Komitmen Vale Indonesia Dorong Penguatan Rantai Pasok Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Tekno
Tekno
Kamis, 30 Juli 2026 | 16:05 WIB

Komitmen Vale Indonesia Dorong Penguatan Rantai Pasok Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Jakarta, katakabar.com - Kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam mendorong proyek hilirisasi mineral di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi tersebut, PT Vale yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, mencatatkan sejumlah lompatan penting dalam ikhtiar hilirisasi nikel. Belum lama ini, Vale menghadirkan komponen utama autoclave, yang menjadi fase krusial dalam pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Diharapkan, pabrik yang dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) ini mencapai first mechanical completion pada akhir 2026. Capaian ini mempertegas komitmen hilirisasi Indonesia yang berdaya saing tinggi, berbasis standar hijau, serta mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun, proyek ini menjadi bagian Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, salah satu proyek strategis nasional dalam mendorong hilirisasi mineral di Indonesia dengan total investasi US$2 miliar. Pengamat tambang dan energi, Ferdy Hasiman menilai pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) sudah menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku industri nikel, bukan lagi sekadar pilihan. Menurutnya, perusahaan yang tidak berinvestasi pada proyek hilirisasi berisiko tertinggal dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang kini berkembang pesat. "Sebagian besar belanja modal (capex) perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut," kata Ferdy. Ia menambahkan pemerintah dan Danantara juga telah aktif mendorong percepatan hilirisasi dengan dukungan investasi bernilai triliunan rupiah. Menurut Ferdy, agresivitas Vale turut didukung pengalaman jajaran manajemen yang memahami pengembangan proyek HPAL. “Di samping itu, (Vale juga diuntungkan dengan) beberapa perusahaan nikel (swasta) lain memang tidak terlalu agresif sejak 2 tahun terakhir. Kemungkinan besar regulasi kita yang sering berubah-ubah,” jelasnya. Hilirisasi yang dijalankan tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah ekonomi mineral, melainkan menetapkan standar baru dalam kolaborasi lintas negara. Diharapkan, adanya kemitraan strategis Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat diselaraskan dengan tata kelola lingkungan rendah karbon dan keberlanjutan sosial. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM & Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan apa yang sudah dicapai Vale bukan hanya sebuah fasilitas industri, melainkan ekosistem hilirisasi yang lengkap dan berkelanjutan. “Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional: membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions," jelasnya. Semangat mendukung hilirisasi mineral dan ekosistem kendaraan listrik nasional, secara tidak langsung juga akan mendorong efek ganda untuk daerah, seperti Kabupaten Morowali dan Sulawesi Tengah. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, mengapresiasi pengembangan kawasan industri yang tidak hanya berfokus pada dorongan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian besar pada aspek sosial dan kualitas hidup masyarakat. “Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah," imbuhnya.

Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 28 Juli 2026 | 14:11 WIB

Ledakan Industri Mobile Game Indonesia 2026: Ekosistem Digital Kian Solutif dan Aksesibel bagi Gamer

