “Self-custody adalah pilihan pribadi investor, namun penting untuk memahami bahwa exchange kripto berlisensi di Indonesia sudah memiliki sistem perlindungan berlapis sesuai regulasi OJK,” beber Calvin. Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Tokocrypto juga menyediakan laporan Proof of Reserve yang dapat diakses publik. Laporan tersebut menunjukkan bahwa aset pengguna tercatat secara 1:1 dan dilengkapi dengan cadangan tambahan. Aset milik perusahaan Tokocrypto dicatat pada akun terpisah dan tidak termasuk dalam perhitungan Proof of Reserve. Di tengah dinamika pasar global, Tokocrypto mencatatkan kinerja yang tetap positif. Hingga November 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah mendekati Rp150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna terhadap aset kripto di Indonesia. “Kami terus berkomitmen menjaga keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar publik tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat,” sebut Calvin.

BlackRock Suntik Lebih dari $3 Miliar ke Proyek Data Center Raksasa Meta di Louisiana Internasional
Internasional
Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:00 WIB

BlackRock Suntik Lebih dari $3 Miliar ke Proyek Data Center Raksasa Meta di Louisiana

Jakarta, katakabar.com - Raksasa manajemen aset global BlackRock dilaporkan telah mengucurkan dana lebih dari US$3 miliar untuk mendanai pembangunan pusat data (data center) raksasa milik Meta Platforms Inc. di Louisiana, Amerika Serikat. Investasi ini menandai salah satu langkah pendanaan infrastruktur digital terbesar tahun ini, serta menegaskan meningkatnya minat investor institusional terhadap proyek yang menopang pertumbuhan Artificial Intelligence (AI). Proyek data center yang berlokasi di Kawasan Jefferson Parish itu akan menjadi salah satu fasilitas terbesar dalam jaringan global Meta. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung lonjakan kebutuhan daya komputasi yang dibutuhkan model AI generatif serta pemrosesan data berskala besar bagi platform seperti Facebook, Instagram, dan Threads. Menurut laporan dari Bloomberg, BlackRock menyalurkan pendanaan melalui anak usahanya, Transition Infrastructure, yang berfokus pada proyek digital dan energi bersih. Skema pembiayaan dilakukan dalam bentuk private credit model pendanaan non-bank yang semakin populer di kalangan investor besar karena menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding obligasi tradisional. Langkah ini mempertegas bagaimana industri keuangan global kini memusatkan perhatian pada infrastruktur AI. Meta, yang tengah gencar berinvestasi dalam pengembangan model bahasa besar (large language models), menghadapi kebutuhan energi dan ruang server yang meningkat drastis. Dengan suntikan dana dari BlackRock, proyek ini diperkirakan mampu mempercepat pembangunan fasilitas yang diklaim akan mengonsumsi daya listrik lebih dari 400 megawatt, menjadikannya salah satu pusat data paling canggih dan efisien di Amerika Serikat. Selain Meta, sejumlah perusahaan teknologi besar lain seperti Microsoft, Amazon, dan Google juga tengah memperluas jaringan data center mereka, dengan fokus pada machine learning, cloud computing, dan layanan AI. Sementara itu, investor seperti BlackRock melihat sektor ini sebagai peluang strategis jangka panjang kombinasi antara potensi keuntungan tinggi dan kontribusi pada transformasi digital global. “Permintaan akan infrastruktur digital dan daya komputasi akan terus meningkat seiring perkembangan AI. Ini adalah kesempatan untuk membangun fondasi ekonomi baru,” ujar salah satu analis teknologi di Morningstar. Dorongan bagi Ekonomi Lokal dan Energi Hijau Proyek Meta di Louisiana ini juga disebut-sebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi wilayah tersebut. Pemerintah setempat memperkirakan pembangunan data center ini akan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja konstruksi dan ratusan posisi teknis permanen setelah beroperasi. Selain itu, proyek ini dirancang dengan fokus pada energi terbarukan, sejalan dengan komitmen Meta dan BlackRock terhadap keberlanjutan. Sebagian besar kebutuhan listrik fasilitas ini akan disuplai dari pembangkit tenaga surya dan angin di kawasan selatan AS. Tren investasi di sektor digital dan teknologi kini tidak hanya menarik bagi investor institusional seperti BlackRock, tetapi juga semakin mudah diakses oleh masyarakat umum. Bagi kamu yang ingin mulai berinvestasi di sektor teknologi global, salah satu platform terpercaya di Indonesia adalah Nanovest — aplikasi investasi yang memungkinkan kamu untuk membeli Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital hanya dalam satu aplikasi. Melalui Nanovest, investor bisa ikut merasakan potensi pertumbuhan dari perusahaan besar seperti Meta, Microsoft, dan Nvidia tanpa harus membuka akun di luar negeri. Aset kamu juga terlindungi oleh Asuransi Sinarmas, memastikan keamanan dari risiko kejahatan siber.

