Kedaulatan Digital Hingga AI bagi Semua: Strategi Membangun Masa Depan Inklusif
Bali, katakabar.com - Ambisi Indonesia dalam bidang kecerdasan buatan (AI) memasuki tahap yang semakin menantang. Pembangunan pusat data, investasi perusahaan teknologi internasional, dan perluasan akses komputasi merupakan langkah penting, tetapi belum menjamin kemandirian teknologi maupun kemakmuran ekonomi.
Sinergi FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital
Jakarta, katakabar.com - FLOQ dan Telkomsel menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki potensi integrasi layanan aset digital FLOQ ke dalam ekosistem seluruh aplikasi yang dikembangkan Telkomsel untuk pelanggan.
Siber Group Perkuat Layanan Perlindungan Reputasi Digital dan Privasi di Indonesia
Bekasi, katakabar.com - PT Siber Shop Teknologi Indonesia, perusahaan keamanan siber dan manajemen reputasi digital yang beroperasi dengan brand Siber Group, memperkuat layanan perlindungan reputasi digital dan privasi untuk individu, profesional, pelaku usaha, hingga institusi di Indonesia.
Tigo AI Hadirkan Platform Iklan Berbasis AI: Solusi Cerdas Pemasaran Digital
Jakarta, katakabar.com - Tigo AI resmi diluncurkan sebagai platform periklanan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu bisnis membuat dan mengelola materi promosi digital dengan lebih praktis.
BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital
Jakarta, katakabar.com - Bank Indonesia (BI) buka opsi untuk menerbitkan stablecoin sebagai bagian dari pengembangan instrumen digital bank sentral. Wacana tersebut muncul di tengah pengembangan Rupiah Digital saat ini memasuki tahap eksperimen untuk mendukung transaksi lintas negara.
ION Build Hadirkan Open Network untuk Akselerasi Digital Startup dan Pelaku Bisnis
Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) bersama Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Jakarta gelar ION Build: Build on the Open Network-A Connector for Digital Commerce & Interoperable Solutions di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (2/10) lalu. Didukung Google.org dan Indosat Ooredoo Hutchison, kegiatan ini mempertemukan startup, founder, developer, serta pelaku bisnis untuk membahas open network dan interoperabilitas dalam membangun ekosistem perdagangan digital yang lebih terhubung.
AI Bagian Workflow Bisnis, Telkom AI Center Malang Perkuat Kapabilitas Digital Pelaku Usaha
Malang, katakabar.com - Penguatan kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian penting dorong kesiapan bisnis menghadapi perubahan cara kerja di era digital. Melalui AI Upskilling Productivity for Business & SME, Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI Academy menghadirkan pembelajaran secara daring mengenai penerapan AI dalam workflow bisnis yang diikuti oleh lebih dari 35 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Sesi pembelajaran dibuka M. Ziaelfikar Albaba, BCL (Business and Community Lead) Telkom AI Center Malang & CEO Nortis AI Academy. Ia menekankan pentingnya melihat penerapan AI dari perspektif kebutuhan bisnis. Peserta diajak memahami bahwa pemanfaatan AI tidak semata-mata dilakukan karena fear of missing out (FOMO) atau mengikuti tren teknologi, tetapi perlu dikaitkan dengan proses kerja dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan pendekatan tersebut, AI dapat diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung pertumbuhan pendapatan. “Adopsi AI sebaiknya dimulai dari kebutuhan dan proses kerja yang ingin dioptimalkan. Dengan begitu, penggunaan AI tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar bisa memberikan dampak yang terukur bagi bisnis,” ujar M. Ziaelfikar Albaba, BCL (Business and Community Lead) Telkom AI Center Malang sekaligus CEO Nortis AI Academy. Materi kemudian dilanjutkan Rachmat Anggara, Founder & CEO Qasir.id, melalui pembahasan “AI Workflow & Task Analysis”. Dia membagikan pengalaman Qasir.id dalam penerapan AI untuk mendukung operasional perusahaan, termasuk pemanfaatan AI Agent Open Claw sebagai salah satu tools dalam workflow perusahaan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai bagaimana AI dapat diterapkan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam operasional bisnis. Sepanjang sesi pembelajaran, diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang membahas penerapan AI Agent untuk mendukung pekerjaan karyawan hingga strategi mengoptimalkan penggunaan token agar pemanfaatan AI tetap efisien. Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya tertarik memahami teknologi secara umum, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek implementasi dan efisiensinya dalam lingkungan kerja. Salah satu peserta juga menyampaikan materi yang diberikan memiliki pembahasan yang mendalam dan mampu menjawab berbagai keraguan yang sebelumnya muncul dalam proses mempertimbangkan adopsi AI untuk bisnis.