Jakarta, katakabar.com - Di 2026, peta persaingan mobile game Indonesia diramaikan oleh variasi genre yang makin beragam. Meski platform sandbox dan casual game terus meraih jutaan unduhan baru, genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) seperti Mobile Legends: Bang Bang tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu judul dengan komunitas terbesar dan basis penggemar paling aktif di Tanah Air. Industri mobile game di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu pangsa pasar hiburan digital terbesar di Asia Tenggara. Dengan jumlah pemain aktif yang menembus lebih dari 200 juta jiwa dan estimasi valuasi pasar mencapai lebih dari USD 2 miliar, lanskap gaming di Tanah Air kini tidak lagi sekadar sarana hiburan kasual, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar penting dalam ekonomi kreatif digital nasional. Perkembangan pesat ini didorong oleh penetrasi jaringan 5G yang kian merata, keterjangkauan perangkat smartphone berspesifikasi tinggi, serta makin ramahnya ekosistem pembayaran digital. Laporan tren industri tahun 2026 mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen yang signifikan, di mana antusiasme pemain terhadap aktivitas transaksi dalam game (in-game purchase) terus meningkat secara konsisten. "Pasar gamer Indonesia kini jauh lebih matang. Para pemain tidak hanya mencari game berkualitas, tetapi juga menginginkan layanan pendukung seperti platform top up yang cepat, terpercaya, transparan, dan terjangkau." Pergeseran Tren dan Dominasi Game MOBA & Sandbox Di tahun 2026, peta persaingan mobile game Indonesia diramaikan oleh variasi genre yang makin beragam. Meski platform sandbox dan casual game terus meraih jutaan unduhan baru, genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) seperti Mobile Legends: Bang Bang tetap mengukuhkan posisinya sebagai salah satu judul dengan komunitas terbesar dan basis penggemar paling aktif di Tanah Air. Pertumbuhan ekosistem esports lokal dan turnamen berjenjang dari tingkat komunitas hingga profesional turut menjaga antusiasme para pemain. Kebutuhan pemain akan barang digital—mulai dari skin eksklusif, battle pass, hingga item kosmetik—membuat aktivitas pengisian ulang mata uang digital dalam game (top up) menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup gamer masa kini. Top Up Boy Hadir Jawab Kebutuhan Ekosistem Gamer Menjawab tingginya permintaan pasar akan layanan transaksi in-game yang praktis dan efisien, keberadaan platform layanan pihak ketiga menjadi kunci pendukung utama ekosistem. Salah satu platform yang menjadi sorotan utama bagi komunitas gamer di Indonesia pada tahun 2026 ini adalah Top Up Boy. Sebagai salah satu penyedia layanan transaksi digital tepercaya yang berpusat di situs www.topupboy.com, Top Up Boy mengusung komitmen untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang serba cepat, aman, dan tanpa hambatan. Layanan ini dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para pemain yang menginginkan pemrosesan item atau diamond secara real-time dengan berbagai metode pembayaran digital lokal. Hadir sebagai solusi atas tingginya biaya transaksi dan rumitnya proses pembayaran konvensional, portal ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari layanan top up game murah tanpa harus mengorbankan keamanan akun. Solusi Hemat dan Instant untuk Komunitas Mobile Legends Di tengah tingginya kompetisi dalam gim MOBA, kebutuhan para pemain Mobile Legends akan akses diamond cepat dan terjangkau terus meningkat. Menjawab kebutuhan spesifik tersebut, Top Up Boy menghadirkan halaman khusus yang disesuaikan untuk kenyamanan transaksi para player Mobile Legends. Melalui penawaran top up ml murah, pemain dapat menikmati berbagai kemudahan transaksi, mulai dari: · Proses Otomatis 24/7: Transaksi diproses secara instan hitungan detik tanpa perlu menunggu konfirmasi manual yang memakan waktu. · Harga Sangat Kompetitif: Menawarkan penyesuaian harga promo harian yang ramah bagi kantong pelajar maupun pemain profesional. · Keamanan Terjamin: Sistem enkripsi terintegrasi yang memastikan keamanan data akun pengguna tetap terjaga. · Variasi Pembayaran Luas: Mendukung berbagai metode transaksi lokal mulai dari e-wallet, transfer bank, QRIS, hingga jaringan gerai retail. Prospek Cerah Masa Depan Industri Game Nasional Dengan makin solidnya infrastruktur digital, integrasi sistem pembayaran yang inklusif, serta dukungan platform pihak ketiga seperti Top Up Boy, industri mobile game Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh positif hingga beberapa tahun mendatang. Sinergi antara pengembang game, komunitas pemain, dan platform pendukung transaksi tepercaya diyakini menjadi modal utama Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar gamer terbesar, tetapi juga ekosistem digital terkuat di Asia Tenggara.

Indonesia ION Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional Internasional
Internasional
Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:07 WIB

