Ditambah

Sorotan terbaru dari Tag # Ditambah

Siap-siap! Kuota Minyakita ke Perum Bulog Ditambah Kemendag Sawit
Sawit
Sabtu, 20 September 2025 | 19:36 WIB

Siap-siap! Kuota Minyakita ke Perum Bulog Ditambah Kemendag

Medan, katakabar.com - Kementerian Perdagangan atau Kemendag waktu dekat ini bakal tambah Kuota Minyakita ke Perusahaan Umum atau Perum Badan Urusan Logistik atau Bukog, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. “Kuotanya bakal ditambah Kemendag. Soalnya stok Minyakita di Bulog sudah mulai menipis,” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen Ahmad Rizal Rhamdan, kepada para wartawan di RM Garuda, Jalan Pattimura, Medan, Jumat (19/9) sore kemarin, seperti dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Sabtu sore. Didampingi Pemimpin Wilayah atau Pimwil Bulog Provinsi Sumatera Utara, Budi Cahyanto dan wakilnya, Erwin Budiyana, Mayjen Ahmad Rizal Ramdhan memastikan penambahan kuota Minyakita tidak akan diiringi dengan kenaikan harga eceran tertinggi atau HET. Penambahan Minyakita ke Perum Bulog dilakukan lantaran pemerintah melihat kalau kondisi perekonomian masyarakat belum pulih, sehingga diperlukan langkah-langkah yang bisa memastikan harga sembilan bahan pokok atau Sembako bisa dijangkau masyarakat. “Enggaklah, enggak naik HET-nya. Kasihan masyarakat, ekonominya belum pulih, masak mau dinaikkan HET Minyakita,” terang mantan Kodam Bukit Barisan Medan ini. Soal keluhan masyarakat terkait kualitas Minyakita berbeda jauh dengan kualitas minyak goreng komersial, Ahmad Rizal Ramdhan menegaskan, hal itu di luar tugas dan kewenangan Perum Bulog. “Sekadar informasi, untuk soal Minyakita ini, tugas Bulog adalah mendistribusikan ke masyarakat, bukan mengolah. Kami menerima kuota Minyakita dari Kemendag dengan HET yang sudah ditetapkan Kemendag juga. Kami tinggal mendistribusikan saja,” bebernya. “Jadi, beda dengan beras. Di situ Perum Bulog jelas punya kewenangan untuk mengolah dari gabah menjadi beras, dan selanjutnya didistribusikan ke masyarakat dengan HET yang ditetapkan pemerintah,” timpalnya. Kalau stok Minyakita di Provinsi Sumatera Utara, kata Ahmad Rizal Ramdhan, sudah dipastikan stok bakal bertambah seiring dengan penambahan kuota Minyakita secara nasional. “Pastinya saat ini stok Minyakita di Sumater Utara berkurang. Berapa stok yang ada di BulogSumut saat ini, Pak Budi?” tanya Ahmad Rizal Ramdhan kepada Pimwil Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, yang duduk di sebelah kirinya.

Bibit Sawit Unggul Bersubsidi Paling Digandrungi Stok Ditambah 2024 Sawit
Sawit
Jumat, 08 September 2023 | 21:43 WIB

Bibit Sawit Unggul Bersubsidi Paling Digandrungi Stok Ditambah 2024

Bengkulu, katakabar.com - Bibit kelapa sawit unggul bersubsidi paling banyak digandrungi makanya stoknya bakal ditambah pada tahun 2024 mendatang. Penambahan bibit kelapa sawit unggul bersubsidi itu, sebagai upaya Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu untuk fasilitasi dan sediakan agar petani dapat bibit kelapa sawit tersertifikasi. Lewat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Perkebunan Bengkulu utara telah salurkan sebanyak 22.400 batang bibit kelapa sawit bersertifikasi kepada petani kelapa sawit. "Dari capaian 2023 ini, rencananya tahun depan penyediaan bibit sawit unggul ditambah dan ditingkatkan jadi 35.000 batang," ujar Kepala UPTD Pembibitan Ketahun, Giarto SAp, dilansir dari laman radarutara.id, pada Jumat (8/9). Penambahan ini ujar Giarto, dilakukan untuk mengakomodir permintaan petani sawit terutama dari kalangan yang kurang mampu. "Animo mereka untuk mendapatkan bibit bersertifikasi dengan skema subsidi ini sangat tinggi," jelasnya. Dengan subsidi harapnya, masyarakat bisa mendapatkan bibit sawit seharga Rp15 ribu per batang. Hal ini sangat membantu para petani kelapa sawit. Tapi, belum tahu, apakah skema subsidi tetap dipertahankan atau justru berubah menjadi gratis. Intinya pengadaan bibit tahun depan tetap dilaksanakan dan jumlahnya ditingkatkan, tambahnya.

DPW Apkasindo Bengkulu Minta Dana PSR Ditambah, Ini Penyebabnya Nasional
Nasional
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 23:03 WIB

DPW Apkasindo Bengkulu Minta Dana PSR Ditambah, Ini Penyebabnya

Bengkulu, katakabar.com - Dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebesar Rp30 juta per hektar dinilai belum cukup mengingat harga-harga komoditas mengalami kenaikan, seperti pupuk dan bahan bakar minyak (BBM) saat ini Lantaran itu, Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW Apaksindo) Provinsi Bengkulu meminta pusat menambah dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Sekretaris APKASINDO Provinsi Bengkulu, John Simamora menjelaskan, dana sebesar Rp30 juta per hektar masih kurang bila digunakan membiayai program PSR. "Idealnya dana PSR mestnya Rp60 juta per hektar biar cukup beli bibit, penebangan dan pembersihan pohon kelapa sawit tidak produktif, penanaman, dan perawatan kelapa sawit hingga panen. "Jika dana PSR cuma sebesar Rp30 juta per hektar mampu bertahan hingga selesai penanaman pohon kelapa sawit baru. Sisanya seperti biaya perawatan hingga panen petani harus punya modal sendiri. Itu tadi, idealnya Rp60 juta," jelasnya dilansir dari lama elaeis.co, pada Sabtu 5/8). Kata Jhon, bila petani kelapa sawit dapat Dana PSR sebesar Rp60 juta, petani lebih mandiri. Para petani peserta PSR tidak lagi berutang dengan perbankan untuk mengatasi kekurangan dana PSR. "Jika dana PSR masih Rp30 juta, petani bakal mencari kekurangannya sebesar Rp30 juta lagi. Dana segitu belum cukup hingga panen. Otomatis mereka akan meminjam kepada bank. Mereka pun mesti putar otak memikirkan angsuran atau cicilan selesai kebun diremajakan," ulasnya lagi. Kepada pemerintah hendaknya sediakan dana bagi petani sebesar Rp60 juta untuk PSR. Hal itu agar petani bebas dari pinjaman bank dan lainnya. Begitu kebun kelapa sawit panen, para petani tdak pusing lagi membayar angsuran di bank. "Kalau dana PSR besar petani tidak perlu pinjam bank. Ini diberi dana PSR Rp30 juta per hektar, tapi apa-apa sudah naik tidak bisa dikatakan sudah cukup," bebernya.