Hadir di ICCA 2026, Vritimes Tunjukkan Peran Siaran Pers Digital Membangun Kepercayaan Konsumen
Jakarta, katakabar.com - Berakhirnya gelaran pameran dan ajang penghargaan tahunan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 yang digelar oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) di Jakarta menandai suksesnya keikutsertaan Vritimes sebagai exhibitor. Sebagai platform distribusi siaran pers berbasis SaaS asal Tokyo, Vritimes memanfaatkan momentum berkumpulnya para pemimpin contact center, praktisi customer experience (CX), dan penyedia teknologi komunikasi ini untuk mengenalkan pentingnya integritas publikasi berita dalam mendukung keterbukaan informasi layanan pelanggan. Dalam pameran tersebut, Vritimes memaparkan bagaimana strategi publisitas siaran pers dapat menyokong tiga pilar utama keberadaan digital perusahaan. Pertama, pada pilar Brand Awareness, penyebaran kabar resmi mengenai inovasi layanan dan pencapaian contact center ke jaringan portal berita membantu memperluas jangkauan pemangku kepentingan serta pelanggan. Kedua, dari sisi SEO (Search Engine Optimization), penayangan siaran pers di portal berita menghasilkan keberadaan backlink yang berkontribusi pada peningkatan Domain Authority situs web perusahaan dan mendongkrak posisi kata kunci di mesin pencari Google. Ketiga, untuk merespons tren AIO (Artificial Intelligence Optimization), Vritimes turut membantu optimasi visibilitas perusahaan agar informasi resmi lebih mudah terindeks serta dijadikan rujukan oleh mesin pencari kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan Google AI Overviews. Perwakilan manajemen Vritimes Inc. menyampaikan bahwa di era transparansi digital, penyampaian informasi yang resmi dan mudah ditemukan menjadi penentu utama dalam membangun kepercayaan serta kepuasan konsumen. Antusiasme para profesional contact center dan praktisi layanan pelanggan terlihat dari tingginya interaksi di booth VRITIMES sepanjang acara, di mana peserta berdiskusi mengenai taktik komunikasi publik dan menyaksikan langsung cara kerja dasbor platform. Keikutsertaan di TBCCI 2026 ini semakin mempertegas komitmen VRITIMES untuk terus menyediakan infrastruktur publikasi siaran pers yang praktis, terukur, dan relevan bagi berbagai sektor industri di Indonesia.
Dukung Percepatan Program MBG di Daerah 3T, Vritimes Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri
Jakarta, katakabar.com - Perusahaan teknologi media dan penyedia platform distribusi siaran pers, Vritimes berpartisipasi aktif sebagai narasumber utama dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) angkat tema "Strategi Percepatan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)". Forum strategis ini digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).
