BPDP Buka Call for Proposal Grant Riset 2026: Kelapa Sawit, Kakao dan Kelapa Menuju Hilirisasi Komersial Nusantara
Nusantara
Kemarin

BPDP Buka Call for Proposal Grant Riset 2026: Kelapa Sawit, Kakao dan Kelapa Menuju Hilirisasi Komersial

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), BLU Kementerian Keuangan telah menggelar Webinar sebagai panduan pendaftaran proposal pendanaan penelitian melalui program Grant Riset BPDP 2026 Transformasi lembaga saat ini meliputi pengelolaan dana untuk komoditas Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa ini menjadi tonggak baru memperkuat kedaulatan sektor perkebunan nasional melalui inovasi dan teknologi. Program ini dirancang untuk memastikan riset tidak hanya berhenti di meja laboratorium, tetapi mampu memberikan solusi aplikatif bagi tantangan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh penjuru Indonesia. Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan perluasan mandat lembaga tahun ini membawa semangat inklusivitas yang lebih besar. Menurutnya, BPDP memberikan ruang seluas-luasnya bagi para peneliti untuk mengeksplorasi potensi di tiga komoditas utama tanpa ada pembatasan jumlah riset yang kaku di tiap kategorinya. "Tahun ini, kami akan melihat riset-riset yang berdampak bagi kakao, kelapa, dan sawit. Kami tidak akan membatasi atau menentukan jumlahnya masing-masing secara spesifik. Paling penting bagi kita agar hasil dari riset kita menjadi maksimal pemanfaatannya menuju komersialisasi," jelasnya. Ia menambahkan keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana hasil riset dapat dimanfaatkan secara nyata oleh para pemangku kepentingan guna meningkatkan nilai tambah produk perkebunan Indonesia di pasar global. Sejalan dengan visi tersebut, salah satu Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Tony Liwang, menekankan pentingnya kualitas luaran (output) dari setiap proposal yang diajukan. Tony merinci standar ketat yang menjadi acuan penilaian agar dana yang disalurkan dapat tepat sasaran pada riset yang memiliki daya guna tinggi. "Output yang diharapkan adalah replicable sehingga siapa saja dapat menggunakan dan masyarakat dapat mengaplikasikannya. Tolong perhatikan daftar periksa agar tidak ada yang terlewatkan, seperti apakah riset sudah jelas, memiliki relevansi yang kuat, inovatif, berdampak, dan apakah nilai komersialisasinya bernilai tinggi?" tegas Dr. Tony Liwang. Riset yang replikabel dinilai menjadi kunci utama agar inovasi yang dihasilkan dapat segera diserap oleh industri kecil maupun menengah (UKM) perkebunan di berbagai wilayah. Motivasi Untuk Peneliti Nasional Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, memberikan pesan penyemangat bagi para akademisi dan praktisi riset di seluruh Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa proses seleksi ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk menajamkan kualitas keilmuan nasional. "Kami berharap Bapak dan Ibu tidak berkecil hati jika nantinya belum berhasil lolos. Tetapi, kami harapkan hasil ini menjadi momentum untuk semakin mempertajam fokus penelitiannya ke depan," ujar Rahmat Widiana. Rahmat juga menekankan BPDP berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proses seleksi guna melahirkan inovasi unggulan yang dapat membanggakan Indonesia. Diketahui Pendaftaran proposal dilakukan sepenuhnya secara daring melalui portal resmi https://program-riset.bpdp.or.id/. Untuk batas akhir penyampaian usulan penelitian ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2026 mendatang. Para peneliti diwajibkan menyusun proposal inti secara ringkas dan sistematis dengan batas maksimal 20 halaman, mengacu pada peta jalan (roadmap) penelitian yang telah ditetapkan. Melalui sinergi antara akademisi dan dukungan pendanaan dari BPDP, sektor perkebunan diharapkan mampu menjadi pilar utama ekonomi hijau Indonesia di masa depan.

