Dominasi Anak Usaha Pertamina dan Eksistensi Perusahaan Lokal di Riau Opini
Opini
Selasa, 28 Juli 2026 | 07:37 WIB

Dominasi Anak Usaha Pertamina dan Eksistensi Perusahaan Lokal di Riau

Oleh: Agus Salim katakabar.com - Awalnya dengan adanya pergantian operator atau alih kelola  ladang minyak di Riau khususnya yang berada di Duri, Minas dan Bekasap dari  PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) kepada PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang nota bene anak kandung dari PT Pertamina (Persero) resmi terjadi pada 9 Agustus 2021, menandai berakhirnya masa kelola Chevron selama 97 tahun. Proses transisi ini mencakup alih status pekerja, penyesuaian sistem operasional, serta keberlanjutan program pengeboran sumur migas Momentum ini bagi penguusaha lokal ini seakan menjadi sebuah harapan baru akan bangkitnya eksistensi penguasa lokal untuk bisa berpartisipasi, dan berkembang bersama. Tetapi, sayangnya itu sebuah ironi dan hanya menjadi sebuah angan angan yang jauh dari kenyataan. Karena sebagian besar pekerjaan diberikan kepada anak cucu perusahaan Pertamina, dan sebagian lagi diberikan kepada perusahaan luar daerah, yang keberadaan mereka tidak ada menjadi nilai tambah bagi pengusaha lokal daerah. Hal ini lantaran tidak adanya aturan yang mengikat untuk membangun pola kemitraan dengan Pengusaha lokal, tentunya ini sangat merugikan dan juga semakin membuat pengusaha lokal menjadi terpuruk. Di sini kami sebagai yang mewakili suara hati pengusaha lokal berharap kepada pemerintah khususnya kepada Presiden RI, H Prabowo Subianto atau melalui kementerian terkait khususnya kementerian ESDM untuk bisa meninjau ulang pola kontrak kerja yang berlaku di Pertamina dan khususnya di PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR), terutama untuk pemberdayaan, dan kemitraan dengan pengusaha, serta tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidupnya menjadi support pekerjaan yang ada di daerah operasional PT. PHR. Sebagai sesama anak bangsa, kita mendukung adanya warcana Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk merampingkan perusahaan-perusahaan plat merah nota bene anak cucu Pertamina. Sebab, dengan adanya wacana Presiden RI tersebut bisa menjadi angin segar bagi perusahaan perusahan lokal untuk menjadi bagian mitra bisnis PHR ke depan.

Harga Emas Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi Internasional
Internasional
Minggu, 19 Juli 2026 | 10:03 WIB

Harga Emas Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas pada perdagangan diperkirakan masih berada dalam bayang-bayang tren penurunan, meski terdapat peluang penguatan terbatas dalam jangka pendek. Analisis terbaru dari Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat tekanan jual masih menjadi arah utama pasar. Tetapi, munculnya respons beli di area support membuka peluang terjadinya technical rebound sebelum harga kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Lantaran itu, kata Gelardo, Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar agar tidak langsung menganggap kenaikan harga sebagai awal dari perubahan tren, melainkan sebagai fase koreksi yang masih perlu dikonfirmasi. Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas pada time frame H4 masih bergerak dalam struktur primary trend bearish. Artinya, kecenderungan utama pasar masih mengarah pada pelemahan. Meski demikian, setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir, harga berhasil bertahan di area support minor di kisaran 3.982. Level tersebut memicu munculnya minat beli yang tercermin dari terbentuknya swing low pada time frame yang lebih kecil. Bagi Dupoin Futures, kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa buyer mulai memberikan perlawanan terhadap dominasi seller, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren secara keseluruhan. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan respons positif dari area support tersebut berpotensi mendorong harga memasuki fase secondary trend, yaitu penguatan sementara yang lazim terjadi di tengah tren turun. Fase ini umumnya dimanfaatkan pasar untuk melakukan penyesuaian harga setelah penurunan yang cukup tajam. Tetapi, Dupoin Futures menilai bahwa peluang kenaikan tersebut masih bersifat terbatas selama belum ada sinyal teknikal yang benar-benar mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish. Dalam proyeksinya, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpeluang menguji area resistance di kisaran 4.039 hingga 4.063 apabila support 3.982 tetap mampu menahan tekanan jual. Zona tersebut dipandang sebagai area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga kembali mengalami penolakan (rejection) di area resistance tersebut, maka peluang seller untuk melanjutkan tren bearish akan semakin besar. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance dengan dukungan volume transaksi yang kuat, maka potensi penguatan yang lebih luas dapat mulai terbentuk, meski tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan. Dupoin Futures menegaskan secara teknikal struktur pasar belum menunjukkan perubahan signifikan. Dominasi tren turun masih tetap menjadi skenario utama karena harga belum membentuk pola yang mampu mengubah arah pergerakan dalam jangka menengah. Itu sebabnya, investor dan trader disarankan tetap disiplin dalam mengelola risiko, terutama ketika harga mendekati area resistance yang berpotensi memicu tekanan jual baru. Selain analisis teknikal, Dupoin Futures juga menilai bahwa faktor fundamental masih menjadi penyebab utama terbatasnya ruang kenaikan harga emas. Pasar saat ini masih dibayangi ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Bank sentral Amerika Serikat masih berupaya menjaga inflasi agar kembali ke target, sehingga suku bunga diperkirakan tetap berada di level tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar AS tetap menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Masih menurut Dupoin Futures, tingginya suku bunga dan kuatnya dolar AS menjadi kombinasi yang kurang menguntungkan bagi pasar emas. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga meningkatkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap sehingga sebagian investor memilih mengurangi eksposur terhadap logam mulia. Meski demikian, Dupoin Futures melihat peluang terjadinya buy on dip setelah harga emas mengalami penurunan cukup dalam hingga mendekati area support. Aksi beli pada harga rendah tersebut dapat memberikan dorongan bagi terjadinya technical rebound dalam jangka pendek.

Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global Lifestyle
Lifestyle
Selasa, 09 Juni 2026 | 15:30 WIB

Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global

Jakarta, katakabar.com - Sebagai pionir di industri sintered stone big slab di Indonesia, QUADRA kembali meraih prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi Meja Sintered Stone Seamless (Tanpa Sambungan) Terpanjang, pada ajang Keramika 2026, Jumat (5/6). Pencapaian ini membuktikan keunggulan QUADRA dalam memadukan teknologi manufaktur lokal dan craftsmanship kelas Internasional untuk mendukung tren arsitektur dan interior modern. Rekor MURI ini menambah deretan pencapaian QUADRA di tahun 2026, setelah sebelumnya, QUADRA sukses mencatatkan prestasi dalam ajang internasional dengan menerima penghargaan Asia Pacific Property Awards untuk kategori Best Retail Architecture Indonesia atas desain inovatif QUADRA Gallery Signature Bali. Pimpinan QUADRA & ROMAN, Willie Low, mengatakan proses manufaktur meja sintered stone sepanjang 5 meter menggunakan teknologi Sacmi Continua+, teknologi Italia yang memiliki beberapa keunggulan seperti, nyaris tidak berpori, tahan gores, tahan noda, dan tahan panas. “Dengan inovasi teknologi manufaktur di pabrik QUADRA, material alami pilihan dipadatkan hingga mencapai tingkat yang optimal dan daya serap air nyaris nol untuk menciptakan slab berukuran super besar dengan konsistensi struktural yang sempurna. Inilah hasilnya meja sintered stone 5 meter tanpa sambungan,” kata Willie. Permukaan tidak berpori dan mudah dibersihkan menjadikan meja seamless QUADRA sangat ideal untuk mendukung kebutuhan ruang modern baik untuk aplikasi residensial seperti kitchen island mewah, maupun ruang komersial dan profesional seperti meja ruang rapat eksekutif (boardroom table). Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, menimpali pemberian rekor MURI kepada QUADRA merupakan bentuk apresiasi karya dan inovasi anak bangsa dalam bidang ekonomi dan industri. “Meja berbahan sintered stone yang berhasil dicatatkan sebagai rekor merupakan hasil produksi dalam negeri, dengan seluruh proses manufaktur dilakukan di fasilitas produksi di Indonesia. MURI berharap dengan rekor tersebut mampu menumbuhkan semangat, kreativitas, dan inovasi anak bangsa,” ujar Osmar. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto mengapresiasi rekor MURI yang diraih oleh QUADRA. Pencapaian monumental ini menjadi bukti konkret bahwa industri lokal semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar internasional. “Selamat kepada QUADRA atas prestasi MURI yang membanggakan, penghargaan ini sebagai bukti nyata inovasi, teknologi dan kualitas produk QUADRA setara dengan produk-produk premium dari Eropa khususnya Italia dan Amerika Serikat. Bangga dan selalu menjadi yang terdepan," tutur Edy. QUADRA Hadirkan Solusi Material Fleksibel Melalui partisipasinya pada acara KERAMIKA 2026, QUADRA juga menampilkan inovasi produk terbarunya, QUADRA eXential yang hadir dengan dengan tiga ukuran: 100x100 cm, 120x60 cm dan 80x80 cm, cm. Variasi ukuran ini memberikan fleksibilitas dalam proses desain dan aplikasi, khususnya untuk ruang dengan dimensi yang lebih compact, sekaligus mendukung pemasangan yang lebih efisien dan presisi. Selain itu, QUADRA juga menghadirkan inovasi sintered stone slab dengan ketebalan 6 mm yang dirancang untuk menjawab kebutuhan arsitektur modern terhadap material ringan, kuat dan fleksibel dalam pengaplikasiannya. Dengan metode pemasangan tile on tile, produk ini memungkinkan instalasi tanpa membebani struktur, sehingga ideal diaplikasikan pada dinding, pintu pivot, pelapis kabinet, hingga lantai ruang lift. Mengangkat Kearifan Lokal Lewat ROMAN moZaik Melengkapi portofolio inovasi grup, ROMAN resmi menghadirkan moZaik, lini produk yang diproduksi langsung di Indonesia dengan memadukan presisi teknologi modern, kekayaan alam Indonesia, dan sentuhan artistik yang detail. Kehadiran moZaik menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kreatif lokal melalui inovasi bernilai tambah tinggi. “Melalui berbagai inovasi yang kami hadirkan, mulai dari meja seamless 5 meter, koleksi sintered stone dengan ketebalan 6mm hingga koleksi moZaik, merupakan wujud komitmen kami untuk membuktikan bahwa industri lokal mampu menghadirkan produk dengan standar kualitas global. Dalam inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk terus mendorong eksplorasi baru dalam desain interior dan arsitektur,” terang Willie. Inovasi produk tersebut dapat disaksikan di pameran Keramika yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Juni 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tepatnya di booth KM 01-07. Selain QUADRA & ROMAN, di booth ini pengunjung dapat melihat berbagai inovasi produk terbaru genteng keramik KANMURI.