Indonesia ION Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel. Melalui ION, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha lokal dapat melakukan transaksi lintas berbagai aplikasi dan platform tanpa terikat pada satu ekosistem digital tertentu. Peluncuran ION merupakan salah satu pengumuman strategis yang disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia. Inisiatif ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Digital yang ditandatangani kedua negara pada Januari 2025, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan inovasi digital. Dalam Pernyataan Bersama kedua pemimpin, Indonesia Open Network (ION), yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India, dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun pasar digital yang terbuka dan saling terhubung. Melalui pendekatan ini, UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal dapat menjangkau lebih banyak pasar melalui berbagai aplikasi dan platform tanpa harus bergantung pada satu platform e-commerce tertentu. Peluncuran ION menjadi salah satu kolaborasi paling strategis di Asia Tenggara dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) untuk sektor perdagangan. Inisiatif ini mempertemukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), APINDO, SMESCO Indonesia, konsorsium pakar Digital Public Infrastructure dan perusahaan teknologi dari India yang berkontribusi dalam pengembangan ONDC, bersama Indonesia Open Network (ION) beserta para mitra ekosistemnya untuk membangun fondasi baru perdagangan digital Indonesia. Beberapa bulan mendatang, lebih banyak kementerian, penyedia layanan, serta pelaku industri akan bergabung untuk memperkuat ION sebagai infrastruktur dasar ekonomi digital Indonesia. Memberdayakan UMKM Indonesia Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Tetapi, jutaan UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha informal masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi digital. Fragmentasi marketplace, sistem logistik yang belum terintegrasi, kebutuhan integrasi teknologi yang kompleks, keterbatasan akses pembiayaan, hingga tingginya biaya memperoleh pelanggan masih menjadi tantangan utama, terutama bagi pelaku usaha di daerah. Implementasi ION dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi. Bersama Kementerian UMKM, ION memperkuat inisiatif nasional SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan perdagangan digital interoperabel yang mengembangkan platform UMKM milik pemerintah menjadi ekosistem transaksi digital yang lebih komprehensif. Melalui kerja sama ini, UMKM yang terdaftar akan memperoleh akses ke jaringan pembeli, penyedia logistik, sistem pembayaran digital, layanan pembiayaan, asuransi, hingga berbagai layanan pendukung usaha lainnya melalui arsitektur jaringan terbuka. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengatakan Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang ukuran maupun lokasi usahanya. Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di tingkat komunitas, ION Hyperlokal akan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, koperasi, petani, serta penyedia layanan lokal ke dalam ekosistem ekonomi digital berbasis wilayah. Model ini memungkinkan transaksi perdagangan, distribusi logistik, dan layanan lainnya dipenuhi dari dalam komunitas setempat sekaligus membuka akses menuju pasar nasional. Sementara, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung pengembangan ekosistem ION dengan mendorong partisipasi komunitas inovasi digital Indonesia, termasuk pengembang aplikasi, startup, dan penyedia layanan digital agar menjadi bagian dari infrastruktur digital nasional yang interoperabel. Membangun Infrastruktur Digital Bersama Indonesia Open Network hadir bukan sebagai platform e-commerce baru, melainkan sebagai infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan layanan digital saling terhubung dalam satu jaringan terbuka. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem digital yang terus berkembang. Prinsip utama ION adalah: Join Once. Sell Everywhere. Dengan memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial, ION mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, menurunkan biaya teknologi, serta memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelaku usaha maupun konsumen. Infrastruktur Digital yang Dirancang untuk Indonesia Mengacu pada pengalaman India melalui ONDC, Indonesia mengembangkan ION dengan menyesuaikannya pada kebutuhan nasional, karakteristik ekonomi, serta prioritas pembangunan Indonesia. Alih-alih menyalin model India, Indonesia mengadaptasi prinsip jaringan terbuka untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif, kedaulatan digital, serta pemanfaatan AI dalam skala nasional. Managing Director dan CEO ONDC sekaligus Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T Koshy, menimpali keberhasilan jaringan digital terbuka tidak terletak pada meniru model negara lain, melainkan mengadaptasi prinsip-prinsip yang telah terbukti sesuai dengan kebutuhan lokal. Indonesia berhasil mengembangkan pendekatan nasionalnya sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional. Kami merasa terhormat dapat mendukung perjalanan penting ini. Kolaborasi Seluruh Ekosistem ION dibangun atas keyakinan bahwa keberhasilan Digital Public Infrastructure hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi. Sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat adopsi jaringan terbuka di berbagai sektor industri. Melalui interoperabilitas, pelaku usaha dari berbagai skala dapat menikmati biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, dan konektivitas digital yang lebih baik. Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menerangkan Sektor swasta telah lama memahami bahwa interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia. ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital. APINDO bangga mendukung inisiatif nasional ini. Sebagai bagian dari implementasi ION, SMESCO Indonesia dan PT Chairos International Ventures juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperluas partisipasi digital UMKM, meningkatkan akses pasar, memperkuat inklusi keuangan, serta mengembangkan kapasitas usaha melalui berbagai program implementasi dan pengembangan ekosistem. Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India Peluncuran Indonesia Open Network menjadi salah satu implementasi nyata pertama dari kemitraan Indonesia dan India di bidang pengembangan digital. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kerja sama strategis antarnegara dapat menghasilkan infrastruktur digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. Dengan memadukan visi Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif serta pengalaman India dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure, kedua negara menghadirkan model baru kolaborasi internasional yang berlandaskan keterbukaan, interoperabilitas, inovasi bersama, dan kesejahteraan bersama. Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan, menekankan ION bukan sekadar platform e-commerce baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan seluruh marketplace, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, perbankan, dan aplikasi bisnis saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang mendorong kolaborasi sebagai sumber inovasi. Peran Chairos adalah mempertemukan pemerintah, industri, mitra teknologi, dan para ahli internasional untuk mewujudkan visi ini menjadi ekosistem nasional yang pada akhirnya dimiliki oleh Indonesia." Menuju Indonesia Emas 2045 Seiring langkah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Indonesia Open Network bukan sekadar inisiatif teknologi, tetapi awal dari arsitektur baru ekonomi digital Indonesia, di mana interoperabilitas menggantikan fragmentasi, kolaborasi menggantikan eksklusivitas, dan Digital Public Infrastructure menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Bersama, Indonesia dan India menunjukkan bagaimana kemitraan strategis dapat membangun infrastruktur digital terbuka yang memperluas peluang, memperkuat kedaulatan digital, dan menghadirkan kesejahteraan bagi jutaan masyarakat. Tentang Indonesia Open Network (ION) Indonesia Open Network (ION) merupakan Digital Public Infrastructure (DPI) nasional Indonesia untuk perdagangan digital yang dibangun menggunakan arsitektur jaringan terbuka dan dirancang khusus sesuai kebutuhan Indonesia. ION memungkinkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia layanan logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital untuk saling terhubung melalui satu infrastruktur nasional bersama. Melalui prinsip "Join Once. Sell Everywhere.", ION memperluas akses pasar, menurunkan hambatan bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Tentang PT Chairos International Ventures PT Chairos International Ventures merupakan perusahaan pengembangan venture dan inovasi strategis asal Indonesia yang berperan sebagai incubation agency bagi Indonesia Open Network (ION). Chairos bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, mitra teknologi, serta berbagai organisasi internasional dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure dan ekosistem inovasi yang mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A Nasional
Nasional
Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07 WIB