Di Kalimantan Utara BPDP dan Kanwil DJPB Bersinergi Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas Nasional
Nasional
Kemarin

Di Kalimantan Utara BPDP dan Kanwil DJPB Bersinergi Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas

Kalimantan Utara, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) inisiasi SINARA FEST 2026. Kegiatan ini hadir bagian dari rangkaian kegiatan nasional. Kalimantan Utara jadi provinsi ketiga pelaksanaan event ini yang menghadirkan kolaborasi strategis antara BPDP dan Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan sama sebelumnya telah sukses digelae di Bandung dan Aceh, tema “Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan untuk Kemenkeu Satu: Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas”, yang bertujuan guna memperkuat pemahaman masyarakat mengenai komoditas perkebunan strategis Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis sawit, kelapa, dan kakao agar naik kelas. Rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif mencakup sosialisasi program strategis BPDP, diskusi, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazar UMKM, serta booth edukasi interaktif yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Utara, Ika Hermini Novianti, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan sektor perkebunan. “Kegiatan ini jadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mendorong optimalisasi peran sektor hulu dan hilir komoditas strategis daerah, serta meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan, khususnya komoditas sawit, kelapa, dan kakao di Kalimantan Utara,” ujarnya. Selain itu, tambahnya, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat literasi masyarakat terhadap peran APBN sekaligus mendorong peningkatan daya saing UMKM, terutama di sektor perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menuturkan SINARA FEST tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan platform strategis yang berperan dalam mengintegrasikan aspek hulu dan hilir sektor perkebunan. “Melalui penguatan edukasi, inovasi, akses pembiayaan, serta promosi, SINARA FEST diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan agar tumbuh secara berkelanjutan, memiliki nilai tambah, dan berdaya saing tinggi di pasar,” jelasnya. Kegiatan SINARA FEST 2026 menghadirkan narasumber dari instansi vertikal Kementerian Keuangan sebagai bentuk sinergi dukungan layanan fiskal kepada para pelaku UMKM. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tarakan, Dwi Ardiyanto, menyampaikan materi terkait layanan serta tata cara akses ekspor bagi pelaku UMKM untuk pengembangan pasar ke luar negeri. Sedang, Edi Trisno Yuwono, Penyuluh Pajak KPP Tanjung Redeb, memberikan edukasi mengenai kewajiban dan fasilitas perpajakan guna mendukung penguatan legalitas serta pertumbuhan usaha UMKM. BPDP bersama Kanwil DJPB Kalimantan Utara menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan SINARA FEST sebagai sarana efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran strategis BPDP sebagai Badan Layanan Umum di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam mendukung pengembangan komoditas sawit, kelapa, dan kakao secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dari sisi hulu hingga hilir dalam mendukung pengembangan komoditas strategis nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Utara, sekaligus memperkuat peran UMKM dalam menciptakan produk bernilai tambah. BPDP bersama Kanwil DJPB Kalimantan Utara juga berharap kegiatan ini dapat menjadi platform kolaboratif yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan dan pemberdayaan UMKM, sehingga mampu menciptakan ekosistem yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing, serta menjadikan komoditas sawit, kelapa, dan kakao sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026: Sarana BPDP Bangun Inovasi Citra Positif Sawit Sawit
Sawit
Kemarin

Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026: Sarana BPDP Bangun Inovasi Citra Positif Sawit