Dominasi Pasar Kosmetik 2026: Maklon Kosmetik Bersama Efba Group Investasi Paling Logis Lifestyle
Lifestyle
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:10 WIB

Dominasi Pasar Kosmetik 2026: Maklon Kosmetik Bersama Efba Group Investasi Paling Logis

Jakarta, katakabar.com - Memasuki tahun 2026, maklon kosmetik bukan lagi sekadar urusan produksi barang, melainkan tentang penguasaan teknologi manufaktur dan ekosistem hilirisasi. Efba Group hadir sebagai mitra strategis bagi investor dan beautypreneur melalui integrasi tiga kekuatan utama yang menjamin keuntungan eksponensial, yakni: Manufaktur Berteknologi Tinggi, dan  Melalui Efba Kosmetindo: Pabrik maklon kosmetik ini menerapkan standar otomasi industri yang memastikan stabilitas formula premium. Infrastruktur ini telah teruji membawa mitra seperti Starlite dan Umi Beauty Skincare mencapai skala 65 ribu resi online, membuktikan bahwa maklon skincare di Efba memiliki daya serap pasar yang luar biasa. Ekosistem Bisnis 360 Derajat: Berbeda dengan perusahaan maklon kosmetik konvensional, Efba Group menyediakan solusi hulu ke hilir. PT. Efba Digital Mulia mengarsiteki dominasi pasar melalui strategi digital marketing jutaan reach, sementara PT. Efba Consulting mengamankan aspek legalitas BPOM/Halal serta efisiensi HPP yang kompetitif. Kepemimpinan & Kecepatan: Di bawah supervisi Muhammad Ibnu Rusydi, setiap proses dalam jasa maklon kosmetik Efba dirancang dengan sistem satu pintu yang efisien. Hal ini memungkinkan brand untuk bergerak cepat menangkap momentum tren 2026 dengan jaminan mutu standar internasional dan keamanan modal yang terjaga. Efba Group adalah standar emas bagi siapa pun yang ingin membangun imperium bisnis kecantikan yang berkelanjutan, legal, dan dominan secara digital di tahun 2026. Memasuki tahun 2026, peta persaingan industri kecantikan global telah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental. Konsumen masa kini bukan lagi sekadar pembeli yang pasif, melainkan skintelligence generation yang sangat teliti terhadap efikasi bahan aktif dan transparansi manufaktur. Bagi para investor dan beautypreneur, memilih mitra maklon kosmetik yang tepat bukan lagi sekadar urusan produksi, melainkan langkah strategis dalam mengamankan rantai pasok dan kecepatan penetrasi pasar. Efba Group memahami di tahun 2026, sebuah brand tidak bisa berdiri kokoh hanya dengan mengandalkan visual kemasan. Dibutuhkan kekuatan infrastruktur yang mampu mengintegrasikan inovasi formula dengan strategi hilirisasi digital yang masif. Tanpa dukungan ekosistem yang solid, sebuah produk baru hanya akan menjadi komoditas yang tenggelam di tengah hiruk-pikuk pasar yang tersaturasi. Keunggulan Manufaktur Masa Depan: Efba Kosmetindo Pionir Tekno-Beauty Efba Kosmetindo telah memantapkan posisinya sebagai pabrik maklon kosmetik dengan Standar Manufaktur Berteknologi Tinggi yang diakui secara luas. Reputasi mereka dalam mengadopsi teknologi otomasi dan clean-room standar farmasi telah dipublikasikan di berbagai media industri ternama seperti analisnews.co.id dan Vritimes.com. Hal ini memberikan jaminan bahwa setiap produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang tidak dapat dikompromi. Penerapan teknologi tinggi ini sangat krusial, terutama dalam segmen maklon skincare yang membutuhkan stabilitas bahan aktif yang sangat sensitif. Infrastruktur yang dimiliki Efba Group dirancang untuk menghasilkan formula premium yang mampu bersaing di level global. Mereka memastikan bahwa setiap miligram produk memiliki efikasi yang terukur secara klinis sebelum