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, JS Dukung Penerapan B50 di Rest Area Km 57A

Jakarta, katakabar.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan strategis bagi implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” yang berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7). Rest Area Kilometer 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola oleh Mitra merupakan salah satu titik layanan strategis di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Berada pada koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), rest area ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol. Dalam mendukung implementasi Biosolar B50 yang menjadi kelanjutan dari pengembangan program biodiesel sebelumnya yaitu B35 dan B40, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta dukungan terhadap penyaluran Biosolar B50 sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kehadiran Biosolar B50 di rest area jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan. “Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan. Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan. “Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” ucapnya. Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik SPBU di koridor rest area yang berada di ruas Jasa Marga Group lainnya, dengan menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang semakin adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol. Jasa Marga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, Mitra, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada agenda ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 30 Juni 2026 | 10:05 WIB

Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

Jakarta, katakabar.com - Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Kalau sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang investasi baru dari sektor kendaraan listrik (EV), elektronik, data centre, hingga manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan logistik yang semakin kompleks. Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang dan Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan kebutuhan investor tersebut mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional. “Beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang,” kata Abednego. Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian investor terhadap faktor-faktor yang sebelumnya tidak menjadi pertimbangan utama, seperti konektivitas menuju pelabuhan dan jaringan transportasi nasional, ketersediaan utilitas yang andal, hingga keberadaan fasilitas pendukung yang mampu menunjang aktivitas bisnis. Tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat investor asing dan domestik terhadap kawasan industri yang memiliki dukungan infrastruktur strategis. Suryacipta mencatat peningkatan minat dari investor asal Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, permintaan dari negara-negara strategis lainnya tetap berjalan positif, misalnya dari Jepang. Ketertarikan tersebut datang dari berbagai sektor, mayoritas dari sektor otomotif (khususnya EV) dan sektor part otomotif. Diikuti oleh heavy machinery, elektronik, data centre, dan pergudangan. Selain mencari lokasi produksi, investor juga mulai mempertimbangkan aspek pengembangan kawasan dan dukungan ekosistem bisnis secara menyeluruh seperti layanan investasi. Fenomena tersebut menunjukkan kawasan industri kini semakin dipandang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar lokasi untuk membangun pabrik. Abednego menilai, tren pemilihan kawasan ini akan membentuk pola persaingan baru di sektor kawasan industri nasional dalam beberapa tahun mendatang. “Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru,” tandasnya.

Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI Percepat Transformasi Industri Indonesia Teknologi
Teknologi
Minggu, 28 Juni 2026 | 11:03 WIB

Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI Percepat Transformasi Industri Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat perhatian dari pelaku industri di Indonesia. Tingginya minat tersebut tercermin dalam OpenClaw Meetup Jakarta #4 yang didukung Lintasarta melalui Cloudeka dan berhasil menarik lebih dari 500 pendaftar. Antusiasme ini menunjukkan pemanfaatan AI tidak lagi berhenti pada tahap eksplorasi, tetapi mulai bergerak menuju implementasi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan bisnis. Sebagai salah satu komunitas AI yang berkembang pesat di Indonesia, OpenClaw telah menjadi ruang kolaborasi bagi para AI practitioner, developer, startup, enterprise, dan technology leaders untuk berbagi pengalaman dalam membangun, mengintegrasikan, dan mengoperasikan AI Agents di lingkungan produksi. Topik yang dibahas mencakup AI automation, AI engineering, multi-agent systems, hingga implementasi Agentic AI untuk berbagai kebutuhan industri. Momentum ini sejalan dengan proyeksi Gartner yang memperkirakan bahwa pada 2028 sekitar 33 persen aplikasi perangkat lunak enterprise akan mengadopsi Agentic AI, meningkat signifikan dari kurang dari 1 persen pada 2024. Pada periode yang sama, sekitar 15 persen keputusan operasional sehari-hari diproyeksikan dapat dijalankan secara otonom oleh AI Agents. Perubahan ini menandai lahirnya era baru autonomous enterprise yang akan mengubah cara organisasi beroperasi dan menciptakan nilai bisnis. Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta, mengatakan adopsi Agentic AI membutuhkan lebih dari sekadar model AI yang canggih. Organisasi juga memerlukan fondasi digital yang mampu memastikan keamanan, integrasi, kedaulatan data, serta kesiapan infrastruktur untuk menjalankan AI dalam skala enterprise. “Agentic AI menjadi salah satu evolusi paling penting dalam perjalanan transformasi digital. Tetapi keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan oleh kesiapan fondasi digital yang menopangnya. Lantaran itu, Lintasarta terus memperkuat Intelligent Core sebagai fondasi yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, cybersecurity, dan AI dalam satu ekosistem yang aman, terintegrasi, dan siap mendukung kebutuhan industri,” ujar Gidion. Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan kapabilitas Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) untuk membantu organisasi mengadopsi teknologi AI secara lebih cepat, aman, dan terukur. Dengan prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless Experience, Intelligent Core memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan berbagai solusi AI di atas infrastruktur yang berdaulat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui gerakan AI Merdeka, dengan mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui Laskar AI yang mencetak talenta digital dan AI Indonesia serta Semesta AI yang memberdayakan startup dan pengembangan berbagai AI use case di berbagai sektor industri strategis. Melalui AI Merdeka, Lintasarta mempertegas perannya sebagai AI Factory yang menghubungkan talenta, teknologi, dan kebutuhan industri untuk membangun ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, melalui dukungannya terhadap OpenClaw Meetup, Lintasarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI nasional yang terbuka dan kolaboratif. Bagi Lintasarta, percepatan adopsi AI tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara komunitas teknologi, penyedia infrastruktur, pengembang solusi, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. Perwakilan OpenClaw, Sofian Hadiwijaya, menjelaskan kolaborasi lintas ekosistem menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi Agentic AI di Indonesia. “AI Agents memiliki potensi besar untuk mentransformasi cara organisasi bekerja. Namun untuk mewujudkannya dibutuhkan ruang kolaborasi yang memungkinkan komunitas, industri, dan penyedia teknologi saling berbagi pengetahuan serta pengalaman implementasi. Kami mengapresiasi dukungan Lintasarta yang tidak hanya menyediakan platform diskusi, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ekosistem AI Indonesia,” ucapnya. Kolaborasi antara Lintasarta dan OpenClaw menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menghubungkan komunitas, teknologi, dan kebutuhan industri, Lintasarta ingin memastikan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi produktivitas, daya saing, dan kedaulatan digital nasional.

AI Connect dan Estha AI Intenskan Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 25 Juni 2026 | 11:09 WIB

AI Connect dan Estha AI Intenskan Ekosistem Pembelajaran AI dari Adopsi hingga Pengembangan Produk

Bandung, katakabar.com - Lewat Digital Talks dan AI Challenge, Telkom AI Connect dan Estha AI bekali peserta dengan keterampilan AI mulai dari no-code AI hingga pengembangan produk siap digunakan. Sebagai upaya mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang semakin inklusif dan berdampak nyata, Telkom AI Connect Bandung bersama Estha AI menghadirkan rangkaian kegiatan Digital Talks dan AI Challenge yang dirancang untuk mendukung peserta di berbagai tahapan perjalanan inovasi AI. Mulai dari pengenalan teknologi yang mudah diakses melalui pendekatan no-code hingga pengembangan ide menjadi produk yang siap digunakan, rangkaian ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas talenta digital di Indonesia. Rangkaian pertama dilaksanakan melalui sesi Digital Talks: AI Adoption Challenges for Non-Technical Users pada 22 Mei 2026 lalu. Kegiatan ini berfokus bagaimana AI dapat diadopsi masyarakat yang tidak memiliki latar belakang teknis maupun kemampuan pemrograman. Melalui pendekatan no-code, peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI serta berbagai penerapannya dalam bidang bisnis, pendidikan, dan produktivitas. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan sesi praktik yang menunjukkan bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi AI Experience sederhana tanpa perlu menulis kode. Pada sesi tersebut, Shanez selaku Strategic Marketing Manager Estha AI membagikan wawasan mengenai pentingnya pendekatan no-code dalam memperluas akses terhadap teknologi AI. Menurutnya, tantangan terbesar adopsi AI saat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada bagaimana teknologi tersebut dapat diakses dan digunakan oleh lebih banyak orang. "Tantangan terbesar adopsi AI bukan pada teknologinya, melainkan bagaimana membuat teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan oleh semua orang," ujar Shanez. Ia lantas menekankan pendekatan no-code mampu membuka peluang bagi siapa saja untuk mulai bereksperimen dan berinovasi menggunakan AI tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang mendalam. Melanjutkan pembelajaran tersebut, rangkaian kedua digelar pada 30 Mei 2026 lalu melalui sesi AI for Builders: Turning Ideas into Real Products. Jika pada sesi pertama peserta diperkenalkan pada cara memulai pemanfaatan AI, maka sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan ide, prototipe, atau solusi awal menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu memberikan dampak nyata. Di sesi ini, Lusia Elsa Dika Damayanty selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect membahas pentingnya membangun pola pikir builder dalam proses pengembangan produk berbasis AI. Materi yang disampaikan mencakup validasi ide, pemahaman kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe menjadi produk yang siap digunakan, hingga strategi monetisasi yang berkelanjutan. Peserta juga diajak memahami keberhasilan solusi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengguna. Dalam paparannya, Elsa menyoroti pentingnya kesiapan individu untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. "AI hanya menggantikan kalian jika kalian tidak mau beradaptasi dengan teknologi. Mereka yang terus belajar, memahami perubahan, dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu justru akan memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang," ucap Elsa. Melalui sesi ini, Telkom AI Connect tidak hanya mendorong peserta untuk memahami teknologi AI, tetapi juga membantu mereka membangun pola pikir inovatif yang diperlukan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Telkom dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia melalui pengembangan talenta, pemberdayaan komunitas, serta penciptaan inovasi yang mampu memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.  Sesi kedua juga menjadi momentum pengumuman pemenang AI Challenge yang telah diikuti peserta sebagai bagian dari rangkaian program pengembangan talenta AI. Kehadiran challenge tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengembangkan solusi AI yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Telkom AI Connect terus memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem pembelajaran AI yang aplikatif, relevan, dan berorientasi pada penciptaan dampak. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan perjalanan inovasi AI tidak berhenti pada tahap memahami teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengembangkan solusi yang bernilai, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