Yogyakarta, katakabar.com - Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026 Dalam Mendukung Ketahanan dan Energi, yang digelar di pekan keempat April 2026 lalu, sarana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membangun inovasi dan citra positif kelapa sawit. Kegiatan yang dikemas lewat workshop dan konferensi mampu menarik peserta ini terlaksana hasil dari kolaborasi dengan dengan  AKPY STIPER. "Kelapa sawit komoditas unggulan memiliki manfaat luas, tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi sebagai bahan pangan dan produk turunan bernilai tinggi," tegas Direktur AKPY STIPER, Sri Gunawan. Menurutnya, pemahaman menyeluruh mengenai agribisnis sawit dari hulu hingga hilir menjadi hal wajib, khususnya bagi mahasiswa penerima beasiswa BPDP. “Seluruh mahasiswa, khususnya penerima beasiswa BPDP, harus memahami potensi besar agribisnis sawit. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan guna mendukung kemandirian pangan dan energi," jelasnya. Worshop ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi berbasis UMKM sawit. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan pelaku UMKM, mendorong hilirisasi serta inovasi produk berbasis pangan dan energi, serta memperkuat kelembagaan dan jejaring bisnis baik secara konvensional maupun digital. Rangkaian kegiatan workshop dan konferensi  membahas kebijakan dan strategi hilirisasi sawit berbasis UMKM, workshop teknis berupa pelatihan pengolahan produk pangan, energi, oleokimia, oleofood serta pemasaran digital, hingga expo dan networking yang menampilkan produk UMKM sawit sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku usaha, perusahaan, dan pemerintah. Perkuat citra positif sawit sebagai rangkaian Workshop dan Konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 menjadi salah satu penguat utama arah kegiatan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan kegiatan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih luas. “Kegiatan workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat untuk membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” terangnya, via online (zoom meeting). Pada konteks tersebut, kata Helmi, BPDP menjalankan fungsi kampanye positif (positive campaign) sebagai upaya menyeimbangkan bahkan melawan berbagai kampanye negatif (black campaign) yang kerap muncul terhadap komoditas sawit. Ditegaskan Helmi, pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya bersifat top-down atau berbasis institusi semata, tetapi juga melibatkan langsung pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) sebagai aktor utama di lapangan. Melalui workshop ini, sambungnya, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis dan peluang usaha berbasis produk turunan sawit, tetapi juga didorong untuk memahami posisi strategis mereka dalam ekosistem industri sawit nasional. “Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit baik melalui produk pangan, energi, maupun turunan lainnya, maka secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi besar industri ini,” imbuhnya Untuk itu, harap Helmi, pelaku UMKM tidak hanya menjadi produsen atau pelaku ekonomi, tetapi juga berperan sebagai advokat yang mampu menyampaikan cerita positif tentang sawit kepada masyarakat luas. Itu sebabnya, tambahnya, efektivitas promosi sangat bergantung pada pengalaman nyata yang dirasakan pelaku usaha. Jegiatan seperti workshop dan konferensi ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha agar tercipta pemahaman yang utuh dari hulu hingga hilir.

BPDP BLU Kemenkeu dan Samade Gandeng Tangan Dorong Sertifikasi Halal UMKM Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 24 April 2026 | 16:10 WIB