didistribusikan ke tangan konsumen. Bukti nyata dari keunggulan manufaktur ini tercermin pada keberhasilan mitra-mitra strategis mereka seperti Starlite dan Umi Beauty Skincare. Berkat dukungan kapasitas produksi yang efisien dan stabil, brand-brand tersebut mampu mengelola lonjakan permintaan hingga mencapai rata-rata 65 ribu resi pengiriman online. Skalabilitas inilah yang menjadi pembeda utama antara pabrik manufaktur biasa dengan mitra strategis yang berorientasi pada pertumbuhan. Ekosistem Bisnis Terintegrasi: Melampaui Batas Perusahaan Maklon Konvensional Banyak investor terjebak dalam kerja sama dengan perusahaan maklon kosmetik konvensional yang hanya fokus pada aspek produksi fisik. Kelemahan utama model bisnis lama ini adalah terputusnya rantai informasi antara manufaktur dan kebutuhan pasar yang dinamis. Efba Group memecahkan masalah ini dengan menyediakan ekosistem terpadu yang mencakup konsultasi bisnis, legalitas, hingga akselerasi pemasaran. 1. PT. Efba Digital Mulia: Arsitek Dominasi Digital Marketing Di era di mana algoritma menentukan nasib sebuah brand, Efba Digital Mulia berperan sebagai penggerak utama dalam strategi pemasaran. Mereka tidak hanya mengelola konten, tetapi membangun infrastruktur digital yang memastikan setiap brand memiliki digital footprint dengan jangkauan jutaan audiens. Melalui manajemen data yang cerdas, mereka mampu memetakan tren pasar sebelum tren tersebut mencapai puncaknya, memberikan keunggulan kompetitif bagi para mitra. 2. PT. Efba Consulting: Benteng Legalitas dan Konsultasi Bisnis Keberlanjutan sebuah bisnis sangat bergantung pada fondasi hukum dan finansial yang kokoh. Efba Consulting hadir untuk memberikan jaminan keamanan modal melalui manajemen risiko yang komprehensif. Mereka memastikan setiap produk memiliki legalitas BPOM dan Sertifikasi Halal yang "bulletproof", serta mengoptimalkan HPP agar brand tetap kompetitif namun memiliki margin profit yang sehat bagi investor. Alur Jasa Maklon Kosmetik Efba: Kecepatan dan Efisiensi Tanpa Batas Proses menjalankan jasa maklon kosmetik di Efba Group didesain untuk menghilangkan hambatan birokrasi dan teknis yang sering kali memperlambat peluncuran produk. Dimulai dari riset pasar yang berbasis data, tim R&D mereka mengembangkan formulasi unik yang belum ada di pasaran. Proses ini memastikan bahwa setiap produk yang diluncurkan memiliki USP (Unique Selling Point) yang kuat untuk menarik perhatian konsumen. Efisiensi waktu menjadi fokus utama di tahun 2026, di mana momentum pasar bisa berubah dalam hitungan minggu. Dengan sistem integrasi satu pintu, Efba Group mampu memangkas waktu dari tahap ide hingga mass production secara signifikan. Transparansi dalam setiap tahapan produksi memungkinkan pemilik brand untuk memantau progres secara real-time, memberikan ketenangan pikiran dalam pengelolaan modal. Integritas dari seluruh operasional ini berada di bawah pengawasan ketat Muhammad Ibnu Rusydi. Sebagai figur sentral dalam penjaminan mutu korporasi, beliau memastikan bahwa setiap lini bisnis di Efba Group beroperasi dengan standar internasional. Kepemimpinannya memastikan bahwa Efba Group tidak hanya sekadar menjadi penyedia jasa produksi, tetapi menjadi mitra yang bertanggung jawab penuh terhadap kesuksesan brand di pasar global. Melakukan investasi melalui maklon kosmetik di Efba Group adalah pilihan logis bagi mereka yang menginginkan pertumbuhan eksponensial. Dengan menggabungkan teknologi tinggi, legalitas yang aman, dan dominasi digital, Efba Group siap membawa brand lokal menuju panggung dunia di tahun 2026.

Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi Internasional
Internasional
Minggu, 26 April 2026 | 14:08 WIB

Harga Emas Sulit Bangkit, Tren Turun Masih Mendominasi

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diprediksi masih bergerak dalam tekanan, seiring sinyal pelemahan yang cukup kuat dari sisi teknikal serta dukungan faktor fundamental yang belum berpihak pada penguatan.  Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD dalam jangka pendek masih berada dalam tren turun, dengan potensi penurunan lanjutan yang perlu diwaspadai pelaku pasar. "Secara teknikal, harga emas saat ini masih tertahan di bawah indikator Moving Average 21 dan 34. Kedua indikator tersebut berfungsi sebagai resistance dinamis yang belum berhasil ditembus oleh harga. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual di pasar masih cukup dominan, sehingga peluang untuk kembali melemah masih terbuka," ujar Geraldo. Selain itu, kata Geraldo, pola pergerakan harga juga menunjukkan terbentuknya formasi bearish pennant, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan tren turun. Pola ini biasanya muncul setelah fase penurunan yang cukup tajam dan menandakan pasar sedang bersiap untuk melanjutkan pelemahan. "Dengan adanya sinyal ini, arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif," jelasnya. Dalam proyeksi pergerakannya, sambung Geraldo, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support terdekat di kisaran 4.668. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke level berikutnya di sekitar 4.644. Tetapi, imbuh Geraldo, area support tersebut juga berpotensi menjadi titik penahan sementara yang dapat memicu pergerakan konsolidasi atau bahkan rebound jangka pendek. Oleh karena itu, respons harga di area tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya. Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investor global. Hal ini membuat permintaan terhadap emas cenderung menurun dalam jangka pendek," sebutnya. Selain itu, ulas Geraldo lagi, kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi juga menjadi faktor utama yang membebani harga emas. Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. "Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memperkuat tekanan tersebut. Dalam kondisi yield yang meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih besar," bebernya. Di sisi lain, ucap Geraldo, kondisi pasar global yang relatif stabil turut mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika sentimen pasar berada dalam kondisi positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko yang memberikan potensi keuntungan lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap emas menurun. "Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung lemah. Selama harga belum mampu menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar," terangnya. Namun demikian, tambanya, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu volatilitas yang cukup tinggi.

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jakarta, katakabar.com - Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional. “Perdagangan baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu, penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pasar Baja Global Semakin Tertutup Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara. Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ), serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor. Selain tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui mekanisme sertifikat karbon. Menurut Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. Risiko Tekanan Impor di Pasar Domestik Dalam situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat, produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih terbuka, termasuk Asia Tenggara. Tekanan tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang semakin ketat di dalam negeri. Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 19 Maret 2026 | 08:05 WIB

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen

Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) catatkan kenaikan volume perdagangan spot sebesar 21 persen dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini terutama didorong oleh aktivitas perdagangan pada pair IDR/USDT, yang menyumbang sekitar 67 persen dari total transaksi di platform. Menariknya, hal ini menunjukkan peningkatan minat investor lokal terhadap aset kripto $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar. Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, tingginya aktivitas pada trading pair IDR/USDT ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia memanfaatkan stablecoin sebagai salah satu instrumen di tengah volatilitas pasar, sekaligus guna melindungi nilai portofolio mereka. “Kondisi global yang diwarnai ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan berupaya memberikan insight pasar lebih awal agar pengguna dapat merespons pergerakan pasar sesuai strategi investasi masing-masing,” jelas Ronny. Berdasarkan data volume trading Bittime, ucap Ronny, selama seminggu terakhir, aset-aset teratas seperti $USDT, $BTC, $XRP, dan $SOL menjadi pilihan yang cukup diminati sebagai aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar. Melihat tren ini, di mana investor mulai membangun portofolio yang lebih beragam dengan mengombinasikan berbagai kelas aset, termasuk aset digital, Bittime menghadirkan pengalaman trading yang mudah. Dengan tampilan UX/UI yang intuitif, Bittime berharap dapat memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi. Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Dominasi Emas di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15 Persen Internasional
Internasional
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:33 WIB