Siap-siap! PT Cisadane Sawit Raya Beli Kembali Saham Siapkan Dana Rp90 Miliar Sawit
Sawit
Senin, 15 September 2025 | 15:41 WIB

Siap-siap! PT Cisadane Sawit Raya Beli Kembali Saham Siapkan Dana Rp90 Miliar

Jakarta, katakabar.com - PT Cisadane Sawit Raya Tbk atau CSRA beli kembali atau buyback saham sebanyak-banyaknya 90 juta lembar atau 4,4 persen dari saham disetor Perseroan. Pembelian kembali saham CSRA selama tiga bulan, dimulai Selasa, 16 September 2025 hingga 15 Desember 2025. Corporate Secretary CSRA, Iqbal Prastowo dalam prospektus rencana pembelian kembali saham yang disampaikan ke BEI, Senin (15/9) mengutarakan, dana yang disiapkan untuk buyback saham Perseroan sebesar Rp90 miliar. Di mana sumber dana buyback saham berasal dari kas Perseroan. Kata Iqbal, dilansir dari laman stockwatch.id, Senin siang, buyback saham emiten sawit atau CSRA dilakukan di harga dianggap baik, dan wajar oleh manajemen Perseroan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Manajemen Perseroan telah menunjuk PT Trust Sekuritas untuk mengeksekusi buyback saham CSRA ini. Dijelaskan Iqbal, pelaksanaan buyback saham CSRA salah satu bentuk upaya Perseroan dalam mendukung stabilitas pasar modal, meningkatkan nilai pemegang saham, serta kinerja saham Perseroan. Sehingga akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada Perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien. Tidak hanya itu, sambungnya, buyback saham dilakukan Perseroan untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. ”Perseroan akan menyimpan saham hasil buyback untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu tiga tahun,” ucapnya. Ia meyakini dan optimis rencana buyback atau pembelian kembali saham ini tidak memberikan dampak yang material terhadap pendapatan, dan kegiatan usaha Perseroan.

Pertamina Buka Kompetisi PFsains Pengembangan Produk Riset Nasional
Nasional
Rabu, 25 Juni 2025 | 17:10 WIB

Pertamina Buka Kompetisi PFsains Pengembangan Produk Riset

serta berpotensi untuk dikomersialkan. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2020, kompetisi PFsains telah mendukung 36 produk riset inovasi teknologi dan energi dengan menggandeng 754 inovator. Salah satunya untuk ketahanan pangan melalui alat penetasan telur berkapasitas 100 telur hasil persilangan dua jenis ayam petelur unggul, yakni ayam Mahkota dan ayam Arab sehingga menghasilkan anakan ayam MAHAR. Fase maturity pada ayam MAHAR relatif lebih cepat, dimana ayam Jantan MAHAR sudah mulai berkokok pada bulan ke 4, sedangkan ayam betina MAHAR rata-rata bertelur pada umur 4 hingga 5 bulan. “Berkat dukungan Pertamina, kami bisa mengembangkan alat penetas telur yang mampu menyimpan telur pada suhu dan kelembaban yang sesuai untuk penetasan telur serta dilengkapi dengan thermostat dan alat putar rak otomatis sehingga suhu telur dapat dikontrol secara tepat. Dengan alat ini, produktivitas telur mampu mencapai 320 butir telur per tahun dengan bobot 47-52 gram per butir dan berwarna putih-krem menyerupai telur ayam kampung,” cerita ketua tim Gama Ayam, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.