BPDP BLU Kemenkeu dan Samade Gandeng Tangan Dorong Sertifikasi Halal UMKM Sawit

Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan  Sawitku Masa Depanku (Samade) pacu penguatan kapasitas pelaku usaha melalui Workshop UMKM Naik Kelas di Sumatera Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan di pertengahan April 2026 lalu, usung tema 'Strategi Sertifikasi Halal UMKM Berbasis Bahan Turunan Sawit sebagai Bahan Pangan Potensial'. Tujuanya, fokus pada akselerasi sertifikasi halal dan inovasi produk berbasis bahan turunan sawit sebagai langkah strategis hilirisasi. Langkah tersebut sebagai upaya sistematis mendorong pelaku UMKM, koperasi, hingga petani agar mampu meningkatkan nilai tambah produk sehingga memiliki daya saing yang kuat di pasar domestik maupun global. Ketua DPW Samade Sumatera Selatan sekaligus Ketua Panitia Workshop, Jonli Sirait, menjelaskan kegiatan ini respons konkret untuk menjawab tantangan standarisasi produk yang dihadapi pelaku usaha di daerah. Menurutnya, pemahaman mengenai legalitas dan teknologi digital sangat krusial bagi keberlanjutan usaha. "Workshop ini kami desain untuk membekali pelaku UMKM dengan kompetensi teknis, terutama dalam aspek sertifikasi halal dan inovasi produk. Sebagai salah satu wilayah dengan potensi sawit terbesar, UMKM di Sumatera Selatan harus naik kelas dan mampu mengoptimalkan bahan baku turunan sawit menjadi produk pangan berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar modern," ucap Jonli. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan posisi strategis kelapa sawit sebagai pilar devisa negara. Ia menegaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam ekosistem hilirisasi adalah kunci untuk memastikan perputaran ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat. "Sawit adalah miracle crop yang berkontribusi masif terhadap devisa negara. Kami ingin memastikan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menghasilkan output nyata berupa peningkatan jumlah produk UMKM sawit yang tersertifikasi halal. Sertifikasi ini bukan sekadar administratif, melainkan instrumen peningkat daya saing global agar produk turunan sawit kita semakin dipercaya oleh konsumen," tegas Helmi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan melalui Kepala Divisi Pusat Pelayanan Hasil dan Diseminasi (PPHD) Dinas Perkebunan, Mupakanisin, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan kolaborasi antara asosiasi dan lembaga pendukung seperti BPDP sangat membantu program percepatan pembangunan perkebunan di daerah. "Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong penguatan UMKM agar mampu naik kelas, salah satunya melalui percepatan sertifikasi halal dan pemanfaatan potensi bahan turunan sawit sebagai komoditas unggulan daerah. Kami berharap melalui workshop ini, hambatan teknis yang dihadapi pelaku usaha di lapangan dapat teratasi secara efektif," terang Mupakanisin. Melalui sinergi yang didukung oleh BPDP ini, para pelaku UMKM di Sumatera Selatan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi bahan turunan sawit serta beradaptasi dengan ekosistem digital guna memperluas pangsa pasar di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Perkuat UMKM Berbasis Sawit, BPDP BLU Kemenkeu Gandeng LPM RI Sawit
Sawit
Jumat, 24 April 2026 | 15:10 WIB

Perkuat UMKM Berbasis Sawit, BPDP BLU Kemenkeu Gandeng LPM RI

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), BLU Kementerian Keuangan kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), gelar Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Berbasis Sawit. Angkat tema “Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit” , kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta, di pekan ketiga April 2026 lalu. Berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat hadir di kegiatan. Ketua Umum DPP LPM RI sekaligus anggota DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan dinamika global yang mengarah pada potensi krisis perlu diantisipasi melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di tingkat desa. “LPM memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Kami telah mulai memetakan berbagai tantangan dari level desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Ahmad Doli, dilansir dari laman resmi BPDP, Jumat (24/4) siang. Ia menambahkan penguatan ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi, menjadi langkah penting yang perlu didukung melalui sinergi multipihak. Menurutnya, kolaborasi dengan BPDP membuka peluang besar integrasikan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP dukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui berbagai program strategis. “BPDP sebagai BLU Kementerian Keuangan terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir, termasuk melalui program peremajaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap UMKM dan Koperasi. Hal ini bagian dari upaya berkelanjutan perkuat ekosistem Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan,” jelas Helmi. BPDP membuka berbagai peluang bagi generasi muda, terang Helmi, termasuk program beasiswa di bidang kelapa sawit serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pelaku usaha berbasis perkebunan. “BPDP punya progran beasiswa bagi kalangan anak muda yang ingin belajar mengenai sawit. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi para pekebun,” ucapnya. Di sesi diskusi publik, turut hadir sejumlah narasumber, yakni Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, serta pelaku UMKM, Rara Sarini. Bagus Rahman menekankan pentingnya transformasi UMKM melalui inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci menciptakan UMKM yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Sementara, Rara Sarini mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, termasuk komoditas perkebunan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

IFBC 2026, BPDP BLU Kemkeu Promo Kebaikan Sawit dan Produk Turunan ke UMKM di Bumi Sriwijaya Sawit
Sawit
Jumat, 24 April 2026 | 08:35 WIB