ESDM: Standar ESG Kin Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global Nasional
Nasional
Rabu, 24 Juni 2026 | 15:31 WIB

ESDM: Standar ESG Kin Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

Jakarta, katakabar.com -  Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini tidak lagi sekadar menjadi standar kepatuhan di sektor pertambangan, tetapi telah berkembang menjadi faktor penentu dalam akses ekosisstem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global. Di tengah meningkatnya kebutuhan mineral kritis untuk mendukung transisi energi, pasar internasional semakin selektif memilih sumber pasokan tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi proses produksi berkelanjutan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tuntutan terhadap implementasi standar ini menjadi menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama mineral dunia. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, Cecep Mochammad Yasin, mengatakan mineral yang diproduksi secara bertanggung jawab, dan memenuhi standar ESG memiliki nilai tambah sekaligus peluang pasar yang lebih besar, terutama dalam rantai pasok industri kendaraan listrik, energi bersih, dan manufaktur global. "Pasar global saat ini tidak hanya menilai kualitas produk mineral yang dihasilkan, tetapi juga menilai bagaimana mineral tersebut diproduksi," kata Cecep pada Seri Dialog Mineral Kritis INDEF-GTI bertajuk Menavigasi Ketegangan Geopolitik dan Mengamankan Peran Indonesia dalam Rantai Pasok Mineral Kritis Menuju Kedaulatan Energi, Rabu (17/6) lalu. Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran penting dalam industri global. Bagi produsen kendaraan listrik dan manufaktur teknologi, standar ESG kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan mitra rantai pasok. Tanpa pemenuhan standar keberlanjutan, akses terhadap pasar global berisiko semakin terbatas. Menurut Cecep, pemerintah pun terus memperkuat penerapan ESG dalam tata kelola pertambangan nasional. Komitmen tersebut mulai diintegrasikan dalam proses evaluasi dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang. Dari aspek sosial, ulas Cecep, perusahaan diwajibkan menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun bersama pemerintah daerah. Sementara dari aspek lingkungan, perusahaan didorong meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, memperkuat pengelolaan limbah dan air tambang, serta melaksanakan reklamasi dan pascatambang secara bertanggung jawab. "Di beberapa tambang juga telah menerapkan ESG melalui standar seperti IRMA serta melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat berat maupun penggunaan sumber energi yang lebih bersih," bebernya. Masih Cecep, Ditjen Minerba saat ini tengah melakukan kajian untuk menyelaraskan standar nasional dengan praktik ESG global melalui analisis kesenjangan antara regulasi domestik dan standar internasional. Langkah ini dinilai krusial mengingat semakin banyak perusahaan global yang mensyaratkan standar keberlanjutan sebagai bagian dari kontrak pasokan bahan baku. Contohnya, perusahaan tambang yang memasok kebutuhan industri kendaraan listrik harus mampu memenuhi standar ESG yang ditetapkan produsen otomotif dunia. "Salah satu contohnya adalah kerja sama Vale Indonesia dengan Ford dan Volkswagen yang menerapkan standar ESG global dalam rantai pasoknya," terang Cecep. Perkembangan ini menunjukkan ESG telah bergeser dari sekadar prinsip tata kelola menjadi instrumen strategis dalam persaingan industri. Bagi Indonesia, yang memiliki cadangan nikel, tembaga, timah, dan bauksit yang besar, tantangan utamanya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kemampuan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan pasar global. Sejalan dengan itu, pelaku industri pertambangan nasional juga mulai menjadikan ESG sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Holding industri pertambangan MIND ID bersama anggota grupnya terus memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan emisi, reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, konservasi lingkungan, hingga peningkatan tata kelola dan transparansi pelaporan keberlanjutan. Menurut Cecep, tren ini menegaskan industri pertambangan global tengah bergerak menuju standar baru, di mana keberhasilan bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya cadangan mineral atau kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam memenuhi tuntutan keberlanjutan di seluruh rantai pasok. Dengan dinamika tersebut, ESG kini tidak hanya menjadi faktor reputasi, tetapi telah menjadi prasyarat untuk menjaga akses pasar dan memenangkan kontrak di industri kendaraan listrik global. "Pasar global saat ini bergerak ke arah yang semakin menuntut praktik pertambangan berkelanjutan. Karena itu ESG bukan lagi sekadar kepatuhan, tetapi telah menjadi faktor penentu daya saing dan akses pasar bagi industri mineral," sebut Cecep.