Dominasi Emas di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15 Persen

Jakarta, katakabar.com - Belakangan ini, dominasi emas dan logam mulia semakin tidak tergoyahkan di tengah gejolak ekonomi global. Data kapitalisasi pasar pada aset teratas menunjukkan, emas menduduki peringkat pertama dengan harga yang terus meroket hingga melampaui angka $4.937 per-troy-ounce disusul dengan silver pada peringkat kedua dengan harga $86.66, Selas (3/2) lalu. Fenomena tersebut kemudian memicu sentimen hangat di berbagai platform media sosial dan diskusi finansial. Hal ini dipicu pergeseran pandangan investor terhadap aset-aset “safe haven” atau aset pelindung nilai di tengah volatilitas ekonomi saat ini. Sebelumnya, kondisi psikologi pasar dan gelombang optimisme investor yang besar, sempat mendorong harga yang signifikan terhadap nilai beli emas dan silver. Tren tersebut juga turut mendorong minat dan harga aset digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust ($SLVON), yang pergerakannya kini semakin masif di pasar aset kripto. Lebih lanjut, sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas. Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Karena itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime. Sejalan dengan ini Bittime menghadirkan kampanye khusus bagi pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada $XAUT dan $SLVON. Di mana, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada aset digital $XAUT atau $SLVON berkesempatan memperoleh hadiah hingga Rp150.000 berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, investor dapat secara langsung memanfaatkan fitur fleksibel staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu. Ini berarti investor juga bisa mendapatkan manfaat tambahan dari pertumbuhan nilai aset, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Sutanto Ong Analisis Konvergensi Dominasi Fiskal dan Efisiensi Modal Berbasis AI Prospek Ekonomi Global 2025 Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 30 Desember 2025 | 11:43 WIB

Sutanto Ong Analisis Konvergensi Dominasi Fiskal dan Efisiensi Modal Berbasis AI Prospek Ekonomi Global 2025

