Emas Hijau

Sorotan terbaru dari Tag # Emas Hijau

Emas Hijau Berkembang Pesat di Jabar Tapi Bukan Kelapa Sawit Rakyat Sawit
Sawit
Selasa, 16 Desember 2025 | 15:45 WIB

Emas Hijau Berkembang Pesat di Jabar Tapi Bukan Kelapa Sawit Rakyat

Suka Bumi, katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit dengan sebutan lain 'Emas Hijau' di Provinsi Jawa Barat (Jabar) berkembang pesat, di mana luasnya sudah mencapai sekitar 15.681 hektar. Di antara kabupaten yang menjadi sentra kelapa sawit di provinsi yang dinakhodai KDM (Dedi Mulyadi) ini, yakni Kabupaten Suka Bumi. Sejak 2022 kebun sawit di Sukabumi mencapai 9.892 hektare dengan produksi 84.936 ton. Lalu, meningkat jadi 11.255 hektare dengan produksi melonjak hingga 139.839 ton. Tetapi, hamparan perkebunan tersebut perkebunan perusahaan milik negara yakni PTPN. Sebagian lagi milik perusahaan swasta tetapi luasnya tidak mencapai 100 hektar. "Setahu saya di sana belum ada petani atau sawit rakyat. Yang ada milik PTPN," ujar Ketua Aspek-Pir Banten, M Nur dilansir dari laman elaeis.co, Selasa sore. Bukan hanya kebun plasma yang bermitra dengan petani, kebun milik petani mandiri menurutnya belum ada terutama di Suka Bumi. Jika ada, setidaknya pihaknya tahu TBS kelapa sawit harus dijual di PKS yang ada di Banten. Sesungguhnya, ini yang disayangkan M Nur, padahal lahan kosong di wilayah Suka Bumi cukup potensial untuk pengembangan kelapa sawit. Kendalanya, petani tidak memiliki modal untuk membangun kebun kelapa sawit tersebut. "Harapan kita ada bantuan dari pemerintah kabupaten atau provinsi. Kemudian juga alokasi dana dari BPDP. Saya rasa tidak rumit untuk bangun kebun sawit di Suka Bumi karena tidak perlu repot chiping, sebab lahan kosong," terangnya.

BPDP Gelar Kuliah Umum: Dari Pelalawan Demi Kejayaan 'Emas Hijau' Indonesia Sawit
Sawit
Rabu, 24 September 2025 | 20:07 WIB

BPDP Gelar Kuliah Umum: Dari Pelalawan Demi Kejayaan 'Emas Hijau' Indonesia

Pelalawan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan disingkat BPDP gelar Kuliah umum Sumber Daya Manusia atau SDM Sawit 2025 di Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia atau ITP2I, Selasa (23/9) kemarin, di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja Pelalawan, Riau. Di kegiatan ini BPDP diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah. Rektor Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Prof. Dr., Tengku Dahril, di pembukaan kuliah umum menyampaikan kegiatan ini diikuti 607 mahasiswa termasuk 90 mahasiswa baru penerima beasiswa sawit BPDP berasal dari Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Kalimantan, Bangka Belitung, Lampung, Papua, Sumatera Barat, Sumsel, Sumut, Bengkalis, Inhil, Inhul, Kampar, Pelalawan, Rohil, Rohul, Siak, Dumai dan Pekanbaru. Riau di antara daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia sebagai produk unggulan masa kini dan masa depan. “Riau siap mendukung program nasional dan para mahasiswa ITP2I akan dididik menjadi ahli sawit dengan program agroteknologi untuk hulu, teknik industri untuk pengolahan, serta program pasca panen menghasilkan produk berkualitas. Jadikan Pelalawan sebagai lumbang pangan dan energi terbarukan untuk dunia," ujar Prof. Tengku, dilansir dari lamab BPDP, Rabu (24/9) sore. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menjabarkan materi dukungan dana sawit pengembangan industri sawit nasional, Pengembangan SDM Perkebunan Sawit, tantangan, dan peluang pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Sawit. “BPDP mengembangkan UMKM berbasis produk sawit dan turunannya. Penguatan UMKM berbasis perkebunan sebagai upaya mendukung Program Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Hasil perkebunan rakyat, berupa kakao, kelapa sawit, dan kelapa sangat potensial untuk dilakukan hilirisasi skala UKM, dan didukung dengan hasil-hasil riset dari BPDP khususnya terkait sawit untuk dikomersialisasikan,” terang Helmi. Menurut Helmi, keberadaan mahasiswa beasiswa BPDP yang telah melalui proses seleksi yang ketat harus memberikan kontribusi pembangunan sawit berkelanjutan

Harga TBS 'Emas Hijau' Mitra Plasma Makin 'Hijau' Periode Sepekan Ini di Timur Aceh Sawit
Sawit
Senin, 15 September 2025 | 19:03 WIB

Harga TBS 'Emas Hijau' Mitra Plasma Makin 'Hijau' Periode Sepekan Ini di Timur Aceh

Banda Aceh, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar atau TBS 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit mitra plasma makin 'hijau' periode sepekan ini di sebelah Timur Aceh. Hijaunya harga TBS itu membikin para pekebun mitra plasma sumringah di berbagai kabupaten untuk periode 10 hingga 23 September 2025 nanti. Dari keterangan pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan atau Distanbun Provinsi Aceh, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin (15/9) siang, harga TBS mulai dari umur tanam 10-20 tahun hingga 25 tahun berada di level Rp3.000-an per kilogram. Tapi, TBS dari umur tanam 3, 4, dan 5 tahun yang masih berada di kisaran Rp2.000-an per kilogram. Hal ini menunjukan adanya penguatan, seperti yang terlihat pada harga TBS dari umur tanam 5 tahun dibanderol sebesar Rp2.986 per kilogram. Soal rendemen buah, tertinggi TBS dari umur tanam 10 hingga 20 tahun kategori premium, dengan kadar sebesar 21,83 persen, disusul TBS dari umur tanam 9 tahun 21,28 persen, serta TBS dari umur tanam 7 tahun sebesar 21,14 persen. Sedang, besaran persentase Indeks K, pihak Distanbun Provinsi Aceh menetapkan sebesar 88,95 persen yang berlaku di seluruh wilayah timur bumi Serambi Mekkah tersebut Mengenai penetapan harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil atau CPO, dan inti sawit atau palm kernel atau PK, pihak Distanbun Provinsi Aceh menetapkan harga yang sama untuk wilayah timur dan barat, yaitu masing-masing sebesar Rp14.581,25 per kilogram, dan Rp14.633,57 per kilogram. Ini harga pembelian TBS mitra plasma di wilayah timur Aceh Periode 10-23 September 2025, meliputi umur 3 tahun Rp2.516 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.869 per kilogram, umur 5 tahun Rp2.986 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.146 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.321 per kilogram, umur 8 tahun dan Rp3.347 per kilogram.