Tokocrypto Bergabung ke ICEx Group, Perkuat Ekosistem Aset Digital Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 24 Juni 2026 | 11:15 WIB

Tokocrypto Bergabung ke ICEx Group, Perkuat Ekosistem Aset Digital Indonesia

Jakarta, katakabar.com  - Tokocrypto resmi bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur pasar aset keuangan digital di Indonesia. Bergabungnya Tokocrypto ke dalam ekosistem ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penuh pertumbuhan industri aset digital nasional serta memperluas kontribusi terhadap ekosistem keuangan digital yang semakin matang. Langkah ini berlangsung di tengah pertumbuhan industri aset keuangan digital nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia mencapai 21,70 juta per April 2026, meningkat dari 21,37 juta pada Maret 2026. Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi aset kripto di pasar spot tercatat sebesar Rp22,98 triliun pada April 2026. Secara kumulatif, transaksi spot aset kripto sepanjang Januari hingga April 2026 telah mendekati Rp99 triliun. Capaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap platform perdagangan yang mampu menghadirkan layanan yang lengkap, mudah diakses, dan relevan dengan perkembangan pasar. ICEx Group merupakan ekosistem infrastruktur aset keuangan digital terintegrasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ekosistem ini terdiri dari Indonesia Crypto Exchange (ICEx) sebagai bursa aset keuangan digital, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset digital. Pengembangan Pasar Aset Kripto Melalui keikutsertaan Tokocrypto dalam ekosistem ICEx Group, perusahaan berharap dapat memperluas kontribusinya terhadap pengembangan pasar aset digital nasional yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar aset digital dengan potensi pertumbuhan terbesar di kawasan. CEO ICEX Group, Kai Hamza, menyampaikan bergabungnya Tokocrypto semakin memperkuat komitmen bersama industri dalam membangun ekosistem aset keuangan digital yang teregulasi dan berstandar tinggi. "Kami menyambut baik bergabungnya Tokocrypto ke dalam ekosistem ICEX Group. Dengan telah bergabungnya lima PAKD hingga saat ini, kami melihat momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital Indonesia. Fokus kami tetap pada pembangunan ekosistem yang mengedepankan integritas pasar, efisiensi operasional, perlindungan investor, dan kepatuhan terhadap regulasi," jelasnya. Sebagai salah satu exchange aset kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto terus memperkuat posisinya melalui pertumbuhan pengguna, pengembangan produk, serta perluasan ekosistem layanan. Tokocrypto telah dipercaya oleh lebih dari 5 juta pengguna dan menyediakan akses perdagangan lebih dari 400 aset kripto berbasis rupiah. Perusahaan juga terus mendorong kinerja bisnis yang solid dan berorientasi pada profitabilitas, dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, inovasi produk, serta peningkatan pengalaman pengguna. CEO Tokocrypto Calvin Kizana, mengatakan, bergabungnya Tokocrypto ke ICEx Group merupakan milestone penting bagi perusahaan untuk memperluas kontribusinya dalam pengembangan industri aset digital Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari peluang yang lebih besar bagi Tokocrypto ke depan. “Tokocrypto menyambut positif bergabungnya kami ke dalam ekosistem ICEx Group. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung penuh pertumbuhan industri aset keuangan digital nasional dan memperkuat ekosistem pasar yang semakin terintegrasi. Kami percaya kolaborasi antar pelaku industri, dukungan infrastruktur pasar, serta inovasi berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekosistem aset digital Indonesia ke depan,” ujar Calvin. Perkuat Pertumbuhan Tokocrypto menghadirkan berbagai layanan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna aset digital, mulai dari perdagangan spot, Staking, hingga Pembelian Berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA) yang membantu pengguna melakukan pembelian aset kripto secara terencana dan konsisten. Selain itu, Tokocrypto juga mengembangkan fitur Gift Card, Chatroom sebagai ruang interaksi komunitas, serta elemen gamification melalui berbagai program dan pengalaman berbasis komunitas yang lebih interaktif. Tidak hanya berfokus pada perdagangan aset digital, Tokocrypto juga memperkuat peran edukasi dan literasi melalui Tokonews dan Tokocrypto Academy. Kedua inisiatif ini menjadi bagian penting dari ekosistem Tokocrypto dalam menyediakan informasi pasar, wawasan industri, serta materi edukasi seputar blockchain, aset kripto, investasi, dan trading bagi masyarakat luas. Pertumbuhan jumlah konsumen, peningkatan nilai transaksi, serta hadirnya infrastruktur pasar yang semakin terintegrasi menunjukkan bahwa industri aset keuangan digital Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan regulasi, inovasi produk, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi ekosistem, aset digital diharapkan dapat menjadi bagian penting dari transformasi jasa keuangan nasional.