IFBC 2026, BPDP BLU Kemkeu Promo Kebaikan Sawit dan Produk Turunan ke UMKM di Bumi Sriwijaya

Palembang, katakabar.com - Di Bumi Sriwijaya pameran Info Franchise dan Business Concept Expo (IFBC) 2026 digelar di pekan kedua April 2026 lalu, persisnya di PSCC Icon Palembang. Kegiatan berlangsung hingga 19 April 2026 lalu ini jadi momentum strategis bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat untuk menjajaki berbagai peluang bisnis dari berbagai sektor. Angkat tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Palembang mencerminkan semangat dunia usaha untuk terus berkembang, berinovasi, dan melampaui batas di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi membuka kegiatan IFBC 2026 Palembang. Ia menyampaikan bahwa pameran ini menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi bisnis, serta membuka peluang kemitraan yang luas bagi masyarakat. Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan IFBC 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menopang pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi. UMKM dan usaha yang hadir hari ini memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional,” ucapnya. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan turut berpartisipasi di pameran ini melalui booth interaktif yang menghadirkan edukasi dan promosi mengenai kebaikan sawit. Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengajak masyarakat untuk melihat lebih dekat kelapa sawit bukan hanya sebatas minyak goreng, tetapi memiliki beragam produk turunan bernilai tambah tinggi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari produk skincare, bodycare, hingga kuliner berbasis sawit. “Pengunjung dapat menemukan berbagai produk turunan sawit seperti sabun, lilin ramah lingkungan, juga ditampilkan pula beragam inovasi dan kreativitas UMKM berbasis sawit, seperti tas dari lidi sawit, wadah sabun dari cangkang sawit, sandal dari lidi sawit, hingga helm berbahan limbah sawit. Dengan melihat secara langsung beragam produk UMKM dari turunan sawit pengunjung diharapkan terinspirasi  mengembangakan wirausaha berbasis turunan sawit," terang Helmi, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis sore. Partisipasi BPDP ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi publik mengenai potensi besar industri sawit yang tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis inovasi dan keberlanjutan untuk UMKM. Dengan semangat “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 diharapkan tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi besar sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia yang inovatif dan berkelanjutan.

Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi Sawit
Sawit
Kamis, 23 April 2026 | 19:04 WIB

Lewat SWOT BPDP Beri Pemahaman Sawit Lebih Dekat ke Masysrakat Bekasi

Bekasi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan mendekatkan informasi seputar kelapa sawit kepada masyarakat,  dengan pendekatan lebih ringan dan relevan dengan keseharian. Lewat Sawit on Town (SWOT), bersama Olenka hadirkan ruang edukasi interaktif dan mudah dipahami berbagai kalangan, di Taman Plaza, Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat,  Minggu (19/4) akhir pekan lalu. Di kegiatan tersebut masyarakat diajak melihat kelapa sawit bukan sekadar komoditas industri, tetapi bagian dari aktivitas harian sering kali tidak disadari. "Produk turunan kelapa sawit telah hadir di berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari produk rumah tangga hingga personal care. Sabun, sampo, deterjen, hingga produk pangan seperti margarin, roti, dan krimer contoh nyata kontribusi sawit dalam kehidupan sehari-hari," ujar Founder Olenka Kreasi Festival, Edy Nurmansyah, dilansir dari laman resmi BPDP, Kamis (23/4). "Pemanfaatan sawit bahkan mencakup sektor energi. Penggunaan biodiesel berbasis sawit pada transportasi umum menjadi salah satu contoh bagaimana komoditas ini mendukung mobilitas masyarakat," timpal Perwakilan Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Muhammad Farouq Rosyadi. Melalui kegiatan ini, kata Muhammad, BPDP menjalankan perannya dalam mempromosikan dan menyebarluaskan informasi terkait manfaat kelapa sawit kepada publik. Harapannya, masyarakat dapat melihat sawit sebagai bagian dari sistem penunjang kehidupan modern. Dari sisi kesehatan dan kecantikan, dokter spesialis estetika medis, Irdawati Novita, menjelaskan kandungan dalam kelapa sawit memiliki potensi sebagai bahan perawatan kulit. Kandungan vitamin E dan tocotrienol di dalamnya diketahui memiliki sifat antioksidan yang tinggi serta berperan dalam membantu proses pemulihan kulit. Selain itu, imbuhnya, masyarakat juga diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima informasi. Sedang Brand Ambassador Zumba Indonesia, Liza Natalia, mengajak masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber yang kredibel agar terhindar dari misinformasi terkait kelapa sawit. Rangkaian kegiatan SWOT dikemas secara variatif, mulai dari sesi olahraga bersama melalui Sawit Healthy Exercise, diskusi edukatif SWOT Talks, hingga aktivitas kreatif seperti Coloring Clay Competition untuk anak-anak. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan yang menarik antusiasme pengunjung. Melalui pendekatan yang lebih dekat dan interaktif, BPDP berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran strategis kelapa sawit, baik sebagai penggerak ekonomi maupun sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Catat! Ini Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026 Nasional
Nasional
Selasa, 07 April 2026 | 17:05 WIB