Ketika Kampus Tak Lagi Cukup Sekadar Digital: Metranet dan Masa Depan PTI
Jakarta, katakabar.com - Lewat konsep Building Impactful Universities untuk membangun perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing global, Metranet melihat teknologi sebagai enabler. Perguruan tinggi Indonesia (PTI) tengah memasuki fase baru dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi tidak lagi cukup dimaknai sebagai upaya memindahkan layanan dan proses ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun institusi yang lebih adaptif, berbasis data, inovatif, dan mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks kehadiran Metranet, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang berlangsung di Aula Timur dan Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026. Usung tema “Empowering PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence”, forum ini mempertemukan pimpinan teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bersama pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan terkait. Selama dua hari, forum ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi, mulai dari integrasi dan pelaporan PDDikti, perluasan konektivitas melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN), tata kelola teknologi informasi, pemerintahan digital, ketahanan siber, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk analitik data dan pelaporan. Diskusi juga diperluas melalui sesi meja bundar yang membahas tata kelola dan kebijakan TI, ekosistem data pendidikan tinggi, transformasi digital, ketahanan siber, serta SDM digital dan kepemimpinan TI. Bagi Metranet, berbagai agenda tersebut menunjukkan bahwa masa depan kampus digital membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Teknologi perlu ditempatkan sebagai enabler yang menghubungkan kebutuhan akademik, operasional, data, inovasi, dan aktivitas ekonomi kampus sehingga menghasilkan nilai yang nyata. Pandangan tersebut dituangkan Metranet melalui kerangka “Building Impactful Universities”, yang menggambarkan evolusi perguruan tinggi menuju empat area utama: AI-Ready Campus, Digital University, Campus Economic Hub, serta Research to Impact to Market. Keempat area tersebut didukung oleh kapabilitas Metranet Group pada lima area, yaitu technology, AI, data, commerce, dan ecosystem. “Kami melihat transformasi perguruan tinggi bukan semata-mata mengenai seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar nilai yang dapat dihasilkan dari pemanfaatannya. Teknologi harus mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengambilan keputusan, membuka ruang inovasi, dan mendukung perguruan tinggi menghasilkan dampak yang lebih besar. Karena itu, Metranet mengambil posisi sebagai Digital Enabler for Nation untuk membantu menghadirkan kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan tersebut,” kata Faisal Yusuf, Direktur Bisnis Metranet. Dalam visi tersebut, digitalisasi bukan sekadar membangun layanan berbasis teknologi, melainkan menyatukan berbagai aspek perguruan tinggi, mulai dari akademik dan riset hingga pengalaman mahasiswa dan operasional. Dukungan data dan AI kemudian memungkinkan institusi mengambil keputusan secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistemnya. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Metranet menghadirkan sejumlah kapabilitas melalui portofolionya, antara lain SCALA sebagai digital transformation enabler, Xooply sebagai e-commerce platform, Cazbox sebagai community platform, dan Uzone sebagai digital literacy platform. Metranet juga memperkuat kapabilitasnya melalui kolaborasi dengan Google untuk produk Google Education dan Zoom Communications untuk produk Zoom Workplace di sektor pendidikan. Portofolio tersebut merepresentasikan pendekatan Metranet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada bagaimana berbagai kapabilitas dapat menjawab kebutuhan institusi secara lebih utuh, mulai dari transformasi proses, pengembangan layanan, penguatan komunitas, hingga peningkatan literasi digital. “Perguruan tinggi memiliki kebutuhan yang sangat beragam dan tidak dapat diselesaikan oleh satu solusi saja. Karena itu, pendekatannya harus berbasis ekosistem. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan arah nasional, perguruan tinggi memahami kebutuhan akademik dan institusionalnya, sementara industri dan technology partner dapat membawa kapabilitas untuk mempercepat implementasi. Metranet ingin mengambil peran sebagai penghubung kekuatan tersebut,” lanjut Faisal. Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin relevan ketika pendidikan tinggi dihadapkan pada tantangan yang bersifat lintas institusi. Perbedaan tingkat kematangan teknologi, kualitas dan interoperabilitas data, risiko keamanan siber, serta kebutuhan mengadopsi cloud dan AI secara strategis menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab bersama oleh ekosistem pendidikan tinggi. Karena itu, Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan menyusun langkah bersama. Forum ini diarahkan untuk membangun kesepahaman mengenai arah transformasi digital pendidikan tinggi sekaligus memperkuat tata kelola TI, infrastruktur dan konektivitas, keamanan siber, pemanfaatan AI, serta jejaring kolaborasi antar-CIO dengan perguruan tinggi. Bagi Metranet, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi TelkomGroup dalam mendukung kemajuan pendidikan Indonesia. Dengan mempertemukan kapabilitas teknologi, mitra strategis, dan kebutuhan institusi, Metranet melihat peluang untuk membantu perguruan tinggi bergerak menuju institusi yang tidak hanya digital, tetapi juga bermutu, berdampak, dan mampu berdaya saing secara global. “Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan akhir. Teknologi adalah enabler untuk menciptakan perguruan tinggi yang bermutu, berdampak, dan mendunia. Kami percaya ketika pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan technology partner bergerak bersama, transformasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” sebut Faisal.