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:15 WIB

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat kelas menengah atas dan affluent. Barang-barang seperti tas Hermès, Chanel, Dior, hingga jam tangan Rolex dan Patek Philippe kini tidak lagi dipandang sekadar simbol gaya hidup, tetapi mulai dianggap sebagai bagian dari alternative asset yang memiliki nilai ekonomi nyata. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya harga retail barang mewah di boutique resmi, waiting list yang semakin panjang, serta terbatasnya akses terhadap produk-produk tertentu. Tidak sedikit kolektor dan pecinta luxury kini mulai melihat barang mewah sebagai aset yang memiliki potensi mempertahankan nilai bahkan mengalami apresiasi. Di tengah kondisi tersebut, pasar preloved luxury justru mengalami peningkatan aktivitas yang cukup agresif, baik secara global maupun di Indonesia. Barang-barang luxury original dengan kondisi baik kini semakin dicari karena dianggap lebih realistis dibanding membeli baru dengan harga retail yang terus meningkat. Pengamat industri luxury menyebut perubahan ini bukan lagi sekadar tren sementara. “Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity,” ujar seorang pengamat pasar luxury di Jakarta. Perubahan pola pikir tersebut membuat ekosistem luxury resale di Indonesia berkembang lebih modern. Masyarakat kini semakin memperhatikan aspek autentikasi, histori barang, hingga kredibilitas seller sebelum melakukan transaksi. Hal ini juga mendorong munculnya platform-platform yang lebih fokus pada curated luxury ecosystem, salah satunya melalui kehadiran deGaiya, unit preloved luxury ecosystem yang merupakan mitra dari deGadai. Berbeda dengan marketplace biasa, deGaiya hadir dengan pendekatan yang lebih eksklusif dan terkurasi. Produk-produk yang tersedia berasal dari barang luxury original dengan proses seleksi dan pengecekan tertentu sebelum dipasarkan kembali. Menariknya, sebagian barang yang tersedia di deGaiya berasal dari aset luxury yang sebelumnya berada dalam sistem gadai dan tidak ditebus kembali oleh pemiliknya atau dikenal sebagai gagal tebus. Kondisi ini membuat deGaiya mampu menghadirkan berbagai luxury items original dengan harga yang dinilai lebih kompetitif dibanding pasar retail. Di tengah naiknya harga barang mewah global, kondisi tersebut justru membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin mulai masuk ke dunia luxury dengan harga yang lebih rasional. Tas-tas seperti Chanel Classic Flap, Louis Vuitton, hingga berbagai jam tangan Swiss kini semakin diminati di pasar preloved karena ketersediaannya yang semakin terbatas di boutique resmi. Selain faktor harga, banyak pembeli kini juga mulai melihat barang luxury preloved sebagai bentuk smart luxury consumption. “Sekarang orang lebih realistis. Selama barang original, kondisinya bagus, dan value-nya masih kuat, preloved justru semakin menarik,” timpal seorang kolektor tas luxury di Jakarta Selatan. Tidak hanya menjadi tempat jual beli barang mewah original, ekosistem seperti deGaiya juga dinilai memperlihatkan bagaimana luxury market di Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih matang. Masyarakat affluent kini tidak lagi sekadar membeli luxury untuk konsumsi, tetapi mulai memahami aspek asset value, resale market, hingga liquidity dari barang yang mereka miliki. Fenomena ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya penggunaan layanan financial flexibility berbasis aset luxury seperti gadai barang mewah. Alih-alih menjual koleksi secara permanen ketika membutuhkan cashflow jangka pendek, sebagian pemilik aset kini memilih menggunakan layanan gadai luxury agar ownership tetap terjaga. Pada konteks tersebut, deGadai dan deGaiya dinilai membentuk kemitraan  yang saling melengkapi. Di satu sisi, deGadai memberikan solusi likuiditas berbasis aset luxury secara privat dan cepat. Di sisi lain, deGaiya menjadi bagian dari luxury resale ecosystem yang terus berkembang. Di tengah market yang semakin dinamis, luxury goods kini tidak lagi hanya berbicara soal prestige dan gaya hidup. Bagi sebagian masyarakat, tas dan jam tangan mewah telah berubah menjadi bagian dari strategi pengelolaan aset modern. Dan ketika akses terhadap barang luxury semakin sulit serta harga retail terus meningkat, pasar preloved luxury tampaknya akan menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.