Catat! Ini Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah umumkan penyelenggaran pelatihan pengembangan SDM Perkebunan tahun 2026. Pengumuman ini sesui Nomor PENG-2/BPDP/2026 tentang pengumuman lolos seleksi lembaga penyelenggara program pelatihan pengembangan SDM perkebunan 2026. Sebelum masuk ke tahap pengumuman itu, lebih dulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melakukan rangkaian seleksi dan penilaian atas proposal yang masuk berdasarkan Pengumuman Direktur Utama BPDP Nomor PENG-1/BPDP/2025. Berdasarkan itu BPDP menyatakan Lembaga Penyelenggara Pelatihan yang memenuhi kriteria sebagai Lembaga Penyelenggara Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026. Berikut nama lembaga jenis pelatihan yang direkomendasikan, yakni Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), pelatihan teknis meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Terus, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) pelatihan manajerial, yaitu Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, dan Pelatihan Penguatan Kelembagaan. Sedang pelatihan kewirausahaan, yakni Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Lalu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang juga kategori pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi sama pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selaib itu, LPP Agro Nusantara bidang pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Informasi Pasar dan Promosi, Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Selanjutnya, PT Best Planter Indonesia, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Berikutnya, PT Citra Widya Education, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik, serta PT Daya Guna Lestari, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Tidak hanya itu, PT Forestcitra Sejahtera, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta PT Global Scholarship Service (IPB Training), yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Iskol Agridaya Internasional adalah Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sedang, pelatihan kewirausahaan, Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan. Sedang, PT Koompasia Enviro Institute. Pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit. Berikutnya, PT Riset Perkebunan Nusantara bidang pelatihan teknis, yaitu Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Panen dan Pasca Panen, serta Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. PT Sumberdaya Indonesia Berjaya, yakni Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sementara, PT Titian Karsa Mandiri, bidang pelatihan teknis, meliputi Pelatihan Budi Daya, Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, dan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik. Terus, PT Trifos International Sertifikasi pelatihan teknis, yakni Pelatihan Panen dan Pascapanen, dan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Selanjutnya, Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Smatek Tunas Mandiri pelatihan teknis, yakni Pelatihan Budi Daya. Ditegaskan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, Senin (6/4) kemarin, pengumuman ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Jumlah peserta per jenis pelatihan akan dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Utama BPDP yang akan disampaikan pada kesempatan pertama atau pembahasan selanjutnya. "Kami sampaikandengan semangat Komoditas Perkebunan yang BAIK (Bersih, Akuntabel, Integritas dan Kesempurnaan), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkomitmen menjaga integritas, serta mewujudkan kepuasan layanan para stakeholder untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi," jelasnya.