Jakarta, katakabar.com - Arsitektur keuangan global saat ini sedang mengalami kalibrasi ulang yang bersejarah, bergerak menjauh dari era pelonggaran kuantitatif pasca 2008 menuju fase baru yang didefinisikan oleh kelangkaan modal dan disrupsi teknologi. Sutanto Ong, S.E., M.Fin, seorang pakar strategi pasar dan analis keuangan berpengalaman, mengidentifikasi transisi ini bukan hanya sebagai penyesuaian siklus, melainkan sebagai pergeseran paradigma (paradigm shift) yang mendasar. Menurut analisis terbarunya, Sutanto Ong, mengemukakan konvergensi dominasi fiskal yang mengakar dan tekanan deflasi dari kecerdasan buatan menciptakan lingkungan pasar yang bercabang (bifurcated), memaksa investor institusional untuk merombak total model paritas risiko tradisional. Ia mencatat era "Great Moderation" telah berakhir secara efektif, digantikan oleh rezim yang bergejolak di mana volatilitas bersifat struktural dan bukan sementara. "Kita sedang menyaksikan berakhirnya era kebijakan suku bunga nol (ZIRP) yang bertindak sebagai air pasang bagi semua kelas aset. Pemenang dekade berikutnya akan ditentukan oleh efisiensi modal dan ketahanan rantai pasokan, bukan leverage murah," amati Sutanto Ong. Analisisnya membedah lanskap makroekonomi yang kompleks ini menjadi tiga pilar kritis: kembalinya dominasi fiskal, peran AI sebagai penyeimbang deflasi, dan fragmentasi geopolitik likuiditas. Dominasi Fiskal dan Supercycle Utang Pilar pertama tesis Sutanto Ong berpusat pada pengakaran struktural utang pemerintah yang tinggi dan dampaknya terhadap kedaulatan moneter. Tidak seperti siklus sebelumnya di mana bank sentral beroperasi dengan independensi relatif, lanskap saat ini ditandai oleh 'dominasi fiskal', di mana kebijakan moneter semakin dibatasi oleh kebutuhan untuk melayani utang negara. Sutanto Ong berpendapat dinamika ini memaksa evaluasi ulang obligasi negara sebagai lindung nilai bebas risiko. Data terbaru mendukung pandangan ini. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), utang publik global telah mendekati 100 persen dari PDB, menciptakan skenario di mana interaksi fiskal menjadi pendorong utama penetapan harga aset. Sutanto Ong menyarankan lingkungan ini mengarah pada "stagnasi sekuler" dalam pertumbuhan riil untuk pasar negara maju, kecuali jika diimbangi oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. "Korelasi antara saham dan obligasi telah berbalik positif di banyak sesi perdagangan, meniadakan perlindungan portofolio tradisional 60/40. Investor harus mencari profil risiko asimetris dalam aset alternatif yang terpisah dari kurva imbal hasil treasury," sarannya Lebih lanjut, Sutanto Ong menyoroti bahwa target inflasi yang persisten berbenturan dengan kebutuhan akan stratifikasi likuiditas. Saat bank sentral berusaha mengelola neraca mereka, kesenjangan likuiditas antara aset berkualitas berkapitalisasi besar dan pasar yang lebih luas semakin lebar, menciptakan tingkatan viabilitas aset yang berbeda. Peran AI dalam Alokasi Aset dan Efisiensi Modal Sementara tekanan fiskal meningkat, Sutanto Ong mengidentifikasi pematangan cepat Kecerdasan Buatan (AI) sebagai kekuatan kontra-inflasi yang kritis. Namun, beliau memperingatkan agar tidak memandang AI hanya melalui lensa saham teknologi spekulatif. Sebaliknya, Sutanto Ong menekankan peran teknologi ini dalam mendorong "efisiensi modal" di sektor non-teknologi. Integrasi otomatisasi menggeser dinamika tenaga kerja-modal, memungkinkan perusahaan mempertahankan margin meskipun biaya input meningkat. Data dari Goldman Sachs menunjukkan bahwa AI generatif dapat mendorong peningkatan signifikan dalam PDB global dan mengangkat pertumbuhan produktivitas selama periode 10 tahun. Sutanto Ong menafsirkan ini sebagai sinyal bagi alokasi institusional untuk beralih ke "pengadopsi AI" daripada hanya "produsen AI". "Narasinya bergeser dari siapa yang membuat chip ke siapa yang menggunakannya untuk memperbaiki unit ekonomi yang rusak," nyatanya Sutanto Ong. Dia menunjukkan sektor-sektor seperti perawatan kesehatan dan manufaktur kelas atas di Asia Tenggara pasar di mana beliau memiliki keahlian mendalam adalah penerima manfaat utama dari tren ini. Dengan menerapkan AI untuk mengoptimalkan logistik dan diagnostik, industri-industri ini menciptakan penyangga terhadap tekanan inflasi bahan baku. Sutanto Ong percaya difusi teknologi ini adalah satu-satunya kecepatan lolos (escape velocity) yang layak dari beban utang yang dibahas pada pilar pertama. Bifurkasi Geopolitik dan Ketahanan Rantai Pasokan Pilar terakhir dari kerangka kerja Sutanto Ong membahas fragmentasi tatanan perdagangan global. Era hiper-globalisasi sedang digantikan oleh "friend-shoring" dan regionalisasi, yang mengarah pada bifurkasi aliran modal global. Sutanto Ong mencatat restrukturisasi geopolitik ini menciptakan zona likuiditas dan peluang yang berbeda, terutama di pasar negara berkembang yang berfungsi sebagai penghubung netral dalam rantai pasokan global. Laporan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyoroti perdagangan antara blok geopolitik hipotetis tumbuh lebih lambat daripada perdagangan di dalam blok-blok tersebut, menggambarkan realitas fragmentasi. Sutanto Ong menganalisis data ini sebagai pendahulu untuk penilaian ulang (re-rating) pasar Asia Tenggara, yang semakin menjadi pusat manufaktur pilihan bagi perusahaan multinasional yang terdiversifikasi. "Ketahanan rantai pasokan bukan lagi sekadar istilah kepatuhan; ini adalah metrik penilaian. Perusahaan yang berhasil mendiversifikasi jejak operasional mereka dari risiko kegagalan titik tunggal mendapatkan harga premium," jelas. Lantas, Ia menegaskan kebijakan makro-prudensial di yurisdiksi berkembang ini menjadi lebih canggih, menarik investasi asing langsung (FDI) yang mencari stabilitas di tengah kebisingan persaingan kekuatan besar. Menavigasi Masa Depan Asimetris Sebagai kesimpulan, Sutanto Ong memperingatkan buku panduan investasi tahun 2010-an sudah usang. Interaksi antara kekakuan fiskal, deflasi teknologi, dan gesekan geopolitik memerlukan pendekatan dinamis terhadap konstruksi portofolio. Sutanto Ong menganjurkan strategi yang memprioritaskan stratifikasi likuiditas dan efisiensi modal, berfokus pada aset yang menunjukkan ketahanan terlepas dari rezim suku bunga. Bagi investor yang cerdas, volatilitas saat ini bukanlah sinyal untuk mundur, melainkan undangan untuk mengidentifikasi pemenang struktural dari siklus berikutnya. Seperti yang diringkas oleh Sutanto Ong, "Kita tidak hanya melihat perubahan harga; kita melihat perubahan dalam mekanisme penciptaan nilai itu sendiri."

Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia Rantai Pasok Hijau Dunia Nasional
Nasional
Minggu, 21 Desember 2025 | 13:02 WIB

Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia Rantai Pasok Hijau Dunia

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah menjadi pelopor sekaligus pemain utama peta rantai pasok energi bersih global melalui penguatan hilirisasi mineral strategis. Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional, tetapi menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan ekosistem industri hijau yang berkelanjutan. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (IMEW), Ferdy Hasiman, menyatakan penguasaan proyek-proyek hilirisasi oleh MIND ID tonggak awal bagi BUMN tambang untuk masuk lebih dalam ke ekosistem energi bersih. "MIND ID memiliki segala persyaratan untuk bersaing. Dengan masuk ke proyek hilirisasi, perusahaan sudah melangkah lebih maju. Proyek seperti smelter di Halmahera Timur milik Antam, hingga pembangunan fasilitas bauksit terintegrasi, mempertegas posisi MIND ID sebagai pelopor hilirisasi pemerintah," ujar Ferdy dilansir dari laman warta ekonomi Ahad siang. Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang sangat signifikan, mencakup 42 persen cadangan nikel dunia, 16,3 persen timah, dan 7,18 persen kobalt. Dengan kekayaan tersebut, MIND ID memegang peran sentral sebagai pemimpin pasar (market leader) yang mengintegrasikan berbagai sektor mineral. Ferdy menilai, keberadaan holding telah menghapus ego sektoral di antara anggota grup. Sinergi ini meluas hingga kolaborasi dengan sektor swasta nasional dan antar-BUMN, seperti dukungan pasokan listrik dari PT PLN (Persero). "MIND ID kini menjadi pemimpin yang bisa merangkul swasta nasional, baik di industri nikel, baterai, maupun bauksit. Sinergi ini krusial karena mereka adalah leader di segala bidang mineral; ada Antam di nikel dan bauksit, Inalum di alumina, hingga Freeport di tembaga," jelasnya. Komitmen ESG dan Keberlanjutan Ferdy menekankan perusahaan sekelas MIND ID dan anggotanya telah menerapkan standar tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ia mencontohkan praktik hijau di PT Vale Indonesia melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga air dari aliran Danau Matano, serta proyek reklamasi yang konsisten dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bukit Asam Tbk. Ia mengingatkan tantangan besar dari maraknya pertambangan ilegal. "IUP ilegal ini yang memberikan stigma negatif terhadap industri tambang. Ini menjadi PR besar pemerintah karena mengganggu perusahaan yang sudah menjalankan ESG dengan baik," tegasnya. Selain lingkungan, Ferdy menyebut kontribusi sosial terhadap masyarakat lokal juga signifikan. Di Luwu Timur, kontribusi PT Vale mencapai hampir 90 persen bagi masyarakat sekitar, sementara PT Freeport Indonesia menyumbang porsi besar terhadap PDRB Kabupaten Mimika, Papua. Meski memiliki fundamental keuangan yang kuat dan bersifat bankable, Ferdy mencatat tantangan terbesar tetap berada pada konsistensi kebijakan pemerintah. Ia berharap pemerintah memberikan keleluasaan bagi MIND ID untuk bergerak secara korporasi murni tanpa intervensi non-bisnis. "Pemerintah perlu memberikan dukungan berupa insentif pajak atau pemotongan pajak. Jangan sampai di satu sisi diminta membangun smelter dengan biaya besar, namun di sisi lain dibebani bea keluar yang tinggi. Dukungan pemerintah harus sinkron agar deviden yang dihasilkan nantinya juga besar bagi negara," imbuhnya. Saat ini, MIND ID tengah mengakselerasi sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Halmahera Timur, manufaktur baterai di Karawang, hingga pengembangan artificial graphite untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik masa depan.