Pelalawan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan disingkat BPDP gelar Kuliah umum Sumber Daya Manusia atau SDM Sawit 2025 di Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia atau ITP2I, Selasa (23/9) kemarin, di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja Pelalawan, Riau.
Di kegiatan ini BPDP diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah. Rektor Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Prof. Dr., Tengku Dahril, di pembukaan kuliah umum menyampaikan kegiatan ini diikuti 607 mahasiswa termasuk 90 mahasiswa baru penerima beasiswa sawit BPDP berasal dari Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Kalimantan, Bangka Belitung, Lampung, Papua, Sumatera Barat, Sumsel, Sumut, Bengkalis, Inhil, Inhul, Kampar, Pelalawan, Rohil, Rohul, Siak, Dumai dan Pekanbaru.
Riau di antara daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia sebagai produk unggulan masa kini dan masa depan.
“Riau siap mendukung program nasional dan para mahasiswa ITP2I akan dididik menjadi ahli sawit dengan program agroteknologi untuk hulu, teknik industri untuk pengolahan, serta program pasca panen menghasilkan produk berkualitas. Jadikan Pelalawan sebagai lumbang pangan dan energi terbarukan untuk dunia," ujar Prof. Tengku, dilansir dari lamab BPDP, Rabu (24/9) sore.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menjabarkan materi dukungan dana sawit pengembangan industri sawit nasional, Pengembangan SDM Perkebunan Sawit, tantangan, dan peluang pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Sawit.
“BPDP mengembangkan UMKM berbasis produk sawit dan turunannya. Penguatan UMKM berbasis perkebunan sebagai upaya mendukung Program Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Hasil perkebunan rakyat, berupa kakao, kelapa sawit, dan kelapa sangat potensial untuk dilakukan hilirisasi skala UKM, dan didukung dengan hasil-hasil riset dari BPDP khususnya terkait sawit untuk dikomersialisasikan,” terang Helmi.
Menurut Helmi, keberadaan mahasiswa beasiswa BPDP yang telah melalui proses seleksi yang ketat harus memberikan kontribusi pembangunan sawit berkelanjutan
“Bung Karno mengungkapkan dalam salah satu pidatonya beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut gunung Semeru dari akarnya, beri aku 10 Pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia, maka sebagai anak-anak muda pilihan mahasiswa Penerima beasiswa SDM sawit BPDP dari ITP Pelalawan harus memiliki kualitas unggul dan visi besar untuk membangun kejayaan sawit Indonesia," harap Helmi.
Pada tahun 2025 BPDP memberikan Beasiswa SDM sawit sebanyak 4000 mahasiswa dan melibatkan 41 Perguruan Tinggi di seluruh wilayah Indonesia. Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia pada tahun akademik 2025 mendapatkan 90 mahasiswa penerima Beasiswa SDM sawit BPDP yang berasal dari 12 provinsi dengan dua program studi, yakni Agroteknologi dan Teknologi Pasca Panen.
BPDP Gelar Kuliah Umum Dari Pelalawan Demi Kejayaan Emas Hijau Indonesia
Diskusi pembaca untuk berita ini