Ekspor Naik

Sorotan terbaru dari Tag # Ekspor Naik

CPO Indonesia Hipnotis Afsel, Ekspor Tembus USD307 Juta Sawit
Sawit
Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:00 WIB

CPO Indonesia Hipnotis Afsel, Ekspor Tembus USD307 Juta

Afrika Selatan, katakabar.com - Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak sawit Indonesia hipnotis, dan jadi primadona di Afrika Selatan. Buktinya, ekspor CPO dan produk olahannya tembus USD307 juta, dorong hubungan dagang RI–Afrika Selatan makin mesra, kokoh, dan cuan meledak. Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, disapa akrab Busan, belum lama ini bertemu dengan Wakil Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Kompetisi Republik Afrika Selatan, Zuko Godlimpi, di Gqeberha, Afrika Selatan. Pertemuan ini di tengah kegiatan Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20, dan membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama perdagangan serta ekonomi antara kedua negara. “Pertemuan ini jadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis Selatan-Selatan. Kami sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan kerja sama baru di bidang perdagangan,” kata Busan, dilansir dari laman EMG, Ahad (12/10) siang. Menurut Busan, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menjadi salah satu produk ekspor utama Indonesia ke Afrika Selatan. Ekspor ini mencakup produk setengah jadi hingga produk siap pakai seperti minyak goreng, margarin, dan berbagai olahan lainnya. Selain CPO, ulasnya, Indonesia mengekspor kopra, karet alam, buldoser, dan mobil penumpang, sementara Afrika Selatan mengimpor paduan aloi, bijih kromium, bijih mangan, aluminium mentah, serta gula tebu murni. "Data perdagangan menunjukkan pada 2024 lalu, ekspor kelapa sawit Indonesia ke Afrika Selatan mencapai USD307,5 juta, menjadi penyumbang terbesar dari total ekspor Indonesia ke negara tersebut sebesar USD790,40 juta. Angka ini menegaskan posisi minyak sawit sebagai komoditas yang “ketagihan” di pasar Afrika Selatan," jelasnya. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, total perdagangan bilateral Indonesia–Afrika Selatan tercatat mencapai USD1,42 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD690,60 juta dan impor dari Afrika Selatan sebesar USD732,10 juta. Sementara, sepanjang 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD2,41 miliar, meningkat 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain membahas ekspor minyak sawit, pertemuan Mendag Budi Santoso dan Zuko Godlimpi menyinggung revitalisasi Joint Trade Committee (JTC) kedua negara. Forum JTC Indonesia–Afrika Selatan yang dibentuk sejak 2005 berfungsi sebagai wadah pertukaran informasi dan strategi untuk menjajaki peluang pembentukan perjanjian perdagangan yang lebih luas. Kerja sama ini tidak hanya menunjukkan betapa strategisnya posisi minyak sawit Indonesia di pasar Afrika Selatan, tetapi menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan ekonomi Selatan-Selatan.

Sawit dan Produk Pertanian Bikin Ekspor Naik 5,32 Persen selama Januari 2024 Sawit
Sawit
Minggu, 18 Februari 2024 | 14:36 WIB

Sawit dan Produk Pertanian Bikin Ekspor Naik 5,32 Persen selama Januari 2024

Jakarta, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit dan produk pertanian bikin ekspor naik sebesar 5,32 persen selama Januari 2024 dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/M-to-M) dan meningkat 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/Y-on-Y). Hal itu dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Di mana kenaikan terjadi saat sektor-sektor industri non migas lainnya mengalami penurunan. Jadi, dengan kenaikan tersebut, menjadikan sektor pertanian menjadi satu-satunya yang tumbuh secara bulanan maupun tahunan. “Nilai ekspor non migas menurut sektor mengalami penurunan secara bulanan kecuali di sektor pertanian yang mengalami peningkatan sebesar 5,32 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Widyasanti lewat keterangan resmi statistik, dilansir dari laman agrofarm.co.id, pada Ahad (18/2). Peningkatan ekspor di sektor pertanian, ujar Amalia, mendapatkan sumbangan dari peningkatan ekspor seperti produk kelapa sawit dan sarang burung walet. "Sedang, ekspor sektor lainnya mengalami penurunan. Sektor Industri pengolahan tercatat menurun 4,13 persen, dan sektor pertambangan menurun 23,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ulasnya. Untuk perkembangan ekspor non migas di Januari 2024 mencapai 19,13 miliar dollar AS. Apabila merinci pada sektornya, pertanian memiliki kontribusi yang cukup besar sebesar 374 juta dollar AS. “Total ekspor non migas Indonesia menurut sektor pada Januari 2024 sebesar 19,13 miliar dollar AS. Bila dirinci menurut sektornya, pertanian berkontribusi sebesar 374 juta dollar AS,” jelasnya. Salah satu komoditas unggulan ekspor Januari 2024 yakni kelapa sawit, sebut Amalia, artinya kepala sawit selama ini mampu mendongkrak hasil devisa Indonesia. “Kinerja ekspor beberapa komoditas unggulan Indonesia salah satunya minyak kelapa sawit yang memberikan share sekitar 33,72 persen,” jelasnya. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan RI, Kuntoro Boga Andri menyatakan, sektor pertanian sektor strategis nasional yang terus memberi kontribusi positif terhadap ekspor dan perekonomian nasional. “Pertanian terbukti sebagai sektor andalan bagi penguatan ekonomi bangsa. Makanya pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan hilirisasi pertanian nasional,” bebernya. Saat ini, ucap Kuntoro, Kementerian Pertanian tengah fokus pada peningkatan produksi padi dan jagung sebagai komoditas utama dan strategis dengan target capaian swasembada dan menjadi lumbung pangan dunia. “Kementan terus berupaya meningkatkan komoditas strategis pertanian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor,” tandasnya.