Nusa Tenggara Barat, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar Sinara Fest untuk keempat kalinya. Kali ini, Provinsi Nus Tenggara Barat (NTB) tuan rumah kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 25 hingga 26 Juni lalu.

Kegiatan tersebut terlaksana hasil kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Angkat tema “Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas,” Kegiatan dihadiri Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Kepala KPPN Mataram, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, perwakilan KPPBC Mataram, perwakilan dari KPKNL Mataram, perwakilan dari Kemenkeu Satu NTB, Dinas Perkebunan, dan Kepala Divisi USDM BPDP, Adi Sucipto.


Sinara Fest 2026 menghadirkan rangkaian edukasi, workshop, dan mini bazar UMKM bekerja sama dengan Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hal ini berarti bentuk nyata komitmen BPDP dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan UMKM perkebunan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao untuk naik kelas.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, menjelaskan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kita semakin menyadari bahwa pembangunan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi saat ini membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kemampuan untuk membangun jejaring yang saling menguatkan.
 
“Kegiatan Sinara Fest di Provinsi NTB bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, jejaring, dan peluang yang dapat mendorong UMKM tumbuh lebih kuat, inovatif dan kompetitif,” ujarnya.

Ia menilai pemberdayaan UMKM sangatlah penting maka harus dipandang sebagai proses yang menyeluruh, bukan sekadar pemberian pelatihan melainkan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan melalui akses pembiayaan yang lebih luas, peningkatan kompetensi, perluasan pasar, adopsi teknologi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Sejalan dengan Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Zaid Burhan Ibrahim selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP dalam Keynote Speech-nya, menuturkan tujuan dari BPDP menggelar Sinara Fest adalah ingin memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan.

“Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa sawit, kelapa dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk nilai tambah tinggi. Potensi inilah yang perlu terus kita dorong melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia," jelasnya.

Kegiatan ini bukan hal baru, sebab BPDP terus berinovasi untuk menjalankan program-program yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Khusus dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP berupaya menghadirkan berbagai pelatihan, workshop, promosi dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," kata Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah sat diskusi 'Peluang Kolaborasi Pengembangan UMKM Perkebunan', menyampaikan berbagai dukungan BPDP serta peluang kolaborasi dan Pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat.

“BPDP siap kolaborasi dengan pelaku UKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis perkebunan dan turunannya dari sawit, kakao dan Kelapa dan juga sebagai untuk promosi kebaikan sawit,kakao dan kelapa," ucapnya.

BPDP berharap ruang kolaborasi antar pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan yang telah digaungkan oleh BPDP melalui Sinara Fest 2026, di Provinsi NTB dapat memperluas dan mendorong UMKM semakin naik kelas.