Dupoin Futures
Sorotan terbaru dari Tag # Dupoin Futures
Prediksi Harga Emas: Potensi Penurunan ke US$3.946 Membayangi
Jakarta, katakabar.com - Prospek harga emas dunia atau XAUUSD pada perdagangan pekan depan masih dibayangi risiko pelemahan. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung hawkish berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi logam mulia.
Dupoin Futures Proyeksi Harga Emas Turun ke US$4.125, Ini alasannya
Jakarta, katakabar.com - Harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan setelah kembali gagal menembus zona resistance US$4.217–US$4.218. Analisis Dupoin Futures menunjukkan, kondisi tersebut membuka peluang bagi XAUUSD untuk mengalami koreksi menuju area support US$4.125–US$4.100.
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus area resistance US$90,14. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, kegagalan tersebut diikuti pembentukan Swing High baru yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual setelah harga mengalami penguatan dalam tren sekunder. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga minyak. Dalam grafik harian, WTI berpotensi membentuk pola ABC Correction, yaitu pola koreksi yang dapat muncul setelah pergerakan harga mengalami kenaikan sebelumnya. Apabila tekanan bearish berlanjut, harga minyak berpeluang menguji area support US$86,82 hingga US$84,34.
Prediksi Harga Emas Teranyar, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren
Jakarta, katakabar.com - Harga emas punya peluang mengalami penguatan setelah membentuk pola Double Bottom pada grafik harian. Analisis teknikal Dupoin Futures menunjukkan, pola tersebut membuka peluang pembalikan arah dari tren bearish menuju bullish.
Emas Diprediksi Sentuh 4.163, Simak Analisis Mendalam Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Analisis Dupoin Futures menunjukkan, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan bahwa XAUUSD tengah melakukan koreksi naik setelah sebelumnya berhasil breakout dari level support kuat di 4.100. Dupoin Futures melihat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum kembali melanjutkan pelemahan.
NFP Jadi Penentu Harga Emas, Lo Kok Bisa! Dupoin Futures Pantau Level 4.236
Jakarta, katakabar.com - Harga emas masih menghadapi tekanan menjelang perdagangan pekan depan setelah XAUUSD mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Menurut analisis Dupoin Futures, tren bearish pada timeframe H4 masih cukup signifikan.
Prediksi Harga USDJPY: Analisis Tren dan Potensi Pasar Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan pasangan mata uang USDJPY masih berada dalam perhatian pasar setelah yen bertahan di level lemah terhadap dolar AS. Dari analisis Dupoin Futures, USDJPY pada timeframe H4 menunjukkan potensi penguatan setelah mengalami rejection pada zona support 156.918–156.341. Kondisi tersebut membuka peluang bagi USDJPY untuk kembali bergerak naik menuju zona resistance 159.034–159.791. Jika melihat rejection pada zona support 156.918–156.341 sebagai sinyal penting dalam membaca pergerakan USDJPY.
WTI Gagal Tembus 94.71: Prediksi Tren Harga Melemah Menurut Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak volatil di tengah perkembangan geopolitik Timur Tengah, dan perubahan kondisi pasokan minyak global. Analisis Dupoin Futures, harga WTI pada timeframe Daily masih berpotensi mengalami pelemahan setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance 92.37–94.71. Kondisi tersebut, menurut Dupoin Futures, membuka peluang bagi harga minyak untuk melanjutkan koreksi menuju zona support 86.40–83.60.
Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures
Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply 96.50–99.06 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction yang dapat membawa harga kembali bergerak menuju area support berikutnya. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, WTI berpotensi menguji support pada area 88.67–86.61. Area tersebut menjadi zona penting bagi pergerakan WTI karena dapat menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih panjang. Tetapi, Dupoin Futures menilai faktor fundamental masih dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 30 September, WTI tercatat naik sekitar 0,34 dolar AS menjadi US$89,72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah adanya kesediaan untuk memberikan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian mengenai hubungan AS-Iran kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Di sisi lain, terdapat perkembangan yang dapat meredakan tekanan pasokan. Reuters melaporkan bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai kembali pulih, termasuk kembalinya aktivitas pengiriman Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Ekspor minyak mentah regional juga telah mencapai level tertinggi sejak Februari. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.
Prediksi Harga Emas: Analisis Dupoin Futures Terkait Potensi Rebound ke 4.215
Jakarta, katakabar.com - Harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembentukan Swing Low setelah sebelumnya mengalami penurunan signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila area support mampu dipertahankan.