Siap Replanting Seluas 1.541,7 Hektar Sawit Rakyat, BPDP Gesa PSR Tahap Sawit
Sawit
Minggu, 05 April 2026 | 20:14 WIB

Siap Replanting Seluas 1.541,7 Hektar Sawit Rakyat, BPDP Gesa PSR Tahap

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmennya dalam mempercepat pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui Tahap II. Komitmen ini diwujudkan lewat penandatanganan dukungan pendanaan untuk peremajaan seluas 1.541,7 hektar yang melibatkan 11 lembaga pekebun dari berbagai daerah, Aula Nusantara BPDP, Jakarta. Kegiatan penandatanganan tersebut dihadiri perwakilan lembaga pekebun sebagai penerima manfaat program. Momentum ini menjadi bagian penting dalam rangka mempercepat implementasi PSR sekaligus memastikan kesiapan kelembagaan pekebun dalam menjalankan program secara optimal. Acara dibuka oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu, Normansyah H.S, yang buka kegiatan. Ia menekankan program PSR tidak hanya berorientasi pada penanaman ulang tanaman sawit yang sudah tidak produktif, tetapi diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun dan produktivitas hasil. Melalui PSR, jelasnya, pekebun didorong untuk terapkan praktik budidaya yang lebih baik, menggunakan benih unggul, serta memperkuat kelembagaan agar mampu meningkatkan daya saing di sektor perkebunan kelapa sawit. "Jadi, program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan pekebun," terangnya, awal April 2026. Penandatanganan dukungan pendanaan pada Tahap II ini menjadi salah satu langkah strategis BPDP pastikan proses penyaluran berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Tidak cuma itu, keterlibatan 11 lembaga pekebun juga menunjukkan pentingnya peran kelembagaan dalam mempercepat akses pekebun terhadap program PSR. Menurut salah satu pekebun, Sita dari Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan, Asahan, Sumatera Utara, rasa syukur dan kebahagiaannya atas kesempatan mengikuti program ini. Ia menyampaikan program PSR memberikan harapan baru bagi para pekebun untuk meningkatkan produktivitas kebun mereka. “Alhamdulillah, kami sangat senang akhirnya bisa mendapatkan program PSR dan benar-benar tanpa biaya. Walaupun prosesnya cukup panjang, kami tetap pantang menyerah untuk mengikuti seluruh tahapan yang ada. Kami sangat berterima kasih kepada BPDP atas dukungan yang diberikan kepada kami para pekebun,” ceritanya. Pengalaman tersebut mencerminkan tingginya antusiasme pekebun terhadap program PSR sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari komitmen dan ketekunan para pekebun dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Ke depan, BPDP bakal terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat pelaksanaan PSR di berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, memperkuat ketahanan sektor perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.

Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP Sawit
Sawit
Minggu, 22 Maret 2026 | 09:46 WIB

Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP

Tangerang Selatan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Levy Ekspor Terintegrasi AI (ALEXIA) pada pekan Kedua Maret 2026, di PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi sistem informasi pungutan ekspor yang dikembangkan untuk mendukung proses penghimpunan dana perkebunan secara lebih efektif, efisien, dan transparan. ALEXIA dikembangkan sebagai sistem informasi yang memungkinkan eksportir memantau pembayaran Pungutan Ekspor, mengajukan permohonan keberatan atas kekurangan pembayaran maupun pengembalian kelebihan pembayaran, serta melakukan konfirmasi pelunasan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor secara real time. Pengembangan sistem ini salah satu langkah BPDP dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya eksportir yang melakukan pembayaran Pungutan Ekspor komoditas perkebunan. Lewat kegiatan Bimtek ini, BPDP memberikan pemahaman teknis kepada para pengguna sistem sebagai bagian dari rangkaian persiapan implementasi ALEXIA yang direncanakan mulai digunakan secara resmi pada awal Kuartal II tahun 2026. Ke depan, BPDP akan melaksanakan Bimtek ALEXIA secara bertahap bagi seluruh eksportir komoditas perkebunan guna memastikan implementasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan dalam proses administrasi pungutan ekspor.